Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Barbinto (Baruasa Binto’ Toeng) Sebagai Cemilan Sehat Bagi Anak Sekolah Dasar Kurniati, Yessy; Hadza, Roza Qoni; Alam, Syamsul; Damayaty, Dwi Santy; Muzakkir, Muzakkir
Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v5i1.53609

Abstract

Snacks for school-age children are important for meeting daily nutritional needs, but both excess and deficiency of nutrients can affect children's growth and development. This study aims to develop a healthy snack based on Binto' Toeng flour (Barbinto) and to test its acceptability and nutritional content. The research was conducted using an experimental design with a Randomized Complete Block Design (RCBD) from April to June 2024, involving the preparation of gude bean flour, the production of Barbinto, organoleptic testing, and nutritional analysis. The organoleptic test showed that the control formulation had the highest preference score from both trained panelists and consumer panelists, with mean values of 5.23 and 5.80, respectively. Among the three experimental formulations, the one with 10% gude bean flour had the highest mean score of 5.2 and 5.05. Nutritional analysis indicated an increase in protein, fiber, ash, Vitamin A, and iron content, although there were decreases in carbohydrate, fat, water, Vitamin C, and zinc levels. Barbinto is expected to become a healthy snack option for schoolchildren, but innovations are needed to reduce the off-flavor in the product.
Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri Syamsul Alam; Sukfitrianty Syahrir; Yudi Adnan; Aslina Asis
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i03.953

Abstract

Menarche pada remaja wanita adalah salah satu tanda kematangan fisik dan seksual. Berbagai studi melaporkan bahwa faktor gizi memiliki peran penting terjadinya menarche pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan usia menarche pada remaja putri SMP Negeri 10 Bulukumba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumal 74 orang (total sampling) yaitu seluruh siswi yang telah mengalami menarche. Hasil Penelitian menunjukkan responden dengan status gizi baik dengan usia menarche normal sebanyak 43,75% dan responden dengan usia menarche tidak normal sebanyak 56,25%. Sedangkan responden dengan status gizi kurang dengan usia menarche tidak normal sebanyak 84,62% dan responden dengan usia menarche normal hanya 15,38%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan status gizi dengan usia Menarche pada Remaja Puteri SMPN 10 Bulukumba Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba (Pv=0,020; OR=4,28). Status gizi merupakan faktor yang signifikan terkait dengan usia menarche. Remaja putri dengan status gizi yang baik akan mengalami waktu pubertas secara normal, sehingga terjadi menstruasi secara normal dan tanpa gangguan.
Family empowerment strategy and stunting prevention through moringa tree planting movement Rahmah, Nur; Alam, Syamsul; Arranury, Zilfadhilah; Kahfi, Muhammad; Aswadi, Aswadi; Syarfaini, Syarfaini
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 4, Issue 1, September-February 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v4i1.52685

Abstract

Stunting is a significant global health problem, with an estimated 149 million children under five experiencing this condition in 2018. Moringa is a nutrient-rich plant recommended by WHO as an alternative food to overcome nutritional problems or malnutrition. This service aims to increase knowledge about the use of moringa to prevent stunting, encourage active community participation in planting moringa trees in every home, and hone family skills in innovation in processing moringa-based food. The service method uses a Participatory Action Research (PAR) approach. This program is conducted through education, training, and mentoring using lecture, discussion, and direct practice methods. The results of the service showed a positive response from the community, as seen from their activeness during education and socialization of Moringa-based food innovations. This education succeeded in increasing public understanding about using Moringa leaves to prevent stunting, with pre-test and post-test data showing an increase in knowledge from 44.60 to 93.00. This program also distributed 500 Moringa tree seeds and trained people to make processed Moringa products into innovative foods, such as pudding and brownies, opening up economic opportunities. This program is expected to provide sustainable benefits for the health and welfare of the local economy.
Communicable Disease Patterns and Public Health Policy Responses: A SWOT Analysis in an Island Region Satrianegara, M. Fais; Nildawati, Nildawati; Alam, Syamsul
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i7.7358

Abstract

Introduction: Communicable diseases pose a major threat to public health with significant impacts on mortality rates. Despite efforts to control these diseases, challenges in addressing their spread remain, especially in regions with limited resources. Kabupaten Pangkajene and Kepulauan faces this issue, with diseases such as ISPA, Diarrhea, and Tuberculosis (TBC) being the main concerns. Objective: This study aims to analyze the trends in the spread of communicable diseases and evaluate the health policies implemented in Kabupaten Pangkajene and Kepulauan from 2021 to 2023. Methods: This research adopts a mixed-methods approach. The quantitative approach analyzes disease trends based on case report data from the Health Office and Public Health Centers (Puskesmas). The qualitative approach involves Focus Group Discussions (FGD) and interviews with program implementers to evaluate health policies. SWOT analysis is used to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats related to disease prevention policies. Results: ISPA, Diarrhea, and Tuberculosis (TBC) are the main communicable diseases in Kabupaten Pangkajene and Kepulauan from 2021 to 2023. The SWOT analysis reveals strengths in community awareness but weaknesses in healthcare infrastructure. Opportunities to strengthen the health system are abundant, while threats from disease spread and resource shortages remain significant. Conclusion: Communicable diseases are rising in Pangkajene and Kepulauan Regency, notably respiratory infections, diarrhea, and tuberculosis. The SWOT analysis reveals both systemic strengths and areas for policy intervention. Strengthening public health education, healthcare infrastructure, disease surveillance, and GIS-based risk mapping is essential. These findings offer critical insights for policymakers to redesign regional health strategies, allocate resources more effectively, and build a resilient, data-driven response framework for managing current and future public health threats.
GIZI PEKERJA WANITA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS : SISTEMATIC REVIEW Syamsul Alam
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i1.337

