Claim Missing Document
Check
Articles

Penjadwalan Rotasi Daerah Irigasi Simandolak II Kabupaten Kuantan Singingi Ririn Rindayani; Manyuk Fauzi; Bambang Sujatmoko
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2930

Abstract

Daerah irigasi Simandolak II Kabupaten Kuantan Singingi dengan luas lahan irigasi 690,10 Ha memerlukan manajemen sistem pemberian dan pembagian air sebagai solusi kekurangan air untuk mencukupi kebutuhan air irigasi. Rencana tata tanam dengan meningkatkan intensitas tanam menggunakan dua sistem, yaitu pemberian air dengan luasan total dan penggolongan. Kejadian deficit pada pembagian air dengan menggunakan sistem pemberian luasan total lebih banyak dibandingkan sistem penggolongan yaitu pada bulan November periode 1 sebesar 1,40 m3/dt. Evaluasi ketersediaan air menggunakan faktor K yaitu K=1. Rotasi pembagian air irigasi dilakukan berdasarkan kondisi deficit pada neraca air setelah penggolongan dengan kejadian terbanyak pada pola tanam padi-padi-padi dengan 8 kejadian. Rotasi ditekankan pada pemenuhan untuk beberapa petak dalam satu golongan kemudian dirotasikan kepetak dan golongan lain sesuai jadwal pemberian air pada masa pertumbuhan tanaman dengan periode gilir selama 15 harian. Persentase peningkatan volume rotasi terbesar terjadi pada Simandolak II MT III untuk pola tanam padi-padi-padi sebesar 66%.
Sistem Pemberian Air secara Rotasi Daerah Irigasi Kaiti Samo di Kabupaten Rokan Hulu Anggraini Lenry Rahman; Manyuk Fauzi; Bambang Sujatmoko
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2931

Abstract

Daerah irigasi Kaiti Samo Kabupaten Rokan Hulu memiliki luas lahan irigasi 1.594 Ha. Ketersediaan debit bendung yang semakin menurun dan kebutuhan air pertanian yang semakin meningkat, sehingga perlu diatur sistem pemberian dan pengaturan air secara optimal. Rencana tata tanam dengan meningkatkan intensitas tanam menggunakan dua sistem, yaitu pemberian air dengan luasan eksisting dan penggolongan. Pengaturan air dilakukan dengan menggunakan sistem rotasi. Hasil analisis neraca air didapat bahwa terjadi kekurangan air lebih banyak ketika menggunakan luasan eksisting untuk menghitung kebutuhan air irigasi dibandingkan jika menggunakan luasan secara golongan. Persentase pemanfaatan rotasi dan penggolongan terhadap debit ketersediaan didapatkan hasil bahwa rotasi mengurangi jumlah kejadian defisit yang masih ada ketika dilakukan penggolongan, tetapi rotasi tidak menghilangkan seluruh kejadian defisit tersebut. Persentase peningkatan volume terbesar terjadi pada daerah irigasi Kaiti Samo untuk pola tanam padi-padi-padi pada bulan Juli periode I volume persentase golongan terhadap ketersediaan sebesar -6% setelah di rotasi persentase meningkat 35% menjadi 29%.
Kajian Sedimentasi pada DAS Sail Pekanbaru dengan Menggunakan SIG dan Metode USLE Aisah kurnia utami; Manyuk Fauzi; Bambang Sujatmoko
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2965

Abstract

Modifying of Sail watershed land-use will increase the surface flow and causes erosion and sedimentation. USLE is used for estimating the soil erosion and GIS is used for predicting the size of USLE parameters. The results of the analysis show that erosion occurred at DAS Sail is a category of low class (15-60 ton/ha/year). The results of the research show that on some sub DAS Sail there is land sediment because the erosion value is greater than the value of the carrying capacity, such as sub DAS 1 with the value 11833130.27 > 25924.71115 (SE > Tc) and Sub DAS 2 with a value of 61212.60687 < 800875.7768 (SE < Tc) does not occur because the erosion value shows less than the value of carrying capacity occurring in the watershed
Model Hidrolika untuk Simulasi Profil Muka Air pada Sungai Sibinail Kabupaten Pasaman Rizki Rianda Putra; Manyuk Fauzi*; Sigit Sutikno
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2983

