Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Modernisasi Pendidikan Islam; Telaah Pemikiran Muhammad Abduh Abdul Malik Usman; Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v15i2.1599

Abstract

Modernization of Islamic Education; A Study of Muhammad Abduh's Thoughts. This paper tries to present the great ideas of Sheikh Muhammad Abduh, (Muhammad bin Abduh bin Hasan Khairullah), who is widely known as a progressive thinker, movement activist, and also an Egyptian-born mujaddid, the founder of the reform movement and modernization of Islamic education, towards modern Egypt. This study is a literature study using a qualitative approach and content analysis techniques on Muhammad Abduh's thoughts. The results of this study indicate that there is a dialectic process between Muhammad Abduh's great ideas and the Egyptian social situation, both internally by Muslims with traditional Islamic views - conventional and external situations of the European nation and its modern civilization which is currently colonizing Egypt. The idea of reforming and modernizing Islamic education includes: the conventional teaching system is only religious sciences, equipped with modern general knowledge, accompanied by curriculum improvements that combine tanziliyyah sciences with Kauniyyah sciences, (Islam and modernity), eradicating dualism and dichotomy views of science. , improvement of learning systems and methods that emphasize understanding and reasoning, as well as women's education. As a result, Egypt has become a cauldron of moderate Islamic education leaders until now
Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Tinjauan Konsep Mutu Edward Deming dan Joseph Juran) Mardan Umar; Feiby Ismail
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v11i2.581

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama di semua lembaga pendidikan. Demikian pula di lembaga pendidikan Islam yang sementara berproses menjadi lembaga pendidikan yang memiliki kualitas setara dengan lembaga pendidikan lain bahkan menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, maka upaya terus dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam. Salah satu upayanya adalah dengan menerapkan berbagai teori dan konsep manajemen mutu agar kualitas pendidikan dapat terjaga dan diakui sebagai lembaga pendidikan yang menjalankan proses dengan baik dan menghasilkan output yang baik. Ada beberapa konsep peningkatan mutu/kualitas yang dikemukakan para ahli seperti Edward Deming dan Joseph Juran yang berkaitan dengan  perencanaan mutu, pengendalian dan peningkatan mutu. Kajian ini akan membahas tentang beberapa konsep mutu dan relevansinya pada lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan pendidikan global.Kata Kunci: mutu, lembaga pendidikan, Edward Deming dan Joseph Juran
Pembinaan Kedamaian Hidup Beragama melalui Optimalisasi Pendidikan Agama Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v10i1.588

Abstract

Kajian ini membahas tentang pembinaan kedamaian hidup beragama melalui optimalisasi Pendidikan Agama. Kedamaian hidup beragama menjadi suatu keharusan pada masyarakat Indonesia yang heterogen sebab Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman dan heterogenitas masyarakat dalam pelbagai aspeknya. Keragaman suku, agama, ras dan golongan serta bahasa yang begitu bervariasi menempatkan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan nilai budaya, nilai religi, dan nilai-nilai luhur lainnya. Dalam aspek kehidupan beragama, keragaman terlihat dari keyakinan yang dianut. Hal ini bisa berwujud ibadah atau ritual, pakaian atau busana khas, serta kekhasan religi yang memberikan simbol heterogenitas masyarakat Indonesia. Keragaman ini seharusnya menjadi penopang permbangunan bangsa, namun tidak jarang hal ini menjadi pemicu konflik antar sesama. Pengalaman Indonesia sudah menunjukkan bahwa benturan tersebut mengancam kedamaian hidup beragama di Indonesia, sehingga perlu upaya untuk membina kedamaian hidup beragama. Oleh sebab itu, Pendidikan Agama diharapkan menjadi pelopor pembinaan kedamaian hidup pada masyarakat Indonesia yang heterogen. Pendidikan Agama perlu dikelola dan diupayakan dengan menyediakan kurikulum berbasis nilai agama, pendidik/guru yang memiliki pribadi yang dijadikan teladan hidup beragama, proses pendidikan, interaksi dan lingkungan pendidikan serta pembentukan Kelompok Siswa Cinta Damai yang mengedepankan nilai kedamaian hidup beragama yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.Kata Kunci: Pembinaan, Kedamaian, Hidup Beragama, Pendidikan Agama.