Claim Missing Document
Check
Articles

Problematika Metode Mengajar Guru dan Kemampuan Akademik Siswa Ayuni, Dwiyantissa Lesi; Mutahir, Arizal; Primadata, Ankarlina Pandu; Restuadhi, Hendri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.9034

Abstract

Ketidaktepatan metode mengajar menurunkan kualitas pembelajaran dan berdampak negatif bagi siswa, sehingga penting untuk dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan penilaian siswa terkait metode mengajar guru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dijelaskan dalam tiga aspek utama yang dikaitkan dalam teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead :(1) Penyampaian materi guru tidak berurutan dan terlalu cepat sehigga simbol yang digunakan tidak dapat ditangkap dengan baik; (2)Perlakuan guru terhadap siswa dinilai kurang perhatian dan kurang mengapresiasi memperlihatkan symbol yang digunakan guru memberi pandangan negatif; (3) Harapan siswa terhadap guru untuk lebih memperhatikan siswa dan bahasa yang mudah dipahami. Harapan tersebut berkaitan dengan  significant symbol dan significant others. Ketiga aspek diatas berkontribusi signifikan dalam konteks pendidikan khususnya pada proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi pihak terkait dalam pengembangan metode pengajaran dan keterlibatannya terhadap siswa
Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi Kesakralan Tokoh Paranormal Ed dan Lorraine Warren pada Film The Conjuring 2: The Enfield Poltergeist Ramadhan, Novan; Hariyadi, Hariyadi; Mutahir, Arizal; Rizkidarajat, Wiman
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JISHI - Desember 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.208

Abstract

Fenomena supranatural sering diangkat sebagai tema dalam film horor dengan menghadirkan karakter pemuka agama dan paranormal sebagai melawan kekuatan gaib. Penelitian ini membahas representasi kesakralan paranormal Ed dan Lorraine pada film The Conjuring 2: The Enfield Poltergeist yang berbeda dari banyak film horor lain dengan memperlihatkan keberhasilan melawan makhluk. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes melalui teori representasi Stuart Hall berupa encoding dan decoding. Hasil penelitian menunjukkan proses encoding dalam film ini mengkodekan pesan kesakralan melalui perpaduan elemen spiritual meliputi simbol religius Salib dan doa, serta kemampuan supranatural, seperti retrokognisi, clairvoyance, dan demonologi. Sementara, decoding memberikan ruang bagi audiens untuk menginterpretasi pesan yang disampaikan dalam film terkait kesakralan. Penelitian ini berkontribusi pada studi representasi dengan menunjukkan bagaimana elemen sakralitas dipadukan dalam penggambaran karakter paranormal. Perpaduan ini memperkaya kompleksitas cerita dalam genre horor serta membuat masyarakat memahami penggambaran unsur sakralitas pada media hiburan kontemporer. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap sakralitas pemuka agama dan paranormal dalam film horor serta studi perbedaan lintas budaya, agama, dan tradisi dalam memengaruhi representasi sakralitas dalam film horor.
Korean street food in contemporary Indonesia: Glocalization in a semi-medium city Mutahir, Arizal; Chusna, Aidatul; Rizkidarajat, Wiman; Taufiqurrohman, Muhammad; Makhasin, Luthfi
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jsd.v19i2.2024.182-198

Abstract

Korean street food in Indonesia is part of the ‘Korean Wave’ (hallyu) that hit Indonesia in the early 2010s. It is not difficult to find Korean street food in Indonesian cities. Korean street food has become part of urban culture in Indonesia. This research aims to analyze the existence of Korean street food in Indonesia using the concept of glocalization according to Roland Robertson. This research also analyze the glocalization of Korean street food in the local context in the form of halal Korean street food so that it is accepted and consumed by Indonesian people. This study uses a qualitative method with a case study approach as a research strategy. Data collection was carried out by means of observation, interviews, and documentation. The result of this study has shown that through various forms of glocalization, Korean street food has become part of Indonesian society. Korean street food has carried out relative syncretism of food through a process of particularization as universalization. This process is carried out by adopting the halal concept in Korean street food. The results of this research contribute to understanding the glocalization of street food in adopting the halal concept.
Problematika Metode Mengajar Guru dan Kemampuan Akademik Siswa Ayuni, Dwiyantissa Lesi; Mutahir, Arizal; Primadata, Ankarlina Pandu; Restuadhi, Hendri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.9034

Abstract

Ketidaktepatan metode mengajar menurunkan kualitas pembelajaran dan berdampak negatif bagi siswa, sehingga penting untuk dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan penilaian siswa terkait metode mengajar guru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dijelaskan dalam tiga aspek utama yang dikaitkan dalam teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead :(1) Penyampaian materi guru tidak berurutan dan terlalu cepat sehigga simbol yang digunakan tidak dapat ditangkap dengan baik; (2)Perlakuan guru terhadap siswa dinilai kurang perhatian dan kurang mengapresiasi memperlihatkan symbol yang digunakan guru memberi pandangan negatif; (3) Harapan siswa terhadap guru untuk lebih memperhatikan siswa dan bahasa yang mudah dipahami. Harapan tersebut berkaitan dengan  significant symbol dan significant others. Ketiga aspek diatas berkontribusi signifikan dalam konteks pendidikan khususnya pada proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi pihak terkait dalam pengembangan metode pengajaran dan keterlibatannya terhadap siswa
Kemerdekaan Pendididikan Anak Pedalaman (Analisis Semiotika Tentang Pendidikan Yang Membebaskan Dalam Film Sokola Rimba (2013) Nissa, Intan Adillia; Masrukin; Arizal Mutahir
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v5i1.200

Abstract

This research is based on the fact that education in Indonesia is not distributed evenly, especially in areas that fall into the 3 category (Outermost, Remote and Disadvantaged). The community does not yet have adequate access and facilities to carry out teaching and learning activities. The aim of this research is to understand and explain the semiotic analysis of liberating education in the film Sokola Rimba (2013). The author uses qualitative research methods and semiotic analysis according to the Charles Sanders Pierce model. This semiotic model focuses on icons, indices and symbols that appear in the film Sokola Rimba. The findings from this research are that the interpretation of dialogue text, images and videos from the film is able to depict a social reality. This social reality is a picture of educational inequality and the struggle of the figures to gain educational independence. It is hoped that this article can help the government to be more responsive in solving problems surrounding educational independence in rural communities.
Kerja atau karier: Studi biografi pada strategi musisi DIY dalam menghadapi pilihan kemiskinan di Purwokerto, Jawa Tengah: Work or career: A biographical study of DIY musicians' strategies in facing poverty options in Purwokerto, Central Java Rizkidarajat, Wiman; Mutahir, Arizal; Restuadhi, Hendri; Julianti, Shinta
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18061

Abstract

Pemuda selalu memiliki distingsi dalam memilih jenis pekerjaan dan karier untuk melanjutkan lintasan hidupnya. Contoh pilihan tersebut adalah melanjutkan karier sebagai musisi DIY. Dalam praktiknya, pilihan untuk melanjutkan karier di musik DIY seringkali harus dinegosiasikan dengan berbagai hal, mulai dari latar belakang sosial ekonomi pemuda yang mempraktikkannya hingga demografi kota tempat mereka tinggal. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan strategi musisi DIY di kota kabupaten, Purwokerto yang terletak di Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan biografi. Informan dalam artikel ini adalah 20 orang praktisi musik DIY di Purwokerto yang diwawancarai secara mendalam pada bulan Mei 2023 hingga Mei 2024. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan metode critical insider, dan menghasilkan 9 data representasi dari 2 kolektif yang diteliti dalam artikel yaitu Heartcorner Collective dan Voicehell. Temuan artikel ini adalah pilihan kemiskinan disebakan karena dua hal. Pertama kegagalan transisi pendidikan menuju kerja dan kedua keadaan kota yang tidak bisa menyediakan ruang untuk bekerja bagi para pemuda yang memilih menggunakan modal sosialnya sebagai musisi DIY. Keadaan tersebut membuat para pemuda harus menerapkan pemaknaan kerja dan karier dalam praktik bermusik mereka. Hasil dari penelitian adalah terdapatnya strategi yang diterapkan oleh para musisi DIY berupa melakukan juggling work dan menegosiasikan otentisitas DIYnya. Hal tersebut merupakan pilihan paling wajar untuk memisahkan pemaknaan terhadap kerja atau karier terhadap praktik bermusik DIY, sehingga para musisi DIY tetap dapat melanjutkan lintasan hidupnya melalui praktik bermusik DIY.
Community Empowerment Strategy Based on Local Wisdom in the Development of Cikakak Tourism Village Sari, Novita; Suksmadi, Ignatius; Mutahir, Arizal
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 6 No. 6 (2025): Devotion: Journal of Community Research
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v6i6.25490

