Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Produk Roti dalam Pola Konsumsi Pangan dan Keberadaan Label Halal dalam Keputusan Konsumsi Masyarakat (Kasus: Kota Bogor) Silmy Kania Rizka; Yeti Lis Purnamadewi; Neneng Hasanah
AL-MUZARA'AH Vol. 6 No. 1 (2018): AL-MUZARA'AH (June 2018)
Publisher : Department of Islamic Economics, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.769 KB) | DOI: 10.29244/jam.6.1.15-27

Abstract

The pattern of bread consumption has increased significantly compared to the increase in the average in rice consumption. However, the increase in bread consumption was not balanced by the increase in the producers’ awareness to have halal certificate. Meanwhile, halal certified products are  only about 11.6% of the total existing products in Indonesia. For this reason, this study aims to analyze the consumption pattern of bread products, consumer’s perceptions of the halal labels and their influence on the decision to purchase halal-labeled bread products , and factors that influence the decision. The method used in this research are logistic regression and qualitative descriptive. The results of the analysis shows that bread products are the second source of carbohydrates after rice and the higher the income class have a higher level of bread product consumption. Based on the consumer’s perception, the existence of the halal label in packaging of bread products is a main consideration in the decision of purchasing bread products for most of households consumers, but the perception and a fact of the purchasing have not been consistent. The results of the logistic regression analysis shows that the variable of halal awareness, duration of education, dummy of origin area, and dummy of lower income class significantly affect the decision of bread products consumption.
GENDER EQUALITY IMPACT ON FOREIGN DIRECT INVESTMENT GROWTH OF ASEAN COUNTRIES Vernanda Fairuz; Muhammad Findi Alexandi; Yeti Lis Purnamadewi
AFEBI Economic and Finance Review Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.757 KB) | DOI: 10.47312/aefr.v4i02.262

Abstract

ASEAN become one of the main destination location for Foreign Direct Investment (FDI) however its FDI growth showed a declining trend. On the other hand, gender equality of this region keep progressing over time and surpassed the global average gender equality index. This paper examined the effect of gender equality on the growth of foreign direct investment inflows using static panel model for eight ASEAN countries for 2010-2016 period. Our result showed that gender equality could boost the FDI inflow growth through the increase of labor force participation and tertiary education. Labor force participation able to enhance the effort of boosting FDI growth through the macroeconomic channel such as GDP growth, infrastructure, inflation, interest rate and exchange rate.
Evaluasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor Periode 2015-2018. Ulul Hidayah; Sri Mulatsih; Yeti Lis Purnamadewi
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): JSHP (JURNAL SOSIAL HUMANIORA DAN PENDIDIKAN)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v3i2.676

Abstract

BUMDes is a village development innovation that aims to strengthen the economy of the village community, but its success has not looked good enough in many villages. So this study aims to evaluate the process of forming and implementing BUMDes in Pagelaran Village for 3 years. This research method uses qualitative descriptive analysis. Data were obtained through interviews with selected respondents and BUMDes documents. The results showed that the process of establishing Harapan Jaya BUMDes was in accordance with applicable rules. Although at the beginning of the establishment of the management structure the BUMDes were not in accordance with the rules but had been corrected after one year. The implementation of BUMDes Harapan Jaya 2015-2016 experienced bankruptcy because of the lack of commitment from the management. Afterward, the implementation of Harapan Jaya BUMDes had planned to establish six business units in 2017, yet only four business units could be realized until the end of 2018. These business units have not been able to empower the community and reduce the unemployment rate in Pagelaran Village because the total employments of these business units are only 20 people. BUMDes turnover is good, but the profit obtained is very small so it has not been able to contribute to the Village Original Income.
Analisis Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Dalam Rangka Perencanaan Kawasan Agropolitan di Kota Padang Ilham Martadona; Yeti Lis Purnamadewi; Mukhamad Najib
Jurnal Bisnis Tani Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Bisnis Tani Desember 2016
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.922 KB) | DOI: 10.35308/jbt.v2i2.524

