Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Media Akuakultur

KINERJA PRODUKSI KEPITING BAKAU, Scylla tranquebarica PADA KETINGGIAN AIR DAN UKURAN WADAH BERBEDA Muhlis Muhlis; Tatag Budiardi; Irzal Effendi; Yani Hadiroseyani
Media Akuakultur Vol 16, No 2 (2021): (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.034 KB) | DOI: 10.15578/ma.16.2.2021.79-86

Abstract

Wadah pemeliharaan merupakan hal yang perlu diperhatikan dan salah satu kunci dalam pertumbuhan, perkembangan, dan produksi kepiting bakau. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam budidaya kepiting bakau adalah kurang tepatnya wadah budidaya yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran wadah dan ketinggian air yang tepat untuk budidaya kepiting bakau, Scylla tranquebarica dilihat dari laju pertumbuhan harian dan periode molting. Penelitian dilakukan di tambak masyarakat Desa Mulaeno Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Hewan Uji berupa kepiting bakau ukuran 57,89 ± 2,18 g ekor-1 sebanyak 54 ekor. Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari pada wadah single room (1 ekor/wadah) pada ketinggian air berbeda 30, 50, dan 70 cm dengan ukuran wadah yang berbeda yakni 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, dan 50 cm x 50 cm. Wadah pemeliharaan yang digunakan sebanyak 54 unit terbuat dari bambu yang berbentuk seperti kandang (kerangkeng) ditempatkan scara acak pada tambak. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah sebanyak 5% dari bobot tubuh dan diberikan pada pagi dan sore hari. Terdapat sembilan perlakuan dan diulang sebanyak enam kali, yakni P33 (ketinggian air 30 cm, ukuran wadah 30 cm x 30 cm), P35 (ketinggian air 50 cm, ukuran wadah 30 cm x 30 cm), P37 (ketinggian air 70 cm, ukuran wadah 30 cm x 30 cm), P43 (ketinggian air 30 cm, ukuran wadah 40 cm x 40 cm), P45 (ketinggian air 50 cm, ukuran wadah 40 cm x 40 cm), P47 (ketinggian air 70 cm, ukuran wadah 40 cm x 40 cm), P53 (ketinggian air 30 cm, ukuran wadah 50 cm x 50 cm), P55 (ketinggian air 50 cm, ukuran wadah 50 cm x 50 cm), P57 (ketinggian air 70 cm, ukuran wadah 50 cm x 50 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara ukuran wadah dan ketinggian air, serta tidak ada pengaruh nyata terhadap kinerja produksi kepiting bakau. Ukuran wadah 30 cm x 30 cm, ketinggian air 30 cm (P33) lebih efektif dan efisien digunakan pada budidaya kepiting bakau menggunakan sistem single room.Specifications of cage farming plays important roles in the growth, suvival, and expected harvest of farmed mud crab. One of the constraints in mud crab farming is that the cages used are not suitable or preferred for the species. The research aimed to determine the proper cage size and water depth for mud crab culture using the growth rate and molting period as the observed parameters. This research was conducted in a pond located in Mulaeno Village, Bombana Regency Central Poleang, Southeast Sulawesi province. The experiment used 54 mud crabs sized between 50 – 70 g. Each crab was kept in a cage sized 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm or 50 cm x 50 cm with a stocking density of 1 ind./cage. The cages were positioned at different water levels (30 cm, 50 cm, and 70 cm). The cages were constructed from bamboo , rectangular in shape, and placed randomly in the pond. The feed (trash fish) was given twice daily (morning and afternoon) as much as 5% of the crab body weight. There were nine treatments and each treatment had six replications, i.e, T33 (water depth 30 cm, cage size 30 x 30 cm), T35 (water depth 50 cm, cage size 30 x 30 cm), T37 (water depth 70 cm, cage size 30 x 30 cm), T43 (water depth 30 cm , cage size 40 x 40 cm), T45 (water depth 50 cm, cage size 40 x 40 cm), T47 (water depth 70 cm, cage size 40 x 40 cm), T53 (water depth 30 cm, cage size 50 x 50 cm), T55 (water depth 50 cm, cage size 50 x 50 cm) , T57 (water depth 70 cm, cage size 50 x 50 cm). The results showed that there were no significant influence of the cage sizes and water depths on the production performance of the mud crab. The cage size 30 x 30 cm, and water depth 30 cm (T33) is more effective and efficient in mud crab farm using a single room system.
Co-Authors , Alimuddin . Hafifuddin . Iswadi . Nurjariah Agnis Murti Rahayu Agus Oman Sudrajat Alimuddin Apriana Vinasyiam Ardina Puspitasari, Ardina Aslia, Aslia Asri Sutanti, Asri Astari, Belinda Atul Hayati, Mira Benny Heltonika Budidardi, Tatag Chandrika Agustiyana Chandrika Agustiyana D. Dana D. Djokosetiyanto D. Irawan D. Wahjuningrum Daffa Nuradzani Danfi Astuti Daniel Djokosetyanto Dedy Suprianto Dewi, Nina Nurmalia Dinamella Wahjuningrum Eddy Supriyono Eko Harianto, Eko Enang Harris Surawidjaja Faozar, Miftah Fajri Fauzan, Agung Lutfi Febrina Rolin H. Supriyadi Heni Sela Arianty Hernanda, Virta Rizki Husamuddin, Miqdad I. Ohoiulun Iis Diatin Indriani, Rafiatun Irza Effendi Irzal Effendi Iskandar, Andri Ita Apriani Juang Rata Matangaran Julie Ekasari K. Sumantadinata Kukuh Nirmala Kusman Sumawidjaja L.S. Harti M. Alifuddin M. Zairin Junior M.A. Suparman May Sharly, Anita Mia Setiawati Mira Atul Hayati MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Junior Zairin Muhammad Mujahid Muhlis Muhlis Mulya, Muhammad Arif Nidwidyanthi, Nidwidyanthi Nugraha, Media Fitri Isma Nur Bambang Priyo Utomo Nur Fauziyah P. Giri P. Hariyadi Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri Qi Adlan Radi Ihlas Albani RIDWAN AFFANDI Ridwan Affandi Riza Purbo Widiasto Rona Albrettico Nemanita Ginting Shafruddin, Dadang Sri Nuryati Sri Nuryati Sukenda Sukenda Suko Ismi Suprianto, Dedi Tatag Budiardi Tatag Budidardi Vinasyam, Apriana Wahyudi, Imam Tri Wasmen Manalu WIDANARNI WIDANARNI Widanarni Widanarni Wijianto Wijianto Wiyoto Wiyoto, Wiyoto Y. Kuswardani Yonvitner - Zumiza Sari