Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Batita Di Puskesmas Multiwahana Palembang Nurbaity Nurbaity; Dewi Rokhanawati; Yuli Isnaeni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50523

Abstract

Keterlambatan perkembangan anak batita (1–3 tahun) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia maupun global. WHO melaporkan 28,7% balita mengalami gangguan perkembangan, UNICEF mencatat 27,5% mengalami keterlambatan termasuk berbicara, dan Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi nasional 11,7%. Keterlambatan ini dipengaruhi oleh pola asuh, jenis kelamin, status gizi, pendidikan orang tua, dan kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan anak batita di wilayah kerja Puskesmas Multiwahana Palembang. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 48 orang tua dan anak batita yang dipilih melalui purposive dan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk pola asuh dan Denver Developmental Screening Test (DDST) untuk perkembangan anak. Analisis dilakukan dengan uji Fisher’s Exact. Hasil menunjukkan mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis/otoritatif (83,3%) dan anak berkembang normal (83,3%). Pola asuh (p = 0,02; OR = 20,56) dan status gizi (p = 0,031; OR = 7,00) berhubungan signifikan dengan perkembangan anak, sedangkan jenis kelamin, pendidikan orang tua, dan status ekonomi tidak berhubungan bermakna.
Status Gizi Ibu Hamil Sebagai Prediktor Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wae Nakeng Endang Puji Ati; Ekawaty Lutfia Haksari; Dewi Rokhanawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.574

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan suatu kondisi status gizi kurang yang bersifat kronik yang disebabkan oleh gizi yang tidak adekuat sejak masa kehamilan sampai dengan anak berusia 2-5 tahun. Stunting tidak hanya menekankan tinggi badan yang kurang berdasarkan umur anak, melainkan alarm akan krisis nutrisi yang mengancam masa depan anak dikemudian hari. Tujuan: Mengetahui bagaimana korelasi  status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Metode Penelitian: Studi case control melibatkan 152 ibu, 76 balita stunting dan 76 balita normal  dengan menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional untuk membedah faktor-faktor risiko stunting. Hasil: Berdasarkan enam variabel yang diteliti diantaranya status gizi ibu hamil, usia, pendidikan, pekerjaan, tinggi badan, dan paritas, status gizi ibu terbukti dengan menjadi salah satu prediktor terhadap kejadian stunting dengan nilai p-value 0,001, OR 3,854 (CI 1,754-8,469). Sehingga, Ibu hamil dengan gizi kurang selama kehamilan memiliki risiko 4 kali lebih tinggi melahirkan balita stunting dibandingkan ibu dengan status gizi baik. Kesimpulan: penelitian ini menemukan bahwa status gizi ibu hamil menjadi salah satu prediktor stunting pada balita.  
POSTPARTUM EXPERIENCE IN YOUNG MOTHERS Trisetyaningsih, Anugerah Destia; Rokhanawati, Dewi; Ernawati, Dwi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.440

Abstract

Introduction: The puerperium or postpartum period is considered a vulnerable time for mothers, especially new mothers or young mothers, because they are simultaneously faced with the demands of caring for their babies and experience the physical, emotional, and social changes that occur.Objective: This study aims to determine the experience of childbirth in young mothers.Method: The subjects in this scoping review were young mothers in the postpartum period. The method used was adapted from Askey and O'Malley with 5 stages: identifying the scoping review question, identifying relevant articles, selecting articles, data charting, result in data presentation, discussion, and conclusion. Search for relevant articles through 4 databases, namely PubMed, ScienceDirect, Wiley, and Grey Literature through Google Scholar, published from 2009-2019. This study is qualitative research.Results: The results after selecting articles obtained 7 relevant articles and obtained 3 themes that emerged, namely obstacles (both from meeting nutritional needs, physical changes, and baby care, family planning, economy and stigma), the support needed (from partners, families and health workers), and the psychology of young mothers during the postpartum period, psychology positive (happy, ready to become mothers) and negative (anxiety, sadness, unpreparedness and emotional instability)Conclusion: Young mothers in the postpartum period need high social support to physically, psychologically, and socially prepare mothers. There is a need for more in-depth research regarding the conditions and psychology of young mothers in this period to provide recommendations for improving the health and well-being of young mothers and babies.
KESEHATAN MENTAL PADA TENAGA KESEHATAN SAAT PANDEMI COVID-19 Sari, Lezi Mayang; Kurniati, Nurul; Rokhanawati, Dewi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.519

Abstract

Latar belakang : Saat ini seluruh dunia telah terkena dampak penyakit virus corona yang berasal dari china. Keadaan darurat darurat yang sedang berlangsung menempatkan tenaga kesehatan berada dibawah tekanan yang mengakibatkan masalah psikologis pada tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini mereview artikel-artikel yang mengenai gangguan psikologis, faktor-faktor penyebab stress pada petugas kesehatan dan penanganan stress pada petugas kesehatan.Metode : data scoping review didapatkan dari Pubmed, ScienceDirec dan Wiley dengan studi Appraisal dan menggunakan Critical Appraisal Hawker, dengan metode mengunakan framework PEOs.Hasil : 10 artikel yang membahas tentang kesehatan mental pada tenaga kesehatan Pandemi Covid-19. Tanda dan gejala yang banyak dirasakan oleh tenaga kesehatan kelelahan, insomnia dan sakit kepala yang disebabkan penggunaan APD. Faktor yang mempengaruhi stress pada tenaga kesehatan waktu kerja yang lama, stigma masyarakat, kecemasan, waktu istirahat. Adapun penanganan stress pada petugas kesehatan yaitu tenaga kesehatan mendapatkan pelatihan dan kepatuhan masayarkat terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker.Kesimpulan : sebagian besar penelitian menunjukan adanya tanda gejala stress padapetugas kesehatan yaitu sakit kepala dan kelelahan dan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan stress dan depresi pada tengan kesehatan Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress pada petugas kesehatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Sasiwi, Adhe Lisna Gayuh; Rokhanawati, Dewi; Kurniati, Nurul
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.586

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017, 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) masih tinggi yaitu 36,8% (2007), 34,6 % (2010), 37, 2 % (2013) dan 30,8 % (2018). Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 stunting berada pada 27,67%. Ini menunjukkan terjadinya penurunan, akan tetapi ini masih jauh dari angka yang ditargetkan WHO yaitu 20%.Tujuan: scoping review ini bertujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi penurunan kejadian stunting pada balita.Metode: Metode yang digunakan dalam scoping review ini menggunakan framework Arksey dan O’Malley (2005), meliputi 5 tahap antara lain: identifikasi pertanyaan review, identifikasi studi yang relevan, pemilihan studi, pemetaan data (data charting), dan menyusun, merangkum dan pelaporan hasil.Hasil: Ada 8 artikel yang dilakukan review, berdasarkan tahun terbit didapatkan 1 artikel terbit di tahun 2019 dan 7 artikel terbit tahun 2020, berdasarkan jenis penelitian yang digunakan 1 artikel menggunakan survey dan 7 artikel menggunakan mixed method. Pada maping tema diketahui ada 2 tema yang diperoleh yaitu factor yang mempengaruhi penurunan kejadian stunting dan penyebab stunting.Kesimpulan: Hasil scoping review ini menunjukkan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi penurunan stunting meliputi stabilitas politik negara, pelaksanaan upaya gizi pendekatan multisektoral, peningkatan ketersediaan layanan kesehatan, pendidikan, akses fasilitas air minum, pengurangan kemiskinan, sektor pertanian, sanitasi, ketahanan pangan, sektor kesehatan, pemanfaatan asuhan maternitas, peningkatan cakupan suplementasi zat besi, imunisasi anak, pengobatan cacingan, kebersihan.
Maternal knowledge and Determinants to Cognitive Development of Stunted Toddlers in Bantul Regency, Yogyakarta Rokhanawati, Dewi; Khofiyah, Nidatul; Puspitasari, Elika
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v16i2.1323