Abstract

Padang has a potential natural resources and land to develop the agricultural commodities, especially food crops which has total area of 23,158 hectares or 69.30 percent of total agricultural land. There are several types of food crops (rice, maize, cassava, sweet potatoes and peanuts) that cultivated in Padang and scattered in some producing regions. Based on the background of the study the purpose of this study are to analyze leading commodity of crops in order to develop agropolitan in Padang. The analytical method is Location Quotient (LQ). Based on LQ analysis shows that crop become the leading commodity in Padang is paddy. Therefore paddy is the main commodity in the development of agropolitan.
Pengembangan Pertanian dalam Mengurangi Ketimpangan Desa-Kota Menuju Penguatan Ekonomi Jawa Barat: Agricultural Development In Reducing Rural-Urban Inequality Towards Strengthening The Economy Of West Java Dahri Tanjung; Agit Kriswantriyono; Yulia Puspadewi Wulandari; Didik Suharjito; Yeti Lis Purnamadewi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 8 No. 1 (2023): Pemberdayaan Masyarakat berbasis Inovasi Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan pembangunan ekonomi Jawa Barat saat ini adalah masih tingginya ketimpangan yang terjadi antara pembangunan ekonomi di perkotaan dan pedesaan. Tahun 2022 terdapat 3.285 rural/desa dan 2.672 urban/perkotaan di Jawa Barat. Ada sebanyak 4,07 juta (7,98%) penduduk miskin di Jawa Barat, yang menyebar di pedesaan sebanyak 1,03 juta (9,75%) lebih tinggi daripada jumlah penduduk miskin di perkotaan yang sebanyak 3,02 juta (7,52%). Ketimpangan ini penting untuk segera diatasi, karena telah menjadi penyebab terus meningkatnya urbanisasi dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengembangan potensi ekonomi sektoral perdesaan untuk penguatan pembangunan ekonomi dan kehidupan yg berkelanjutan. Metode penelitian yang dilakukan adalah survey lapang ke beberapa desa di wilayah up-land-dan low-land Jawa Barat. Data primer dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode Sustainable Lifelihood Approach (SLA). Metode ini akan menilai perbedaan akses masyarakat pada aset: (1) aset sumberdaya alam (SDA), (2) sumber daya manusia (SDM), (3) sumberdaya ekonomi/finansial, (4) sumberdaya fisik/infrastruktur, dan (5) aset sumberdaya sosial. Hasil penelitian menunjukkan peran penting dari sumberdaya alam di pedesaan (pertanian dan laut). Sehingga pemanfaatannya menjadi potensi utama pendorong ekonomi desa. Namun keterbatasan pengetahuan dan keahlian SDM masih menjadi penghambat pengembangannya. Pada sisi sistem agribisnis, sumberdaya finansial seperti permodalan masih menjadi kendala bagi produsen. Peran pedagang perantara/agen/perusahaan menjadi sangat penting. Sementara peran pemerintah desa masih minim terkait pengembangan produk, lebih banyak peran pemerintah kota/Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Peran BUMDES terhadap pengembangan produk unggulan desa juga terbilang minim. Dari sisi tipologi desa, wilayah dengan ciri lowland lebih kondusif dalam pengembangan agribisnis pertanian dilihat berdasarkan indikator SDM, SDI dan SDE. Sementara desa dengan tipologi upland cenderung kondusif berdasarkan indikator SDA dan SDS. Dengan demikian implikasi penelitian ini adalah: diperlukannya peningkatan potensi SDM agar mampu meningkatkan kualitas usaha tani yang lebih professional; diperlukannya peningkatan infrastruktur pendukung pengembangan komoditi unggulan di desa; serta diperlukannya dukungan pemerintah desa dengan pendampingan kepada pelaku usaha.
Dampak Korupsi Terhadap Produktivitas di Negara-Negara Middle Income Trap (MIT): BPS, Institut Pertanian Bogor Leran Putri, Mutiara Virgia; Purnamadewi, Yeti Lis
Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jekp.13.1.2024.60-79

