Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Plexus Medical Journal

A Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam) Menurunkan Ekspresi Caspase-3 Testis Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindrom Metabolik Terinduksi Zhahira, Thania Nur; Budiani, Dyah Ratna; Setyawan, Novan Adi
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i2.229

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik berpengaruh terhadap kesuburan pria karena dapat menyebabkan infertilitas. Infertilitas antara lain disebabkan oleh kematian berlebih sel – sel spermatogenik selama spermatogenesis. Caspase-3 memiliki peran penting sebagai eksekutor apoptosis. Kandungan ekstrak etanolik daun kelor diketahui dapat mencegah apoptosis dengan menurunkan ekspresi caspase-3. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor terhadap tingkat ekspresi caspase-3 pada jaringan testis tikus Wistar model sindrom metabolik. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorik. Tikus Wistar berjumlah 30 ekor dibagi menjadi 5 kelompok dengan jumlah yang sama. KI sebagai kelompok kontrol negatif, KII sebagai kelompok sindrom metabolik terinduksi, KIII, KIV, dan KV sebagai kelompok sindrom metabolik terinduksi yang diberi dosis ekstrak etanolik daun kelor secara berurutan sebesar 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB. Ekspresi caspase-3 dihitung menggunakan metode semikuantitatif IDS. Selanjutnya, ekspresi caspase-3 dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA, Post Hoc Tukey HSD, dan uji regresi linier. Hasil: KII memiliki skor ekspresi caspase-3 tertinggi yaitu 89,45 dan KV memiliki skor ekspresi caspase-3 terendah yaitu 25,93. Hasil uji One-Way ANOVA ekspresi caspase-3 pada jaringan testis tikus Wistar adalah 0.00 (p<0.05) yang artinya terdapat perbedaan signifikan ekspresi caspase-3 pada semua kelompok. Perbedaan bermakna terdapat antara KI dengan KII dan KII dengan KIII, KIV, dan KV. Hasil uji regresi linier menunjukkan pengaruh negatif antara dosis ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi caspase-3. Kesimpulan: Pemberian dosis ekstrak etanolik daun kelor yaitu 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB dapat menurunkan ekspresi caspase-3.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Tingkat Maturasi Sel Sperma pada Testis Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindrom Metabolik Terinduksi Nadzifah Nur Firdaus; Setiawan, Novan Adi; Budiani, Dyah Ratna; Riza Novierta Pesik
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jhfbgj54

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik memunculkan gangguan spermatogenesis, akibat adanya peningkatan ROS. Peningkatan ROS mengganggu maturasi sel sperma. Ekstrak etanolik daun lidah buaya memiliki potensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh ekstrak etanolik daun lidah buaya (Aloe vera) terhadap tingkat maturasi sel sperma menggunakan Johnson score. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan pretest-posttest control group design. Dua puluh lima tikus Wistar jantan dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok sebanyak 5 tikus. K1-kelompok kontrol, K2-kelompok sindrom metabolik, K3, K4, dan K5 adalah kelompok tikus dengan sindrom metabolik yang diberi ekstrak etanolik daun lidah buaya dosis 200, 250, dan 300 mg/KgBB/hari. Penghitungan Johnson score menggunakan perparat histopatologi dengan pengecatan Hematoxilin Eosin (HE) setelah terminasi pada hari ke-57. Analisis data menggunakan uji one-way ANOVA, dilanjutkan dengan uji post-hoc Tukey HSD, dan uji korelasi Pearson, untuk mengetahui hubungan antara dosis ekstrak etanolik Aloe vera dengan tingkat maturasi sperma. Hasil:. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson’s kenaikan Johnson score (tingkat maturasi sel sperma) sejalan dengan peningkatan dosis ekstrak etanolik daun lidah buaya dengan R2= 0,783. Hasil uji beda one-way ANOVA terdapat perbedaan antar kelompok p<0,05. Uji post-hoc Tukey HSD K1 secara signifikan berbeda dengan K2. K1 tidak berbeda dengan kelompok K3, K4 dan K5. K2 secara signifikan berbeda dengan K3,K4 dan K5. Rata-rata skor Johnson K1 9,92 0,05, K2 7,04±1,49, K3 8,93 0,76, K4 9,50 0,23, dan K5 9,56 0,53. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanolik daun lidah buaya (Aloe vera) dosis 200 mg/KgBB/hari, 250 mg/KgBB/hari dan 300 mg/KgBB/hari berpengaruh positif terhadap maturasi sperma tikus Wistar model sindrom metabolik.