p-Index From 2021 - 2026
11.027
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Majalah Farmaseutik Pharmed: Journal of Pharmaceutical Science and Medical Research JFL : Jurnal Farmasi Lampung Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Farmasi Indonesia Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Dunia Farmasi Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kesehatan Borneo Journal Of Pharmascientech Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia (JFSI) Jurnal Buana Farma PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Jurnal Pengabdian Teknologi Tepat Guna Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Jurnal Kesehatan Rajawali Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Sidoluhur JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pharmaqueous Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Community Empowerment Journal Journal of Public Health and Pharmacy JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Sociality: Journal of Public Health Service Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education Journal of Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science Kunir: Jurnal Farmasi Indonesia (KJFI) Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi FARMESTRA JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Jimstek
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Indikator Pengelolaan Penyimpanan Obat di Apotek X Karanganyar: Analysis of Drug Storage Management Indicators at Pharmacy X Karanganyar Risma Sakti Pambudi; Farah Puteri Windiasari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 02 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i02.3311

Abstract

Storage is an activity to store and maintain the pharmaceutical preparations received and to maintain the quality of the medicines. Ineffective storage can result in expired and damaged medicines. The aim of the research is to find out what the storage system is like at Pharmacy X Karanganyar. This research is a descriptive observational study with retrospective data collection, namely in 2023. The samples used were 10 drugs that were frequently purchased by consumers in pharmacies dead stock. Based on research, it shows that the indicator for suitability of drug stock with the stock card is according to the standard, namely 100%, but there are discrepancies, namely for the drug Diclofenac Sodium (98%), the indicator for the stock value of expired/damaged drugs is 0% and dead stock drugs are 0%. The stock value indicators for expired medicines and dead stock medicines are in accordance with medicine storage standards. ABSTRAKPenyimpanan merupakan kegiatan untuk menyimpan dan memelihara sediaan farmasi yang diterima serta dapat menjaga mutu obat. Penyimpanan yang kurang efektif dapat mengakibatkan munculnya obat kedaluwarsa dan rusak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem penyimpanan di apotek X karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif yaitu tahun 2023. Sampel yang digunakan adalah 10 obat yang sering dibeli oleh konsumen di apotek X Tahun 2023. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat kesesuaian obat dengan kartu stok, obat kedaluwarsa/ rusak, obat stok mati. Berdasarkan penelitian menunjukkan indikator kesesuaian stok obat dengan kartu stok sesuai standar yaitu 100% akan tetapi terdapat yang tidak sesuai yaitu pada obat Diclofenac Sodium (98%), indicator nilai stok obat kedaluwarsa/rusak 0% dan Obat Stok Mati 0%. Indikator nilai stok obat kedaluwarsa dan obat stok mati sudah sesuai dengan standar penyimpanan obat yaitu 0%.
CERDAS DIGITAL, SEHAT MENTAL: EDUKASI KRITIS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENCEGAH KECEMASAN PADA PENGAJAR DAYCARE AL-GHAZI Tri Na'imah; Anniez Rachmawati Musslifah; Risma Sakti Pambudi; Evelyne Henny Lukitasari; Reni Ariastuti; Astri Charolina
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6540

Abstract

Profesi pengajar daycare menuntut stabilitas emosi yang tinggi, namun mereka juga rentan terhadap tekanan psikologis dari penggunaan media sosial, seperti kecemasan yang dipicu oleh perbandingan sosial dan kelelahan digital. Sayangnya, kelompok profesi ini sering terabaikan dalam program intervensi kesehatan mental. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui program edukasi "Cerdas Digital, Sehat Mental" dengan pendekatan community development pada pengajar di Daycare Al-Ghazi. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: asesmen awal melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pengukuran tingkat kecemasan (pre-test) menggunakan skala GAD-7; intervensi berupa workshop interaktif mengenai literasi digital kritis dan strategi manajemen stres; serta pemberdayaan melalui fasilitasi peer support group. Hasil program menunjukkan adanya penurunan skor rata-rata kecemasan yang signifikan secara statistik (p < 0.001) dari level sedang (M=11.87) pada pre-test menjadi level ringan (M=6.40) pada post-test. Temuan kualitatif juga mengonfirmasi adanya pergeseran kesadaran dari pengguna pasif menjadi pengguna media yang lebih kritis dan berdaya. Program ini berhasil membuktikan bahwa edukasi literasi digital kritis yang dikombinasikan dengan pemberdayaan komunitas efektif sebagai strategi preventif untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pengajar, yang pada akhirnya berinvestasi pada kualitas lingkungan pendidikan anak usia dini.
Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Ekstrak Air dan Kloroform Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Litta ‘Ifina; Fadilah Qonitah; Risma Sakti Pambudi
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i2.596

