Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sanitasi Lingkungan Dan Peran Jumantik Terhadap Kejadian DBD Di Kelurahan Labuhbaru Barat Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki : The Relationship between Environmental Sanitation and the Role of Jumantik on the Incidence of DHF in the Labuhbaru Barat Village, the Working Area of ​​the Payung Sekaki Health Center nadhiyas, nadhiyasahira; Yulianto, Beny; Rasyid, Zulmeliza
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.650

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang ditandai dengan demam mendadak 2 sampai dengan 7 hari tanpa penyebab yang jelas, lemah/lesu, gelisah, nyeri ulu hati, disertai tanda perdarahan di kulit berupa bintik perdarahan (petechiae, lebam (echymosis) atau ruam (pura-pura). Kadang-kadang mimisan, berak darah, muntah darah, kesadaran menurun atau renjatan (Shock).  Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan peran jumantik terhadap kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kelurahan LabuhBaru Barat Kota Pekanbaru. Jenis penelitian kuantitatif desain penelitian secara case Control. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kelurahan Labuhbaru Barat pada Bulan Maret 2021- April 2021. Populasi (1 : 2) terdiri dari 34 Kasus dan 68 Kontrol. Pengambilan sample  teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan cara menyebar kuesioner dan Observasi. Analisis yang digunakan Univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%, α( alpha) <0,05 dan Proporsi Ods Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara Peran Jumantik (p= 0,038) OR= 2.889, kawat kassa (p=0,035) OR =7.105 TPA (p= 0,042)OR= 2.648 dengan kejadian DBD. Saran meningkatkan mutu pelayanan di bidang informasi dan penyuluhan, untuk Stikes dapat menambah bahan bacaan tentang lingkungan, bagi Masyarakat untuk lebih peduli dan memperhatikan kegiatan pemberantasan DBD agar dapat mengurangi angka DBD di puskesmas Payung Sekaki.   Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by thevirus dengue and transmitted by the Aedes aegypti mosquito, which is characterized by a sudden fever of 2 to 7 days without a clear cause, weakness/lethargy, restlessness, heartburn, accompanied by signs of bleeding. on the skin in the form of bleeding spots (petechiae, bruising ( echymosis ) or rash ( faking). Sometimes nosebleeds, defecation of blood, vomiting blood, decreased consciousness or shock ( shock ). The aim of the study was to determine the relationship between environmental sanitation and the role of jumantics on The incidence of dengue fever in the Payung Sekaki Public Health Center, LabuhBaru Barat Village, Pekanbaru City. This type of research is quantitative, the research design is case control. The study was carried out in the Payung Sekaki Health Center Work Area, Labuhbaru Barat Village, March 2021-April 2021. : 2) with a sample of 102 consisting of 34 cases and 68 controls.sampling technique PurposiveSampling. Collecting data by distributing questionnaires and observations. The analysis used was Univariate and bivariate withTest Chi-Square with 95% confidence level, (alpha) <0.05 and Proportion of Ods Ratio. The results showed that there was a relationship between the role of Jumantik (p = 0.038) OR = 2.889, wire gauze (p = 0.035) OR = 7.105 TPA (p = 0.042) OR = 2.648 with the incidence of DHF. Suggestions to improve the quality of services in the field of information and counseling, for Stikes to add reading material about the environment, for the community to be more concerned and pay attention to DHF eradication activities in order to reduce the number of DHF in Payung Sekaki Public Health Center  
Penyuluhan Menumbuhkan Kesadaran Pentingnya Perlindungan Lingkungan Sehat kepada Anak-anak Panti Asuhan Putra Harapan Pekanbaru Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Harnani, Yessi; Hasrianto, Nofri
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.466

