Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kompetensi Guru PAI di Abad 21: Tantangan dan Peluang dalam Pendidikan Berbasis Teknologi Musbaing, Musbaing
Jurnal Pendidikan Refleksi Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Refleksi
Publisher : P3I Luwu Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan kompetensi abad 21, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis teknologi. Melalui kajian pustaka, penelitian ini mengeksplorasi berbagai literatur terkait kompetensi guru, perkembangan teknologi pendidikan, serta implikasi Revolusi Industri 4.0 terhadap profesi guru PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan literasi digital, resistensi terhadap perubahan metode pengajaran, serta kurangnya pelatihan teknologi yang memadai. Namun, di sisi lain, terdapat peluang besar untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran, penggunaan platform digital untuk pendidikan, serta akses terhadap sumber daya belajar global. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan program pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI untuk memperkuat literasi digital dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sehingga mereka dapat memfasilitasi pembelajaran yang efektif dan kontekstual di abad 21.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PELATIHAN MENULIS Syukriady, Dwi; Ashar, Ashar; Musbaing, Musbaing; Rusadi, La Ode; Taufik, Ashabul; Yuriatson, Yuriatson; Sasabone, Luana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.23420

Abstract

Keterampilan menulis merupakan keterampilan dasar yang wajib di kuasai guru, namun sering hanya mendapat perhatian terbatas. Lebih lanjut, adanya Merdeka Belajar menuntut guru untuk mengadopsi perubahan sebagai langkah pengembangan profesionalisme guru yang berkelanjutan. Guru wajib untuk di bekali pengetahuan tentang pengembangan profesionalisme, salah satu cara untuk mengembangkan profesionalisme guru adalah melalui pelatihan menulis, guru yang terbiasa menulis mampu menciptakan ruang bagi diri melalui karya-karya dan memberi ide-ide baru untuk dibagikan kepada siswa di kelas. Melihat fakta yang terjadi disekolah mitra, tim pengabdian berinisiatif untuk mengadakan pelatihan menulis sebagai langkah pengembangan profesionalisme guru. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, praktik menulis dan Focus Group Discussion. Hasil pelatihan menunjukkan selama pelatihan menulis, guru merasa terbantu dengan pelatihan ini, respon positif juga tampak dari hasil Focus Group Discussion, mereka bersemangat setelah dibekali dengan pelatihan yang bermanfaat dan ingin melanjutkan latihan menulis secara mandiri.
Innovation in Literacy Teaching: Reading and Writing Techniques Training for Elementary School Teachers Jumrah, Abrina Maulidnawati; Irviana, Ira; Nurdiansyah, Erwin; Musbaing, Musbaing; Syastiawan, Andi
Jurnal Perjuangan dan Pengabdian Masyarakat : JPPM Vol. 1 No. 2 (2025): 31 Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pejuang Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literacy is a fundamental skill that forms the foundation for all learning processes in elementary schools. This community service activity aims to improve elementary school teachers' competence in applying innovative techniques in reading and writing instruction through systematic and comprehensive training. The method used is participatory training with an andragogic approach that includes interactive workshops, teaching practice simulations, group discussions, and continuous mentoring. The activity was carried out for four months involving 20 elementary school teachers from Biringkanaya District, Makassar. The instruments used included teacher competency tests in literacy, teaching practice observation sheets, and program evaluation questionnaires. The results of the activity showed a significant increase in teacher competence by 82.3% from pre-test to post- test scores. Teachers' ability to design innovative literacy learning increased from 58.7% to 91.4%. The application of creative reading and writing techniques also experienced substantial improvement from 62.1% to 88.9%. This activity has a positive impact on the quality of literacy learning in elementary schools in Biringkanaya District and can be a replication model for other similar schools.
Implementation of Game Based Learning Model With Communication Oriented Method In Improving The Learning Outcomes of Students With Special Needs in grade IV of SD inpres Tamalanrea 6, Makassar city Hazizah, Miftahul; Nur Fajrin, Syarifah; Musbaing, Musbaing
ALENA : Journal of Elementary Education Vol 4 No 1 (2026): January
Publisher : Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jee.v4i1.594

Abstract

This research was conducted from May 19 to June 21, 2025 at SD Inpres Tamalanrea 6 Makassar City by combining the Game Based Learning model and Communication Oriented method to train students' focus, speaking courage and social interaction. This research was applied to students with special needs who were in class IV The results show that the application of the GBL model combined with the Communication Oriented method is able to create a more active, enjoyable, and communicative learning atmosphere. ADHD students who previously experienced difficulty focusing began to show increased participation in learning activities, courage to communicate with teachers and peers, and the ability to complete assignments through educational games designed by teachers. However, the implementation of this model faces challenges in the form of limited resources, a lack of Special Assistant Teachers (GPK), a lack of adequate learning media, and less than optimal collaboration between teachers and parents. These findings indicate that the GBL model with a Communication Oriented approach is effective in improving the learning outcomes of students with special needs while creating a more supportive and inclusive learning environment.
The Effect Of The Problem-Based Learning Model With The Picture And Picture Approach Based On Flashcard Media On Literacy Ability And Thematic Learning Outcomes Of Fifth Grade Students Taming, Rida Warda; Musbaing, Musbaing; Taufik, Ashabul
ALENA : Journal of Elementary Education Vol 4 No 1 (2026): January
Publisher : Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jee.v4i1.710

Abstract

Learning is the core of education. The effectiveness of the learning process is greatly determined by the strategies applied. Therefore, this study aims to examine the effect of the PBL (Problem Based Learning) model integrated with the Picture and Picture approach using Flashcard media on the literacy skills and thematic learning outcomes of fifth-grade students at SD Inpres Tamalanrea III Makassar. This research experimental and involved a total of 21 fifth-grade students. Data collection techniques included observation of student and teacher activities, documentation, as well as pre-tests and post-tests. Quantitative data analysis revealed two important findings. First, the implementation of PBL using the Picture and Picture approach based on Flashcards showed an effect on students' literacy skills. This is evidenced by an increase in the average score (from 57.14 to 89.14) and the hypothesis results with Sig. = 0.000. Second, this model also shows an influence on students' thematic learning outcomes, as evidenced by the increase in the average score (from 60.19 to 88.24) with the same hypothesis test result, namely Sig. = 0.000. Overall, this strategy has been proven effective in overcoming learning fatigue and enhancing students' active participation, which is key to improving literacy skills and learning outcomes.
Pendampingan Program Magang Pendidikan Sebagai Upaya Pengembangan Dan Optimalisasi Keterampilan Mengajar Mahasiswa Jumriati Jumriati; Erniati Erniati; Dwi Syukriady; Supriadi Supriadi; Herawati Arief S; Erwin Nurdiansyah; Musbaing Musbaing; Muhammad Chairil Imran; Abdul Mu’thy; Risma Anisa; Jumrita Jumrita
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3038

Abstract

Kegiatan Pendampingan Program Magang Pendidikan bertujuan mengembangkan dan mengoptimalkan keterampilan mengajar mahasiswa calon guru melalui pengalaman praktik langsung di sekolah. Program ini dilandasi kebutuhan mahasiswa untuk mengintegrasikan teori pembelajaran dengan praktik nyata serta menguatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Metode kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif dengan pendekatan praktik reflektif melalui beberapa tahap, yaitu: (1) persiapan dan pembekalan materi pedagogik, (2) observasi pembelajaran di kelas, (3) praktik mengajar terbimbing, serta (4) evaluasi dan refleksi. Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing dan guru pamong, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian hasil belajar. Data diperoleh melalui observasi, catatan refleksi, dan umpan balik dari pembimbing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang nyata pada keterampilan mengajar mahasiswa, terutama dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengelola kelas, menerapkan metode dan media yang variatif, serta berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. Mahasiswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta keterampilan merefleksikan kelebihan dan kelemahan praktik mengajarnya. Sekolah mitra merasakan manfaat melalui bantuan tenaga pengajar, variasi strategi pembelajaran, dan meningkatnya interaksi akademik di kelas. Simpulannya, pendampingan program magang pendidikan efektif dalam meningkatkan kompetensi mengajar mahasiswa calon guru secara komprehensif. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman profesional yang bermakna bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran.
Penguatan Literasi Digital Bagi Dosen dan Mahasiswa Disabilitas Melalui Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Supriadi Supriadi; Erniati Erniati; Dwi Syukriady; Herawati Arief S; Abu Bakar Tumpu; Rusdi Room; Jumriati Jumriati; Musbaing Musbaing; Firdaus Firdaus; Muhammad Ilham
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1995

Abstract

Pengabdian ini bertujuan menelaah pemanfaatan Learning Management System (LMS) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tatap maya (synchronous) maupun pembelajaran mandiri dan kolaboratif (asynchronous) dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop berkelanjutan secara luring dan pemanfaatan LMS secara daring setelah pembuatan bahan ajar selesai. Tahapan kegiatan meliputi pembekalan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 85% peserta, baik dosen maupun mahasiswa disabilitas tunanetra, mampu menggunakan LMS secara mandiri. Dosen dapat menyusun materi ajar ramah disabilitas, sementara mahasiswa terampil mengakses materi, mengunggah tugas, dan mengikuti forum diskusi daring. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis LMS efektif memperkuat literasi digital, meningkatkan partisipasi aktif, serta mendukung pembelajaran inklusif di UIM. Pemanfaatan LMS secara optimal juga menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan, sehingga diperlukan pelatihan berkelanjutan untuk mengembangkan konten yang menarik dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran.