Claim Missing Document
Check
Articles

CYBERBRANDING SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN BRAND AWARENESS SHOPEE INDONESIA: Chindy Ayu Anggraini, Susie Perbawasari, Heru Ryanto Budiana Chindy Ayu Anggraini; Susie Perbawasari; Heru Ryanto Budiana
Commed : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 2 No. 2 (2018): Commed : Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.52 KB) | DOI: 10.33884/commed.v2i2.471

Abstract

In business competition as a newly established marketplace company within 2 years, Shopee needs to create a strategy to be able to compete with its competitors and can build awareness in the minds of its users, need good communication and also differentiate between Shopee with its users, in this case Shopee choose to do activities cyberbranding. This research aims to know the activities of Cyberbranding by Shopee Indonesia in building brand awareness through the delivery of information, creating interactivity, and making a difference. The research method used is descriptive method. To collect the data, researchers conducted in-depth interviews, observations, and document studies. The results of this research are explain how Shopee's activities in providing information, Shopee convey information one of them through social media, various information is quite well delivered Shopee and adjusted to the needs of current Shopee users. In building interactivity, Shopee still uses social media as a direct communication medium between Shopee and its users, the various quiz contents of Shopee are able to build Shopee engagement with users, and in making a difference Shopee makes a free Postage program as a Shopee flagship program to attract users. Advice given by researchers in building brand awarenss is better if Shopee optimize the use of SEO (Search Engine Organization) in order to improve the position Shopee in search engines.
MANAJEMEN SPECIAL EVENT HALLYU COME ON SPECIAL MANAGEMENT OF HALLYU COME ON Auliani Anwar; Iriana Bakti; Heru Ryanto Budiana
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.937 KB) | DOI: 10.20527/mc.v3i1.4707

Abstract

ABSTRACT  The tittle of this research is “Special Management of Hallyu Come On”. This study aims to determine the management event process of Hallyu Come On, namely research, planning, design, coordination, and evaluation. The method of this research is qualitative descriptive study with the paradigm of positivism. Engineering research data collection was carried out through interviews, observation, documentation and literature study. The results showed that Hansamo implement special event management process in Hallyu Come On 2016 which is a research, planning, design, coordination, and evaluation. The research phase by FGD and internet fact finding, design phase by designing event mascot, event venue decoration and publication. Planning phase with goal setting, time, place and ticketing, event concepts, event content, rundown, event tempo, performers, sponsorship, parter media, licensing and publication. Coordination phase conducted by forming committees divided into three parts namely, the core committee or the committee of the upper line, the mid-line committee and the lower line committee and then coordinate with internal parties which is internal members of Hansamo and coordinate with external parties like media partners, sponsors, Korean Association, police, PMI, residents around the location pickles, stage vendors and lighting, guest star. The conclusion of this research is Hansamo as the organizer of Hallyu Come On is good enough to carry out special event management at each phase even though there are still shortcomings, but the event runs in accordance with the planning and success of media coverage that reported Hansamo as Korean community.Keywords:  Managemenet Special Event, Hallyu Come On, Public Relations Process, Hansamo.  ABSTRAK Judul penelitian ini adalah, “Manajemen Special Event Hallyu Come On”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses manajemen special event Hallyu Come On yang diselenggarakan oleh Hansamo Bandung – Korean Community, yakni riset, desain, perencanaan, koordinasi dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dekriptif, dengan paradigma positifisme. Teknik pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hansamo menerapkan manajemen special event dalam pelaksanaan Hallyu Come On 2016 yakni, riset, desain, perencanaan, koordinasi dan evaluasi. Tahap riset yakni dengan FGD dan fact finding melalui internet, tahap desain dengan mendesain maskot, dekorasi venue acara, lighting dan publikasi, tahap perencanaan dengan penetapan tujuan, waktu, tempat dan ticketing, konsep acara, konten acara, rundown, tempo acara, pengisi acara, sponsorship, media parter, perizinan dan publikasi. Tahap koordinasi dilakukan dengan membentuk kepanitiaan yang dibagi menjadi tiga bagian yakni, panitia inti atau panitia lini atas, panitia lini tengah dan panitia lini bawah lalu berkoordinasi dengan pihak dan internal anggota Hansamo dan eksternal Media partner, sponsor, Korean Association, kepolisian, PMI, warga sekitar lokasi acar, vendor stage dan lighting, guest star. Tahap evaluasi dilakukan dua kali yaitu evaluasi acara dan evaluasi pasca acara. Simpulan dari penelitian ini adalah Hansamo sebagai penyelenggara Hallyu Come On sudah cukup baik melaksanakan manajemen special event meskipun pada setiap tahapnya terdapat kekurangan, namun acara berjalan sesuai dengan perencanaan dan berhasil mendapatkan liputan media yang memberitakan Hansamo sebagai komunitas penyuka Korea.Kata Kunci: Manajemen Special Event, Hallyu Come On, Proses Public Relations, Hansamo
HUBUNGAN SOSIALISASI SOCIOPRENEURSHIP DENGAN PEMBENTUKAN SIKAP WIRAUSAHA PARTISIPAN PADA FORUM KREATIF JATINANGOR ARINA QONITA; ROSNANDAR ROMLI; HERU RYANTO BUDIANA
Communication Vol 7, No 1 (2016): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.072 KB) | DOI: 10.36080/comm.v7i1.78