Abstract

Peningkatan kesehatan warga Panti Asuhan Putra Harapan Pekanbaru melalui kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan upaya penting untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di panti. Kondisi sanitasi yang buruk, pencemaran air, dan pengelolaan sampah yang tidak memadai dapat berdampak negatif pada kesehatan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, kesadaran tentang pentingnya lingkungan yang sehat perlu ditingkatkan. Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak-anak panti dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penyuluhan dilaksanakan di Panti Asuhan Harapan Raya menggunakan media seperti laptop, proyektor, dan leaflet. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi tanya jawab, dan pelatihan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3 September 2024. Sebelum penyuluhan, tingkat kesadaran anak-anak terhadap pentingnya perlindungan lingkungan sehat berada pada angka 40%, dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 80%. Hal ini diukur melalui penyebaran kuesioner terkait kesadaran anak-anak terhadap lingkungan. Dengan pengetahuan yang diberikan, diharapkan terjadi perubahan perilaku, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan mengurangi limbah. Selain itu, anak-anak akan lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan, menciptakan panti yang lebih bersih dan sehat, serta menjadi agen perubahan yang menginspirasi orang lain. Dengan meningkatnya kesadaran ini, diharapkan kualitas hidup anak-anak di panti Asuhan Putra Harapan dapat meningkat secara signifikan melalui lingkungan yang lebih sehat.
Sosialisasi “Less waste” dalam strategi Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan Rasyid, Zulmeliza; Susanti, Nurvi; Harnani, Yessi; Sohor, Suherman
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1kn27e52

Abstract

Less Waste adalah suatu tindakan sederhana peduli lingkungan untuk mengurangi potensi volume sampah. Observasi awal di RT 07/RW.01 Kelurahan Perhentian Marpoyan, 70% ditemukan sampah berserakan, dampaknya ketika hari hujan terjadi banjir. Masyarakat menganggap sampah tidak mempunyai nilai guna sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan ke lingkungan tanpa memikirkan dampaknya terhadap pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Untuk itu, dilakukan sosialisasi “Less Waste” dalam strategi Pengelolaan Sampah di mulai dari ruang lingkup terkecil dan pemberdayaan masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan. Penyuluhan dilakukan di RT.07/RW.01 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai. Media yang digunakan untuk penyuluhan adalah laptop, n focus, dan leaflet. Metode yang digunakan  adalah metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan dibulan Agustus 2023. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh bahwa dari hasil pretest dari 19 responden 65% mempunyai pengetahuan tinggi, 51% dengan sikap yang positif dan 69 % dengan tindakan yang baik terhadap pengelolaan sampah. Hasil postest diperoleh bahwa pengetahuan responden meningkat menjadi 90%, sikap positif responden menjadi 88% dan tindakan responden menjadi 93%. Hal ini membuktikan adanya perubahan pengetahuan sebesar 25%, sikap sebesar 37% dan tindakan responden sebesar 25% sebelum dan sesudah diberikan kuesioner. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat terhadap mengurangi sampah dan masyarakat mengetahui metode pengelolaan sampah yang baik dan benar, dampak kesehatan akibat sampah ini dapat diminimalisir. Luaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah akan dipublikasi ke jurnal pengabdian.
ANALISIS LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEHAT PANTI ASUHAN AL-IKHLAS KELURAHAN PEMATANG KAPAU Susanti, Nurvi; Harnani, Yessi; Rasyid, Zulmeliza; Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.22187

