Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan peningkatan kapabilitas guru SD dalam mengimplementasikan model TaRL untuk pembelajaran literasi dasar membaca Ahyar, Ahyar; Fitriati, Ita; Ningsyih, Suriya; Hakim, Arif Rahman; Ramli, Ramli; Syarifudin, Syarifudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27111

Abstract

AbstrakLiterasi dasar membaca merupakan suatu yang sangat penting dalam tercapainya hasil dan tujuan belajar. Model  pembelajaran TaRL atau berbasis level kemampuan ini sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca siswa SD. Oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarak melalui pelatihan peningkatan kapabilitas guru SD dalam mengimplementasikan model TaRL. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SDN Inpres Samili 1 dalam menuntaskan kemampuan literasi dasar membaca peserta didik dengan mengimplementasikan model pembelajaran TaRL. Pelatiahan ini bermitra dengan Inpres Samili 1 yang melibatkan guru-guru sebanyak 21 peserta. Metode pelaksaan kegiatan ada lima tahap yang pertama tahap persiapan, kedua tahap  sosialisai, ketiga tahap pelaksanaan , keempat tahap pendampingan, kelima tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test , kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi, materi pertama tentang Model TaRl, materi ke dua simulasi pembelajaran TaRL dan diakhiri dengan pengisian postest, Hasil evaluasi dari kegiatan ini guru terlihat sangat antusias dalam proses pelatihan dan workshop, hal ini terbukti dari hasil kemampuan guru yang dianalisis menggunakan gain  ternormalisasi  dengan nilai sebesar 0,05 sehingga dapat dikategorikan tinggi, artinya bahwa kegiatan pelatihan implementasi model TaRL untuk pembelajaran Literasi dasar membaca berhasil dilakukan. Kata kunci: model; tarl; literasi; dasar; membaca. AbstractBasic reading skills are crucial for achieving effective learning outcomes and objectives. The TaRL model, which is based on students' individual ability levels, has proven effective in improving elementary school students’ basic reading literacy. Therefore, community service activities in the form of teacher training are necessary to enhance teachers' abilities in implementing the TaRL model. The training aims to improve the knowledge and skills of SDN Inpres Samili 1 teachers in developing students' basic reading literacy through the TaRL approach. The training, which involved 21 teacher participants, was conducted in partnership with Inpres Samili 1. The implementation of the activity consisted of five stages: preparation, socialization, implementation, mentoring, and evaluation. The process began with a pre-test, followed by material presentations: the first on the TaRL model and the second on a TaRL learning simulation, concluding with a post-test. Evaluation results showed the teachers were highly enthusiastic throughout the training and workshops, as evidenced by their improved abilities, which were analyzed using normalized gain with a value of 0.05, categorized as high. This indicates that the training for implementing the TaRL model was successful. Keywords: model; tarl; literacy; basic; reading.
Peningkatan Keterampilan Guru SDN Sondosia Dalam Menyusun LKPD Berbasis Model Project Based Learning Hakim, Arif Rahman; Hairunisa, Hairunisa; Fitrianingsih, Nur; Ahyar, Ahyar
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 01 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.01.127-137

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL). Model PjBL dipilih karena dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui proyek nyata yang menstimulasi kreativitas, keterampilan problem solving, dan kerja sama. Sekolah yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini yaitu SDN Sondosia dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 14 guru. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam serta teknik penyusunan LKPD yang sesuai dengan sintaks model PjBL. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan keterampilan guru dalam menyusun LKPD berbasis PjBL yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kemampuan yang diperoleh guru sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan dengan persentase peningkatan sebesar 62,50% pada kategori cukup. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dan diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Workshop Penguatan Penerapan Model Project Based Learning Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Inpres Lewidewa Hairunisa, Anis; Hakim, Arif Rahman; Fitrianingsih, Nur; Ahyar, Ahyar; Ramli, Ramli
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 01 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.01.159-170

Abstract

Model project based learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk diterapkan dalam implementasi kurikulum merdeka. Namun kenyataannya, penerapan model tersebut masih minim diterapkan oleh guru di sekolah mitra. Penyebabnya adalah minimnya keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL yang sesuai dengan sintaks pembelajaran dan prinsip-prinsip kurikulum merdeka. Sekolah yang menjadi mitra sasaran dalam kegiatan ini yaitu SDN inpres Lewidewa dengan jumlah guru yang mengikuti kegiatan sebanyak 16 guru. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu metode workshop. Hasil kegiatan menunjukkan secara keseluruhan terdapat peningkatan keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL sesuai tahapan sintaks pembelajaran sebesar ±75 % pada kategori “Baik”, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan model PjBL yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah mitra.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan LKPD terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV SDN Inpres Lere Aeni, Nurul; Nurjumiati, Nurjumiati; Fuadi, Muhammad; Hakim, Arif Rahman; Fiqry, Rizalul
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1932