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh korupsi terhadap produktivitas di negara-negara yang terjebak dalam Middle-Income Trap (MIT). Penelitian ini menggunakan data panel dari tahun 2003 hingga 2019 mencakup 50 negara yang dikonfirmasi terjebak dalam MIT berdasarkan berbagai definisi dalam penelitian Pruchnik dan Zowczak (2017). Produktivitas diproksikan dengan Total Factor Productivity (TFP), sedangkan untuk menggambarkan tingkat korupsi menggunakan Control of Corruption index. Temuan menunjukkan adanya dampak negatif yang signifikan dari korupsi terhadap produktivitas di negara-negara yang terjebak dalam MIT, sesuai dengan hipotesis "sand on the wheel". Selain itu, berdasarkan nilai perkiraan pertumbuhan TFP, Tiongkok memiliki kemungkinan paling besar untuk lepas dari MIT dibandingkan dengan negara-negara lain yang diteliti. Studi ini juga menggunakan regresi dengan instrumental variabel (IV) untuk mengantisipasi adanya masalah endogenitas antara korupsi dan produktivitas dan menunjukkan hasil yang konsisten dengan temuan sebelumnya. Oleh karena itu, penanganan korupsi harus menjadi prioritas dalam upaya suatu negara keluar dari MIT, karena hal ini berpotensi meningkatkan produktivitas negara tersebut.
Keuangan Inklusif antar Provinsi di Indonesia dan Hubungannya dengan Ketimpangan Pendapatan Siregar, Malik Abdul Azis; Rindayati, Wiwiek; Purnamadewi, Yeti Lis
Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.88252

Abstract

Abstrak. Keuangan inklusif merupakan sistem keuangan yang memberikan dukungan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat mengakses keuangan. Pada kenyataan, akses keuangan tidak dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, seperti akses keuangan yang tidak merata, ketersediaan layanan dan infrastruktur yang tiduk mendukung. Hal inilah yang kemudian menjadi tantangan sekaligus untuk menjawab tujuan bagaimana mengukur indeks inklusi keuangan antar provinsi di Indonesia, menganalisis determinan inklusi keuangan dan menganalisis hubungan inklusi keuangan dan ketimpangan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi Tobit, analisis tipologi klassen dan analisis kausalitas granger. Indeks inklusi keuangan antar provinsi di Indonesia berada pada kategori rendah, kecuali DKI Jakarta, Bali dan Kalimantan Selatan masuk dalam kategori sedang. Hasil estimasi determinan inklusi keuangan ditemukan bahwa pengangguran, internet, ponsel, laju pertumbuhan dan rasio jalan berpengaruh terhadap inklusi keuangan.Abstract.Inclusive finance is a financial system that provides support for low-income people to be able to access finance. In reality, financial access is not enjoyed by all levels of society, such as unequal financial access, inadequate availability of services and infrastructure. This then becomes a challenge as well as to answer the objectives of how to measure the financial inclusion index between provinces in Indonesia, analyze the determinants of financial inclusion and analyze the relationship between financial inclusion and inequality. This research uses Tobit regression analysis, Klassen typology analysis and Granger causality analysis. The financial inclusion index between provinces in Indonesia is in the low category, except for DKI Jakarta, Bali and South Kalimantan which are in the medium category. The estimation results of the determinants of financial inclusion found that unemployment, internet, mobile phones, growth rate and road ratio have an influence on financial inclusion
APLIKASI SISTEM PEMUPUKAN BIOPORI BAMBU RAMAH LINGKUNGAN MENDUKUNG PRODUKTIVITAS KEBUN BUAH DI DESA RUNDING, KABUPATEN MADINA Tanjung, Dahri; Putra, Bramanda Winiar; Purnamadewi, Yeti Lis; Hidayat, Rahmat
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 9 No. 2 (2024): Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepuluh tahun belakangan ini Desa Runding, Kabupaten Madina dikenal sebagai daerah sentra buah papaya, durian dan lainnya. Namun karena serangan penyakit, hampir semua tanaman pepaya masyarakat mati. Untunglah petani sudah sejak lama mengusahakan lahannya dengan berbagai tanaman selain papaya, seperti pisang, lengkeng, durian dan rambutan. Namun karena iklim yang semakin berubah, beberapa tanaman tersebut perlu mendapat perhatian terutama mengenai pupuk dan pengairannya. Petani durian melakukan penanaman, penyiraman, pemupukan, serta penyemprotan hama secara manual. Disamping itu keberadaan pupukpun sering langka dan harganya semakin mahal. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan kegiatan ini adalah melakukan inovasi sistem pemupukan biopori-sludge. Sistem ini menggunakan lubang resapan sebagai jalannya pupuk dan air agar dapat diserap akar dengan baik. Penggunaan pupuk organic dalam kegiatan ini berasal dari limbah hewan ternak milik warga sekitar. Pembuatan lubang biopori menggunakan besi pengebor tanah manual yang dirancang untuk mempermudah petani. Desain yang ramping dari alat ini memudahkan pergerakan dari suatu tempat ke menuju tempat yang lain. Adanya alat dan sistem ini dapat membantu proses penanaman dan pemupukan durian di Desa Runding. Adanya kegiatan ini memberikan dampak penerapan eco-farming yang berkelanjutan sehingga penanaman durian dan buah lainnya yang dilakukan di Desa Runding lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Faktor Pendorong dan Analisis Klaster Kebahagiaan di Indonesia: BPS, Institut Pertanian Bogor Ramadhani, Atika Prissila; Purnamadewi, Yeti Lis
Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jekp.13.2.2024.105-115

