Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : Jurnal Infomanpro

PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI DENGAN METODE LEAST COST ANALYSIS Lalu Mulyadi; Edi Hargono DP; Dimas Aji Purnomo
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 2 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i2.361

Abstract

Penjadwalan pada Proyek Gedung Perpustakaan Politeknik Negeri Banyuwangi dilakukan dengan menggunakan metode bar chart dan kurva “S”, dan metode tersebut digunakan karena mudah dalam pembuatannya, mudah dimengerti dan dapat digunakan untuk memonitor pelaksanaan proyek. Jadwal waktu proyek tersebut adalah 144 hari. Saat ini proyek tersebut sudah selesai, tapi melebihi batas waktu penyelesaian proyek. Maka perlu dilakukan penelitian tentang penjadwalan proyek agar proyek tersebut tepat waktu dan ke depan menjadi acuan dalam pembuatan rencana anggaran biaya. Untuk mengembalikan jadwal proyek seperti semula maka diperlukan suatu evaluasi scedulling proyek agar proyek tepat waktu. Metode analisis tersebut adalah Metode Least Cost Analysis. Tujuan metode Least Cost Analysis adalah mendapatkan besarnya percepatan waktu, untuk memperoleh durasi yang sesuai dengan target, memperoleh biaya yang dihemat. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan metode Least Cost Analysisa dalah memperoleh percepatan waktu penjadwalan pelaksanaan pembangunan gedung Perpustakaan Politeknik Negeri Banyuwangiyaitu 16 hari atau 0.11 % dari jadwal waktu normal proyek yaitu 144 hari menjadi 128 hari, dan memperoleh penghematan biaya pada percepatan waktu penjadwalan pelaksanaan pembangunan gedung yaitu Rp 4.237.996,- atau 0.11 % dari biaya kontrak yang disetujui oleh kedua pihak yaitu Rp 3.788.803.879,-.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar; Tri Satriawansyah
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 5 No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v5i2.992

Abstract

Proyek pembangunan gedung bertingkat seperti gedung DPRD, gedung Kantor bupati dan gedung Kantor Pajak di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat dalam pelaksanaannya tidak memenui target waktu yang di harapkan. Itu terbukti dengan terlihatnya bangunan yang belum selesai dibangun mengalami keterlambatan mencapai 30% sampai 50% dari waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan pada proyek pembangunan Gedung bertingkat di Kabupaten Sumbawa setra menentukan strategi dan tindakan yang harus dilakukan kontraktor untuk mengatasi faktor-faktor tersebut Metodologi analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 52 responden dari pihak kontraktor, Owner dan konsultan pengawas yang terlibat dalam proyek pembangunan Gedung bertingkat di Kabupaten Sumbawa pada tahun anggaran 2011 yang mengalami keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap keterlambatan pelaksanaan pekerjaan pada proyek pembangunan Gedung bertingkat di Kabupaten Sumbawa adalah Faktor Material, faktor Peralatan, selanjutnya faktor Tenaga Kerja, faktor Lingkungan Kerja. Faktor yang paling dominan mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan pada proyek pembangunan Gedung bertingkat di Kabupaten Sumbawa adalah faktor material dengan nilai Koefisien β sebesar 0.385 dan strategi yang di gunakan untuk mengatasi agar tidak terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan adalah sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai kontraktor harus mempersiapkan pengadaan material, terutama material non lokal serta membuat stok material dilokasi proyek, kontraktor harus membuat rencana penyediaan material sesuai kebutuhan dan sudah diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh owner dan melakukan perjanjian standarisasi mengenai kualitas dan mutu bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan.
ANALISA MUTU PRASARANA JALAN PERUMAHAN DI KABUPATEN MALANG Lalu Mulyadi; Edi Hargono D Putranto; M. Yekti Pracoyo
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 5 No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v5i2.993