Abstract

Moringa (Moringa oleifera) is a plant that is easy to grow in lowlands that contains phenolic compounds and flavonoids that have the potential to be sunscreen. The purpose of this study is to determine the activity of sunscreen from water extract and chloroform of moringa leaves as seen from the SPF parameters. The process of making extracts by infusion and maceration methods. Testing of SPF values with the UV-Vis spectrophotometer method. The SPF (Sun Protection Factor) value was determined using a UV-Vis spectrophotometer by measuring absorbances from concentrations of 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, and 250 ppm water extract solutions and chloroform moringa leaves at wavelengths (290-320 nm) every 5 nm intervals with ethanol pa as a blank. The calculation of the SPF (Sun Protection Factor) value uses the Mansyur equation. The experiments that have been carried out have obtained results that there is sunscreen activity with the highest SPF value in water extract with a concentration of 250 ppm of 7.97 (extra protection) and in chloroform extract with a concentration of 250 ppm of 8.72 (ultra protection). Based on this study, it can be concluded that chloroform extract has a higher SPF value content compared to moringa leaf water extract at the same concentration.
A Quasi-Experimental Study of a Pharmacist-Led Community Educational Intervention on Medication Knowledge and Adherence among Older Adults with Chronic Illness in Surakarta Risma Sakti Pambudi; Khotimatul Khusna; Ratih Sakti Prastiwi; Adi Wardhana Amrullah; Ulfah Nur Hanna; Meri Agustina
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v6i2.8841

Abstract

Introduction: Chronic diseases such as diabetes mellitus and hypertension are increasingly prevalent among older adults and require long-term medication use. Despite receiving routine health education in primary care, many patients continue to show gaps in medication knowledge and adherence, which can lead to poor treatment outcomes. Pharmacist-led education has the potential to address these gaps by combining professional guidance with behavioral reinforcement. This study aimed to evaluate the effectiveness of a community-based, interactive educational program in improving medication knowledge and adherence among older adults with chronic diseases. Methods: A quasi-experimental pretest–post-test design was conducted between June and August 2025 with 201 participants recruited from five primary health centers in Surakarta, Indonesia. Medication knowledge and adherence were assessed using a structured questionnaire administered before and after two pharmacist-led group education sessions. The educational sessions focused on proper medication use, lifestyle management, and strategies to reduce unintentional nonadherence. The questionnaire evaluated multiple domains of knowledge and self-reported adherence behaviors. Differences between pre- and post-intervention scores were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test, with the level of statistical significance set at p < 0.05. Results: The Wilcoxon Signed-Rank test revealed statistically significant differences between pretest and post-test scores for both medication knowledge and adherence. Knowledge scores increased significantly following the intervention (Z= ?10.624, p < 0.05) indicating improved understanding of medication use and related health behaviors. Adherence scores also showed a significant increase (Z= ?9.767, p < 0.05). The greatest improvements were observed in lifestyle-related knowledge, such as diet and physiscal activity, as well as in behaviors associated with unintentional nonadherence, including forgetting doses or failing to bring medications while traveling. Minimal changes were observed in knowledge regarding diabetes-specific medications, showed minimal change, suggesting adequate baseline familiarity. Conclusion: The pharmacist-led community educational intervention was associated with statistically significant improvements in medication knowledge and adherence among older adults with chronic diseases. Further research is needed to assess the sustainability of these improvements over longer follow-up periods and across different primary healthcare settings.
GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT ANALGETIK NSAID  DI APOTEK RIZKY PENI FARMA PLESUNGAN TAHUN 2024: NSAID ANALGESIC MEDICATION MANAGEMENT AT RIZKY PENIFARMA PHARMACY IN PLESUNGAN IN 2024 Desti Anggi Safitri; Risma Sakti Pambudi; Khotimatul Khusna
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 15 No. 1 (2026): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/37dzh052