Abstract

Latar Belakang: Gizi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas pekerja wanita, mengingat faktor fisiologis seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause yang mempengaruhi kebutuhan gizi mereka. Kekurangan zat gizi, seperti zat besi, kalsium, vitamin D, dan protein, berisiko menurunkan kapasitas kerja dan produktivitas. Menurut WHO, sekitar 35% wanita di dunia mengalami anemia defisiensi zat besi, yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas kerja. Motode: Desain studi ini menggunakan tinjauan sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA (Moher et al., 2015). Sumber data diperoleh melalui penelusuran pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "nutrition", "female workers", "work productivity", dan "health status". Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas hubungan antara status gizi dan produktivitas pekerja wanita, baik studi observasional maupun intervensi, serta publikasi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Artikel yang tidak relevan, memiliki data tidak lengkap, atau tidak ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia dikeluarkan berdasarkan kriteria eksklusi. Hasil: bahwa kebutuhan gizi pekerja wanita mencakup berbagai unsur penting yang mendukung kesehatan dan produktivitas kerja, seperti zat besi, kalsium, vitamin D, protein, asam folat, energi, dan karbohidrat. Wanita berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah saat menstruasi, yang dapat menurunkan produktivitas kerja (Nguyen et al., 2022). Kalsium dan vitamin D juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, terutama bagi pekerja yang jarang terpapar sinar matahari (Smith et al., 2021). Selain itu, protein berperan dalam mendukung sistem imun dan menjaga massa otot, yang sangat dibutuhkan oleh pekerja dengan aktivitas fisik tinggi (Johnson et al., 2021). Asam folat juga memiliki peran penting bagi wanita usia subur untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin (Lee & Kim, 2019). Terakhir, energi dan karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi pekerja dengan aktivitas tinggi, memastikan tubuh tetap bertenaga dan mendukung kinerja yang optimal. Kesimpulan: bahwa pemenuhan gizi yang baik bagi pekerja wanita sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko penyakit.NKekurangan gizi dapat menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan risiko penyakit kronis, serta menyebabkan gangguan mental dan emosional. Status gizi yang buruk juga berhubungan dengan tingkat absensi yang tinggi, yang berdampak pada efisiensi dan keberlanjutan operasional di berbagai sektor pekerjaan. Perusahaan dan pemerintah perlu berperan aktif dalam menyediakan lingkungan kerja yang mendukung pola makan sehat dan edukasi gizi
Co-Authors A. Mahirah Humaerah Adawiyah, St. Oriza Sativa Adha, Andi Syamsiah Aditya Aryandi Amriani Amriani Ananda Savira Dwi Rezky Ramadhani Andi Ade Ula Saswini Andi Agustina Suyuti Andi Akram Al Qadri Andi Nur Ilham Andi Susilawaty Anni Safitri Arranury, Zil Fadhilah Arranury, Zilfadhilah Aslina Asis Aswadi Aswadi Azriful Azriful Bahsur, Muh Nur Ichsan Burhanuddin Bahar Desi Ratnasari Dian Ihwana Ansyar Dian Rezki Wijaya Dwi Santy Damayati, Dwi Santy Fadlan, Muhammad Fatmawaty Mallapiang Gunawan Rasyidi Habibi . Habibi Habibi Hadza, Roza Qoni Haris, Widya Astuti Haris Hasbi Ibrahim Hasbi Ibrahim Ibrahim, Irviani Irviani Anwar Ibrahim Irviani Ibrahim Krisno Bimantoro Kurniati, Yessy Kurniawan, Agil L. Zakiyah Nur S Linda Prasetyaning Widayanti M.Fais Satrianegara Maesarah, Maesarah Mariani, Anita Maryam Jamila Arief Mufti As Siddiq Muh. Ikhwan Amin Nur Muhammad Kahfi, Muhammad Muhammad Rusmin Muhammad Rusmin Muhammad Rusmin, Muhammad Muhammad Syafri, Muhammad Munawir Amansyah Muzakkir Muzakkir Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati Nildawati, Nildawati Nur Asmi Novianti Nur Rahmah Nurasiska Nurhidayat Nurpratiwi Awalia Rahmat Pahrir, Muhammad Fajar Rezki Nurfatmi Ria Qadariah Arief Rini Jusriani Rini, Rini Jusriani Rukhayya Rizal Sarita Oktorina Sitti Raodhah Sitti Raodhah Sitti Raodhah Sri Hidayanti Sukfitrianti Syahrir Sukfitrianti Syahrir Sukfitrianty Sahrir Sukfitrianty Syahrir Surahmawati Surahmawati Surahmawati Surahmawati Syahratul Aeni Syahrul Basri Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini, Syarfaini Wihda Arfiah Yudi Adnan Yudi Adnan Yusma Indah Jayadi Yustika Sari Zaid Zamakhsyari