Abstract

Pertumbuhan pembangunan perumahan di Kabupaten Malang sangat pesat, Akan tetapi tidak semua perumahan didukung dengan prasarana jalan yang sesuai mutu yang diharapkan, hal itu dapat dilihat seperti permukaan jalan yang rusak sebelum waktunya penyerahan, baik rusak ringan maupun rusak berat, sehingga sampai saat ini belum ada satupun yang dapat diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malang. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah prasarana jalan perumahan di Kabupaten Malang, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Mutu Prasarana Jalan Perumahan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu tersebut. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 38 responden dari pihak Pemerintah daerah Kabupaten Malang, Pengembang dan Penghuni perumahan yang mengetahui dan terlibat dalam pekerjaan pembangunan prasarana jalan di perumahan Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian, prasarana jalan perumahan di Kabupaten Malang dalam keadaan rusak dan dari uji F didapatkan bahwa secara simultan faktor Material (X1), Tenaga Kerja (X2), Peralatan (X3), Metode Pelaksanaan Pekerjaan (X4), Pengawasan (X5), Pemeliharaan (X6), Perencanaan (X7), berpengaruh secara simultan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang dengan nilai Fhitung = 16.798 > Ftabel = 2.334. Namun berdasarkan Uji t secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang adalah faktor Pengawasan (X5), dengan thitung = 5.295 > dari ttabel = 2.042, Pemeliharaan (X6) dengan thitung = 2.328> dari ttabel = 2.042, Perencanaan (X7) dengan thitung = 3.418> dari ttabel = 2.042. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk meningkatkan Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang adalah pemerintah Kabupaten Malang seharusnya pada masa mendatang melakukan pengawasan dengan lebih baik secara rutin ataupun berkala saat pelaksanaan pekerjaan pada obyek/aset yang akan diserahkan untuk dikelolanyadan pengembang harus menempatkan tenaga pengawas lapangan dengan kemampuan yang baik serta memiliki kecakapan dalam mengontrol pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
ANALISIS YANG BERPENGARUH TERHADAP PERPANJANGAN WAKTU PELAKSANAAN KONTRAK PADA PROYEK-PROYEK PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar; Yoyok Arie Susanto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 5 No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v5i2.994

Abstract

Sesuai data yang diperoleh dari Bidang Dinas Bina Marga di Kabupaten Probolinggo dimana pelaksanaan proyek-proyek Pembangunan Jalan Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2014 banyak mengalami perpanjangan waktu yang diperkirakan rata-rata mencapai 25% dari jadwal yang sudah ditentukan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi perpanjangan waktu pada pelaksanaan kontrak proyek-proyek pembangunan jalan di Kabupaten Probolinggo dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi faktor-faktor tersebut. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden dari pihak kontraktor, Owner dan konsultan pengawas yang terlibat dalam pekerjaan proyek-proyek pembangunan jalan di Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2014. Berdasarkan hasil penelitian, dari uji F didapatkan bahwa semua faktor berpengaruh secara simultan terhadap perpanjangan waktu pada pelaksanaan kontrak proyek-proyek pembangunan jalan di Kabupaten Probolinggo dengan nilai Fhitung = 10.842 > Ftabel =2.073. Namun berdasarkan Uji t secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap perpanjangan waktu pada pelaksanaan kontrak proyek-proyek pembangunan jalan di Kabupaten Probolinggo adalah faktor Metode Sumber Daya Manusia (X1), dengan thitung = 6.696 > dari ttabel = 2.009, Pengawasan (X4) dengan thitung = 2.075 > dari ttabel = 2.009, Material (X7) dengan thitung = 2.580 > dari ttabel = 2.009. faktor yang paling dominannya adalah faktor Sumber Daya Manusia (X1) dengan koefisien standardize β sebesar 0.629. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk mengatasinya adalah kontraktor harus menambahkan SDM yang terampil dari luar daerah serta sering memberikan pelatiahan dan pengarahan pada SDM yang bekerja sesuai kebutuhan pekerjaan, kontraktor melakukan perjanjian kontrak dengan penyedia lain sebagai cadangan material dan kontraktor harus melakukan pengawasan proyek sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati dalam kontrak.
PENERAPAN METODE FAST TRACK UNTUK PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ICU, ICCU DAN NICU RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG Lalu Mulyadi; Edi Hargono; George Winaktu
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 5 No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v5i1.1007

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung ICU, ICCU dan NICU RSU dr. Saiful Anwar Malang pada tahun anggaran 2013 yang mengalaami keterlambatan diduga dikarenakan penggunaan metode penjadwalan yang kurang tepat. Oleh kerena itu untuk mengatasi keterlambatan tersebut, maka haruslah menggunakan metode/cara yang tepat dan benar dengan biaya yang efisien, salah satu metode yang bisa gunakan adalah metode Fast Track. Dengan metode tersebut diharapkan proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya waktu pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung ICU, ICCU dan NICU RSU dr. Saiful Anwar Malang setelah dilakukan fast track dan untuk mengetahui besarnya biaya yang dapat dihemat dengan menggunakan metode fast track. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan penjadwalan dengan CPM, melakukan percepatan pada aktivitas yang berada di lintasan kritis, melakukan fast track pada lintasan kritis sampai mendapatkan waktu jenuh dan mendapatkan waktu optimum dengan biaya yang minimum. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa besarnya waktu yang diperoleh adalah 23 hari kalender atau 50,0% dari waktu normal 46 hari atau lebih cepat 23 hari dan biaya yang bisa dihemat adalah Rp. 48.325.539,- dari biaya normal Rp. 2.029.672.351 atau terjadi penghematan 2,38%.
EVALUASI BIAYA DAN KINERJA WAKTU PELAKSANAAN KONSTRUKSI BAWAH JEMBATAN AFIAT DESA KANIGORO KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG Sabarudin Budiharto; Lalu Mulyadi; Edi Hargono
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 5 No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v5i1.1010