Abstract

Drug management in pharmacies is crucial to ensure the availability of appropriate medicines for the public. This study aimed to determine the procurement, storage, and use of NSAID analgesic drugs at Rizky Peni Farma Pharmacy in Plesungan in 2024. The research method used was a descriptive study with qualitative and quantitative approaches conducted retrospectively. Data were analyzed by comparing the results of observations with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 73 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Pharmacies. The results showed that drug procurement was carried out through Pharmaceutical Wholesalers (PBF) following appropriate procedures. Drug storage was conducted using the FIFO (First In First Out) and FEFO (First Expired First Out) systems. The highest use of NSAID analgesic drugs was found in tablet form, both generic (6,780 tablets) and branded (11,300 tablets). The most commonly used active ingredient was mefenamic acid, both in generic (2,020 preparations) and branded (4,510 preparations) forms. The most common generic NSAID analgesic was oxicam (2,880 preparations), while the most commonly used branded analgesic was mefenamate (4,510 preparations). The conclusion of this study indicates that medication management in pharmacies is in accordance with pharmaceutical service standards. Keywords: Medication; Medication Management; NSAID Analgesics; Pharmacy
Pemberdayaan UMKM pujasera Gedongan melalui pendampingan foto produk smartphone Evelyne Henny Lukitasari; Yunita Primasanti; Risma Sakti Pambudi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.378

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pujasera Gedongan, Colomadu, Karanganyar, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat melalui fotografi produk yang efektif menggunakan smartphone. Mayoritas peserta merupakan pelaku usaha kuliner yang sangat mengandalkan media visual untuk mempromosikan produk mereka. Kegiatan ini meliputi serangkaian workshop dan pelatihan langsung yang berfokus pada teknik fotografi dasar, pencahayaan, komposisi, editing dengan aplikasi mobile, dan menciptakan tampilan produk yang estetis.Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan peserta untuk menghasilkan foto produk berkualitas tinggi menggunakan smartphone mereka. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta kurang memiliki pengetahuan tentang pencahayaan dan komposisi yang tepat, sehingga sering kali menghasilkan gambar produk yang tidak menarik dan tidak jelas. Setelah sesi pelatihan, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kreativitas dalam memotret produk mereka, dengan banyak yang mampu menerapkan teknik seperti penataan flat-lay, pencahayaan alami, dan pemilihan latar belakang secara efektif. Selain itu, pelatihan ini menumbuhkan apresiasi yang lebih kuat terhadap pentingnya visual branding dan dampaknya terhadap penjualan online. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan potensi pemasaran digital pelaku UMKM di Pujasera Gedongan dengan membekali mereka dengan keterampilan fotografi yang praktis dan mudah diakses menggunakan smartphone. This community service activity was carried out at Pujasera Gedongan, Colomadu, Karanganyar, with the aim of improving the marketing capabilities of local micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through effective product photography using smartphones. The majority of participants were culinary entrepreneurs who heavily rely on visual media to promote their products. This activity included a series of workshops and hands-on training that focused on basic photography techniques, lighting, composition, editing with mobile applications, and creating aesthetic product displays. The results showed a significant increase in participants' ability to produce high-quality product photos using their smartphones. Before the training, most participants lacked knowledge of proper lighting and composition, often resulting in unattractive and unclear product images. After the training session, participants showed increased confidence and creativity in photographing their products, with many being able to apply techniques such as flat-lay styling, natural lighting, and background selection effectively. In addition, the training fostered a stronger appreciation of the importance of visual branding and its impact on online sales. This community service activity has succeeded in increasing the digital marketing potential of MSME actors at Pujasera Gedongan by equipping them with practical and easily accessible photography skills using smartphones.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PURWOSARI SURAKARTA Risma Sakti Pambudi; NurFadillah NurFadillah; Khotimatul Khusna
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9689