Abstract

Background: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2021 well above the SDG target of 14% by 2030. Beyond physical growth, stunting significantly impairs cognitive development, influencing future learning ability and productivity. Contributing factors include nutritional status, age, sex, birth conditions, and maternal knowledge. Purpose: This study aimed to examine the association between maternal knowledge and other determinants with the cognitive development of stunted toddlers. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 48 mothers of stunted toddlers in Bantul Regency, Yogyakarta, selected via purposive sampling. Stunting was defined as a height-for-age z-score < -2 SD. Child cognitive function was measured using the Bayley-III, and maternal knowledge was assessed through a validated questionnaire. Statistical analysis included chi-square tests and logistic regression (p < 0.05; 95% CI), with model fit evaluated using AIC and R². Results: Maternal knowledge was significantly associated with child cognitive development. Surprisingly, children of mothers with “adequate” knowledge had better cognitive outcomes compared to those with “good” knowledge (RR = 1.53; 95% CI: 1.52–1.53; p < 0.01). Other significant predictors included birth order (RR = 1.50 and 1.01; p < 0.05), gestational age (RR = 0.71; p < 0.01), low maternal education (RR = 1.33; p < 0.01), and maternal employment (RR = 1.42; p < 0.1 and p < 0.05). Child age was not significantly associated. Conclusion: Maternal knowledge is a key determinant of cognitive development in stunted toddlers, even when controlling for demographic and social variables. Additional factors such as birth order, gestational age, maternal education, and employment also contribute. Holistic, stage-based interventions are essential to support cognitive development in stunted children.
The Effectiveness of Video and Leaflet Media on Mothers' Knowledge, Attitudes, And Behavior in Stunting Prevention Efforts at Puskesmas Karangmojo II Silviatul Amalia; Ismarwati; Dewi Rokhanawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1186

Abstract

Introduction: Stunting is a global challenges and issues faced by societies around the world. The prevalence of stunting in the world is 148.1 million or 22.3%. The highest incidence of stunting is in Asian countries (52%) and African countries (43%). Stunting causes morbidity and mortality. Objective: to analyze the effectiveness of video and Leaflet media on mothers' knowledge, attitudes, and behavior to prevent stunting. Method: This quasi-experiment study used a non-equivalent control group design. It involved 32 mothers who have low birth weight babies (LBW) selected using purposive sampling techniques. Prior to its use, the questionnaire was subjected to tests of validity and reliability. The collected data were subsequently analyzed using statistical techniques, specifically paired t-tests and independent samples t-tests. Results: video and leaflet media effectively increased mothers' knowledge, attitudes, and behavior with a sig value of p = 0.000. The intervention group got the highest score with an average value of 15.62, 12.00, and 13.44 for knowledge, attitude, and behavior respectively. There was no significant difference in mothers’ knowledge (0.522), attitude (0.052), and behavior (0.476). Multiple Regression Analysis with a dummy on age, education and occupation did not influence mothers’ knowledge, attitude, and behavior to prevent stunting. Conclusions: Videos and leaflets effectively improve mothers' knowledge, attitudes, and behaviors towards stunting prevention efforts at Puskesmas Karangmojo II. however, no significant difference was found between the two grous. Keywords: Knowledge; Attitudes; Behaviors; Mothers; Stunting; Prevention
Interventions To Improve Parent–Adolescent Communication On Sexual And Reproductive Health: A Scoping Review Marilia Reis; Andari Wuri Astuti; Dewi Rokhanawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmik.v11i1.1020

