Articles
IMPLEMENTASI DATA MINING DALAM PENENTUAN TINGKAT KEMISKINAN MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS
Kahar, Nurrahmah Fitirani;
Hadjaratie, Lillyan;
Suhada, Sitti;
Padiku, Indhitya R
Jambura Journal of Informatics VOLUME 1 NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (578.489 KB)
Kemiskinan merupakan salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Indonesia. Berbagai program dan bantuan untuk mensejahterakan masyarakat telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah namun dinilai belum efektif, karena adanya kekeliruan yang disebabkan oleh ketidaksesuaian dalam penentuan kategori rumah tangga miskin pada saat pendataan. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan algoritma Fuzzy C-Means dalam menentukan kategori rumah tangga miskin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimen dengan menggunakan tahapan umum dari proses Data Mining dengan Algoritma Clustering Fuzzy C-Means. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem yang dapat mendata rumah tangga miskin dan kemudian mengelompokannya ke dalam (3) jenis kategori yaitu miskin, hampir miskin, dan sangat miskin dengan model perhitungan yang lebih akurat. Kesimpulan yang diperoleh bahwa sistem yang dibuat telah behasil mengklaster 100 (seratus) data sampel rumah tangga miskin di Kabupaten Bone Bolango ke dalam tiga kategori kemiskinan, dengan persentase setiap kategori adalah 50% sangat miskin, 34% hampir miskin, dan 16% sangat miskin.
The measurement of maturity level of information technology service based on COBIT 5 framework
Lanto Ningrayati Amali;
Muhammad Rifai Katili;
Sitti Suhada;
Lillyan Hadjaratie
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 18, No 1: February 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v18i1.10582
Institutions are currently progressing on IT development and maximization in order to advance for good IT governance. Lack of comprehensive requirements analysis of IT utilization may lead to hindrances within IT development from achieving effective outcomes. This quantitative study employs control objective for information & related technology (COBIT 5) business framework to assess and identify the maturity level of IT service, primarily within the domain of delivery, service, and support (DSS). Data were obtained through questionnaire, observation, and documentation. The result reveals that the average maturity level of IT service is in level 3 (established); by which the study recommends for enhancements and upgrades in IT performance and service within the scope of compliance and IT service application and support.
An innovation of Agricultural Extension “Poloyode” As a Method of a Transactional Extension In Communication Of Local Cultural Based in Gorontalo Regency*)
Wawan K.Tolinggi;
Lillyan Hadjaratie
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Institut Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.278 KB)
|
DOI: 10.46937/1220148561
An agricultural extension activity is one of methods for changing knowledge, attitudes and behavior of farmers.Therefore, the adoption of technology and sharing of knowledge between farmers and extension workers can occur in transactional basis. The objectives of this paper are 1) to identify the innovation of extension Poloyode and, 2) to determine the communication approach in Poloyode innovation in Gorontalo regency. Findings of this paper show that: 1) Innovation of Poloyode extension is an innovation in agricultural extension that based on the local culture of Gorontalo regency. Innovation of Poloyode extension has 5 main outreach activities on assisting farmers sourced from indigenous philosophy of Gorontalo such as Tuwoto, Mongembito, Maduma, Doluhupa and Molinepo; 2) innovation of Poloyode extension is only implemented internally by BP4K and BP3K , not to involve other stakeholders in agriculture.Keywords: Innovation Transactional Counseling, Poloyode, local culture, Gorontalo
Penerapan Game Edukasi Berbasis Android Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi
Fhaby Magfirah Mokoagow;
Lillyan Hadjaratie;
Roviana H Dai
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 1, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.009 KB)
|
DOI: 10.37905/inverted.v1i1.9691
Rendahnya nilai hasil belajar siswa kelas XI IPS 4 di SMAN 1 Telaga pada mata pelajaran geografi materi persebaran flora dan fauna disebabkan tingginya aktivitas siswa dalam bermain game dari pada belajar geografi dengan persentase sebesar 65% dan 61% siswa lebih senang membahas game dari pada pelajaran geografi. Media pembelajaran merupakan perangkat penting yang harus disiapkan agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran berbasis game edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 4 di SMAN 1 Telaga pada mata pelajaran geografi materi persebaran flora dan fauna melalui penerapan game edukasi berbasis android. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil dari penelitian yaitu ada peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 4 pada saat proses pembelajaran materi persebaran flora dan fauna dengan menggunakan game edukasi berbasis android. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa siklus I adalah 69,62 dengan ketuntasan klasikal 62% dengan kriteria kurang tercapai, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 91,48 dan ketuntasan klasikal 100% dengan kriteria tercapai. Selain itu, terjadinya peningkatan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan game edukasi berbasis android. Hal ini ditunjukkan melalui pengamatan aktivitas siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 2,65 dengan kriteria cukup baik sedangkan siklus II nilai rata-rata mencapai 3,2 dengan kriteria baik.
