Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Video Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi Kurnia Kurnia; Dewi Rokhanawati
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 4 (2023): Agustus 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i4.753

Abstract

United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) 2016 Indonesia merupakan salah satu negara dengan persentase pernikahan dini tertinggi di dunia ini yaitu peringkat ke-27 dan tertinggi kedua di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) setelah Kamboja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan melalui media video terhadap pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi. Desain dalam penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Kabupaten Pangkep. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Setelah dilakukan intervensi media video ditemukan peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini dengan nilai rata-rata 49,57% menjadi 76,09%. Hasil analisis statistik diperoleh nilai P sebesar 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan melalui media video berpengaruh terhadap pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi.
The Barriers To Exclusive Breastfeeding: A Case-Control Study Among Mothers In Gorontalo City, Indonesia Sukati Sarmin; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Dewi Rokhanawati
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i3.890

Abstract

Exclusive breastfeeding is one of the important contributions to reducing maternal mortality, infant mortality, economic and environmental benefits. However, mothers still face many barriers during exclusive breastfeeding. This study aims to explain the perceived barriers to breastfeeding and find the most dominant barriers to breastfeeding. This type of research is quantitative research with analytic observational design and case-control method. The number of respondents in this study was 86 breastfeeding mothers, with a division of 43 mothers into case groups and 43 mothers into control groups. Sampling was determined by simple random sampling technique using an online number randomization application, namely random generator. Data were obtained from an original survey using an online questionnaire distributed through a social media platform in the form of a google form link. The results showed that barriers to exclusive breastfeeding from the social aspect, namely inadequate support from health care providers, were the most visible, followed by barriers from the maternal and infant aspects. Lack of health worker support (AOR= 22.621) was considered the main barrier to exclusive breastfeeding for six months among mothers in Gorontalo City, Indonesia. This was followed by lack of knowledge on breastfeeding. The lowest barrier was family support. Research on barriers to exclusive breastfeeding can help nurses and midwives develop breastfeeding promotion programs to increase exclusive breastfeeding among women in Gorontalo City, Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMPN 2 GAMPING YOGYAKARTA Istaniah Kartika Puteri; Dewi Rokhanawati
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v12i1.317

Abstract

Latar Belakang: angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,22% yang terdiri dari 54,89% mengalami dismenore primer. Di salah satu SMP di Bantul didapatkan sebesar 64,4% pelajar mengalami dismenore yang mayoritas berumur 14 tahun. Di salah satu SMK di Moyudan Sleman terdapat 51 dari 72 responden yang mengalami dismenore atau sebesar 70,8%. Dismenore adalah rasa sakit pada saat menstruasi yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas yang diakibatkan oleh meningkatnya hormon prostaglandin dalam tubuh. Dismenore primer yang paling sering terjadi lebih dari 50% wanita mengalaminya dan 10-15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat yang sampai mengganggu kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebesar 78 siswi kelas VIII di SMP N 2 Gamping Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dengan cara proportional random sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh 25 (32,1%) siswi mengalami dismenore. Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil usia menarche (p value = 0,086), riwayat keluarga (p value = 0,169), lama menstruasi (p value = 1,000), aktivitas fisik (p value = 1,000), status gizi (p value = 0,398), dan tingkat stres (p value = 0,115). Dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga, lama menstruasi, aktivitas fisik, status gizi, dan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri. Remaja diharapkan dapat meningkatkan pola hidup sehat (makan makanan bergizi, berolahraga dan istirahat yang cukup).   Kata kunci: dismenore, faktor-faktor, hubungan, nyeri haid   Background: the incidence of dysmenorrhea in Indonesia was found to be 64.22%, of which 54.89% experienced primary dysmenorrhea. In one junior high school in Bantul was found to be 64,2% experienced dysmenorrhea majority of whom were 14 years old. In one of the vocational schools in Moyudan Sleman was found to be 51 out of 72 respondents experienced dysmenorrhea or 70,8%. Dysmenorrhea is pain during menstruation that is severe enough to interfare with activities caused by increased prostaglandin hormones in the body. Primary dysmenorrhea most often occurs more than 50% of women experience it and 10-15% of them experience severe pain that interferes with daily activities and activities. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls. This sudy was a quatitative study with a cross sectional approach. The sample size was 78 students of class VIII at SMPN (State Junior High School) 2 Gamping Yogyakarta. The sampling technique was proportional random sampling, data collection using questionnaires and data analysis was carried out univariate, bivariate with chi-square test. The results showed that 25 (32.1%) female students experienced dysmenorrhea. Based on bivariate data obtained the results of menarche age (p value = 1.000), family history (p value = 0.169), length of menstruation (p value = 1.000), physical activity (p value = 1.000),  nutritional status (p value = 0.398), and stress level (p value = 0.115). it can be concluded that there is no relationship between menarche age, family history, lenght of menstruation, physical activity, nutritional status, and stress level with the incidence of primary dysmneorrhea in adolescent girls. Adolescents are expected to improve a healthy lifestyle (eating nutritious food, exercising and getting enough rest.   Keywords: dysmenorrhea, factors, menstrual pain, relationship
Deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur Jaelani, Sri Hastini; Kurniati, Nurul; Rokhanawati, Dewi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.207

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian pada perempuan setelah kanker payudara pada negara berkembang. Salah satu kegiatan skrining kanker serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) adalah dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear. Tujuan Penelitian: untuk mereview dan mengetahui evidence Based tentang deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur. Metode: Scoping review digunakan untuk menginterpretasikan hasil yang berbasis bukti, dan evidence based dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan ekstraksi data, analisis dan menjelaskan hasil dari review artikel. Database yang digunakan dalam pencarian artikel adalah Pubmed, Sceince Direct, dan Wiley. Hasil: Berdasarkan critical appraisal terdapat 11 artikel yang terpilih dan sesuai dengan 8 artikel grade A, 2 artikel grade B dan 1 artikel grade C. Diperoleh 3 tema dari hasil Scoping review yaitu strategi skrining kanker serviks, hambatan dalam melakukan skrining dan program dalam melakukan skrining kanker serviks. Kesimpulan: Pelaksanaan deteksi dini kanker servik melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear. Strategi dalam melakukan skrining dilakukan dengan menggunakan media elektronik (via telepon atau sms melalui WhatsApp), pemberian edukasi dan melakukan kunjungan. Masalah sosial, ekonomi dan takut efek samping merupakan hambatan dalam melakukan skrining kanker serviks.
Health education affects knowledge in the management of dysmenorrhea in adolescent girls Ayu Lestari; Rokhanawati, Dewi
International Journal of Health Science and Technology Vol. 6 No. 1 (2024): July
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v6i1.3437

Abstract

Dysmenorrhea or menstrual pain is a complaint caused by a hormonal imbalance that results in the onset of pain that is most often experienced by adolescents. The management of dysmenorrhea varies, such as pharmacological and non-pharmacological management. The purpose of this study is to determine the influence of health education on dysmenorrhea management knowledge in adolescent girls at SMP Negeri 2 Godean, Sleman, Yogyakarta. The design of this study is an experimental quasy using a nonequivalent control group design approach. The respondents in this study were 44 class VII students with purposive sampling techniques. This research instrument uses a questionnaire. The analysis methods used were univariate and bivariate analysis (paired sample t-test and independent sample t-test). The results showed that in the intervention group, the average score before being given health education was 61.45 and the average value after being given health education was 89.91, while in the control group there was no increase. The results of the paired sample t-test obtained a p-value = 0.000 (<0.05) meaning that there is an influence of health education on dysmenorrhea management knowledge. The results of the independent sample t-test obtained p value = 0.000 (<0.05) meaning that there was a significant difference between the level of knowledge of female students in the intervention group and the control group. The conclusion that there is an influence of health education on the knowledge of dysmenorrhea management in adolescent girls at SMP Negeri 2 Godean, Sleman, Yogyakarta.
Pengaruh Penyuluhan Kanker Payudara terhadap Pengetahuan dan Sikap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Kelas X SMA N 1 Pundong Bellavania, Devina; Rokhanawati, Dewi
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss2.1810