Abstract

Perencanaan, penjadualan dan pengendalian adalah langkah penting untuk dilakukan agar tujuan pelaksanaan proyek dengan waktu terbatas ini tercapai. Tujuan penelitian ini adalah: 1).Mengetahui kinerja proyek berdasarkan waktu pada pelaksanaan proyek pembangunan Struktur bawah Jembatan Afiat Desa Kanigoro Kecamatan PagelaranKabupaten Malang; 2).Mengetahui besar biaya berdasarkan biaya pada pelaksanaan proyek pembangunan Struktur bawah Jembatan Afiat Desa Kanigoro Kecamatan PagelaranKabupaten Malang; 3).Mengetahui estimasi waktu pada pelaksanaan proyek pembangunan Struktur bawah Jembatan Afiat Desa Kanigoro Kecamatan PagelaranKabupaten Malang; 4).Megetahui estimasi biaya pada pelaksanaan proyek pembangunan Struktur bawah Jembatan Afiat Desa Kanigoro Kecamatan PagelaranKabupaten Malang. 5). Menentukan penjadwalan ulang (Rescheduling Peformance) bilamana terjadi keterlambatan selama masa pelakasanaan proyek Struktur bawah pembangunan Jembatan Afiat Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Metode ”Nilai Hasil” (Eaned Value) merupakan suatu metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan jadual proyek secara terpadu. Metode ini memberikan informasi status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Jembatan Afiat Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, sampai minggu ke-20 adalah: 1).Minggu pertama sampai minggu ke 20 pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan kecuali minggu ke 4 sampai dengan minggu ke 8 tidak mengalami keterlambatan; 2). Kinerja biaya minggu pertama sampai minggu ke 20 tidak terjadi overbudgeting; 3). Untuk penyelesaian pekerjaan berdasarkan produktifitas yang ada masih memerlukan waktu 8 minggu dari minggu ke 20; 4). Estimate to Completion (ETC) dari minggu ke-20 yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek sebesar Rp.1.907.528.365,90; 5).Penjadualan ulang terhadap sisa pekerjaan proyek agar tidak mengalami keterlambatan dilakukan dengan memperpendek durasi pelaksanaan pekerjaan galian drainase dan pasang batu mortar dengan penambahan tenaga kerja.
ANALISA PEMBENGKAKAN BIAYA PELAKSANAAN PROYEK-PROYEK PEMBANGUNAN/ PEMELIHARAAN JALAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO R. Oemar Sjarief; Tiong Iskandar; Lalu Mulyadi
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i1.1022

Abstract

Dari hasil evaluasi pada pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek pembangunan/pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2014 dalam pelaksanaannya terindikasi banyak mengalami pembengkakan biaya pelaksanaan pekerjaan dari biaya yang sudah ditentukan. Hal ini terbukti dengan terlihatnya pekerjaan yang selesai dikerjakan diperkirakan mengalami pembengkakan biaya mencapai 1-3% dari yang telah ditentukan. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi pembengkakan biaya pelaksanaan proyek-proyek pembangunan/ pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 52 responden dari pihak kontraktor, Owner dan konsultan pengawas yang terlibat dalam pekerjaan proyek-proyek pembangunan/ pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2014. Berdasarkan hasil penelitian, secara simultan semua faktor berpengaruh terhadap pembengkakan biaya pelaksanaan pekerjaan dengan Fhitung = 4.418 > Ftabel = 2.071. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap pembengkakan biaya pelaksanaan proyek-proyek pembangunan/ pemeliharaan jalan di Kabupaten Probolinggo adalah faktor Tenaga Kerja (X4), dengan thitung = 2.372 > dari ttabel = 2.019, Pengawasan (X9) dengan thitung = 2.159 > dari ttabel = 2.019, Pengendalian (X10) dengan thitung = 2.265> dari ttabel = 2.019. faktor yang paling dominannya adalah faktor Pengawasan (X9) dengan koefisien standardize β sebesar 0.443. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk mengatasinya adalah kontraktor harus mempekerjakan tenaga pengawas lapangan yang berpengalaman dan mampu mengarahkan dan mengontrol pelaksanaan pekerjaan, kontraktor hendaknya mempekerjakan tenaga pengawas lapangan yang mampu mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dengan baik dan kontraktor harus mempekerjakan tenaga mandor yang berpengalaman dan terdidik pada saat pelaksanaan proyek.
EVALUASI PENGARUH KINERJA MANDOR TERHADAP KUALITAS PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN MALANG Moh. Nurul Huda; Lalu Mulyadi; Edi Hargono D. Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1024

Abstract

Dalam upaya peningkatan kinerja mandor harus didasarkan pada visi, misi dan srtategi yang tepat. Oleh karena itu pemantauan terhadap kinerja mandor menjadi sangat penting. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Mandor Terhadap Kualitas Pekerjaan dan mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhinya, serta menentukan strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja mandor tersebut. Metodologi analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 48 responden dari pihak owner, kontraktor dan konsultan pengawas yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan gedung di Kabupaten Malang pada tahun anggaran 2013. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mandor terhadap kualitas pekerjaan secara signifikan adalah motivasi, keterampilan, pengalaman dan kecakapan. faktor yang paling dominan adalah faktor kecakapan. strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja mandor pada pekerjaan pembangunan gedung di kabupaten malang adalah mandor harus selalu menjaga dan meningkatkan kemampuan dalam mengngoorganisasikan antar tenaga kerja, alat kerja dan bahan-bahan bangunan serta mampu menerjemahkan setiap arahan kontraktor dan mampu berkomunikasi dengan baik guna memperlancar pekerjaan.
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN TUJUAN PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN KALIGAWE DI SEMARANG) Didik Haryoto; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1042

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Kaligawe di Semarang diduga telah mengalami kegagalan tujuan pembangunan itu dapat terlihat dari bangunan sudah selesai dibangun banyak tidak berpenghuni dan kondisi bangunan pun terlihat tidak terawat dengan baik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Kegagalan Tujuan Pembangunan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun Kaligawe di Semarang setra menentukan strategi dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut Metodologi analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas, analisis faktor serta analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji t terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 127 responden dari pengelola dan penghuni Rumah Susun Kaliwage di Semarang yang mengetahui kondisi secara langsung keadaan Rumah Susun Kaliwage di Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, secara bersama-sama (uji F) faktor Lingkungan Sekitar, Desain Rumah Susun, Fasilitas yang tersedia, Ruang Bersama, Biaya Sewa Rumah Susun berpengaruh secara bersama-sama terhadap Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun dengan nilai Fhitung = 9,715 > Ftabel = 2,289. Akan tetapi dari uji t secara sendiri-sendiri faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun adalah Faktor Lingkungan Sekitar dengan nilai thitung = 2,015 > dari ttabel = 1.980, Faktor Desain Rumah Susun dengan nilai thitung = 2,888 > dari ttabel = 1.980, Faktor Fasilitas yang tersedia dengan nilai thitung = 2,294 > dari ttabel = 1.980 dan Faktor Biaya sewa Rumah susun dengan nilai thitung = 2,126 > dari ttabel = 1.980. Sedangkan berdasarkan analisis regresi linier berganda faktor yang paling dominan adalah faktor Desain Rumah Susun dengan nilai Koefisien Standardize β sebesar 0,206 dan strategi untuk mengatasi agar tidak terjadi Kegagalan Tujuan Pembangunan Rumah Susun adalah Pengelola dan Penghuni rumah susun harus dapat bekerja sama dalam penataan dan pengaturan bagian ruangan hunian, sehingga jumlah keluarga yang menempati dan sirkulasi udara serta pencahayaan dapat terjaga dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDAK TERCAPAINYA WAKTU KONTRAK PADA PROYEK PENINGKATAN STRUKTUR JALAN KABUREA-MAUKARO-NABE DI KABUPATEN ENDE NUSA TENGGARA TIMUR Joice Ratu Taga; Lalu Mulyadi; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1043

