Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PENDIPA Journal of Science Education

Estimasi Ancaman Tsunami di Zona Subduksi Sulawesi Bagian Utara Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tsunami Wahyu Kurniawan; Ernalem Bangun; Bondan Prakoso
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.204-209

Abstract

Pulau Sulawesi sangat rawan akan terjadinya gempabumi. Hal ini disebabkan oleh bertemunya tiga lempeng tektonik, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Filipina, dan Lempeng Indo-Australia. Di Sulawesi bagian utara juga terdapat lempeng mikro yakni Lempeng Laut Sulawesi, akibat dari pergerakan Lempeng Laut Sulawesi tersebut maka terbentuklah zona subduksi atau zona penunjaman. Zona subduksi pada Lempeng Laut Sulawesi tersebut yang dikenal dengan nama Megathrust Sulawesi Utara. Jika terjadi gempabumi dengan magnitudo yang sangat besar terjadi di Zona Megathrust Sulawesi Utara yang berpotensi terjadinya tsunami, maka perlu dibuat estimasi ancaman tsunami dengan menggunakan TOAST untuk mengetahui permodelan simulasi tsunami yang menghasilkan informasi-informasi penting seperti waktu tiba tsunami, lokasi-lokasi yang berpotensi tsunami dan ketinggian maksimum tsunami akan terjadi sebagai upaya mitigasi bencana. Kemampuan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk membentuk resiliensi masyarakat yang berpotensi terdampak, khususnya dalam menghadapi ancaman bencana tsunami di Zona Megathrust Sulawesi Utara. Dengan demikian, risiko bencana tersebut dapat dikurangi atau ditekan.
Analisis Sistem Peringatan Dini Tsunami di Zona Megathrust Selat Sunda Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional Wahyu Kurniawan; Daryono Daryono; IDK Kerta; Triwinugroho Triwinugroho
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.457-464

Abstract

Gempabumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, dan tidak dapat dicegah. Gempabumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara akurat meskipun telah banyak penelitian mengenai prekursor gempabumi. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh ancaman gempabumi dibutuhkan sistem info gempabumi dan peringatan dini tsunami yang cepat dan akurat. Kejadian gempabumi yang terjadi pada tanggal 02 Agustus 2019 tepatnya pukul 19:03:21 WIB dengan kekuatan (magnitudo) 7,4 yang berpusat di laut pada arah 147 km BaratDaya Sumur Provinsi Banten, dan memiliki kedalaman (hiposenter) 10 km telah membuktikan bahwa zona megathrust selat sunda merupakan daerah seismik yang aktif. Dengan adanya kejadian gempabumi tersebut, Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) langsung merespon dengan mengeluarkan peringatan dini tsunami 1 dengan waktu pengiriman informasi kurang dari 4 menit setelah gempabumi terjadi. Peringatan dini tsunami yang dinyatakan berakhir (peringatan dini tsunami 4) setelah 2 jam 31 menit dari kejadian gempabumi berdasarkan konfirmasi yang didapat dari data-data tide gauge yang lokasi berada di sekitar pusat gempabumi. Dengan cepatnya informasi peringatan dini yang diberikan oleh InaTEWS kepada pemangku kepentingan dan masyarakat setelah kejadian gempabumi tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari ketahanan nasional dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana sesuai dengan teori panca daya tangguh.