Abstract

Sungai Sibinail di Kabupaten Pasaman merupakan salah satu sungai yang rawan mengalami bencana banjir. Untuk mengatasi masalah banjir tersebut diperlukan informasi mengenai kedalaman banjir dan titik-titik dimana lokasi yang rawan terhadap banjir. Oleh karena itu melakukan simulasi profil muka air bertujuan untuk memberikan suatu informasi mengenai kedalaman banjir dan titik rawan banjir pada Sungai Sibinail Kabupaten Pasaman. Pemodelan simulasi profil muka air menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Debit banjir rancangan dihitung dengan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun dan 50 tahun menggunakan hidrograf satuan sintetik (HSS) gama I . Kondisi batas pada bagian hulu merupakan debit rancangan dari HSS gama I dan pada bagian hilir adalah normal depth dengan nilai slope sebesar 0.005. hasil simulasi menunjukan bahwa pada sebagian besar bantaran Sungai Sibinail pada kala ulang 2 tahun sudah terjadi genangan banjir dengan nilai kedalaman ekstrem sebesar 2.57 m.
Analisis Kondisi Hidrologi DAS Siak Bagian Hulu Berdasarkan Peta Tata Guna Lahan Tahun 2014 Menggunakan Model Flow Persistance Habrio Ilva; Imam Suprayogi*; Manyuk Fauzi
JURNAL TEKNIK Vol. 14 No. 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v14i1.3465

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai tempat penyedia air pertanian, industri dan pemukiman. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam hutan, tanah dan air untuk budidaya tanaman, pertambangan, pembangunan dan kegiatan lainnya dapat mengakibatkan terjadi perubahan kondisi tata air suatu DAS. Salah satu cara untuk menilai kondisi DAS adalah dengan menggunakan model hidrologi. Tujuan utama penelitian adalah ini adalah menguji kemampuan suatu model untuk melakukan penilaian terhadap kondisi hidrologi DAS Siak bagian Hulu. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Flow Persistance Model. Model ini mensimulasikan aliran sungai pada suatu DAS yang dikembangkan oleh World Agroforestry Centre (ICRAF) untuk membantu menilai kondisi suatu DAS. Data curah hujan yang digunakan dari Stasiun Petapahan Baru dari tahun 2006-2016, data AWLR stasiun Pantai Cermin yang mendiskripsikan pola hubungan tinggi muka air terhadap fungsi waktu bersumber dari BWS Sumatera III. Peta Tata guna lahan diperoleh dari BP - DASHL Indragiri Rokan untuk tahun 2014. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa nilai FP sebesar 0.754 mengindikasikan bahwa nilai debit pada Sungai Siak yang relatip stabil selama kurun waktu penggunaan tata guna lahan pada DAS Siak Hulu tahun 2014 dengan klasifikasi fungsi DAS kondisi baik.
Perbandingan Debit Andalan Hasil Tank Model terhadap Debit Pengamatan Sungai Tapung Kiri Stasiun Tandun Fachrunnisa; Manyuk Fauzi*
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i2.3600