Abstract

Cikakak Village was designated as an advanced category tourist village based on the Banyumas Regent Decree Number /556/166/Year 2020, established on March 20, 2020. Based on literature review, many studies have not yet addressed the aspect of empowerment strategies based on local wisdom in developing a tourist village into an advanced tourist village. Therefore, this study aims to examine the community empowerment strategies based on local wisdom in developing Cikakak Village into an advanced tourist village. This is important so that the success of this village can serve as an example or model for other tourist villages to improve their classification to become advanced tourist villages. This research was conducted using a qualitative method. The subjects of this study were the managers of Cikakak Tourist Village and parties familiar with the management activities of Cikakak Tourist Village. Informants were selected using purposive sampling. Data collection methods included observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using interactive analysis according to Miles and Huberman. The results of this study indicate that the development of Cikakak Tourist Village is carried out through a series of strategies focused on community empowerment based on local wisdom. The empowerment approach based on local wisdom aims to maximize the utilization of natural wealth, cultural heritage, as well as local skills and knowledge passed down through generations. The strategies implemented include preserving religious and cultural activities as the identity of Cikakak Tourist Village, innovating craft and culinary products unique to Cikakak Tourist Village, and promoting Cikakak Tourist Village through social media, collaboration, and participation in tourist village competitions.
Music and Women's Fight Against Gender Injustice in Voice of Baceprot’s 'PMS' Lyrics Rakhmat Agung Pramadani; Arizal Mutahir; Wiman Rizkidarajat
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ye06qg96

Abstract

Music, as a form of literature, can serve as a medium for critiquing social phenomena, including gender inequality. The gender inequality experienced by women is extremely detrimental and has a negative impact on them. Voice of Baceprot, a hijab-wearing female metal band from Garut, West Java, is one of the musicians who use their song lyrics to deconstruct the phenomenon of gender inequality. The purpose of this study is to identify the meaning and message contained in the lyrics of the song “PMS” by Voice of Baceprot in the context of women's struggle against gender inequality. The method of this study is descriptive qualitative, using Sara Mills' critical discourse analysis approach. The research data consists of the lyrics contained in the song PMS by Voice of Baceprot. Data collection techniques were carried out by repeatedly listening to the song and noting down the lyrics. The collected data was then analyzed using Sara Mills' Critical Discourse Analysis theory. The results of the study show that the lyrics contained in this song express women's rejection and resistance as subjects against patriarchal society as objects. Readers or listeners are positioned by the author through the lyrics as being in two positions: either as those who fight for women's freedom or as those who perpetuate injustice against women. Keywords: Woman, Oppresion, Voice of Baceprot.
Environmentally Sound Community Empowerment Dimas Rahman Rizqian; Muslihudin; Arizal Mutahir
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 1 (2025): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v9i1.2447

Abstract

This research aims to explain the empowerment of environmentally conscious communities through waste management implemented by the Banyumas Regency Government. This study used qualitative research methods. The targets of this research are parties directly related to waste management policies in Banyumas Regency who were selected purposively. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. Data analysis process. Data analysis in this study was carried out using on going analysis (interactive). The results of the study found that the Banyumas community has a waste management capacity that has a cash flow of millions of rupiah. Then, the people of Banyumas have a responsibility to partner with community members in overcoming the waste problem and meeting their daily needs. This is reflected in the operationalization carried out by the community and financed by the community itself.
Pemaknaan dan Pembentukan Citra Profesional Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirmman di LinkedIn Rajiv Umardi, Muhammad; Mutahir, Arizal; Hariyadi; Santosa, Imam
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman terhadap citra profesional yang ada di LinkedIn. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam membentuk citra profesional yang ada di LinkedIn. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman memaknai citra profesional dari kombinasi aspek internal, eksternal, dan digital. Aspek internal yang paling utama adalah sikap bertanggung jawab, aspek eksternal berupa kemampuan seseorang dalam membentuk aspek visual di LinkedIn, menggunakan foto profil dengan pakaian formal salah satunya. Kemudian aspek digital berupa tindakan menjaga dan mengikuti norma bersosial media terutama di LinkedIn. Personal branding juga termasuk kemampuan yang harus dimiliki dalam aspek digital. Selain itu, mahasiswa juga memiliki beberapa strategi dalam membentuk citra di LinkedIn yang berasal dari pemahaman mahasiswa dalam menangkap simbol-simbol melalui interaksi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika mahasiswa dalam memaknai dan membentuk citra profesional di LinkedIn.