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan sosial yang semakin kritis diJatinangor dengan adanya pembangunan usaha secara terus menerus yang berdampak terhadapkemiskinan dan ketidaksejahteraan masyarakat di Jatinangor. Forum Kreatif Jatinangor sebagaipihak yang peduli terhadap kondisi Jatinangor melakukan upaya dengan membuat kegiatanyang dapat mengatasi permasalahan sosial tersebut, antara lain dengan membentuk The LocalEnablers (Pemberdaya Lokal) berupa kegiatan pembentukan sikap wirausaha denganmenerapkan konsep Sociopreneurship didalam usahanya dan melakukan sosialisasiSociopreneurship pada setiap kegiatan Kamis Sharing Forum Kreatif Jatinangor. Upaya tersebuttidak terlalu berdampak positif dilihat dari belum banyaknya wirausaha yang benar-benarmenerapkan unsur sosial sehingga lebih terkesan seperti wirausaha bisnis saja. Tujuan dariJournal Communication Volume 7, Nomor 1 April 2016 89penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara SosialisasiSociopreneurship oleh Forum Kreatif Jatinangor dengan sikap partisipan kegiatan KamisSharing terhadap kewirausahaan di lingkungan Jatinangor, dan faktor apa saja yangmenyebabkan jalur sentral serta jalur periferal dalam menyampaikan pesan persuasi tersebuttidak menghasilkan sikap seperti yang diharapkan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatankuantitatif dan paradigma positivisme. Teori yang digunakan adalah Teori ElaborationLikelihood Model (ELM) yang dikemukakan oleh Richard E. Petty dan John T. Cacioppo.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan angket, observasipartisipan, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini mengambil sampel 77 orang yangdiperoleh dengan teknik sampling acak sederhana. Teknik analisis yang digunakan adalahanalisis deskriptif dan inferensial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup berarti antaraSosialisasi Sociopreneurship pada kegiatan Kamis Sharing dengan sikap partisipan terhadapkewirausahaan di lingkungan Jatinangor. Kesimpulan penelitian ini adalah jalur sentral dan jalurperiferal dalam Sosialisasi Sociopreneurship dapat membentuk hubungan terhadap sikapmasyarakat terhadap kewirausahaan di lingkungan Jatinangor. Saran yang dapat di berikanuntuk penelitian ini, yaitu pesan yang disampaikan dalam Sosialisasi sebaiknya dibentuk untuklebih dapat membentuk hubungan terhadap pengetahuan masyarakat karena aspek inilah yangmerupakan awal dari pembentukan sikap dan biasanya dapat memberikan efek yang mendalamyang menuntun komunikan untuk bereaksi terhadap objek sikap.
MAKNA LOGO BARU INDONESIA TOURISM DEVELOPMENT CORPORATION (ITDC) SEBAGAI CORPORATE REBRANDING (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce mengenai Makna Logo Baru Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai Corporate Rebranding) Rinintha Mazaya; Iriana Bakti; Heru Ryanto Budiana
PRoMEDIA Vol 5, No 1 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.389 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v5i1.1621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol-simbol yang terdapat pada logo baru Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), mengetahui makna dari simbol-simbol yang terdapat pada logo baru ITDC, dan mengetahui kaitan makna logo baru ITDC dengan corporate Rebranding. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan logo baru ITDC terdiri dari tiga simbol, yaitu simbol logogram burung garuda, simbol logotype ITDC, dan simbol logotype tagline. Simbol logogram burung garuda memiliki makna sifat nasionalisme negara Indonesia, simbol logotype ITDC memiliki makna perubahan ITDC yang lebih modern, dan simbol logotype tagline memiliki makna misi ITDC sebagai pencipta destinasi-destinasi wisata baru di Indonesia. Makna dari masing-masing simbol memiliki kaitan dengan tahapan proses Rebranding yang meliputi faktor Rebranding, proses Rebranding, dan hasil Rebranding. Saran dalam penelitian ini sebaiknya menggunakan nama perusahaan yang lengkap pada simbol logotype ITDC, menggunakan gambar burung garuda yang lebih jelas dan nyata (real) pada simbol logogram burung garuda, dan melakukan pengkajian terhadap makna dari simbol-simbol yang terdapat pada logo baru ITDC dan mengaitkannya dengan tahapan proses Rebranding.Kata kunci: Semiotika, Charles Sanders Peirce, Logo, ITDC  ABSTRACT The purposes of this study are to determine the symbols contained in ITDC new logo, the meaning contained within the symbols, and the relations between the meaning of ITDC new logo with corporate Rebranding. This study uses qualitative methods with semiotics analysis from Charles Sanders Peirce. The results of this study showed ITDC new logo consists of three symbols, which are symbol of eagle logogram, symbol of ITDC logotype, and symbol of tagline logotype. The meaning of eagle logogram is the nature of Indonesian nationalism, the meaning of ITDC logotype is more modern change of ITDC, and the meaning of tagline logotype is ITDC mission as the creator of new tourist destinations in Indonesia. The meaning of each symbol related to the stages of Rebranding process which includes the Rebranding factors, Rebranding process, and Rebranding results. Researcher suggested that ITDC should use the complete company name in the symbol of ITDC logotype, use a more vivid and more real eagle image to be used in the symbol of eagle logogram, and to conduct an assessment of the meaning contained within the symbols of ITDC new logo and relate it to the stages of Rebranding process.Keywords: Semiotics, Charles Sanders Peirce, Logo, ITDC
PELATIHAN PRESS RELEASE BAGI KOMUNITAS PENDUKUNG PROGRAM CITARUM HARUM DI KABUPATEN BANDUNG Yanti Setianti; Nuryah Asri Sjafirah; Diah Fatma Sjoraida; Heru Ryanto Budiana; Achmad Abdul Basith
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 8: Januari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i8.965