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu isu utama dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan terapi TBC sangatdipengaruhi oleh pengelolaan obat yang tepat, yang juga berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan obat TBC di Puskesmas Purwosari Surakarta dengan menggunakan empat indikator, yaitu kesesuaianitemobat dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN),ketepatan permintaan obat, tingkat ketersediaan obat, dan persentase penggunaan obat generik. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif evaluatif dan pendekatan kuantitatif, menggunakan data retrospektif tahun 2024 yang diperoleh dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian obat dengan DOEN mencapai 100%, ketepatan permintaan obat rata-rata sebesar 105,46%, dan ketersediaan obat tercatat selama 12,65 bulan, sesuai dengan standar KementerianKesehatan. Selain itu, penggunaan obat generik mencapai 100%, yang telah memenuhi target nasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan obat TBC di Puskesmas Purwosari telah dilaksanakan secara optimal, sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam aspek perencanaan, pengadaan, ketersediaan, dan penggunaan obat generik.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan Risma Sakti Pambudi; Winanti Puji Utami; Khotimatul Khusna
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9945

Abstract

Pelayanan kefarmasian di apotek berperan penting menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan perhitungan skor persentase kategorik yaitu membandingkan skor aktual dengan skor ideal lalu dikalikan 100 untuk memperoleh persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan masuk kategori sangat puas yaitu dimensi kehandalan (83,47%), dimensi ketanggapan (81,00%), dimensi jaminan (81,70%), dimensi empati (82,70%), dimensi bukti langsung (81,47%). Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian mencapai 82,07% dengan kategori sangat puas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan telah memenuhi harapan pasien pada semua aspek pelayanan sehingga menjadi dasar bagi peningkatan mutu layanan berkelanjutan.
Penyuluhan Cerdas Mandiri Gunakan Obat Untuk Meningkatkan Kesadaran Swamedikasi Aman dila wahyu utami; Khotimatul Khusna; Risma Sakti Pambudi; Rosliana Patandung; Abyasa Fajari Subiyanto
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2267

Abstract

Swamedikasi merupakan praktik penggunaan obat secara mandiri untuk mengatasi keluhan ringan, namun seringkali tidak disertai pemahaman yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai swamedikasi yang rasional melalui intervensi edukatif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan diskusi interaktif pada 42 peserta dengan desain pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dengan uji Paired Samples T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 63,75 menjadi 79,58. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait swamedikasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung praktik penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.
Peningkatan Literasi Obat melalui Program Dagusibu di Desa Menjing Kelurahan Pandeyan Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Khotimatul Khusna; Risma Sakti Pambudi; Siti Annisa Alfia Laili; Sindi Wahyu Yuliana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24270

