Articles
Representasi kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dalam pemberitaan Detik.com
Rofingatun Hamidah;
Tyas Retno Wulan;
Arizal Mutahir
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol. 18 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24090/yinyang.v18i1.7196
The Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) group is a group that is marginalized due to issues of gender and sexuality. The LGBT community is often stigmatized as immoral and deviant, considered the source of HIV/AIDS, contrary to religion, as a disease, and not by state ideology. Society's knowledge of heteronormative gender and sexuality makes the LGBT group abnormal. The media can construct or deconstruct what people believe to be true. This study intends to explain how the representation of LGBT groups in news coverage in the mass media. In particular, the news in the online media Detik.com. Detik.com was chosen because it is one of the pioneers of internet-based mass media and always occupies Indonesia's top ten most popular websites. This research used Norman Fairclough's critical discourse analysis method, focusing on social structure, class, and social relations. Norman Fairclough presents three dimensions of analysis: text analysis, discourse practice, and sociocultural practice. The study results show Detik.com reporting on LGBT issues dominates in putting LGBT groups in a corner. The LGBT group is still represented as "deviant" and prone to discrimination.
Keterhubungan Program Kampung Iklim (Proklim) Dengan Proyek Desa Wisata Pandak Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas
Isna Hanny Puspitaningtyas;
Arizal Mutahir;
Ankarlina Pandu Primadata;
Agung Kurniawan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1134
Proklim atau program kampung iklim di Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas terus digencarkan. Hal ini dilakukan guna menunjang proyeksi Desa Pandak sebagai Desa Wisata di Banyumas. Peran Pemerintah Desa sebagai pihak internal desa dalam hal ini sangat penting sebagai pemantik dan penanggungjawab terlaksananya Proklim dan kesuksesan proyeksi Desa Wisata Pandak. Tujuan tulisan ini ialah mengungkapkan bagaimana keterhubungan Proklim dan potensi wisata yang ada di Desa Pandak serta manfaatnya demi kemajuan Desa Pandak sebagai Desa Wisata. Menggunakan metode kualitatif, tulisan ini mengambil data melalui cara observasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Pandak berperan aktif untuk mewujudkan Desa Pandak sebagai Desa Wisata yang sadar akan kelestarian lingkungan. Partisipasi Masyarakat menjadi komponen yang tak kalah penting. Sebab terlaksananya proklim maupun suksesnya proyeksi Desa Wisata Pandak bergantung pada partisipasi masyarakatnya. Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, keduanya saling mendukung satu sama lain.
Androgini pada Komunitas Cross-Dresser K-Pop Dance Cover Glacies Crew
Fadhila Citra Permata;
Hariyadi Hariyadi;
Wiman Rizkidarajat;
Arizal Mutahir
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 3 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/pn.v6i3.12382
The phenomenon of androgyny in Korean pop culture (Hallyu) has garnered significant attention in Indonesia, particularly within the K-Pop Dance Cover community, which evidently incorporates the androgynous trend into cross-cover activities or imitations of K-Pop idols through cross-dressing actions. This research aims to explore how Glacies Crew, a K-Pop Dance Cover cross-dresser community based in Malang, East Java, understands and interprets gender fluidity through the androgynous trend in its performative concept, specifically in the medium of cross-dressing. This study employs a descriptive qualitative method with deep interview data collection techniques, participatory observation, and document analysis. The selection of the Glacies Crew community as the research target is determined through purposive sampling. The research findings reveal that Glacies Crew members actively engage in androgynous performativity and express gender fluidity in their daily lives. Through preparation, practice, and performance processes, community members simultaneously adopt and internalize feminine and masculine characteristics, creating diverse and dynamic gender identities. The research findings also highlight the challenges faced by community members in negotiating their gender identities within a broader society. However, the support and solidarity within the community empower members to confront these challenges. This research contributes to academic discourse on gender fluidity and non-normative gender identities in the context of Indonesian popular culture. The study underscores the importance of creating safe and inclusive spaces for individuals and developing effective interventions to reduce stigma and discrimination against individuals with non-normative gender identities.
Pendekatan Media Alternatif untuk Mendukung Pendidikan Seks yang Komprehensif Bagi Anak
Puspitaningtyas, Isna Hanny;
Mutahir, Arizal;
Rizkidarajat, Wiman;
Pandu Primadata, Ankarlina
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6307
Keberadaan pendidikan seks seringkali dianggap sebagai hal yang tabu. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat tidak terbuka terhadap fenomena yang bisa berdampak pada banyak hal. Sepanjang mempunyai dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, maka pendidikan seksual harus disajikan dalam bentuk yang komprehensif. Tujuan penelitian ini berupaya menelusuri persoalan pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa. Proses tersebut nantinya menjawab pertanyaan bagaimana kondisi pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa, untuk selanjutnya dibuat media pembelajaran alternatif yang komprehensif. Menggunakan metode kualitatif, artikel ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan para pendiri, fasilitator dan orang tua di Sekolah Hompimpaa. Artikel ini berlandaskan keprihatinan penulis terhadap kebingungan orang tua dalam menyikapi tumbuh kembang anak seiring berkembangnya arus informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Hal ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena sosial yang merugikan generasi mendatang. Pemanfaatan media berupa Kokoru dan cerita anak dapat menjadi alternatif pendidikan seksual yang melibatkan sinergi antara orang tua, anak dan fasilitator di sekolah.