Abstract

Banyak Banyak sekali informasi seputar kegiatan organisasi yang dapat dijadikan sebagai sumber berita untuk dibuatkan menjadi sebuah press release yang bisa dikirim ke media massa. Pelatihan penulisan press release yang berbasiskan pada realitas kegiatan komunitas citarum harum yang berguna bagi publikasi organisasi, dengan metode ceramah dan diskusi. Pelatihan penulisan Press Release dengan sumber nya dari perkembangan kegiatan komunitas Citarum harum di Kabupaten Bandung menjadi sangat urgen dilaksanakan dan dibutuhkan. Pelatihan penulisan press release dalam upaya menyebarluaskan informasi publik tentang program citarum harum dapat menumbuhkan minat dan motivasi para peserta khususnya dalam menulis naskah berita yang disertai foto-foto kegiatan. Hal ini terlihat dari sikap antusias para peserta pelatihan ketika mengikuti pelatihan berupa ide-ide tulisan mereka yang kaya dan bervariasi, serta keinginan untuk menulis sebuah press release di media massa. Pelatihan penulisan naskah berita dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam menulis naskah berita.
STRATEGI MENDESAIN DAN MEMBANGUN IDENTITAS BRANDING POLITIK PARTAI PERSATUAN INDONESIA (PERINDO) PADA PEMILU SERENTAK 2019 Neni Nur Hayati; Ma’mun Murod; Heru Ryanto Budiana; Yanti Setianti
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 6, No 1 (2022): PERSPEKTIF KOMUNIKASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.446 KB) | DOI: 10.24853/pk.6.1.13-24