Abstract

Panti asuhan adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat, yang bertujuan untuk membantu atau memberikan bantuan terhadap individu, kelompok masyarakat dalam upaya memenuhi kebutukan masyarakat. Untuk memberikan rasa nyaman penghuninya perlu adanyan rumah, keberadaan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik, sehingga seluruh anggota keluarga dapat beraktifitas secara produktif (Muslim, 2020). Berdasarkan survei awal peneliti kondisi lingkungan fisik rumah panti asuhan belum sesuai standar rumah sehat: seperti ruangan yang pengap, kamar yang sempit, lantai kamar mandi yang licin jumlah penghuni yang tidak sesuai dengan standar rumah sehat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan Al Ikhas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informen dalam penelitian ini terdiri dari 1 informen pendukung , 3 informen utama dan 1 informen kunci. Lokasi penelitian Jl. Kapau Sari Raya RT 03 RW 07 Kelurahan Pematang Kapau Kecamatan Kulim Pekanbaru. Alat ukur yang digunakan berupa pedoman wawancara dan lembaran observasi. Analisis penelitian yang digunakan adalah Triangulasi data. Berdasarkan Hasil wawancara, dan observasi lingkungan fisik panti asuhan Al Ikhlas  dari 14 komponen lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan 8 komponen yang ada (57%) , 3 komponen (21%) tidak ada. Selanjutnya yang sesuai standar sebanyak 3 komponen (21%) (Pencahayaan,kualitas udara, ventilasi) dan tidak sesuai standar 8 komponen (57%) (Bangunan, limbah, kepadatan hunian (kamar tidur), dapur, kamar mandi).
Penyuluhan Kesehatan Dan Sosialisasi Tentang Cara Menangkal Covid-19 Di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan: Penyuluhan Kesehatan Dan Sosialisasi Tentang Cara Menangkal COVID-19 Di Kelurahan Sialang Mungu Kecamatan Tampan rasyid, zulmeliza; Harnani, Yessi; Susanti, Nurvi; Putri, Lia Oktavianti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1205

Abstract

COVID-19 is a virus that attacks the respiratory tract, a severe lung infection that can endanger health and even cause death. This virus spreads very quickly and has spread to almost all countries including Indonesia. Symptoms of this virus are fever (temperature above 38 degrees Celsius), cough and shortness of breath. Data on COVID-19 cases at the Pekanbaru City Health Office has increased very significantly per day and Tampan District is the highest COVID-19 cases compared to other districts, which has 51 ODP cases and 5 PDP cases. This community service activity was carried out in Sialang Munggu Village, Tampan District on July 24, 2020 to the head of the RT / RW in Sialang Munggu Village. This counseling aims to increase the knowledge, attitudes and actions of the community about how to ward off the Corona Virus and its prevention in the community in Sialang Munggu  Village, Tampan District. The media used for counseling are laptops, focus nodes, leaflets and posters. The method used in counseling is the lecture method. The results of this outreach activity showed that the respondents' knowledge increased to 85%, the positive attitude of the respondents became 78% and the respondent's actions became 90%. The participants of the activity were very enthusiastic and very enthusiastic about participating in this outreach activity, this was evidenced by the participation of the participants in answering questions and question and answer discussions during the extension activity. It is hoped that with an increase in knowledge, attitudes and actions towards the transmission of COVID-19, it can be avoided and decided and the degree of public health in Sialang Munggu  Village can be improved. Abstrak COVID-19 merupakan suatu virus yang menyerang pernapasan infeksi paru-paru yang berat yang dapat membahayakan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua Negara termasuk Indonesia. Gejala dari virus ini yaitu demam (suhu diatas 38 derjat celcius), batuk dan sesak napas. Data kasus COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru  mengalami kenaikan yang sangat signifikan perharinya dan Kecamatan Tampan merupakan kasus COVID- 19 tertinggi dari kecamatan lainnya yaitu memiliki 51 kasus ODP dan 5 kasus PDP. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di KelurahanSialang Munggu Kecamatan Tampan pada tanggal 24 Juli 2020 kepada ibu ibu ketua RT/RW di Kelurahan Sialang Munggu. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat tentang cara menangkal Virus Corona dan pencegahannya di lingkungan masyarakat di Kelurahan Sialang Mungu Kecamatan Tampan. Media yang digunakan untuk penyuluhan adalah laptop, infocus, leaflet dan poster. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah metode ceramah. Hasil kegiatan penyuluhan ini diperoleh pengetahuan responden meningkat menjadi 85 %, sikap positif responden menjadi 78 % dan tindakan responden menjadi90%. Para peserta kegiatan sangat antusias dan semangat sekali mengikuti kegiatan penyuluhan ini, hal ini dibuktikan dengan partisipasi peserta dalam menjawab pertanyaan dan diskusi Tanya jawab pada kegiatan penyuluhan berlangsung. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan terhadappenularan COVID-19 ini bisa dihindari dan diputuskan serta derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Sialang Mungu dapat ditingkatkan.
Analisis Sanitasi Lingkungan terhadap Gejala ISPA di Kecamatan Tuah Madani Rasyid, Zulmeliza; Susanti, Nurvi
Journal of Religion and Public Health Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Health Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v6i2.41128