Abstract

Ketelitian suatu model hujan-aliran sangat dibutuhkan guna implementasi keluaran model dalam analisis-analisis hidrologi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap rasio atau perbandingan hasil model tangki (tank model) terhadap data debit hasil pengamatan. Penelitian dilakukan di sungai Tapung Kiri dengan stasiun pencatatan Tandun. Luas daerah aliran sungai Tapung Kiri dengan titk kontrol (outlet) stasiun Tandun adalah 197,5 km2. Konsep model tangki yang digunakan adalah 4 buah tangki yang disusun secara seri. Hasil perbandingan didasarkan pada nilai root mean square error (RMSE), dimana diperoleh nilai RMSE kondisi musim basah (Q20%) = 6,70; kondisi normal (Q50%) = 4,49 dan musim kering (Q80%) = 5,27. Data debit pengamatan sungai Tapung Kiri rata-rata memiliki nilai tempat satuan, sementara itu nilai RMSE juga memiliki nilai tempat satuan maka dapat disimpulkan bahwa model tangki yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kinerja baik.
Analisis Debit Andalan Sungai Batang Lubuh Pos Duga Air Pasir Pengaraian Annisa Destiany; Manyuk Fauzi*
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i2.3601

Abstract

Sungai Batang Lubuh memiliki luas daerah aliran sungai = 1.036 km2 dan menjadi sumber air utama masyarakat Kota Pasir Pengaraian untuk manfaat air baku air minum, irigasi, perikanan dan perkebunan. Analisis debit andalan sungai Batang Lubuh menjadi sangat penting guna diperoleh informasi ketersediaan air pada kondisi basah (Q20%), normal (Q50%) dan kering (Q80%). Analisis dilakukan dengan metode basic month (bulan dasar perencanaan) untuk data pengamatan pos duga air Pasir Pengaraian periode tahun 2011 hingga 2017. Hasil analisis memperoleh nilai-nilai debit andalan pada kondisi musim basah meliputi nilai maksimum Q20% = 199,68 m3/dt, nilai minimum Q20% = 67,96 m3/dt, dan rata-rata Q20% = 130,53 m3/dt. Debit andalan kondisi normal antara lain nilai maksimum Q50% = 151,11 m3/dt, minimum Q50% = 51,28 m3/dt, dan rata-rata Q50% = 91,21 m3/dt. Selanjutnya untuk debit kondisi musim kering, nilai maksimum Q80% = 95,19 m3/dt, minimum Q80% = 36,58 m3/dt, dan rata-rata Q80% = 62,63 m3/dt.
Penilaian Indeks Kinerja Sarana dan Prasarana Daerah Irigasi Seberang Gunung Kiky Yahdita; Siswanto; Manyuk Fauzi
JURNAL TEKNIK Vol. 14 No. 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v14i1.3623