Abstract

Hasil rekapitulasi pemungutan dan penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Partai Persatuan Indonesia merupakan partai yang tidak masuk kedalam Parlementary Threshold tetapi menjadi partai yang paling tinggi konvensi suaranya dibandingkan dengan enam partai politik lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi mendesain dalam membangun identitas branding politik Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dalam Pemilu Serentak 2019. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sejumlah tiga orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi mendesign dan membangun identitas branding partai politik yang dilakukan oleh Perindo adalah dengan media elektronik yaitu pemutaran mars Perindo di salah satu stasiun televisi secara berulang-ulang, mengemas program dengan sangat menarik dan memiliki perbedaan (different) dengan partai politik lainnya dengan program kesejahteraan masyarakat yang berkaitan dengan ekonomi, sosial dan pendidikan. Grobag dan ambulans yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi identitas brand Partai Perindo yang fokus dan spesifik yang dapat menjangkau di masyarakat kalangan bawah. Selain itu, komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai Perindo dalam membangun brand awareness adalah dengan mengelola enam isu utama yakni  perbedaan Partai Perindo sebagai partai baru dan partai politik lainnya, jaminan masa depan kesejahteraan keluarga yang menjadi bagian keluarga terdekat, kerja-kerja untuk pemerintahan, Partai Perindo memposisikan sebagai mitra Presiden Jokowi, menentukan Calon Anggota Legislative untuk pemilu serentak 2024 dan pandangan terhadap Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden untuk Pemilu 2024.
TAHAPAN PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS LO.KA.SI COFFEE AND SPACE SEBAGAI CO-WORKING SPACE Shalhan Ridhan Warliana; Hanny Hafiar; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.18067

Abstract

Pertumbuhan co-working space yang semakin waktu semakin cepat mengaharuskan pelaku usaha co-working space untuk membangun brand awareness. Lo.Ka.Si Coffee and Space sebagai tempat yang menyediakan layanan café beserta co-working space masih belum dapat membangun brand awareness co-working space yang dimilikinya dengan baik. Hal ini membuat peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Tahapan Pembentukan Brand Awareness Lo.Ka.Si Coffee and Space sebagai Co-working Space”, yaitu sebuah penelitian deskriptif denga jenis data kualitatif yang berfokus untuk mengetahui tahapan pembentukan brand awareness co-working space yang dilakukan oleh Lo.Ka.Si Coffee and Space. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana Lo.Ka.Si Coffee and Space menarik perhatian dari konsumen kepada co-working space yang dimilikinya ,(2) Bagaimana Lo.Ka.Si Coffee and Space membangun pemahaman dari konsumen kepada co-working space yang dimilikinya, dan (3) Bagaimana Lo.Ka.Si Coffee and Space menciptakan daya ingat dari konsumen kepada co-working space yang dimilikinya. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi partisipasi moderat, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Lo.Ka.Si Coffee and Space menarik perhatian konsumen terhadap co-working space melalui media sosial Instagram, penyelenggaraan acara, dan community partnership, (2) Lo.Ka.Si Coffee and Space membangun pemahaman dari konsumen terhadap co-working space dengan patuh menggunakan guidelines dalam mengunggah konten ke Instagram, penyelenggaraan acara dengan berbagai macam tema secara rutin, dan membangun pengalaman serta makna eat, connect, share, and explore, dan (3) Lo.Ka.Si Coffee and Space menciptakan daya ingat dari konsumen terhadap co-working space dengan membangun citra yang baik dan memenuhi kepuasan konsumen. The growth of co-working spaces, which is getting faster and faster, requires co-working space entrepreneurs to build brand awareness. Lo.Ka.Si Coffee and Space as a place that provides café services along with co-working spaces has not been able to build brand awareness of its co-working space properly. This led the researcher to conduct a research entitled "Stages in Establishing Brand Awareness of Lo.Ka.Si Coffee and Space as Co-working Space", which is a descriptive study using qualitative data that focuses on identifying the stages of establishing brand awareness of co-working space carried out by Lo.Ka.Si Coffee and Space. This study aims to determine (1) How Lo.Ka.Si Coffee and Space attracts attention from consumers to its co-working space, (2) How Lo.Ka.Si Coffee and Space builds understanding from consumers to co-working spaces owned, and (3) How Lo.Ka.Si Coffee and Space creates memory from consumers to the co-working space it owns. Data collection techniques used include moderate participation observation, in-depth interviews, and literature study. The data validity technique used source triangulation. The results of this study reveal that: (1) Lo.Ka.Si Coffee and Space attracts consumer attention to co-working space through social media Instagram, organizing events, and community partnerships, (2) Lo.Ka.Si Coffee and Space builds Consumers' understanding of co-working spaces adhering to the guidelines for uploading content to Instagram, organizing events with various themes on a regular basis, and building experiences and the meaning of eat, connect, share, and explore, and (3) Lo.Ka.Si Coffee and Space creates the memory of consumers on co-working spaces by building a good image and fulfilling customer satisfaction.
Pengelolaan Aktivitas Media Sosial Instagram @cimahikota oleh Pemerintah Kota Cimahi Fasya Al Rahmah; Hanny Hafiar; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.145

Abstract

The low engagement of social media accounts and the absence of real-time interaction with the closing of the Instagram comment column made the authors conduct a study entitled "Managing Instagram @cimahikota Social Media Activities by the Cimahi City Government". Through descriptive research methods with qualitative data types, researchers focused on finding out how the cimahikota Instagram social media management is by the Cimahi City Government. This study aims to determine the sharing stage, the optimize stage, the managed stage, and the engagement stage in the management of Instagram @cimahikota social media by the Cimahi City government. This study uses data collection techniques using interviews, observations, literature studies and source triangulation as a data validity technique. The results found in this study are that the Cimahi City government participates in social media due to changes in public information consumption trends. Instagram is chosen for its popularity, and it builds public trust through informative content and captions. There are three types of uploaded content: Mayor and SKPD activities, big days, and tips and tricks. However, cimahikota has not optimally utilized influencers in managing its social media; the stage of managing with media monitoring is not optimal, participating in conversations by uploading additional information and clarifying hoax issues, reaching the target audience by adjusting the appearance of content and utilizing city assets as content. Abstrak Engagement akun media sosial yang rendah, serta belum adanya interaksi real-time dengan ditutupnya kolom komentar Instagram menjadikan penulis melakukan peelitian dengan judul “Pengelolaan Aktivitas Media Sosial Instagram @cimahikota Oleh Pemerintah Kota Cimahi”, melalui metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif, peneliti fokus untuk mengetahui bagaimana pengelolaan media sosial Instagram @cimahikota oleh Pemerintah Kota Cimahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap share, tahap optimize, tahap manage, tahap engage pada pengelolaan media sosial instagram @cimahikota oleh pemerintah Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi pustak serta menggunakan triangulasi sumber sebagai teknik validitas data. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pemerintah Kota Cimahi berpartisipasi di media sosial akibat adanya perubahan trend konsumsi informasi masyarakat, instagram dipilih dari kepopulerannya, serta membangun kepercayaan publik melalui konten informatif dan caption. Terdapat tiga jenis konten yang diunggah yaitu kegiatan Walikota dan SKPD, hari besar, lalu tips dan trik. Hanya saja, cimahikota belum optimal memanfaatkan influencer dalam pengelolaan media sosialnya,Tahap manage dengan media monitoring namun belum optimal, berpartisipasi dalam percakapan dengan mengunggah informasi tambahan dan melakukan klarifikasi isu hoax, meraih target audiens dengan menyesuaikan tampilan konten dan memanfaatkan aset kota sebagai konten.
Pengelolaan Aktivitas Media Sosial Instagram @cimahikota oleh Pemerintah Kota Cimahi Fasya Al Rahmah; Hanny Hafiar; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.145

