Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

URGENSI TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI bayu wijayanto
JURNAL GEOGRAFI Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.417 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol6-iss1/178

Abstract

Kebutuhan akan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di zaman globalisasi ini bukan hal yang dapat dikesampingkan. Kebutuhan dalam pemenuhan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting. Bagi seorang guru, pengetahuan teknologi (technological knowledge) merupakan kompetensi yang harus dikuasai guna mendukung peningkatan dalam proses pembelajaran. Untuk mengemas pembelajaran seperti ini diperlukan kompetensi khusus bagi seorang guru. Tidak cukup hanya materi pembelajaran (content), atau kemampuan merancang pembelajaran (pedagogic) tetapi harus mampu menggabungkan keduanya yang kemudian dikolaborasikan dengan kemampuan dalam pemanfaatan teknologi (technological). Kemampuan inilah yang disebut dengan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge). kerangka TPACK terdiri dari tujuh komponen pengetahuan, yaitu: Content Knowledge (CK); Pedagogical Knowledge (PK); Technological Knowledge (TK); Pedagogical Content Knowledge (PCK); Technological Content Knowledge (TCK); Technological Pedagogical Knowledge (TPK); dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Pembelajaran geografi yang merupakan ilmu untuk membangun dan mengembangkan pemahaman peserta didik tentang variasi dan organisasi spasial masyarakat, tempat dan lingkungan pada muka bumi, akan sangat terbantukan dengan adanya kerangka TPACK yang dimiliki oleh guru. Peserta didik terdorong untuk memahami aspek dan proses fisik yang membentuk pola muka bumi, karakteristik dan persebaran spasial ekologis dipermukaan bumi dengan adanya sistem informasi
ANALISIS TINGKAT KESIAPSIAGAAN TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DI SMP NEGERI KOTA PARIAMAN bayu wijayanto; Lailatur Rahmi
JURNAL GEOGRAFI Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.882 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol8-iss1/320

Abstract

Kota Pariaman merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat yang rentan dengan bencana gempa bumi. Besarnya jumlah korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa bumi menyebabkan Pemerintah Kota Pariaman mencanangkan wawasan tanggap bencana harus diterapkan di semua instansi pendidikan termasuk pada sekolah menengah pertama. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis tingkat kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi di Sekolah Menengah Pertama Kota Pariaman, guna megurangi dampak yang ditimbulkan bencana gempa bumi tersebut. Metode yang dilakukan untuk analisis tingkat kesiapsiagaan adalah metode campuran yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif dengan teknik survei. Metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi di sekolah menengah pertama Kota Pariaman, sedangkan metode kualitatif digunakan utuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan sekolah menengah pertama dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi di Kota Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan bencana gempa bumi di SMP Negeri se Kota Pariaman masih dalam kategori rendah. Kesembilan sekolah menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam menghadapi bencana gempa bumi. Hasil dari penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan bagi Dinas Pendidikan Kota Pariaman untuk membuat kebijakan dalam mengelola sekolah tanggap bencana. Kata Kunci: Bencana, Gempa Bumi, Kesiapsiagaan
ANALISIS SPASIAL SEKOLAH DASAR DI KOTA PARIAMAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Azhari Syarief; bayu Wijayanto
JURNAL GEOGRAFI Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.727 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol8-iss1/321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran Sekolah Dasar di Kota Pariaman, mengetahui jarak rata-rata antara permukiman dengan Sekolah Dasar di Kota Pariaman, dan mengetahui aksesibilitas Sekolah Dasar di Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan analisis spasial yaitu analisis tetangga terdekat, analisis jarak dan analisis tumpang susun beberapa data spasial. analisis tersebut membutuhkan data titik kordinat yang dikumpulkan dengan survey langsung ke lapangan dan data statistik yang di gambarkan dalam bentuk data spasial. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa persebaran sekolah dasar di Kota Pariaman terdiri dari dua jenis yaitu menyebar secara merata dan tidak beraturan acak. Berdasarkan analisis jarak wilayah tangkapan sekolah dasar pada setiap sekolah di masing-masing kecamatan terluas di kecamatan Pariaman Selatan yaitu 1,2 km2, dan terkecil adalah di kecamatan Pariaman Tengah yaitu 0,63 km2.
SILENT SIMULATION: THE ABILITY OF GEOGRAPHY EDUCATION STUDENTS TO DO A HORIZONTAL EVACUATION TO A TSUNAMI SAFE ZONE IN PADANG CITY Nofrion Nofrion; Bayu Wijayanto; Rahmanelli Rahmanelli; Rery Novio; Surtani Surtani; Khairani Khairani; Mohammad Zohir Ahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 13, No 1 (2021): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v13i1.20272

Abstract

This article was written to explain the ability of Geography Education students to do horizontal evacuation to a tsunami safe zone in Padang City and a silent simulation as an alternative of horizontal evacuation. In this research, respondents were asked to do horizontal evacuation in 3 ways, that is walking, power walking and running. The measurement result data were analyzed and compared with the estimated arrival time of tsunami wave in three scenarios based on gender. The results of the research are 1) 47.76 % of respondents did not know the nearest tsunami safe zone from their places; 2) if the earthquake and tsunami scenarios 1 and 2 occurred, the recommended horizontal evacuation technique was running. Silent simulation is a horizontal evacuation simulation carried out independently by residents without waiting for the simulation schedule by the government or related institutions. Silent simulation can be done alone, with family, or with the closest neighbours and combined with daily activities such as marathons or jogging. Through this silent simulation practice, residents can find out the most appropriate evacuation method and the fastest evacuation route to the nearest tsunami safe zone from their respective homes.Keywords: silent simulation, geography education, tsunami safe zone, PadangArtikel ini ditulis untuk menjelaskan kemampuan mahasiswa Pendidikan Geografi dalam melakukan evakuasi horizontal ke zona aman tsunami di Kota Padang dan silent simulation sebagai alternatif evakuasi horizontal. Dalam penelitian ini, responden diminta melakukan evakuasi horizontal dengan 3 cara, yaitu jalan kaki, jalan cepat dan lari. Data hasil pengukuran dianalisis dan dibandingkan dengan perkiraan waktu tiba gelombang tsunami pada tiga skenario berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian adalah 1) 47,76% responden tidak mengetahui zona aman tsunami terdekat dari tempatnya; 2) jika terjadi gempa bumi dan tsunami skenario 1 dan 2, maka teknik evakuasi horizontal yang direkomendasikan adalah berjalan. silent simulation merupakan simulasi evakuasi horizontal yang dilakukan secara mandiri oleh warga tanpa menunggu jadwal simulasi oleh pemerintah atau instansi terkait. silent simulation bisa dilakukan sendiri, bersama keluarga, atau dengan tetangga terdekat dan dipadukan dengan aktivitas sehari-hari seperti maraton atau jogging. Melalui latihan silent simulation ini, warga dapat mengetahui metode evakuasi yang paling tepat dan jalur evakuasi tercepat menuju zona aman tsunami terdekat dari rumah masing-masing.Kata Kunci: Silent simulation, Pendidikan geografi, Zona aman tsunami, Padang
Analisis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Guru Geografi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat Nofrion Nofrion; Bayu Wijayanto; Ratna Wilis; Rery Novio
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i2.9070