Abstract

 Symptoms of ARI are symptoms of infection that affect the respiratory tract, both the upper (such as the nose and throat) and the lower (such as the bronchi and lungs) including cough, runny nose, sore throat, fever, shortness of breath (in more severe cases). ARI can be caused by various pathogens, including viruses, bacteria, and fungi. and can affect anyone, especially children and the elderly. This study is quantitative with Cross-sectional Design. The sample consisted of 150 houses. The location of the study was in Tuah Madani District. The research variables included clean water sources, waste management, waste water drainage channel and housing density. Data collection was by observation and questionnaire distribution. Data collection techniques were quota sampling. Data were processed by computerization. Univariate and bivariate data analysis used the chi-square test. The results of the study showed that there was a relationship between access to clean water (p-value 0.0001), waste management (p-value 0.0001), waste water drainage channel (p-value 0.0001) and housing density (p-value 0.001). It is expected that the agency will provide counseling to the community through health promotion activities regarding access to clean water, waste management, waste water drainage channel, and housing density that meets health requirements as well as prevention and control of ARI. Keywords: ARI Symptoms,  Environment, Sanitation.
Analisis Penyakit Diare di Desa Cipang Kiri Hulu dan Faktor Lingkungan Fisik yang Mempengaruhinya Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad; Fadhli, Rohmi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.3.374-381

Abstract

Latar belakang: Penyakit diare adalah suatu kondisi medis di mana seseorang, mengalami buang air besar dengan frekuensi yang lebih dari tiga kali per hari dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dari biasanya. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak. Kasus diare di Desa Cipang Kiri hulu meningkat dari 231 kasus menjadi 325 kasus. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor lingkungan fisik dengan penyakit diare di Desa Cipang Kiri Hulu.Metode: Penelitian bersifat kuantitatif analitik observasional dengan Cross sectional Design. Sampel berjumlah 150 KK. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Cipang Kiri Hulu. Variabel penelitian meliputi variabel dependen (penyakit diare) dan variabel independen (sumber air minum, pengelolaan sampah, Saluran Pembuangan Air Limbah, jamban dan jenis lantai). Pengumpulan data secara observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data secara Quota Sampling. Data diolah secara komputerisasi. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan sumber air minum (p-value 0,0001), pengelolaan sampah (p-value 0,0001), Saluran Pembuangan Air Limbah (p-value 0,0001), jamban (p-value 0,001), dan jenis lantai (p-value 0,0001) dengan kejadian diare di Desa Cipang Kiri Hulu.Simpulan: Edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan mengenai sumber air minum, pengelolaan sampah, saluran pembuangan air limbah, jamban dan jenis lantai yang memenuhi syarat kesehatan sangat dibutuhkan dalam pencegahan dan penanggulangan kasus angka kejadian diare.  ABSTRACTTitle: Analysis of Diarrhea Disease in Cipang Kiri Hulu Village and Physical Environmental Factors that Influence ItBackground: Diarrhea is a medical condition in which a person experiences bowel movements with a frequency of more than three times per day and a softer or more liquid stool consistency than usual. This disease usually attacks children. Diarrhea cases in Cipang Kiri Hulu Village increased from 231 cases to 325 cases. This study aims to analyze physical environmental factors with diarrhea in Cipang Kiri Hulu Village.Methods: The research is quantitative analytical observational with Cross sectional Design. The sample numbered 150 families. The location of the study was conducted in Cipang Kiri Hulu Village. The research variables include the dependent variable (diarrhea) and independent variables (drinking water sources, waste management, Wastewater Drainage Channels, toilets and floor types). Data collection by observation and interview. Data collection techniques are Quota Sampling. Data is processed computerized. Univariate and bivariate data analysis using the chi-square test.Results: The results of the study showed that there was a relationship between drinking water sources (p-value 0.0001), waste management (p-value 0.0001), Wastewater Drainage Channels (p-value 0.0001), toilets (p-value 0.001), and floor types (p-value 0.0001) with the incidence of diarrhea in Cipang Kiri Hulu Village.Conclusion: Public education through health promotion activities regarding drinking water sources, waste management, wastewater drainage channels, toilets and types of floors that meet health requirements is very much needed in preventing and dealing with cases of diarrhea.
ANALISIS SANITASI LINGKUNGAN DAN KEBERADAAN VEKTOR TIKUS DI PANTI ASUHAN AL-ISTIKLAL Rasyid , Zulmeliza; Puspita Sari, Nila; Hayana; Lusiana, Novita; Sohor, Suherman
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 1 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i1.2610