Optimalisasi Pengelolaan Surat Keputusan Pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo
Abdulrahmat E Ahmad;
Mohammad Hidayat Koniyo;
Lillyan Hadjaratie
Jurnal Teknik Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1482.983 KB)
|
DOI: 10.37031/jt.v16i1.13
Pengelolaan surat keputusan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo saat ini masih mengalami beberapa kendala, mulai dari keterlambatan dalam menanggapi proses pengusulan surat keputusan, proses pembuatan surat yang memakan waktu sangat lama, hingga pendistribusian surat tidak sampai kepada yang mengusulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan surat keputusan dengan menggunakan sistem informasi dan teknologi web service untuk pertukaran data antar sistem yang berhubungan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengembangan sistem Prototype. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan sistem informasi manajemen surat keputusan berbasis web service, pengelolaan surat keputusan lebih optimal. Sistem ini dapat mengolah nomor surat keputusan secara otomatis dan dapat memonitoring pengusulan, pembuatan dan disposisi surat. Penggunaan sistem informasi manajemen surat keputusan memudahkan pengelolaan surat keputusan yang ada dilingkungan Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo.
The Influence of Organizational Culture in Application of Information Technology Governance
Lanto Ningrayati Amali;
Lillyan Hadjaratie;
Sitti Suhada
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 4 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1033.153 KB)
|
DOI: 10.20473/jisebi.4.1.1-10
In this era of globalization, an organization needs to adapt to the competitions in order to maintain its existence. However, information technology (IT) governance development and application is sometimes not effective, which consequently ends as a failure. Such extent is attributable to lack of thorough analysis of organizational needs, particularly, in the scope of organizational culture. In this regards, this study attempts to carry out the contributions of organizational culture aspect to the development of IT governance. Good strategies of IT governance are ordinarily well applied in most organizations. The organizations, in fact, struggle to find a proper framework or model of IT governance with their characters. A quantitative method through document study and questionnaire. The data were obtained through The Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) questionnaire with 450 respondents. The importance of organizational culture towards the application of IT governance that an organization can decide a suitable model of development with the organization goals. The role of organizational culture is crucial for the leader, as one key factor of success in IT governance, in formulating harmonious strategies of IT utilization policy with business strategy. Furthermore, it also acts as a recommendation for organizations to design better IT governance which is suitable for organization strategies and vision.
PERANCANGAN APLIKASI REKOMENDASI MOTIF KARAWO BERDASARKAN KARAKTER PENGGUNA BERBASIS BUDAYA GORONTALO
Moh Hidayat Koniyo;
Sance A Lamusu;
Lillyan Hadjaratie;
Abd Aziz Bouty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kerajinan kerawang atau karawo merupakan salah satu seni budaya Gorontalo dihasilkan melalui proses penyulaman yang tingkat kepopulerannya masih jauh dibandingkan batik jawa. Hal ini disebabkan oleh motif serta pengunaan karawo yang terbatas pada acara-acara tertentu saja. Sebagaimana penggunaan batik jawa yang telah memiliki kecenderungan untuk memilih motif batik yang sesuai dengan karakter pengguna, maka penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah aplikasi yang dapat merekomendasikan motif karawo dengan nilai filosofis budayaserta jenis acara adat yang sesuai dengan karakter pengguna. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem incremental, dengan tahapan penelitian sebagai berikut : 1) identifikasi kebutuhan sistem; 2) perencanaan; 3) pemodelan sistem; 4) pembuatan sistem; 5) pengujian sistem; 6) pengimplementasian sistem. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan aplikasi yang dapat merekomendasikan motif karawo yang sesuai dengan karakter pengguna dan mengandung nilai filosofis budaya Gorontalo serta informasi jenis acara adat yang sesuai dengan motif yang direkomendasikan. Kesesuaian motif karawo dengan karakter eneagram yang dipilih oleh pengguna diperoleh melalui perhitungan probabilitas dari persamaan Teorema Bayes.
Peningkatan Hasil Panjualan Melalui Pemanfaatan “Digital Marketing dan Komputer Masyarakat” Bagi Masyarakat
Tajuddin Abdillah;
Roviana H. Dai;
Lillyan Hadjaratie
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Sbermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/sibermas.v8i2.7862
Priority issues of partners according to mutual agreement to be resolved during the implementation of the independent village - campus project program are: (1) Determining the base price and selling price; (2) The recording of the results of sales / orders by consumers / buyers is still done; (3) The sales / marketing process still relies on a direct sales system and has not yet served requests from outside the region. The solution is: partners will be given a website, and website hosting for free by implementing partners will be given training on financial management. The output is: partner sales have increased, because they can serve purchases online. The goal to be achieved in implementing the project program activities in independent villages is to increase production and partner income through the use of information technology-based applications. The methods that will be used in achieving these goals are training and mentoring (lectures and practices) as well as evaluation of the achievement of targets for the implementation of project program activities in independent villages.
Technology Acceptance Model in Government Context: A Systematic Review on the Implementation of IT Governance in a Government Institution
Lanto Ningrayati Amali;
Muhammad Rifai Katili;
Sitti Suhada;
Lillyan Hadjaratie;
Hanifah Mardlatillah
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/join.v7i1.853
Recent trends of studies on technology acceptance in local government had recently been popular; the studies focused on identifying the predictors of human behavior in potential acceptance or rejection of technology. This study investigated the use of information technology/information system (henceforth, IT/IS) acceptance in government as a means to improve the quality of public service and strive for transparent governance. A mixed-methods (quantitative and qualitative) study was conducted, and data were collected through questionnaires involving 125 respondents, interviews, and observations. Technology Acceptance Model (TAM) is used as a theoretical framework for behavioral information systems and Smart Partial least square (Smart PLS) analysis was employed in elaborating the complex correlation between the determinants. The result showed that the perceived ease-of-use (PEOU) contributed positively to the perceived usefulness (PU) and attitude towards using technology (ATUT). Moreover, the ATUT significantly contributed to Behavioral Intention of Use (BITU); further, the BITU also contributed to actual technology use (ATU). The PU, however, possessed a negative impact on the ATUT. These results further the information regarding the quality and performance of IT/IS services that can be used as a basis for higher-level decision-making.
Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Menggunakan Metode Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Desa Hayahaya
Lillyan Hadjaratie;
Iren Sukmawati R Ui;
Moh. Ramdhan Arif Kaluku;
Nikmasari Pakaya
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 11, No 5 (2022): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/sibermas.v11i5.12433
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah kewenangan untuk mengatur urusan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, serta pemberdayaan desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat desa (Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa). Konsep pembangunan desa akan dapat lebih dipahami oleh pemerintah dan masyarakat desa dengan adanya peran serta keterlibatan Perguruan Tinggi (PT) sebagai tulang punggung yang menjembatani program percepatan pembangunan desa, salah satunya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Membangun Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Oleh karena itu melalui program pengabdian masyarakat KKN Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, diharapkan dapat membantu menganalisis program-program kerja yang tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Desa Hayahaya untuk dilaksanakan dengan pengembangan inovasi dan teknologi terbaru sehingga dapat berguna secara langsung bagi masyarakat untuk peningkatkan informasi. Berdasarkan RPJMdes Desa Hayahaya mahasiswa kkn memiliki program Kerja yaitu : (1).Workshop Aplikasi Perkantoran (Ms.Microsoft Office), (2). Pembuatan Aplikasi KIM dan didukung dengan beberapa program tambahan lainnya seperti Workshop Design Grafis.Kata Kunci: Pembangunan Desa, KIM, Sistem Informasi