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa selama kegiatan belajar mengajar serta hasil belajar yang belum memenuhi standar ketuntasan minimal. Pelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan dipadukan dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas IV SDN Inpres Lere. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain one group pre-test post-test pada satu kelompok, yang melibatkan seluruh siswa kelas IV sebanyak 16 orang sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berbentuk pilihan ganda serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung yang menjadi indikator yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar yaitu di ranah kognitif C4 pada kemampuan dalam menganalisis. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata siswa, dari 40,5 pada saat pre-test menjadi 77,5 setelah post-test, dengan selisih skor sebesar 37 poin. Uji-t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil validasi terhadap aspek media, materi, dan bahasa pada LKPD menunjukkan tingkat kevalidan yang sangat tinggi dengan rata-rata penilaian di atas 80%. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dilengkapi dengan LKPD berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Model ini tidak hanya mendorong keterlibatan aktif dalam kerja kelompok, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab individu dalam memahami materi, sehingga menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna.
Pengaruh Model Pembelajaran Concept Attainment terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VII Mawardin, Mawardin; Hidayad, Arif; Hakim, Arif Rahman
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.2116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan model pembelajaran concept attainment terhadap pemahaman siswa dalam konsep matematika. Model ini dipercaya mampu meningkatkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis siswa. Dalam konteks pembelajaran matematika, pemahaman konsep yang mendalam sangat krusial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain Quasi-Eksperimental jenis kelompok pretest-posttest Control Grup. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMPN di Kecamatan Bolo, Kabupaten bima, dengan melibatkan dua kelompok siswa sebagai partisipan, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diperoleh melalui hasil pretest-posttest sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Instrumen digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam menyusun ulang konsep matematika secara runtut ketika menyelesaikan soal-soal matematika. Kemudian hasil tes dianalisis dengan serangkaian uji validitas, prasyarat analisis, dan hipotesis dengan menggunakan uji-t dan N-Gain Score. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep di kelas eksperimen dengan skor N-Gain rata-rata 0.6924, tergolong cukup efektif. Sebaliknya, kelas kontrol memperoleh skor N-Gain rata-rata 0.2351, tergolong kurang efektif. Uji-t menghasilkan nilai t sebesar 12.592 dengan tingkat signifikansi 0.00, mengonfirmasi perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Kesimpulannya, model concept attainment terbukti efektif sebagai alternatif strategi pembelajaran yang dapat memperdalam pemahaman matematika siswa.
REVOLUTIONIZING ELEMENTARY SCIENCE EDUCATION: IMPACT OF INTERACTIVE VISUAL MEDIA ON LEARNING THE HUMAN RESPIRATORY SYSTEM Putri, Faniningsih Ardila; Arif Rahman Hakim; Syahriani Yulianci; Arif Hidayad; Zulharman
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v3i2.65

Abstract

The persistent difficulty students face in understanding the human respiratory system—a core yet abstract topic in science education—is rooted in the lack of contextual, visual, and interactive learning media, as highlighted by both national and international research. This study aimed to examine whether technology-based, visual respiratory system media can significantly enhance elementary students’ cognitive learning outcomes, particularly in higher-order thinking skills such as analysis and evaluation. Employing a quantitative, quasi-experimental one-group pretest-posttest design, the study involved 34 fifth-grade students at SDN Inpres Rasa 1, Kabupaten Bima, using purposive sampling. A 20-item multiple-choice test based on the revised Bloom’s taxonomy (C1–C4) was used to measure learning outcomes before and after intervention. Descriptive statistics showed a marked improvement: the mean pretest score was 62.8, rising to 73.3 in the posttest, with gains observed across all ability levels. Inferential analysis using a paired sample t-test confirmed the significance of this improvement (t = -15.2, df = 33, p < .001), demonstrating that interactive visual media have a strong positive effect on students’ conceptual understanding of the respiratory system. The results conclude that technology-based visual media not only promote retention and comprehension but also foster analytical and evaluative skills, aligning with current science education goals. This research provides empirically-tested, practical recommendations for educators and policymakers, supporting the integration of digital media in science curricula and teacher training. Future studies are recommended to expand this approach with control groups, longitudinal designs, and investigations into affective and psychomotor domains, as well as the use of emerging technologies like augmented reality and virtual reality to further enhance science learning outcomes.
Pengembangan Aplikasi Cerita Rakyat Sape untuk Meningkatkan Literasi Budaya Generasi Muda di Kecamatan Sape Ramadhan, Ardi; Ahyar; Fitrianingsih, Nur; Fitriati, Ita; Hakim, Arif Rahman
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3162

Abstract

Abstrak Perkembangan pesat dalam ranah teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan pergeseran fundamental dalam tatanan kehidupan manusia, termasuk dalam lingkup pendidikan. Temuan peneliti di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak generasi muda Sape yang tidak mengetahui tentang cerita rakyat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Cerita Rakyat berbasis Android sebagai media literasi budaya dalam upaya melestarikan cerita rakyat Sape. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Aplikasi dikembangkan menggunakan platform Kodular dan divalidasi oleh dua ahli media. Uji coba dilakukan terhadap 25 pemuda berusia 15–24 tahun dengan metode pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,89%, sedangkan hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan skor literasi budaya dengan nilai N-gain rata-rata sebesar 0,64 yang termasuk kategori sedang menuju tinggi. Penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi Cerita Rakyat efektif sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya lokal. Lebih dari itu, integrasi teknologi digital dengan konten budaya lokal memiliki potensi jangka panjang sebagai strategi kultural untuk memperkuat identitas lokal secara berkelanjutan dan lintas generasi di tengah arus globalisasi. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai sarana dokumentasi budaya yang dapat direplikasi di daerah lain, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian nilai budaya melalui media digital yang adaptif dan inklusif. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Pelestarian Budaya, Cerita Rakyat, Aplikasi Android, Literasi Budaya   Abstract The rapid advancement of information and communication technology has brought fundamental changes to human life, including in the field of education. Field findings indicate that many young people in Sape are still unfamiliar with their own local folktales. This study aims to develop an Android-based application called Cerita Rakyat as a cultural literacy tool to help preserve the region’s folktales. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The application was developed using the Kodular platform and validated by two media experts. It was tested on 25 youth aged 15–24 using a pretest and posttest approach. Validation results showed a feasibility rate of 88.89%, while effectiveness testing revealed an increase in cultural literacy scores, with an average N-gain value of 0.64, categorized as medium to high. The findings confirm that the Cerita Rakyat application is effective as an educational tool and a means of preserving local culture. Furthermore, integrating digital technology with local cultural content has long-term potential as a cultural strategy to strengthen local identity in a sustainable and intergenerational manner amidst globalization. The application also serves as a digital cultural documentation tool that can be replicated in other regions, encouraging youth engagement in preserving cultural values through inclusive and adaptive digital media. Keyword: Information Technology, Cultural Preservation, Folklore, Android Application, Cultural Literacy
Development of Teaching Materials using Ai-Based Teachy App at Pela Elementary School Rahayu, Sri; Hakim, Arif Rahman; Fitrianingsih , Nur
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.3788-3799

Abstract

The transformation of education in the digital era requires innovations in developing adaptive and contextual teaching materials. One potential solution is the utilization of artificial intelligence (AI) technology through the Teachy App, an application that assists teachers in automatically designing instructional materials. This study aims to develop AI-based teaching materials using the Teachy App at SDN Pela and to examine their validity, practicality, and effectiveness. The research employed a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, including the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and learning achievement tests. Validation was carried out by subject matter and media experts, while limited and broader trials were conducted on fifth-grade students. The validation results showed an average score of 87.1% (highly valid). Practicality was categorized as very practical with a score of 85%, supported by students' positive responses to the media's design and ease of use. Effectiveness was demonstrated by an increase in the average score from 67.4 (pretest) to 84.7 (posttest), indicating a 17.3-point improvement. Therefore, the findings confirm that AI-based teaching materials developed using the Teachy App are feasible, valid, practical, and effective in supporting elementary school learning.
Development of Interactive Learning Media using Scracth to Increase Students' Motivation to Learn Fajira, Ira; Ahyar, Ahyar; Hakim, Arif Rahman
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.4248-4259

Abstract

This research was conducted to overcome the problem of low student learning motivation in Informatics subjects at SMPN 2 Hu'u which is often caused by conventional learning methods and limitations of interactive media. The purpose of this research is to develop Scratch-based interactive learning media that is able to increase student motivation and involvement in the learning process. This development follows the ADDIE model which consists of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Data collection was carried out through observation, interviews, expert validation, and practicality questionnaires involving teachers and students. The results of expert validation showed that the media was in the very feasible category with an overall score above 80 percent, while the practicality test showed a positive response from both teachers and students with an average score above 85 percent. These findings prove that Scratch-based media is not only feasible and practical but also effective in creating a fun and interactive learning atmosphere. In conclusion, the media developed in this study can be considered as an innovative solution to increase students' motivation to learn and improve the quality of Informatics education in schools
The Influence of Augmented Reality (Ar) Media on The Learning Outcomes of SMP Negeri 2 Woha Students in Ict Subjects Julkifli, Fahrul; Hardiansyah, Hardiansyah; Hakim, Arif Rahman
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.4594-4607

Abstract

The advancement of digital technology in education demands innovative approaches that not only assess learning outcomes but also enhance students' motivation. At the junior high school level, ICT subjects are often perceived as challenging, with many students performing below the minimum standard, particularly in practical skills, and showing low interest in conventional methods. This study aimed to investigate the effect of Augmented Reality (AR) media on students' learning outcomes and motivation in ICT at SMP Negeri 2 Woha. A quantitative approach with a quasi-experimental Non-Equivalent Control Group Design was applied, involving two classes of 30 students each. The experimental class received learning with AR media, while the control class continued with conventional methods. Data were collected through pretests, posttests, questionnaires, and observations, then analyzed using SPSS and JAMOVI. The findings showed that the experimental class achieved an average posttest score of 85.4 with a medium N-Gain of 0.54, while the control class only reached 75.2 with a low N-Gain of 0.22. Moreover, motivation in the AR class was higher (average 4.38) than in the control class (3.15). In conclusion, AR media effectively supported ICT learning and can serve as an innovative tool for fostering 21st-century skills.