Abstract

ABSTRAK Terapi obat yang diperoleh baik dari fasilitas pelayanan kesehatan maupun melalui praktik swamedikasi memerlukan pemahaman yang memadai terkait tata cara penggunaan obat agar tujuan terapi dapat dicapai secara aman dan efektif. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap prinsip DAGUSIBU berperan penting dalam mendukung ketepatan penggunaan obat. Oleh karena itu, pengetahuan yang cukup mengenai obat sangat diperlukan agar manfaat terapi dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu PKK Desa Menjing RT 03 RW 02 Kelurahan Pandeyan Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali setelah mendapat edukasi tentang DAGUSIBU. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan berupa ceramah atau pemberian informasi langsung. Materi penyuluhan menggunakan materi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam Gerakan Keluarga Sadar Obat. Tingkat pengetahuan peserta sebelum mendapat edukasi termasuk kategori Baik sebesar 73%, dan terdapat peserta dengan pengetahuan kategori kurang sebesar 3%. Sedangkan Tingkat pengetahuan peserta setelah mendapat edukasi menunjukkan terdapat peningkatan yaitu kategori Baik sebesar 83,33% dan tidak terdapat peserta dengan kategori pengetahuan kurang. Pelaksanaan kegiatan edukasi ini telah dapat meningkatkan pengetahuan ibu PKK Desa Menjing RT 03 RW 02 Kelurahan Pandeyan Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Jumlah peserta dengan tingkat pengetahuan Baik menjadi 83,33%. Kata Kunci: DAGUSIBU, Edukasi, Obat, Boyolali.  ABSTRACT Drug therapy, whether obtained from healthcare facilities or through self-medication, requires a thorough understanding of medication use procedures to safely and effectively achieve therapeutic goals. The public's understanding of the DAGUSIBU principle plays a crucial role in supporting appropriate medication use. Therefore, adequate knowledge of medications is essential to ensure optimal therapeutic benefits. to find out the increase in knowledge of PKK mothers in Menjing Village RT 03 RW 02 Pandeyan Subdistrict, Ngemplak District, Boyolali Regency after receiving education about DAGUSIBU. This activity uses a lecture or direct information delivery approach. The outreach materials are from the Indonesian Pharmacists Association (IAI)'s Drug Awareness Family Movement. The level of knowledge of participants before receiving education was categorized as Good at 73%, and there were participants with knowledge in the poor category at 3%. Meanwhile, the level of knowledge of participants after receiving education showed an increase, namely the Good category at 83.33% and there were no participants with knowledge in the poor category. This educational activity has improved the knowledge of PKK mothers in Menjing Village, RT 03 RW 02, Pandeyan Village, Ngemplak District, Boyolali Regency. The number of participants with a Good knowledge level reached 83.33%. Keywords: DAGUSIBU, Education, Medicine, Boyolali.
Co-Authors abdul, ahwan Abyasa Fajari Subiyanto Adi Wardhana Amrullah Ahmad Ghofar Wicaksono Ahwan Ahwan Ahwan Ahwan, Ahwan Akhyani, Nur Alvina Nia Diani Alvina Nia Diani Anniez Rachmawati Musslifah Ariastuti, Reni Arvia Wahyu Widodo Arvita Sari Ashinta, Faridani Anggun Astri Charolina Astuti, Winanti Puji Atika Azizah Widodo Bella Novela Dwi Utari Cahyani, Tiwi Nur Danik Miftakhul Jannah Desti Anggi Safitri Dewi, Oktaria Pratama Dhea Asyifa Nurmalika dila wahyu utami Dwi Jayanti Indah Isnasari Dwi Jayanti Isnasari Endah Astuti Astuti Enjelina, Sinta Mei Evelyne Henny Lukitasari Evelyne Henny Lukitasari Fadilah Qonitah Fadilah Qonitah Faqih Purnomosidi Farah Puteri Windiasari Firra Lurenza Pratiwi Fitriyadi, Farid Grace Agnes Theresa Konowok Grace Hestrivina Puren Hafidz, Rosyadah Hanafi, Affan Hasna Fadlu Rahma Helviana Rista Rini Helviana Rista Rini Heni Rusita Ilmi, Ibnul Irfan Al Fahmi Ishariyanto, Riski Jannah, Danik Miftakhul Khotimatul Khusna Khotimatul Khusna Khusna, Khotimatul Kristianingsih, Kiki Kurniasari, Anisa Lana, Bima Perkasa Putra Listiana, Endah Litta ‘Ifina Machfiroh Setianing Hati Mahmudah, Endar Asih Manek, Yohanes Stephen Megananda, Jenny Meiga Susana Meri Agustina Nabilah Rarayanthi. A Nada Novena Wulandari Novitasari, Nur Cahyani Nur Cahyani Nur Cahyani Novitasari Novitasari Nurfadillah Nurfadillah Nursi, Ivan Nurdin Oktaria Pratama Dewi Primania Maria Puren Putri, Alinda Putri, Tania Ardea Rahmadin, Mega Tri Ramadhani, Mutia Ratih Sakti Prastiwi Rebecawati, Linda Rini, Helviana Rista Riska Dwi Astuti Rita Septiana Rita Septiana Rita Septiana Astuti Rizal, Rafli Adnan Rosliana Patandung Rosliana Patandung Rosliana Patandung Ruth Eva Betriana Safitri, Desti Anggi Septiana, Rita Septiningrum, Chintya Hayu Sindi Wahyu Yuliana Siti Annisa Alfia Laili Solong, Sriwidyawati A. Sri Suwarni Subiyanto, Abyasa Fajari Suci Fitriani, Suci Suci, Dwi Buana Syifa Febiana Temok , Maria Gabriela M Tika Dwiyanti Tri Na'imah Ulfah Nur Hanna Ulfah, Amalia Utami, Winanti Puji Widagdo, Arisena Widodo, Arvia Wahyu Winanti Puji Utami Windiasari, Farah Puteri Yunita Primasanti Zuliana Styarini Zuriyah, Putri