Abstract

Jaringan air irigasi dikelola secara terpadu dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream). Kerusakan sarana dan prasarana jaringan irigasi dapat menurunkaan kinerja sistem pengelolaan air irigasi. Penurunan kinerja sistem irigasi mempengaruhi ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman padi di sawah dalam satu satuan luas. Penelitian dilakukan untuk menilai kinerja jaringan irigasi Seberang Gunung berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2015 Tahun 2015 dengan menggunakan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Parameter penilaian yang digunakan antara lain prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil yang diperoleh yaitu kinerja sarana dan prasarana jaringan irigasi Seberang Gunung sebesar 65%. Kinerja jaringan irigasi Seberang gunung termasuk kategori yang kuran, sehingga perlu diperhatikan berdasarkan Permen PU No.12/PRT/M/2015.
ANALISIS TINGKAT LAJU INFILTRASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAIL Haryo Dipa; Manyuk Fauzi; Yohanna Lilis Handayani
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.5011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat laju infiltrasi berdasarkan tata guna lahan dan karakteristik tanah. Penelitian dilakukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sail menggunakan alat double ring infiltrometer. Proses infiltrasi merupakan salah satu proses penting dalam siklus hidrologi karena infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang masuk ke dalam tanah secara langsung. Salah satu metode perhitungan laju infiltrasi yang dapat digunakan adalah metode Horton. Metode infiltrasi Horton mempunyai tiga paremeter yang menentukan proses infiltrasi dalam tanah yaitu parameter k, infiltrasi awal () dan infiltrasi konstan (). Hasil dari penelitian diperoleh besar volume total laju infiltrasi berada pada klasifikasi agak lambat, sedang, agak cepat, dan cepat. Nilai terendah volume total laju infiltrasi dengan klasifikasi agak lambat sebesar 13,0706 mm/jam pada titik nomor 15 yang berada di jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai dengan tata guna lahan perniagaan dan memiliki karakteristik tanah cenderung liat atau lengket saat basah, berwarna kuning kecokelatan, keras ketika kering, dan sulit menyerap air. Nilai tertinggi volume total laju infiltrasi dengan klasifikasi cepat sebesar 127,2772 mm/jam pada titik nomor 10 yang berada di jalan Amal No. 07, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya dengan tata guna lahan permukiman yang banyak ditumbuhi tanaman dan memiliki karakteristik tanah berwarna cokelat kemerahan, mengandung bahan organik, gembur, dan mudah menyerap air. Hubungan tata guna lahan dan karakteristik tanah atau konstanta k yaitu tanah yang memiliki karakteristik berpori atau gembur dan permukaan ada ditumbuhi tanaman nilai k menjadi kecil. Pada tanah yang memiliki karakteristik jenuh air atau sulit menyerap air karena pori tanah rapat, tekstur permukaan halus, dan tidak ditumbuhi tanaman nilai k menjadi besar.
Added values of the local timbers materials for main bridge frame structures utilizing laminating composites technology Ari Sandhyavitri; Fakhri Fakhri; Rizki Ramadhan Husaini; Indra Kuswoyo; Manyuk Fauzi
Journal of Applied Materials and Technology Vol. 2 No. 1 (2020): September 2020
Publisher : AMTS and Faculty of Engineering - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/Jamt.2.1.50-58