Abstract

The low engagement of social media accounts and the absence of real-time interaction with the closing of the Instagram comment column made the authors conduct a study entitled "Managing Instagram @cimahikota Social Media Activities by the Cimahi City Government". Through descriptive research methods with qualitative data types, researchers focused on finding out how the cimahikota Instagram social media management is by the Cimahi City Government. This study aims to determine the sharing stage, the optimize stage, the managed stage, and the engagement stage in the management of Instagram @cimahikota social media by the Cimahi City government. This study uses data collection techniques using interviews, observations, literature studies and source triangulation as a data validity technique. The results found in this study are that the Cimahi City government participates in social media due to changes in public information consumption trends. Instagram is chosen for its popularity, and it builds public trust through informative content and captions. There are three types of uploaded content: Mayor and SKPD activities, big days, and tips and tricks. However, cimahikota has not optimally utilized influencers in managing its social media; the stage of managing with media monitoring is not optimal, participating in conversations by uploading additional information and clarifying hoax issues, reaching the target audience by adjusting the appearance of content and utilizing city assets as content. Abstrak Engagement akun media sosial yang rendah, serta belum adanya interaksi real-time dengan ditutupnya kolom komentar Instagram menjadikan penulis melakukan peelitian dengan judul “Pengelolaan Aktivitas Media Sosial Instagram @cimahikota Oleh Pemerintah Kota Cimahi”, melalui metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif, peneliti fokus untuk mengetahui bagaimana pengelolaan media sosial Instagram @cimahikota oleh Pemerintah Kota Cimahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap share, tahap optimize, tahap manage, tahap engage pada pengelolaan media sosial instagram @cimahikota oleh pemerintah Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi pustak serta menggunakan triangulasi sumber sebagai teknik validitas data. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pemerintah Kota Cimahi berpartisipasi di media sosial akibat adanya perubahan trend konsumsi informasi masyarakat, instagram dipilih dari kepopulerannya, serta membangun kepercayaan publik melalui konten informatif dan caption. Terdapat tiga jenis konten yang diunggah yaitu kegiatan Walikota dan SKPD, hari besar, lalu tips dan trik. Hanya saja, cimahikota belum optimal memanfaatkan influencer dalam pengelolaan media sosialnya,Tahap manage dengan media monitoring namun belum optimal, berpartisipasi dalam percakapan dengan mengunggah informasi tambahan dan melakukan klarifikasi isu hoax, meraih target audiens dengan menyesuaikan tampilan konten dan memanfaatkan aset kota sebagai konten.
KEGIATAN MEDIA TRIP MANCANEGARA OLEH BAGIAN PUBLIKASI MANCANEGARA KEMENTERIAN PARIWISATA Yanti Setianti; Heru Ryanto Budiana; Oklitha Arifah
JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Vol 3 No 2 (2020): JUNI
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.814 KB) | DOI: 10.32534/jike.v3i2.939

Abstract

Media Trip Mancanegara is a media relations activity by Director for International Publication due to the lowest news coverage about Indonesian tourism destinations on the foreign media. The target of Media Trip Mancanegara is foreign media who has etchic code, news segmentation, news standard and policy linked to their native country. The research aims to know the planning of Media Trip Mancanegara, communication and action of Media Trip Mancanegara by Director for International Publication. The methodology used is qualitative with descriptive study. The result of the research is the planning of Media Trip Mancanegara started with problem mapping, aim and principle of Media Trip Mancanegara, also deciding foreign media, place and date of Media Trip Mancanegara and making the itinerary. Communication with the foreign media was 2 weeks before the Media Trip Mancanegara. Media Trip Mancanegara held at 10th-13th September 2018 and visited Londa, Ke’te Kesu’, Rambu Solo and media session with North Toraja Tourism Office. One of the attraction failed to watch because of the miscommunication between Director for International Publication and tour guide. Keywords : media relations, media trip mancanegara, tourism ministry.