Abstract

Kesejahteraan merupakan salah satu tujuan pembangunan negara. Pengukuran keberhasilan pembangunan negara seringkali menggunakan ukuran moneter, seperti produk domestik bruto (PDB). Akan tetapi, PDB berpotensi mengabaikan aspek-aspek yang berkontribusi pada kualitas hidup dan kebahagiaan seseorang. Tesis ini berfokus untuk mengkaji faktor-faktor pendorong kebahagiaan di Indonesia dan mengkategorikan provinsi-provinsi tersebut ke dalam kategori-kategori yang memiliki karakteristik yang serupa agar kebijakan dapat lebih tepat sasaran dan efisien. Indeks kebahagiaan Indonesia yang dihasilkan dari survei kebahagiaan tahun 2021 dianalisis menggunakan metode statistik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien Gini berpengaruh negatif terhadap kebahagiaan, dan PDB per kapita memiliki pengaruh positif. Tesis ini selanjutnya mengkategorikan 34 provinsi di Indonesia ke dalam 3 kategori tingkat tinggi, rendah, dan sedang dari nilai masing-masing indikator. Dari hasil tersebut, pemerintah dapat memfokuskan kebijakan terkait ketimpangan antar daerah dan PDB per kapita, berdasarkan karakteristik masing-masing klaster.
Developing a Logic Model for Evaluating Women's P2P Lending Programs : Pengembangan Logic Model untuk Mengevaluasi Program P2P Lending Perempuan Primadhita, Yuridistya; Effendi, Jaenal; Purnamadewi, Yeti Lis; Firdaus, Muhammad
EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 01 (2025): Ekomabis Edisi Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/ekomabis.v6i01.2336

Abstract

Financial inclusion remains a significant challenge for women entrepreneurs in Indonesia, particularly in rural areas where access to formal financial institutions is limited. Peer-to-peer (P2P) lending has emerged as an alternative financing solution, with platforms like Amartha pioneering fintech lending specifically for women. Purpose: This study aims to evaluate the effectiveness of women-focused P2P lending programs in enhancing financial inclusion and examine the relationship between inputs, outputs, outcomes, and impacts in the P2P lending model. Methodology: The study employs qualitative analyses by logic model to provide a comprehensive evaluation of Amartha’s women-focused P2P lending program. Findings: This study finds that Amartha's P2P lending model expands women's access to capital and improves their well-being. Originality: This study using the logic model to assess the impact of women-focused P2P lending programs, particularly in terms of inputs, outputs, outcomes, and impacts on women’s economic empowerment and financial inclusion. Inklusi keuangan masih menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha perempuan di Indonesia khususnya di daerah pedesaan, dimana akses terhadap lembaga keuangan formal masih terbatas. Peer-to-peer (P2P) lending muncul sebagai solusi alternatif pembiayaan dengan platform seperti Amartha yang memelopori pinjaman fintech khusus untuk perempuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program P2P lending yang berfokus pada perempuan dalam meningkatkan inklusi keuangan dan menganalisis hubungan antara input, output, outcome, dan dampak P2P lending. Metodologi: Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan model logika untuk memberikan evaluasi komprehensif terhadap program pinjaman P2P Amartha yang berfokus pada perempuan. Temuan: Studi ini menemukan bahwa model pinjaman P2P Amartha memperluas akses perempuan terhadap modal dan meningkatkan kesejahteraan. Orisinalitas: Studi ini menggunakan model logika untuk menilai dampak program pinjaman P2P yang berfokus pada perempuan, khususnya dalam hal input, output, outcome, dan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi dan inklusi keuangan perempuan.