Abstract

The objectives of this article are to seek the opportunity to enhance the local Indonesia timber material physical performances (encompassing the low-class quality of III and IV timbers with the Modulus of Elasticity (MOE) = 5,000 - 9,000 MPa) utilizing laminated composite technology to become higher-class timber quality (class II) with the Modulus of Elasticity (MOE)> 15,000 MPa so that it can be used as an alternative material for constructing the bridge mainframe structures (girder beams) especially for the Indragiri Hilir regency, Riau Province, Indonesia. This regency needs several hundred small-medium bridges for connecting 20 districts, 39 wards, and 197 villages using local materials such as local timbers. This laminating technology is not a new technology but the utilization of this technology for constructing the main bridges structures is challenging and limited to the implementation in the civil construction industrial sector. This study composed 2 types of the low-class quality (lcq) of timber materials (such as Shorea sp and Shorea peltata Sym) and 2 types of medium class-quality (mcq) ones (Dipterocarpus and Calophyllum) for constructing the main bridge structures. Based on the laboratory test results utilizing 80% of lcq materials and 20% mcq ones, these composite timber materials may increase the timbers MOE by 145% to 166% from the existing MOE value of the mcq solid timbers. Based on the simulations these laminated composites wooden bridge girders 2 x (70x20) m2, these timber materials have passed all the tests and the application of this technology may improve the lcq timber values and it could be used for an alternative material of the bridge girder's main structures.
Co-Authors Aisah kurnia utami Alfian Alfian Alfian Alfian Alfianis Alfianis Aminaton Marto Aminuyati Andy Hendri, MT, Andy Anggraini Lenry Rahman Annisa Destiany Aqilla Aqilla Aqilla, Aqilla Aras Mulyadi Arbaini Ardi Wahyudi Ardiminsyah Ardiminsyah Ari Sandhyavitri Ari Sandhyavitri Ary Sandhyavitri Asda Usradinda Astari, Kemala Fitri Aswal Fitra Yadi Bambang Siswanto Bambang Sudjatmoko Bambang Sujatmoko Binhar, Mathrab Bochari - Bunga Rabby Zalfi Bunga Rafikah Zaki Cahyono, Sandi Citra Perdana Cuprtino Tamba Darmawan, Igeny Dwiana Deddy Prasetyo Utomo Dehas Abdaa Dent Siloana Dickky Yusman Dwi Puspo Handoyo Dwi Puspo Handoyo, Dwi Puspo Edwar AR Effendi Sianipar Ega Riana Tovani Eki Efrizal, Eki Ela Fitriana Ela Fitriana Elsa Rina S Ermiyati Ermiyati Ermiyati Ermiyati Ermiyati, Ermiyati Erza Ismi Lariza Fachrunnisa Fakhri Fakhri Fakhri, Fakhri Fardian, Herry Farizki Afdalindra Ihsan Fatiha Nadia Fatiha Nadia, Fatiha Fauzan Mahdinal Ferry Fatnanta Fitri Landari Fitri Yuniar Handayani Ghiffa Syauqiyya Harahap Habrio Ilva YR Hafid Muhaimin Hasward Harahap, Ghiffa Syauqiyya Hardiman Hardiman Haryo Dipa Hasward, Hafid Muhaimin Hendra Muchlis Hendra Muchlis Herry Fardian Husaini, Rizki Ramadhan Husnah Husnah Imam Suprayogi Indra Kuswoyo Insan Ikhsan Isnandi, Ari Jusatria Keisuke Murakami Khairul Rizal Kiky Yahdita Lita Darmayanti Lovina, Fitri Luluk Masfufa M Ramadani M. Rizki E. Janrosl Maijoni, Tri Mailino, Vemby Malik Habibillah Mardan Fajri Mardani Sebayang Marganda Simamora Mariani Damanik Marisya Wahyuna Marta Yudha Ozman Mashuri Mathrab Binhar Matrab Binhar Mega Putri Komalasari Mifta Khairiah Mintio, Reygi Raica Mohd Syarwan Mualifudin, Achmad Muhammad Ikhsan Muhammad Shalahuddin Muhammad Wildan Pahlevi Muhammad Yusa Muhardi Nafisah Nafisah Nahar Afrizal Nessa Riana Putri, Nessa Riana Niko Erdi Putra Novan, Andre Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurhasanah Junia Nurhasanah Nurhasanah Raeni Evanta Br. Tarigan Rafit Mahendra Rahayu, Indah Tri Rahman Wahidin Miatullah Ramadhani Harahap Randhi Saily Rellyadi Saputra Laset Resty Agesti Handayani Resty Agesti Handayani Revi Lasmita Rianty Sihaloho Riau Satrya Alamsyah Ricca, Randi Rangkuti Putra Rico Ardiansyah Amri Rifardi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Ririn Rindayani Rizal, Khairul Rizki Rianda Putra Rizky Eka Putra Rizky Eka Putra, Rizky Eka Rosmiati Ahmad Rumambi, Ridho S Siswanto S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sadewa Sabihi Safari Tri Septanto Salvi Novita Sandi Cahyono Sharie, Barcha Yolandha Sigit Sitikno, Sigit SIGIT SUTOKNO Siswanto - Siswanto, Siswanto Soewignjo Agus Nugroho Soewignjo Agus Nugroho Sovia Revina Sudarmanto Sudarmanto Sudjatmoko, Bambang Suprasman Suprasman Sutikno, Sigit SUTOKNO, SIGIT Swary Aristi Syarifah Sophia Vinka Zafani Tampubolon, Hotmauli Thessalonika Thessalonika Thessalonika, Thessalonika Tiurma Monalisa Siahaan Tri Maijoni Trimaijon Trimaijon Trimaijon, Trimaijon Verawati Wahyuna, Marisya Wibowo Suarno Putra Widya Safitri Wiliya, Wiliya Yenita Morena Yohanna Lilis H Yulasni Astri Yuli Hendra Yundari, Yundari Zaky Ilhami Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain ZULKIFLI ZULKIFLI