Abstract

Breast cancer is one of the most common cancers in Indonesia. Strategies for tackling breast cancer include health promotion, early detection, and case management. This research aimed to investigate the effect of breast cancer education on the knowledge and attitudes towards breast self-examination (BSE) among 10th-grade female students at SMA N (state senior high school) 1 Pundong. This research employed a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. Subjects were chosen using proportional and simple random sampling, which resulted in a sample size of 110 female students. Data were collected using questionnaires. Data analysis was done using univariate and bivariate analysis. Wilcoxon test analysis resulted in a P value of 0.000 (P<0.05) for the knowledge variable and a P value of 0.000 (P<0.05) for the attitude variable, which indicated an influence of breast cancer education on knowledge and attitudes towards breast self-examination (BSE) among 10th-grade female students at SMA N 1 Pundong. Mann-Whitney test analysis yielded a P value of 0.000 (P<0.05) for the knowledge variable and a P value of 0.000 (P<0.05) for the attitude variable, which indicated differences in knowledge and attitudes between the intervention and control groups among 10th-grade female students at SMA N 1 Pundong. It is hoped that the students will perform BSE regularly.
HUBUNGAN ANTARA TINGKATAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA Khofiyah, Nidatul; Rokhanawati, Dewi; Rahmasari, Putri
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BBLR berhubungan dengan keadaan medis yang menyebabkan kehamilan tidak memungkinkan untuk dipertahankan, baik dari keadaan janin, plasenta maupun ibu, termasuk hipertensi dan preeklampsia/eklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat preeklamsi dengan kejadian BBLR di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Desain penelitian korelasi ini menggunakan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini sejumlah 90 ibu bersalin. Hasil penelitian menurut uji chi-square, p < α (0,044 < 0,05) yang berarti ada hubungan antara preeklampsia dengan kejadian BBLR dengan kekuatan hubungan yang lemah (C = 0,208). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara derajat preeklampsia dengan kejadian BBLR dengan kekuatan hubungan yang lemah sekali, serta preeklampsia berat memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan BBLR jika dibandingkan dengan preeklampsia ringan. Untuk mengurangi angka kejadian preeklampsia dan BBLR serta mencegah tingkat keparahan dari keduanya, perlu dilakukan pemeriksaan rutin dan deteksi dini pada setiap ibu hamil khususnya setelah usia kehamilan 20 minggu, sehingga ibu dan janin tetap berada pada kondisi sehat.Kata Kunci : preeklamsia, eklamsia, kejadian BBLR
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA Dwi Ernawati; Djauhar Ismail; Dewi Rokhanawati
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.407 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.94-102

Abstract

Inisiasi menyusu dini (IMD) memiliki berbagai manfaat selain bisa menurunkan angka kematian, resiko hipotermi, kejadian diare, kejadian ISPA pada bayi, serta menjaga stabilitas suhu dan cardiovascular pada bayi prematur. Di Kota Yogyakarta tingkat pelaksanaan IMD berdasarkan hasil survei Riskesdas 2013 yaitu 43,1%. Penelitian yang dilakukan tahun 2013 di 5 Puskesmas Kota Yogyakarta di dapatkan hasil tingkat pengetahuan ibu hamil tentang IMD adalah buruk 29,8%, kurang 48,8%, sedang 19%, dan baik 2,5%. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang IMD di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 86 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data univariat dipaparkan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis data bivariat dengan uji statistik chi square dan analisis data multivariat dengan uji statistik regresi logistik. Ibu hamil di Puskesmas Jetis sebagian berpengetahuan tinggi sebesar 62,8% dan sebagian besar memiliki sikap positif tentang IMD sebesar 79,1%. Tingkat pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang IMD di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai p value =0,018,CI = 1,011-1,739, PR = 1,326. Sikap ibu hamil tentang IMD dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ibu dan dukungan keluarga.
OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM PEMANFAATAN BUKU KIA DI PUSKESMAS TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA ellyda wijhati; Purnomo Suryantoro; Dewi Rokhanawati
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.19 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.2.2017.112-119

Abstract

Buku KIA berisi catatan kesehatan ibu dan anak, serta berbagai informasi kesehatan cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak.  Di Indonesia buku KIA kurang dimanfaatkan secara optimal, terbukti dengan rendahnya kesadaran ibu untuk membaca pesan yang terdapat dalam Buku KIA. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan peran kader dengan pemanfaatan buku KIA oleh ibu. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Variabel bebas peran kader,  variabel terikat yaitu pemanfaatan buku KIA. Populasi penelitian yaitu ibu yang memiliki anak bawah usia dua tahun (0-23 bulan), teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling sejumlah 119 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan antara peran kader (p= 0,008 RP=1,655 CI 95%= 1,127-2,430) dengan pemanfaatan buku KIA. Kader yang berperan baik meningkatkan kemungkinan pemanfaatan buku KIA sebanyak 1,6 kali lebih besar. Diharapkan kader dapat meningkatkan pemanfaatan buku KIA terutama dalam fungsi media pendidikan kesehatan serta catatan pemantauan tumbuh kembang anak.
The effectiveness of baby massage in increasing baby weight Cahya, Sara Eka; Rokhanawati, Dewi
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol. 7 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhtam.3612

