Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT DALAM RANGKA PENGELOLAAN STRES AKADEMIK PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP Nella Rizqi Vania; Ecep Supriatna; Siti Fatimah
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 2, No 6 (2019): Vol 2, No 6 November 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.231 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah penerapan teknik self management dapat mengelola stres akademik peserta didik. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu Pendekatan kuantitatif, dengan Metode penelitian ini merupakan jenis quasi eksperimen dengan menggunakan model one control grup design, yaitu eksperimen atau pemberian treatment yang dilakukan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitan ini menyimpulkan bahwa hasil penelitian “penerapan konseling kelompok dengan teknik self management efektif dalam rangka mengelola stres akademik peserta didik kelas VIII  D di SMPN 2 Batujajar, Kab.Bandung Barat ”, dapat disimpulkan bahwa stres akademik dapat direduksi melalui layanan konseling kelompok dengan self management. Berdasarkan hasil output diatas diketahui nilai sig.(2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka HO ditolak dan Ha diterima. Dengan hasil perhitungan rata-rata skor stres akademik sebelum diberikan perlakuan adalah 131 dan setelah diberikan perlakuan teknik self management untuk mereduksi stres akademik pada peserta didik cenderung menurun dengan presentase 55%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil pretest dengan posttest yang artinya ada pengaruh dalam penerapan teknik self management  dapat  mereduksi stres akademik pada peserta didik kelas VIII D di  SMPN 2 Batujajar di Kab. Bandung Barat.Kata Kunci : Stres akademik, Self management, konseling kelompok
HUBUNGAN KEPUTUSAN KARIER DENGAN KEMATANGAN EMOSI PESERTA DIDIK KELAS IX SMPN 1 GARUT Sumiati sumiati; Teti Sobari; Siti Fatimah
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v4i1.5466

Abstract

Emotionally mature students tend to make career decisions that are right for themselves because they are able to think objectively about the various options available, so they can be responsible for the decisions taken. The purpose of this study is to determine the relationship between emotional maturity and career decisions of students in continuing education at the next level. The research method used is ex post facto quantitative method with correlational research type. The number of samples in this study were 100 class IX students. Collecting data using emotional maturity scale and career decision scale using a Likert scale model. The data from the scale in this study are quantitative data which will be analyzed descriptively in percentage. The results showed the significant correlation between emotional maturity and career decision making was 0.000 with a person correlation value of 0.762 in a positive direction so that it can be concluded that in this study H0 is accepted and Ha is rejected, meaning that there is a significant relationship between emotional maturity and career decision making in class students. IX SMPN 1 Garut. This figure shows a positive relationship with a strong level of relationship. From these results it can be interpreted that the high emotional maturity is one of the aspects that increase career decision making, or vice versaKeywords: emotional maturity, career decisions. 
RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM MENANGANI KECEMASAN SOSIAL KORBAN BULLYING Ayu Dwi Melati; Siti Fatimah; Ardian Renata Manuardi
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v5i3.8642

Abstract

Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) is one of the therapy to change irrational thoughts into rational ones. Purpose of this study is to determine the technique of rational emotive behavior therapy in dealing with social anxiety of victims of bullying on students. One of the consequences of bullying behavior is social anxiety, therefore victims of bullying must be dealth with immediately. Therapy lasted for six meetings with a time of 45 minutes each counseling. These research subjects were students of class XII SMA. The type of research was used descriptive qualitative with data collection through the observation, interviews, and documentation of counseling results. The results of this study are the use of rational emotive behavior therapy with three techniques can handle the anxiety of victims of bullying in students. This is evident from the changes after the implementation of counseling services, students can think more logically and want to go back school.Keywords: Anxiety Social, Bullying, Rational emotive behavior therapy.  
PERILAKU MEMBOLOS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGINYA Wulan Dwiyanti Rahayu; Heris Hendriana; Siti Fatimah
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 3, No 3 (2020): Vol 3, No 3 Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted based on a phenomenon that occurred at SMK Bunga Persada Cianjur with the aim of obtaining a picture of truancy behavior based on the factors behind it. The method used is a qualitative method with a descriptive type of research which is a case study. The data collection method used is by using interview guidelines. The results showed that the forms of truancy behavior carried out by students were coming to school late, not attending class during certain class hours, giving fake permits with artificial reasons and leaving the classroom without asking permission first. Meanwhile, the factors behind truancy behavior include being influenced by friends' invitations, less interest in some subjects and a tedious learning process. Keywords: Truancy Behavior, Factors behind Truancy, Students.
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMA KELAS XI SMAN 1 BATUJAJAR DIMASA PANDEMI COVID-19 Irma Wulandari; Siti Fatimah; Maya Masyita Suherman
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v4i3.7237