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi TPACK Guru Geografi di Kabupaten Solok. Data dalam artikel ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan 16 orang Guru yang terdiri dari data kompetensi TPACK guru dalam hal penguasaan materi, pemanfaatan media dan teknologi dalam pembelajaran serta kompotensi pedagogik yang dilihat dari dokumen perencanaan pembelajaran/RPP dan kinerja dalam pelaksanaan pembelajaran. Data didapatkan dengan Paket Soal Tes Penguasaan Materi yang valid, Lembar Observasi Pemanfaatan Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, Lembar Observasi Pembelajaran serta Lembar Check List untuk analisis Dokumen. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPACK – Content Knowledge Guru Geografi di Kabupaten Solok berada pada kategori sedang atau pada nilai rata-rata 51. Soal materi kelas X adalah soal paling sulit bagi guru. Hasil TPACK – Technology guru Geografi menunjukkan kategori sedang. Namun, terindikasi media presentasi yang ditampilkan adalah hasil modifikasi dari media yang sudah dibuat orang lain. Sedangkan TPACK – Pedagogic Guru berdasarkan kinerja  dalam pelaksanaan pembelajaran memiliki rata-rata 80,79 atau berada pada kategori sedang dengan tingkat relevansi komponen RPP dengan Standar Proses adalah 100%. Berdasarkan data di atas maka perlu diberikan pembinaan untuk meningkatkan penguasaan materi kelas X bagi guru. Lalu, pelatihan untuk merancang media presentasi pembelajaran berbasis Ms. Office Power Point dan lain-lain hasil karya sendiri serta penguatan dalam merancang RPP berdasarkan karakteristik siswa di sekolah masing-masing.Kata Kunci: Kompetensi TPACK, Pembelajaran Geografi This article was written to find out and analyze Geography Teacher’s TPACK competence in Solok Regency. The data in this article was obtained from a study involving 16 teachers consisting of teachers’ TPACK competency data in terms of materials mastery, media and technology utilization in learning and also pedagogical competence which is seen from lesson plan/RPP and performance in learning implementation. Data were obtained with valid Material Mastery Test Package, Observation Sheet of Media and Technology Utilization in Learning, Learning Observation Sheet and Checklist Sheet for Document analysis. Data were analyzed by quantitative descriptive. The results showed that TPACK - Content Knowledge of Geography Teachers in Solok Regency was in the medium category or in the average score of 51. The question of class X materials is the most difficult thing for teachers. The result of TPACK – Technology of Geography teacher shows medium category. However, it is indicated that media presentation which is displayed is the result of modifications from the media that has been created by others. Moreover, TPACK - Pedagogic of teacher based on performance in learning implementation have average 80,79 or in medium category, with RPP component relevance level with Standard Process is 100%. Based on the data above, it is necessary to provide coaching to improve mastery of class X materials for teachers. In addition, the training to design their own instructional media presentation based on Ms. Office Power Point etc. and also strengthening in designing RPP based on the characteristics of students in each school.Keywords: Geography Learning, Geography Teacher, TPACK Competency
Content Analysis of Geography Subject based on Olimpiade Sains NasionaL (OSN) Insenior High School of Padang City Bayu Wijayanto; Dian Adhetya
Journal of Learning Improvement and Lesson Study Vol 1 No 1 (2021): JLILS (June Edition)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.902 KB) | DOI: 10.24036/jlils.v1i1.6

Abstract

Education in 21st century emphasizes the way of thinking HOTS (high Order Thinking Skill) to improve individual ability to survive in the face of global competition. HOTS learning is comprehensively tested in OSN (National Science Olympiad). Geography learning that is currently applied in Padang City does not fully have components that support 21st Century Education trends. The objective of this study is to identify material gaps tested in OSN with geography learning material in senior high schools of Padang City. The study was carried out using a descriptive qualitative approach, by analyzing the relationship between Geography syllabus content in OSN and geography learning content which applied in senior high schools of Padang City. The findings after the identification process are used as a basis to develop OSN-based learning supplements. The results of the study show that 29% of the class X geography content tested on OSN has not been included in learning content which has been applied in schools, especially physical geography. Practicum activities that should support cognitive aspects have not been well described in geographic content. Learning supplements have been compiled and focused on physical geography content, especially geomorphology and oceanography. Practicum modules are also to instill HOTS thinking and improve student skills that are useful in the era of intense utilization of geographic information systems. The expertise built through the modules that have been compiled includes mapping capabilities; investigative ability; and the ability to read, analyze, and interpret graphic data.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA: SYSTEMATIC REVIEW Bayu Wijayanto; Fajar Wulandari
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 2 (2023): VOLUME 8 NUMBER 2 MEI 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i2.4285

Abstract

Perkembangan zaman serta IPTEK yang terjadi pada saat ini memberi berbagai pengaruh dalam kehidupan, tanpa terkecuali dunia pendidikan. Program MBKM merupakan suatu usaha pemerintah untuk mempersiapkan penerus bangsa agar dapat bersaing menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menganalisis keberlangsungan program MBKM yang telah dialoikasikan kepada perguruan tinggi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu studi kepustakaan dengan systematic review. Systematic review digunakan untuk mengetahui kondisi berbagai riset implementasi MBKM di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Berdasarkan hasil penelitian pada 67 artikel terkait implementasi MBKM, dapat disimpulkan beberapa point. Pada aspek persepsi mahasiswa, mereka menilai beberapa kampus telah melaksanakan program MBKM dengan baik, tetapi masih ada pemahaman mahasiswa tentang MBKM masih rendah. Sosialisasi MBKM baik secara online melalui kanal kemendikbud maupun secara langsung dari masing-masing universitas diperlukan sebagai bentuk pemerataan informasi MBKM. Harapan dari kebijakan ini yaitu terlaksanakannya program secara baik dan menyeluruh. Namun, Beberapa universitas mengimplementasikan MBKM dengan tantangan dan kendala yang dihadapi dalam hal penyesuaian kurikulum, penyesuaian sistem informasi akademik, dan masalah pendanaan bagi mahasiswa.
Sosialisasi Penggunaan Geo-Augmented Reality untuk Pembelajaran Geografi bagi Guru MGMP Geografi di Sumatera Barat Arie Yulfa; Ernawati Ernawati; Dian Adhetya Arif; Bigharta Bekti Susetyo; Bayu Wijayanto; Adek Andreas; Firma Maulidna; M. Mursyid Alfahri
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i3.445

Abstract

Relevant media is needed to support the achievement of indicators in the learning process. The purpose of making the Geo-Augmented Reality SOP module is that schools will be skilled in using and utilizing Geo-AR media in geography learning. This Geo-AR media really helps students and teachers to understand teaching material better and it is hoped that making modules in the use of Geo-AR can make it easier for Geo-AR media users. So, it is necessary to develop Standard Operating Procedures (SOP) based on 4D development that support learning. The aspect of internalizing understanding of material and values ​​will increase as the Geo-AR media used can be felt and used by students in 4 Dimensional form. Devotion in the form of developing SOP Geo-AR is used to make it easier to prepare learning designs that can provide an overview of field conditions in real time. Making this media-based learning module is urgently needed to achieve indicators of achievement in the geography learning process that has been designed. The results of this development are module products, training and socialization to community service partner schools.
Cengkok Sindhenan Pada Parikan Karawitan Tari Topeng Lengger Wonosobo Versi Ngadini Grup Sinar Budaya Klowoh Wonosobo Mellinia Nurlaela Milinium; Sutrisni Sutrisni; Bayu Wijayanto
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi berjudul “Cengkok Sindhenan Pada Parikan Karawitan Tari Topeng Lengger Wonosobo Versi Ngadini Grup Sinar Budaya Klowoh Wonosobo”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian parikan dengan garap sindhenan dan mengetahui cengkok sindhenan parikan pada iringan karawitan Tari Topeng Lengger Wonosobo versi Ngadini. Ngadini adalah sindhen Tari Lengger yang senior dan masih aktif sering pentas dengan Grup kesenian Tari Lengger yang berada di Wonosobo maupun luar wilayah Wonosobo.Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dan menggunakan metode kualitatif dengan mengacu pada wawancara, observasi, diskografi dan studi pustaka. Analisis terfokus pada tekstual lagu dan cakepan dalam konteks pertunjukan lengger untuk mengidentifikasi ciri-ciri dan pola yang khas sebagai gaya penyajian parikan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cengkok sindhenan pada parikan krawitan Tari Topeng Lengger Wonosobo versi Ngadini. Cengkok Ngadini terkesan lugu lebih banyak menggunakan gregel atau akseuntasi, hal ini merupakan ciri khas sindhenan Ngadini yang dipertegas dengan dialek parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo. Ngadini sering menambahkan wangsalan maupun abon-abon, hal ini dimaksudkan agar sindhenan terkesan tidak monoton. Cengkok Sindhenan On Parikan Karawitan Lengger Mask Dance Wonosobo Version Of Ngadini Klowoh Cultural Light Group WonosoboThe thesis entitled “Cengkok Sindhenan on Parikan Karawitan, Lengger Wonosobo Mask Dance, Ngadini Version of the Sinar Budaya Klowoh Group, Wonosobo”. This study aims to find out how the parikan is presented by working on sindhenan and knowing the crooked sindhenan parikan in the karawitan accompaniment of Ngadini's version of the Mask Lengger Wonosobo dance. Ngadini is a senior Lengger dance singer who is still active and often performs with the Lengger dance art group in Wonosobo and outside the Wonosobo area.This research is descriptive analysis in nature and uses qualitative methods with reference to interviews, observation, discography and literature study. The analysis focuses on the textual song and cakepan in the context of the lengger performance to identify the distinctive features and patterns as the style of parikan presentation.The results of this study indicate that the crooked sindhenan of the Ngadini version of the Krawitan Mask Dance Lengger Wonosobo parikan. Cengkok Ngadini seems naïve to use more gregel or accents, this is a characteristic of Ngadini's sindhenan which is emphasized by the parikan dialect of the Wonosobo Lengger Mask Dance. Ngadini often adds wangsalan or shredded floss, this is so that sindhenan doesn't seem monotonous.
Pengaruh model pembelajaran Exo Olo Task berbantuan live worksheets terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Mariana, Irma; Sumarmi, Sumarmi; Mutia, Tuti; Astina, I Komang; Wijayanto, Bayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i12p1316-1330