Abstract

Pelaksanaan kontrak pekerjaan proyek Peningkatan Struktur Jalan Kaburea-Maukaro-Nabe Di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur pada tahun anggaran 2012 dalam pelaksanaannya tidak dapat memenui waktu kontrak yang sudah ditentukan. Itu terbukti dengan terlihatnya bangunan yang belum selesai dibangun diperkirakan mengalami keterlambatan mencapai 40% dari waktu kontrak yang telah ditentukan. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya waktu kontrak dan mengetahui faktor yang paling dominan, serta strategi untuk mengatasinya. Metodologi analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji t terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 33 responden dari pihak Owner, Kontraktor dan Konsultan Pengawas yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek Peningkatan Struktur Jalan Kaburea-Maukaro-Nabe Di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur pada tahun anggaran 2012. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya waktu kontrak secara signifikan adalah Faktor SDM, Faktor Metode Pelaksanaan Pekerjaan, Faktor Peralatan dan Faktor Lingkungan Kerja. Faktor yang paling dominan ditunjukkan oleh nilai β terstandarisasi tertinggi, yaitu faktor SDM dengan nilai Koefisien β sebesar, yaitu 0,456. Strategi yang di gunakan untuk mengatasi agar dapat tercapainya waktu kontrak adalah kontraktor harus menggunakan SDM yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan pekerjaan, kontraktor harus menambahkan SDM yang terampil dari luar daerah serta sering memberikan pelatiahan dan pengarahan pada SDM yang bekerja sesuai kebutuhan pekerjaan, kontraktor harus menggunakan SDM yang dapat berkoordinasi dengan baik guna menyelesaikan pekerjaan dan kontraktor harus menggunakan SDM yang memiliki tanggung jawab besar untuk dapat menyelesaikan pekerjaan yang baik sesuai target waktu.
Co-Authors A. Agus Santoso Abraham Santoso Abu Hoir Adhi Widyarthara Adilson Ximenes Belo Aditya Yuda S. P Ahmad Syahrul Amin Ahna Dhia Athari Aladin Eko Purkuncoro Allan Hermawan Amar Rizqi Afdholy Amorena Ruth Eolia Saragih Anang Subardi Andri Putra Naftali Andry Rusdiyanto Ardha Rahadian Ari Wibowo Arie Restu Aulia Arien Purina Virgiantara Riyanto Aris Doyan Asyani Kabalmay, Nirza Aulia Husnul Khatimah Ayu Ratna Winanda, Lila Bagus Septian Wibisono Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Camilo Laura Anunciação Da Silva Chairunnisa Clarita Ebigail Lepir Namuronja Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dian Khusnul Khatima Didik Haryoto Edi Hargono Edi Hargono D Putranto Edi Hargono D. Putranto Edi Hargono DP Edi Hargono DP Erni Fachrudin Saputra Fakhri Shafiyuddin Fanny Tri Mauludfy Fariz Hidayat Fathan Kamil Ferdinal Hidayatulloh Fidelis Jamlean Foury Handoko Francisco Da Conceição Neves De Sousa Fransiska Vara Maruti Gabriel Duarte Da Silva Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo George Winaktu George Winaktu Ghoustanjiwani Adi Putra Ghousthanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Hamka HARDIANTO - Jamal Januar Sasongko Jessica Jeane Putri Purnama Jimmy Joice Ratu Taga Jony Rodrigues Varela Karolus Heru Tandur Pratama Lalu Achmad Juniarta Dias Eka Wahyudi Lalu M Dava Savero Lies K Wulandari Lies K. Wulandari Lies K. Wulandari Lies Kurniawati Wulandari Ludovino Da Costa Luthfia Renaldi M. Arina Qomarul Arif M. Yekti Pracoyo Manda Kesia Bith Maranatha Wijayaningtyas Maulia Ayu Saptaria Michael Gading Ganesya Kwani Mochammad Imron Awalludin Mochammad Iqbal Harsono Mochammad Rafli Firmansyah Moh. Nurul Huda Muh Galuh Samputra Dinata Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Alimuddin Muhammad Mansur Muhammad Nazilul Badri Muhammad Sulton Mujiburahim Nadhira Putri Eka Rahmania Nadya Marissa Prameswari Nor Afni Aristyawati Nusa Sebayang Philip Rudolf Prabawati, Niken Putri Herlia Pramitasari R. Oemar Sjarief Raden Risang Haryo C. D. Rahmat Febriansyah Randika Junivan Putra Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Rangga Panji Kurniawan Redi Sigit Febrianto Rifika ‘Ulya Risma Kondo Ruli Saefudin Sabarudin Budiharto Santoso Shafira Rahma Istighfarin Sigit, Nanta Sitti Awalia Dewi Permatasari Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Sudirman Indra Suryo Tri Harjanto Susilawati, Susilawati Syamsul Arifin Syarful Annam Tanuwir Azis Taufik Hidayat Tiong Iskandar Tri Satriawansyah Valentino Umbu Taralandu Vega Aditama Veithzal Rivai Zainal Wahyu Aris Setyawan Yoel Saba Yohanes Natali Routa Stela Yoyok Arie Susanto Yuli Maria Lyanawati