Abstract

Environmental sanitation is an effort to monitor and control environmental elements such as clean water and waste, personal hygiene in public places, clean and healthy food processing, and the absence of hazardous substances in the air. This research aims to identify and analyze environmental conditions and the presence of rat vectors at the Al-Istiklal Orphanage, Pekanbaru City. This research uses an observation approach and in-depth interviews to examine current conditions. Five informants were research subjects. The research results show that the sanitary conditions at the Al-Istiklal orphanage are still poor, as shown by SPAL: many piles of rubbish smell bad and do not have lids; rubbish at the orphanage is not sorted before being thrown away and burned; some rooms in the orphanage were not sorted before being burned; and Some rooms have an outdoor and adjoining kitchen, and the windows do not open. Several mice were found in the orphanage. Orphanages must pay more attention to environmental sanitation issues, such as SPAL, food processing, waste processing, and residential density, as well as the presence of rat vectors.
Collaborative Waste Management at Tuah Serumpun Market Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Sahar, Suherman; Sari, Nila Puspita; Lusiana, Novita
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.934

Abstract

Waste management in traditional markets, particularly in Pasar Tuah Serumpun, is a challenge that requires attention from local government and the community. This study aims to analyze and identify the implementation of the Collaborative Waste Management approach in waste management at Pasar Tuah Serumpun. The method used is qualitative research with a case study design. The research informants consist of three main informants, three supporting informants, and one key informant. The research instrument employs in-depth interview guidelines. The results show that the waste separation process at Pasar Tuah Serumpun is not conducted, and the existing waste collection is inadequate. Although waste transport is carried out three times a day, the limited number of transport vehicles owned by the Siak Environmental Agency poses a major obstacle. Additionally, the temporary waste storage sites are insufficient, worsening cleanliness conditions and causing waste piles. It is hoped that relevant parties will conduct outreach on the importance of waste separation to traders and the community, build adequate and strategic temporary storage sites, increase the number of waste transport vehicles to ensure effective collection, and involve the community in waste management through collaborative programs that can enhance participation and environmental awareness.
Environmental Sanitation Education in Reducing Environmental Pollution in the Siak River Area Rasyid, Zulmeliza; Rany, Novita; Susanti, Nurvi; Sari, Nila Puspita; Sohor, Suherman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ryayfv69

Abstract

Environmental pollution in the Siak River area is a serious problem impacting public health and the ecosystem. To address this issue, environmental sanitation education activities are being implemented to raise public awareness about the importance of good sanitation practices. Methods include outreach and hands-on practice in waste management. Health education is being conducted in the Meranti Pandak Village area. The media used for the education are laptops, n-focus, and leaflets. The methods used in the education are lectures and question-and-answer discussions. This community service activity will be conducted in July 2025. The results of this activity indicate an increase in public understanding of the importance of sanitation and waste management. There was increased knowledge 48%  in knowledge, 49% in attitudes, and 48% in actions of respondents before and after the questionnaire was administered. The community is beginning to actively participate in maintaining the cleanliness of their environment. Sanitation education plays a crucial role in reducing pollution and improving environmental quality. It is hoped that it can be implemented sustainably to create a cleaner and healthier environment.