Abstract

Background: Adolescence is a transitional period marked by significant physiological, psychological, and social changes. During this stage, adolescents are vulnerable to sexual and reproductive health (SRH) problems, including teenage pregnancy and sexually transmitted infections (STIs). Parents play a crucial role as primary sources of SRH information for adolescents; however, communication regarding SRH is often influenced by socio-cultural norms, stigma, and limited parental knowledge. Method: This scoping review aimed to identify interventions that improve parent–adolescent communication on sexual and reproductive health. Literature searches were conducted in PubMed, ScienceDirect, and Wiley Online Library databases for articles published between 2015 and 2025. The screening process followed predefined eligibility criteria, including studies discussing parent–adolescent communication on SRH, adolescent health programs, or sex education policies. Only full-text articles published in English or Indonesian were included. Study quality was appraised using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tool. A total of 10 studies met the inclusion criteria and were analyzed. Data were extracted using a charting table including author, year, country, study design, participants, data collection methods, and key findings Result: The review identified several effective interventions for improving parent–adolescent SRH communication, including digital-based interventions, youth-friendly health services, school-based programs, maternal empowerment initiatives, and formal or non-formal SRH education programs. These interventions improved parental knowledge, communication skills, and adolescent access to accurate SRH information. In addition, the interventions contributed to reducing barriers such as socio-cultural stigma, religious norms, gender-related issues, fear, limited parental education, and the perception that sexuality is a taboo topic. Conclusion: Interventions involving families, schools, healthcare services, and community-based educational approaches are effective in strengthening parent–adolescent communication regarding sexual and reproductive health. These strategies may contribute to improving adolescent SRH outcomes and reducing socio-cultural barriers that hinder open communication about sexuality
Effectiveness of educational videos and booklets on stunting prevention knowledge among prospective newlyweds Adhe Lisna; Asri Hidayat; Dewi Rokhanawati
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol. 9 No. 1 (2026): May
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhtam.4666

Abstract

Background of Study: Stunting remains a significant public health concern in Indonesia, necessitating preventive interventions that commence in the preconception period. Adequate knowledge among prospective brides and grooms is expected to influence health-related behaviors, particularly in improving nutritional status before pregnancy, which plays a critical role in maternal health, fetal growth, and pregnancy outcomes. Therefore, stunting prevention initiated during the preconception period through increasing the knowledge of prospective couples is a key strategy, including the utilization of educational media such as videos and booklets.Objective of Study: The objective of this study was to compare the effectiveness of educational videos and booklets in improving stunting prevention knowledge among prospective brides and grooms attending the Offices of Religious Affairs (KUA) in five districts, Manado City.Method: This study employed a quantitative research design with a quasi-experimental approach. The population consisted of all prospective brides attending the Offices of Religious Affairs (KUA) in the districts of Mapanget, Singkil, Tuminting, Bunaken, and Paal Dua, Manado City. Purposive sampling was used to select the participants, with a total of 20 respondents assigned to the video group and 20 respondents to the booklet group. Data analysis was carried out using paired sample t-tests and independent sample t-tests.Results: The video group showed higher post-test scores (19.50 ± 1.85) than the booklet group (17.85 ± 2.18) (p = 0.014). ANCOVA indicated an effect of educational media on post-test knowledge (p = 0.025).Conclusion: Video-based education is more effective than booklet-based education in improving prospective brides’ knowledge of stunting prevention.
PENERAPAN STIMULASI MARANTI (MASSAGE THERAPY FOR STUNTING) MENUJU OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA Nidatul Khofiyah; Ummi A&#039;isyah Nurhayati; Dewi Rokhanawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.69195

Abstract

Stunting bukan hanya persoalan kekurangan gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan kurangnya stimulasi dini, pengasuhan yang tidak optimal, serta keterbatasan akses edukasi bagi keluarga. Jumlah anak balita stunting di Kulon Progo pada akhir tahun 2024 tercatat 2.082 anak dari total anak usia balita 20.118 (10,35%). Angka ini tertinggi kedua di Provinsi DIY. Salah satu strategi intervensi untuk mempercepat penanganan stunting adalah dengan stimulasi yang tepat sejak dini. Sayangnya, tingkat pemahaman ibu balita dan keterampilan kader terhadap praktik stimulasi ini masih rendah. Kegiatan ini merupakan penerapan penelitian yaitu Maranti (massage therapy for stunting) salah satu upaya stimulasi pijat anak balita, mudah diimplementasikan oleh ibu/keluarga, tidak menimbulkan efek samping dan dapat dilakukan mandiri dengan pendampingan kader. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berbasis solusi dari permasalahan mitra tersebut. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan adalah: 1) Pelatihan terapi pijat Maranti; 2) Pelatihan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak; 3) Edukasi pola pengasuhan dan stimulasi tumbuh kembang. Kegiatan secara keseluruhan berjalan dengan baik dan mencapai indikator capaian yang ditargetkan yaitu peningkatan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan dalam praktik Maranti dan deteksi dini tumbuh kembang anak, serta peningkatan signifikan pengetahuan atau kepercayaan diri ibu dalam memberikan serta pengasuhan positif.
Co-Authors Abkar Raden Adhe Lisna Adhe Lisna Gayuh Sasiwi Adhe Lisna Gayuh Sasiwi Afita, Anggit Asnea Agi Yulia Ria Dini Aini, Safira Nurul anggit asnea afita Annisa Rusdi Anugerah Destia Trisetyaningsih Ari Astuti, Dhesi Arimbawati Arimbawati Arimbawati, Arimbawati Askuri Askuri Asri Hidayat Astuti, Andari Wuri Aulia Ridla Fauzi Ayu Lestari Beby Yohana Bellavania, Devina Cahya, Sara Eka D.K, Indah Detty Siti Nurdiati Devi Elfita Sari Deviana, Meli Dian Shofia Reny Setyanti Djauhar Ismail Djauhar Ismail Dwi Ernawati Dwi Ernawati Eka Abelian Putri Kelana Eka Rati Astuti Ekawaty Lutfia Haksari Elika Puspitasari Ellyda Rizki Wijhati ellyda wijhati Endang Puji Ati Fasha, Nova Liana Fatma Ali Al Abdulla Febriyani, Irma Fitriya, Yuni G. Gunawan Handayani, Sri Astuti Hidayat, Asri Indika, Leony Manggivera Intan Mutiara Putri Intan Nur Aulia Dewi Irma Febriyani Ismarwati Isnaeni, Ely Istaniah Kartika Puteri Jaelani, Sri Hastini Juliandari, Kriska Afri Kartika Puteri, Istaniah Kartini, Farida Kriska Afri Juliandari Kurnia Kurnia Kurniati, Nurul Leony Manggivera Indika Lutfi Anggraini Marilia Reis Mur Octaviani Nanda Septi Rinardiyanti Nazula Rahma Shafriani Nidatul Khofiyah Norwidya Priansiska Nova Liana Fasha Nurbaity Nurbaity Nurbaity Nurbaity Nurul Fitriyah Nurul Fitriyah Nur’anisyah, Lisna Nur’anisyah Octaviani, Mur Pattimura, Istiqomah Purnomo Suryantoro Purnomo Suryantoro Rahmasari, Putri Rhipiduri Rivanica Rizka Adela Fatsena Rizka Adela Fatsena Rosmita Nuzuliana, Rosmita Rukmana, Siti Rusdi, Annisa Sari, Devi Elfita Sari, Lezi Mayang Sartika, Dea Ayu Sasiwi, Adhe Lisna Gayuh Silviatul Amalia Siti Rukmana SN Nurul Makiyah Sri Hastini Jaelani Sri Nabawiyati Nurul Makiyah Sukati Sarmin Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyaningsih, Sulistyaningsih - Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Tezi Kharina Aprezia Titin Marlina, Titin Tri Sunarsih Tri Sunarsih Trisetyaningsih, Anugerah Destia Ummi A&#039;isyah Nurhayati Umu Hani Edi Nawangsih Umu Hani Edi Nawangsih, Umu Hani Yohana, Beby Yuli Isnaeni Yuliadia, Kartika Yuni Fitriya Yuriska Verina