Moving with the Soul: Cipari Peasant Movements for Land Rights in Indonesia
Santoso, Jarot;
Mutahir, Arizal;
Restuadhi, Hendri;
Chusna, Aidatul
Forest and Society Vol. 8 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24259/fs.v8i1.26579
This research explains movements by peasants in Cipari, Cilacap, Central Java, Indonesia, in demanding their land rights. Compared with similar cases in Indonesia, efforts by Cipari peasants paid off in the end and presented a unique case of success. Cipari peasants obtained ownership rights to the land on their terms. Through an empirical case study approach, we found that the Cipari peasant movement to fight for land rights lasted for a long period of time, beginning in the post-independence era and extending through the post-collapse of Indonesia’s New Order regime. For Cipari peasants, land is not just a means of production or economic resource but also has socio-cultural value and, more importantly, embodies spiritual (religious) values. These social and cultural factors provided the main driver for Cipari peasants to persist in undertaking their resistance movement. Over a long process, Cipari peasants obtained legal title to land in the form of land certificates. We show that the Cipari peasant social and resistance movement emerged and continued to develop not solely because of political opportunities but especially due to its socio-cultural values about land.
Praktik Kesalehan Pemuda pada Kota Provincial: Studi pada Majelis At Tho’at
Rizkidarajat, Wiman;
Mutahir, Arizal;
Hanny P, Isna;
Putri M, Aulia;
Romauli , Nethania
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37329/kamaya.v7i3.3429
Since the New Order collapsed in 1998, Islamization in Indonesia has become a mainstream movement. Evidence of mainstreaming Islamization is the increasingly common practice of piety in public spaces. One of the most common Islamization efforts is efforts to purify Islam through hijrah movement carried out by youth groups through popular culture media, such as through music in metropolitan cities in Indonesia such as Jakarta, Bandung and Yogyakarta. The hijrah movement is often carried out by targeting young people who have experienced transgressive life practices, causing the exploitation of space. This research aims to portray the practice of piety that occurs in provincial cities or second-class cities in the city dichotomy, according to Van Klinken. The research method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. Ethnographic data collection was carried out for six months, from November 2023 to May 2024, with the primary data source being a youth study collective in Purwokerto called Majlis At Tho'at. The findings of this research are that the At Tho'at Assembly's pious practices are carried out by creating two types of space that came from youth creativity in term to redefined hijrah movement. The first is a private room in the form of exclusive recitations, which are held regularly in the residence of one of the assembly members. The second is public space in the form of piety exhibitions in public spaces through a band, which is formed through social interaction in private spaces through recitations. The research results show that piety in provincial cities does not always exist in a binary dichotomy, which results in the exploitation of space as occurs in metropolitan cities. This is proven by the existence of spaces to negotiate a social phenomenon that occurs in a city.
SKENA dalam Perspektif Mahasiswa FISIP Unsoed
Arbina, Satria;
Dadan, Sulyana;
Mutahir, Arizal
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/jupin.562
Penelitian ini mengeksplorasi konsep "skena" dalam perspektif mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman. "Skena" sering kali diidentifikasi sebagai kelompok sosial atau subkultur yang berkaitan dengan minat atau identitas budaya tertentu, seperti musik, seni, atau fashion. Dalam konteks mahasiswa FISIP Unsoed, penelitian ini berfokus pada dua aspek utama: (1) bagaimana mahasiswa memahami dan mengartikan konsep skena, dan (2) bagaimana skena tercermin dalam tren fashion di kalangan mahasiswa tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari para mahasiswa yang terlibat dalam skena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skena tidak hanya sekedar perkumpulan, tetapi juga sebuah lingkungan sosial yang dinamis dan memungkinkan anggotanya untuk mengekspresikan identitas budaya mereka secara bebas. Namun, terdapat pergeseran makna skena yang kini lebih sering diidentikkan dengan fashion atau gaya berpakaian, yang dipengaruhi oleh media sosial. Penelitian ini berupaya untuk memberikan wawasan baru dalam memahami dinamika sosial-budaya di kalangan mahasiswa, khususnya terkait fenomena skena.
TINJAUN SOSIOLOGIS PERKEMBANGAN SEPEDA MOTOR, CELAKA, DAN KRISIS ENERGI
Mutahir, Arizal
The Sociology of Islam Vol. 2 No. 2 (2012): Desember
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15642/jsi.2012.2.2.%p
Kemajuan teknologi menjadi objek kajian sosiologi yang sangat menarik. Perkembangan sepeda motor, celaka dan krisis energi, bila ditinjau dari perspektif sosiologi, telah berkembang dengan pesat dan menjadi tantangan di masyarakat. Sejak penemuan mesin uap oleh James Watt, perkembangan teknologi industri sudah sedemikian pesatnya. Salah satu perkembangan teknologi yang sangat pesat adalah sepeda motor. Sepeda motor saat ini sudah berbeda jauh dengan sepeda motor tempo dulu, baik di perkotaaan atau perdesaan. Tulisan ini mencoba memahami dan membandingkan dengan menggunakan bahan dari berbagai media massa, untuk melihat tingkat pemakai sepeda motor serta perkembangan budayanya di Indonesia, terutama setelah tahun 2000. Pertama-tama, tulisan ini akan melihat perkembangan sepeda motor yang ada di Indonesia. Kedua, sepeda motor sebagai pilihan yang delimatis. Ketiga, kepadatan dan krisis energi sebuah refleksi tentang teknologi. Sebagai akhir dari tulisan ini nantinya bagaimana melihat budaya pemakai sepeda motor dalam hidup keseharian. Serta apa dampak yang berkepanjangan dalam penggunaan teknologi sepeda motor dan sebuah refleksi apa akan keberadaan teknologi ketika mengalami celaka dan krisis energi yang berkepanjanagan bagi masyarakat. Kata Kunci: teknologi, sepeda motor, krisis energi
Pendekatan Media Alternatif untuk Mendukung Pendidikan Seks yang Komprehensif Bagi Anak
Puspitaningtyas, Isna Hanny;
Mutahir, Arizal;
Rizkidarajat, Wiman;
Pandu Primadata, Ankarlina
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6307
Keberadaan pendidikan seks seringkali dianggap sebagai hal yang tabu. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat tidak terbuka terhadap fenomena yang bisa berdampak pada banyak hal. Sepanjang mempunyai dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, maka pendidikan seksual harus disajikan dalam bentuk yang komprehensif. Tujuan penelitian ini berupaya menelusuri persoalan pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa. Proses tersebut nantinya menjawab pertanyaan bagaimana kondisi pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa, untuk selanjutnya dibuat media pembelajaran alternatif yang komprehensif. Menggunakan metode kualitatif, artikel ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan para pendiri, fasilitator dan orang tua di Sekolah Hompimpaa. Artikel ini berlandaskan keprihatinan penulis terhadap kebingungan orang tua dalam menyikapi tumbuh kembang anak seiring berkembangnya arus informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Hal ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena sosial yang merugikan generasi mendatang. Pemanfaatan media berupa Kokoru dan cerita anak dapat menjadi alternatif pendidikan seksual yang melibatkan sinergi antara orang tua, anak dan fasilitator di sekolah.
PEREMPUAN URBAN DAN SOCIAL SMOKERS: ROKOK SEBAGAI ALAT BERSOSIALISASI DALAM KEHIDUPAN PEREMPUAN PURWOKERTO
Firstyandini, Divka;
Mutahir, Arizal;
Restuadhi, Hendri;
Wuryaningsih, Tri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4317-4328
Penelitian ini membahas tentang perilaku merokok seorang social smokers atau perokok sosial perempuan di Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku merokok para social smokers dan juga melihat bagaimana mereka memaknai rokok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak enam orang social smokers perempuan yang didapatkan dengan teknik snowball. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwasannya perempuan perokok merupakan suatu fenomena yang sudah wajar sehingga mereka berani untuk merokok di ruang publik. Sebagian dari mereka merupakan seorang social smokers yang perilaku merokoknya didasari oleh motivasi sosial. Seorang social smokers memiliki perbedaan perilaku dengan perokok reguler. Jumlah rokok yang mereka konsumsi cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan perokok reguler. Mereka juga hanya merokok ketika bersama dengan perokok lainnya. Social smokers kerap ditemukan di ruang-ruang publik seperti coffee shop, rumah makan, dan kampus. Rokok yang merupakan segulung tembakau nyatanya memiliki makna yang berarti bagi seorang social smokers. Sebuah interaksi dapat tercipta karena adanya sebuah rokok yang dimaknai sebagai simbol kesamaan perilaku. Oleh karena itu, seorang social smokers menggunakan rokok untuk memperlancar sebuah interaksi yang ingin ia bangun dengan perokok lainnya.