Abstract

The current condition of the pandemic Covid-19 has caused the government to implemented online learning. Students are required to be able adapted the new conditions, namely learning through online media that can help students learn during the pandemic Covid-19. The purposed of this study was to described the factors causing academic procrastination of class XI IPS 5 students at SMAN 1 Batujajar during the pandemic Covid-19. This research used descriptive qualitative method.  The data collection techniques used such as interviews, observation and documentation. Based on the results of the research, the factors that cause academic procrastination to the four students, students do not understand the material presented by the teacher, students are not confident in their abilities, students are not able to manage time to do assignments with other activities, students feel bored because of online learning at home, lack of attention and encouragement of motivation to learn from parents, and constraints on signals, handphone, internet quotas.Keywords: Pandemic Covid-19, Academic Procrastination
PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN SIKAP PERCAYA DIRI Tsalistiani Rachmaatillah; Siti Fatimah
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 1, No 1 (2018): vol. 1, no.1, Januari 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.757 KB) | DOI: 10.22460/fokus.v1i1.66

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia terutama pada masa remaja. Remaja sering mengalaminya disebabkan karena mengalami proses pubertas yang belum mencapai tahap proporsional, sehingga harus segera ditangani.  Rasa tidak percaya diri diwujudkan dengan menganggap dirinya “aneh” misalnya karena fisiknya tidak sesuai dengan yang diharapkan, kurang bersosialisai dengan teman sebayanya, dan sebagainya. Bimbingan pribadi-sosial dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik karena bimbingan tersebut bertujuan untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi sederhana. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner terhadap 43 peserta didik. Instrumen pengukurannya terdiri dari 10 item bimbingan pribadi-sosial dan 54 item skala kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan t hitung < t tabel dan nilai signifikansi > 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada pengaruh bimbingan pribadi-sosial terhadap peningkatan kepercayaan diri dikarenakan sebesar 81% peserta didik di SMK Al-Wafa Boarding School memiliki kepercayaan diri tinggi sedangkan 19%-nya memiliki kepercayaan diri sedang.
PERAN DAN APLIKASI ASSESSMENT DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Nurul Wahidah; Cucu Cuntini; Siti Fatimah
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 2, No 2 (2019): Vol 2, No. 2 Maret 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.488 KB)

Abstract

Orientasi baru layanan bimbingan dan konseling didasarkan pada fungsi pengembangan, sering disebut bimbingan dan konseling perkembangan atau bimbingan dan konseling komprehensif karena mencakup semua aspek dalam perkembangan peserta didik. Proses pemerolehan data untuk memahami individu terdiri dari teknik tes dan non tes. Teknik non tes pada umumnya dilakukan dengan wawancara (interview), observasi, dokumentasi, sosiometri dan sebagainya. Sedangkan teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien. Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi, testing dan riset. Dengan demikian, program testing merupakan program yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. Kata Kunci: Asesmen, bimbingan dan konseling.
PELATIHAN KONSELING COGNITIVE-BEHAVIORAL BERBASIS VIDEO CONFERENCE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI CALON KONSELOR YANG PROFESIONAL DI JAWA BARAT Siti Fatimah; Ardian Renata Manuardi; Rini Meilani
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 1: Februari 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i1.7213

Abstract

Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhandan menjadi hal wajib yang harus dikuasai oleh seorang Guru Bimbingan dan Konseling maupun profesional konselor. Kompetensi yang perlu dimiliki berkaitan dengan penguasaan teori dan praktik. Pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan konseling cognitive-behavioral sebagai upaya peningkatan kompetensi calon konselor yang profesional yaitu dengandiberikan pelatihan terkait cara: 1). menantang keyakinan irasional; 2). membingkai kembali isu; 3). mengulang kembali penggunaan beragam pernyataan diri dalam role play; 4). mencoba penggunaan berbagai pernyataan diri yang berbeda dalam situasi riil; 5). mengukur perasaan; 6). menghentikan pikiran ketimbang membiarkan pikiran cemas “mengambil alih”. Dalam pelatihan ini, subjek yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling yang berasal dari daerah Cimahi, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kab. Cianjur yang berjumlah 146 orang berdasarkan pada kecukupan referensi tentang kualifikasi akademik yang didapat dari data-data akademik subjek. Dalam alur rancangan pemberian pelatihan, terdapat beberapa langkah model pelatihan klasik yang telah diadaptasi ke dalam model pelatihan ini, yaitu: 1). mengidentifikasi peserta; 2). menetapkan kesenjangan kebutuhan; 3). mempersiapkan kebutuhan pelatihan; 4). melaksanakan kegiatan pelatihan; 5). evaluasi hasil pelatihan.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ESTAFET WRITTING Siti Fatimah Nurwahidah; Ika Mustika; Dida Firmansyah
Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 4 (2020): VOLUME 3 NOMOR 4 , JULI 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p.v3i5p805-818.5387

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa kesulitan yang dihadapi siswa ketika menuangkan ide dan gagasan dalam memproduksi teks cerpen dengan menentukan struktur dan kebahasaan teks cerpen. Lebih banyak siswa yang belum mengerti dibandingkan siswa yang sudah paham mengenai cara menulis teks cerpen. Maka penulis mengujicobakan metode estafet writing sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Metode estafet writing merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa belajar aktif secara bersama-sama, berkelompok maupun individu untuk menghasilkan sebuah teks cerpen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1) apakah metode estafet writing dapat menumbuhkan kemahiran menulis teks cerpen 2) apakah terdapat perbedaan sebelum atau setelah menggunakan metode estafet writing. Tujuan peneliti untuk keterampilan menulis ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks cerpen. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen tipe one-group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dengan jumlah 25 siswa. Rata-rata test pretest siswa sebesar 63,08 dan rata-rata hasil posttest sebesar 79,96. Berdasarkan hasil analisis tersebut terlihat perbedaan sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Kesimpulannya pengunaan metode estafet writing efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks cerpen.
IMPLEMENTASI KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK BIBLIOTERAPI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMP KELAS IX Rizky Meiputra Nugraha; Siti Fatimah; Reza Pahlevi
FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan) Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v5i3.8558

Abstract

School tasks are responsibilities that must be done and completed for every student. However, there are some cases where students are late in submitting the tasks, while the others do not even submit them at all. The behavior of delaying the responsibility is called procrastination, and if the responsibility is in academic things, then it is called academic procrastination. Academic procrastination behavior can have an impact on students' grades. Guidance and counseling teachers can help counselees in solving academic procrastination problems by using group counseling with bibliotherapy techniques. The subjects of this study are two students who have procrastination behavior and one guidance and counseling teacher. This study use qualitative research method with descriptive approach.  This study aims to determine the implementation of group counseling using bibliotherapy techniques on academic procrastination of ninth-grade junior high school students. Guidance and counseling teachers can use group counseling with bibliotherapy and the I SOLVE strategy to reduce academic procrastination behavior for ninth-grade junior high school students. Keywords: : Group Counseling, Bibliotherapy, Academic Procrastination