Abstract

Babies born with low birth weight (LBW) are more vulnerable to health issues and are a leading cause of neonatal death. Globally, cases of low birth weight in the world reach 15.5%, with 90% of them occurring in developing countries. The aim of the review was to identify evidence regarding the effectiveness of baby massage in increasing baby weight. This Scoping Review was referring to the steps taken by Arksey and O'maley, the articles included published from 2018 to 2023, in English and Indonesian and focus on baby weight gain, in the The data source from journals were accessed via the Pubmed, Wiley, and Google Scholar databases. 103 journals were filtered, 96 journals were excluded, 7 articles were taken based on title and abstract, 7 journals were assessed for eligibility, 2 were excluded because they did not meet the inclusion and exclusion criteria, the journal was included in the review 5 who meet the requirements. This research carried out Critical Appraisal according to the design in the research journal, namely Critichal Appraisal Randomized Control Trial and Critichal Appraisal Quasi Experiment. A scoping review of 5 journals regarding the effectiveness of baby massage in increasing baby weight identified the main research theme, namely giving massage to babies, factors that influence baby massage and obstacles to carrying out baby massage. Based on the results of the four journals it can be concluded that baby massage is effective. in baby weight gain.
Co-Authors Abkar Raden Adhe Lisna Adhe Lisna Gayuh Sasiwi Adhe Lisna Gayuh Sasiwi Afita, Anggit Asnea Agi Yulia Ria Dini Aini, Safira Nurul anggit asnea afita Annisa Rusdi Anugerah Destia Trisetyaningsih Ari Astuti, Dhesi Arimbawati Arimbawati Arimbawati, Arimbawati Askuri Askuri Asri Hidayat Astuti, Andari Wuri Aulia Ridla Fauzi Ayu Lestari Beby Yohana Bellavania, Devina Cahya, Sara Eka D.K, Indah Detty Siti Nurdiati Devi Elfita Sari Deviana, Meli Dian Shofia Reny Setyanti Djauhar Ismail Djauhar Ismail Dwi Ernawati Dwi Ernawati Eka Abelian Putri Kelana Eka Rati Astuti Ekawaty Lutfia Haksari Elika Puspitasari Ellyda Rizki Wijhati ellyda wijhati Endang Puji Ati Fasha, Nova Liana Fatma Ali Al Abdulla Febriyani, Irma Fitriya, Yuni G. Gunawan Handayani, Sri Astuti Hidayat, Asri Indika, Leony Manggivera Intan Mutiara Putri Intan Nur Aulia Dewi Irma Febriyani Ismarwati Isnaeni, Ely Istaniah Kartika Puteri Jaelani, Sri Hastini Juliandari, Kriska Afri Kartika Puteri, Istaniah Kartini, Farida Kriska Afri Juliandari Kurnia Kurnia Kurniati, Nurul Leony Manggivera Indika Lutfi Anggraini Marilia Reis Mur Octaviani Nanda Septi Rinardiyanti Nazula Rahma Shafriani Nidatul Khofiyah Norwidya Priansiska Nova Liana Fasha Nurbaity Nurbaity Nurbaity Nurbaity Nurul Fitriyah Nurul Fitriyah Nur’anisyah, Lisna Nur’anisyah Octaviani, Mur Pattimura, Istiqomah Purnomo Suryantoro Purnomo Suryantoro Rahmasari, Putri Rhipiduri Rivanica Rizka Adela Fatsena Rizka Adela Fatsena Rosmita Nuzuliana, Rosmita Rukmana, Siti Rusdi, Annisa Sari, Devi Elfita Sari, Lezi Mayang Sartika, Dea Ayu Sasiwi, Adhe Lisna Gayuh Silviatul Amalia Siti Rukmana SN Nurul Makiyah Sri Hastini Jaelani Sri Nabawiyati Nurul Makiyah Sukati Sarmin Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih, Sulistyaningsih - Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Tezi Kharina Aprezia Titin Marlina, Titin Tri Sunarsih Tri Sunarsih Trisetyaningsih, Anugerah Destia Ummi A&#039;isyah Nurhayati Umu Hani Edi Nawangsih Umu Hani Edi Nawangsih, Umu Hani Yohana, Beby Yuli Isnaeni Yuliadia, Kartika Yuni Fitriya Yuriska Verina