Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Performa Ayam Broiler yang Diberi Bahan Pakan Fermentasi Campuran Jagung, Dedak, dan Tepung Limbah Ikan Leubim Sebagai Substitusi Sebagian Ransum Komersil : (Performances of Broilers Fed the Commercial Diet Partly Substituted by Fermented Feed Based on the Mixing of Corn, Rice Bran, and Leubim Fish (Canthidermis maculata) Processing By-Product Meal) Zulfan, Zulfan; Zulfikar, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Nopember 2020
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.812 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v23i2.10723

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan pakan fermentasi dengan campuran jagung, dedak padi, dan tepung limbah ikan leubim (Canthidermis maculata) sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap performa dan income over feed and chick cost (IOFCC) ayam broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak blok (randomized block design) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 blok. Setiap blok merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor anak ayam. Perlakuan adalah pemberian ransum komersil yang disubstitusi dengan bahan pakan fermentasi dari campuran jagung (45%), dedak padi (30%), dan tepung limbah ikan leubim (25%) sebanyak 0, 5, 10, 15, dan 20%. Hasil penelitian memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan bahan pakan fermentasi campuran jagung (45%), dedak padi (30%), dan tepung limbah ikan leubim (25%) sampai 20% tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata (P>0,05) pada performa ayam broiler, akan tetapi biaya ransum berkurang dan IOFCC sangat meningkat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ransum komersil ayam broiler dapat disubstitusi dengan sebanyak-banyaknya 20% bahan pakan fermentasi yang tersusun dari campuran jagung 45% + dedak 30% + tepung limbah ikan leubim 15% tanpa menekan pertumbuhan ayam broiler dan meningkatkan IOFCC. Kata kunci: fermentasi, leubim, performa, IOFCC, broiler
Pemberdayaan Mitra Tani Maju Makmur dan PKK Desa Sawangan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal melalui Produksi Gula Semut dan Pemanfaatan TOGA-LAMPOT Zulfikar, Zulfikar; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Aji, Ajeng Puspo
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.3935

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan kapasitas produksi masyarakat melalui pemberdayaan Mitra Tani Maju Makmur dan kelompok PKK Desa Sawangan berbasis potensi sumber daya lokal. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya keterampilan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Kegiatan utama meliputi pelatihan produksi gula semut berbahan dasar nira kelapa menggunakan teknologi sederhana dan higienis serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) melalui sistem lahan pot (LAMPOT). Selain itu, dilakukan pelatihan manajemen usaha, pengemasan produk, dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta peningkatan kapasitas produksi gula semut sebesar 35% setelah program berlangsung. Produk gula semut dan olahan TOGA-LAMPOT mulai dipasarkan secara mandiri di lingkungan desa dan melalui media daring. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Empowering Mitra Tani Maju Makmur and the PKK of Sawangan Village in Local Economic Development through Palm Sugar Production and the Utilization of TOGA-LAMPOT Abstract This community service activity aims to increase economic independence and community production capacity through the empowerment of Mitra Tani Maju Makmur and the Sawangan Village PKK group based on the potential of local resources. The main problems of partners include low skills in processing agricultural products into value-added products and the lack of optimal use of yard land. The program is carried out with a participatory approach through the stages of socialization, training, technical assistance, and evaluation. The main activities include training on the production of ant sugar based on coconut sap using simple and hygienic technology and the use of family medicinal plants (TOGA) through the potting land system (LAMPOT). In addition, business management, product packaging, and digital marketing training were carried out. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of partners by 78% based on the results of the pre-test and post-test, as well as an increase in the production capacity of ant sugar by 35% after the program took place. TOGA-LAMPOT ant and processed sugar products began to be marketed independently in the village environment and through online media. This activity contributes to strengthening the local economy and increasing people's income and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Analysis of Expressive Illocutionary Acts in Disney Princess Movie “Moana” Mohamad Syafri; Nanik Shobikah; Zulfikar Zulfikar
Phonologie : Journal of Language and Literature Vol 5, No 2 (2025): Phonologie : Journal of Language and Literature
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/phonologie.v5i2.71725

Abstract

Abstract. Movies are a reflection of real-life phenomena, including the language phenomenon. Therefore, using the movie from Disney “Moana”, this research analyzes expressive illocutionary acts. As part of the broader speech act theory, expressive acts convey the speaker's psychological state, such as apologizing, thanking, congratulating, wishing, greeting, and expressing attitudes. This study is a descriptive qualitative study through content analysis, using Moana’s movie script as the primary data source. Data were collected through viewing, note-taking, classification, and analysis. Dell Hymes’ SPEAKING model and lexical analysis via AntConc were the primary data analysis methods. The findings reveal that four types of illocutionary acts appear in the film—expressive, commissive, directive, and representative—while declarative acts are absent. Among 559 illocutionary utterances identified, 34% (190) were expressive. "Attitude" is the most frequent (65%) expressive act, and "wishing" is the least (2%). Expressive acts in all types, except wishing, appeared in both direct and indirect forms, often reflecting complex social roles and intentions. Lexical analysis showed that expressive utterances predominantly used common and grammatically relevant vocabulary, suggesting the film's potential as a practical teaching resource, especially for children. Overall, this study not only deepens the understanding of expressive illocutionary acts in animated films but also highlights their relevance in language education contexts.Keyword: Speech Acts, Expressive Illocutionary Acts, Movies, Word Types
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI Nur balkis; Zulfikar, Zulfikar; wahyudi, Mauliana
PEKA Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/peka.2025.vol13(2).24905

Abstract

Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran ekonomi yang menekankan kerja sama, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan kolaborasi siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) melalui desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas VIII SMP Negeri 1 Peusangan, yakni kelas VIII-7 sebagai kelompok eksperimen yang mendapat pembelajaran berbasis proyek dan kelas VIII-4 sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa angket keterampilan kolaborasi. Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan keterampilan kolaborasi yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, penerapan model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan agar model PjBL diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan keterampilan kolaborasi dan kompetensi abad ke-21.
Pemberdayaaan Kompetensi Guru melalui Pembuatan Media Terrarium dengan Pendekatan Community Base Research Zulfikar, Zulfikar; Wulandari, Anggun; Muslimatul Jannah, Ainul; Ilma, Mafazatul; Fadilah, Umi
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i2.445

Abstract

Media pembelajaran terrarium sangat membantu guru dalam menyampaikan materi ajarnya kepada siswa. Di desa Bedah Lawak masih ditemukan guru TK/KB mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu alam, sehingga media pembelajaran ini menjadi solusi terhadap kesulitan tersebut. Namun banyak para guru yang belum mengenal dan memahami terrarium sebagai media pembelajaran terutama bagi siswa TK/KB, karena bisa memberikan contoh langsung tentang pengenalan lingkungan hidup. Dalam rangka pemberdayaan bagi para guru TK/KB di desa Bedah Lawak, maka perlu dilakukan pelatihan pembuatan terrarium sebagai media pembelajaran. Metode pemberdayaan dengan pendekatan Community Base Research dengan melatih para guru tentang pembuatan media pembelajaran terrarium yang didampingi langsung oleh narasumber berkompeten. Pengukuran keberhasilan program pemberdayaan dilakukan melalui pengisian angket diakhir kegiatan. Hasil dari kegiatan pemberdayaan guru menunjukkan bahwa pelatihan terrarium mampu meningkatkan pemahaman para guru sebesar 98,43%.  Hal ini berarti respon guru terhadap pembuatan terrarium sangat positif dengan keingintahuan yang cukup besar