Abstract

Critical thinking skills are key for students when studying geography, so researchers provide an effective model to improve students' critical thinking skills that are lacking in the learning process. This research uses the Exo Olo Task model because of several backgrounds. These backgrounds are (1) This model can develop critical thinking skills through Olo tasks including C4-C6, (2) This model has the advantage of being centered on student activities to learn basic and advanced learning activities that are by curriculum 13 learning, and (3) Teachers and students can easily understand this model because it features a simple learning syntax. This study aims to determine the effect of the Exo Olo Task learning model assisted by Live Worksheets on the critical thinking skills of high school students. This research uses a quantitative approach and a quasi-experiment type of research. The design in this study used a pretest-posttest control group design. This study uses subjects according to class determination derived from the average daily assessment of almost equal students, obtained the experimental class in class XI IPS 2 and the control class in XI IPS 3. Case study essay test with 5 questions made according to indicators of critical thinking skills. Data analysis techniques using t-tests must meet the criteria of normally distributed and homogeneous data. Based on the results of the t test calculation, the Sig (2-tailed) value is 0.000 and the probability value is 0.005. These results are following the decision making H1 is rejected and H0 is accepted. That means that there is an effect of the Exo Olo Task learning model assisted by Live Worksheets on the critical thinking skills of high school students. Kemampuan berpikir kritis ialah kunci bagi siswa ketika mempelajari geografi, sehingga peneliti memberikan model yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang di rasa kurang dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model Exo Olo Task karena beberapa latar belakang. Latar belakang tersebut yaitu (1) Model ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui tugas Olo meliputi C4-C6, (2) Model ini memiliki keunggulan yaitu berpusat pada aktvitas siswa mempelajari kegiatan pembelajaran dasar serta lanjutan yang sesuai dengan pembelajaran kurikulum 13, serta (3) Guru dan siswa dapat mudah memahami model ini karena menampilkan sintaks pembelajaran yang sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Exo Olo Task berbantuan Live Worksheets terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Dasar penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian quasi experiment. Rancangan pada pada penelitian ini menggunakan pretest-posttest control grup design. Penelitian ini menggunakan subjek sesuai penentuan kelas yang berasal dari rata-rata penilaian harian siswa yang hampir setara, diperoleh kelas eksperimen di kelas XI IPS 2 serta kelas kontrol di XI IPS 3. Tes esai studi kasus dengan 5 soal yang dibuat sesuai indikator kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji-t yang harus memenuhi kriteria data berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai probabilitas sebesar 0,005. Hasil tersebut sesuai dengan pengambilan keputusan H1 ditolak dan H0 diterima. Hal Itu artinya bahwa ada pengaruh model pembelajaran Exo Olo Task berbantuan Live Worksheets terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA.