Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Barbinto (Baruasa Binto’ Toeng) Sebagai Cemilan Sehat Bagi Anak Sekolah Dasar Kurniati, Yessy; Hadza, Roza Qoni; Alam, Syamsul; Damayaty, Dwi Santy; Muzakkir, Muzakkir
Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v5i1.53609

Abstract

Snacks for school-age children are important for meeting daily nutritional needs, but both excess and deficiency of nutrients can affect children's growth and development. This study aims to develop a healthy snack based on Binto' Toeng flour (Barbinto) and to test its acceptability and nutritional content. The research was conducted using an experimental design with a Randomized Complete Block Design (RCBD) from April to June 2024, involving the preparation of gude bean flour, the production of Barbinto, organoleptic testing, and nutritional analysis. The organoleptic test showed that the control formulation had the highest preference score from both trained panelists and consumer panelists, with mean values of 5.23 and 5.80, respectively. Among the three experimental formulations, the one with 10% gude bean flour had the highest mean score of 5.2 and 5.05. Nutritional analysis indicated an increase in protein, fiber, ash, Vitamin A, and iron content, although there were decreases in carbohydrate, fat, water, Vitamin C, and zinc levels. Barbinto is expected to become a healthy snack option for schoolchildren, but innovations are needed to reduce the off-flavor in the product.
Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri Syamsul Alam; Sukfitrianty Syahrir; Yudi Adnan; Aslina Asis
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i03.953

Abstract

Menarche pada remaja wanita adalah salah satu tanda kematangan fisik dan seksual. Berbagai studi melaporkan bahwa faktor gizi memiliki peran penting terjadinya menarche pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan usia menarche pada remaja putri SMP Negeri 10 Bulukumba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumal 74 orang (total sampling) yaitu seluruh siswi yang telah mengalami menarche. Hasil Penelitian menunjukkan responden dengan status gizi baik dengan usia menarche normal sebanyak 43,75% dan responden dengan usia menarche tidak normal sebanyak 56,25%. Sedangkan responden dengan status gizi kurang dengan usia menarche tidak normal sebanyak 84,62% dan responden dengan usia menarche normal hanya 15,38%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan status gizi dengan usia Menarche pada Remaja Puteri SMPN 10 Bulukumba Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba (Pv=0,020; OR=4,28). Status gizi merupakan faktor yang signifikan terkait dengan usia menarche. Remaja putri dengan status gizi yang baik akan mengalami waktu pubertas secara normal, sehingga terjadi menstruasi secara normal dan tanpa gangguan.
GIZI PEKERJA WANITA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS : SISTEMATIC REVIEW Syamsul Alam
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i1.337

Abstract

Latar Belakang: Gizi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas pekerja wanita, mengingat faktor fisiologis seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause yang mempengaruhi kebutuhan gizi mereka. Kekurangan zat gizi, seperti zat besi, kalsium, vitamin D, dan protein, berisiko menurunkan kapasitas kerja dan produktivitas. Menurut WHO, sekitar 35% wanita di dunia mengalami anemia defisiensi zat besi, yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas kerja. Motode: Desain studi ini menggunakan tinjauan sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA (Moher et al., 2015). Sumber data diperoleh melalui penelusuran pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "nutrition", "female workers", "work productivity", dan "health status". Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas hubungan antara status gizi dan produktivitas pekerja wanita, baik studi observasional maupun intervensi, serta publikasi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Artikel yang tidak relevan, memiliki data tidak lengkap, atau tidak ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia dikeluarkan berdasarkan kriteria eksklusi. Hasil: bahwa kebutuhan gizi pekerja wanita mencakup berbagai unsur penting yang mendukung kesehatan dan produktivitas kerja, seperti zat besi, kalsium, vitamin D, protein, asam folat, energi, dan karbohidrat. Wanita berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah saat menstruasi, yang dapat menurunkan produktivitas kerja (Nguyen et al., 2022). Kalsium dan vitamin D juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, terutama bagi pekerja yang jarang terpapar sinar matahari (Smith et al., 2021). Selain itu, protein berperan dalam mendukung sistem imun dan menjaga massa otot, yang sangat dibutuhkan oleh pekerja dengan aktivitas fisik tinggi (Johnson et al., 2021). Asam folat juga memiliki peran penting bagi wanita usia subur untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin (Lee & Kim, 2019). Terakhir, energi dan karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi pekerja dengan aktivitas tinggi, memastikan tubuh tetap bertenaga dan mendukung kinerja yang optimal. Kesimpulan: bahwa pemenuhan gizi yang baik bagi pekerja wanita sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko penyakit.NKekurangan gizi dapat menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan risiko penyakit kronis, serta menyebabkan gangguan mental dan emosional. Status gizi yang buruk juga berhubungan dengan tingkat absensi yang tinggi, yang berdampak pada efisiensi dan keberlanjutan operasional di berbagai sektor pekerjaan. Perusahaan dan pemerintah perlu berperan aktif dalam menyediakan lingkungan kerja yang mendukung pola makan sehat dan edukasi gizi
Co-Authors A. Mahirah Humaerah Adawiyah, St. Oriza Sativa Adha, Andi Syamsiah Aditya Aryandi Amriani Amriani Ananda Savira Dwi Rezky Ramadhani Andi Ade Ula Saswini Andi Agustina Suyuti Andi Akram Al Qadri Andi Nur Ilham Andi Susilawaty Anni Safitri Arranury, Zil Fadhilah Aslina Asis Aswadi Aswadi Azriful Azriful Bahsur, Muh Nur Ichsan Burhanuddin Bahar Damayaty, Dwi Santy Desi Ratnasari Dian Ihwana Ansyar Dwi Santy Damayati Dwi Santy Damayati, Dwi Santy Fadlan, Muhammad Fatmawaty Mallapiang Gunawan Rasyidi Habibi Habibi Habibi Habibi Habibi Hadza, Roza Qoni Haris, Widya Astuti Haris Hasbi Ibrahim Hasbi Ibrahim Ibrahim, Irviani Irviani Anwar Ibrahim, Irviani Anwar Irviani Ibrahim Jayadi, Yusma Indah Krisno Bimantoro Kurniati, Yessy Kurniawan, Agil L. Zakiyah Nur S Linda Prasetyaning Widayanti M. Fais Satrianegara Maesarah, Maesarah Mariani, Anita Maryam Jamila Arief Mufti As Siddiq Muh. Ikhwan Amin Nur Muhammad Rusmin Muhammad Rusmin Muhammad Rusmin, Muhammad Muhammad Syafri, Muhammad Munawir Amansyah Munawir Amansyah Muzakkir Muzakkir Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nur Asmi Novianti Nurasiska Nurhidayat Nurpratiwi Awalia Rahmat Pahrir, Muhammad Fajar Rezki Nurfatmi Ria Qadariah Arief Rini Jusriani Rini, Rini Jusriani Rukhayya Rizal Sarita Oktorina Sitti Raodhah Sitti Raodhah Sitti Raodhah Sri Hidayanti Sukfitrianti Syahrir Sukfitrianti Syahrir Sukfitrianty Sahrir Sukfitrianty Syahrir Surahmawati Surahmawati Surahmawati Surahmawati Syahratul Aeni Syahrul Basri Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Wihda Arfiah Wijaya, Dian Rezki Yudi Adnan Yudi Adnan Yusma Indah Jayadi Yustika Sari Zaid Zamakhsyari