Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Media YouTube dalam Microteaching pada Masa Pandemi Covid-19 Noviana, Sinta Tri; Febriyanti, Rifiana; Sufanti, Main; Pratiwi, Dini Restiyanti; Fatimah, Nur'aini; Cahyati, Jeni Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa perubahan bagi semua orang untuk menggunakan teknologi dalam menjalankan aktivitas dari rumah, bahkan berbagai aktivitas lain juga dilakukan di rumah. Proses pengajaran yang awalnya dilakukan secara langsung atau tatap muka beralih dengan memanfaatkan teknologi. Dengan adanya pandemi ini membawa dampak yang siginifikan dalam praktik Microteaching. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan Microteaching selama pandemi Covid-19, (2) menjelaskan efektivitas penggunaan media YouTube sebagai pelaksanaan Microteaching, (3) mendeskripsikan pengalaman mahasiswa PBSI FKIP UMS dalam Microteaching menggunakan media YouTube. Data yang digunakan dalam penelitian ini informasi lisan, tulis, dan tindakan mahasiswa ketika praktik Microteaching berlangsung. Adapun data dalam penelitian ini bersumber dari kumpulan refleksi serta hasil penyebaran angket dan wawancara mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta yang mengikuti mata kuliah Microteaching pada tahun 2021 sejumlah 151 mahasiswa dari 8 kelas. Adapun sumber data sekunder yaitu artikel yang berjudul “Adaptasi Program Microteaching bagi Calon Guru Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19” Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, angket, studi dokumen, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskripsi kualitatif dengan beberapa langkah yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan dan memverifikasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut (1) pelaksanaan Microteaching selama pandemi Covid-19 dilakukan secara daring (dalam jaringan). (2) Media pembelajaran yang digunakan dalam Microteaching secara daring yaitu dengan menggunakan media YouTube. Media ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan juga mudah untuk diakses. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan harus bisa dapat membantu proses pembelajaran untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sebelumnya telah ditentukan. (3) Banyak pengalaman yang didapat oleh mahasiswa ketika memanfaatkan YouTube sebagai media dalam Microteaching.Pengalaman tersebut berupa pengambilan, pengeditan, dan pemberian ilustrasi pada video serta pengunggahan video. Kesimpulan yaitu media YouTube menjadi salah satu media interaktif yang efektif untuk digunakan mahasiswa dalam membagikan video praktik atau video pembelajaran, karena aplikasi YouTube mudah untuk diakses, sesuai dengan karakter siswa, serta menyediakan berbagai bahan pembelajaran secara gratis.
DIPLOMASI PROGRAM BIPA MELALUI MEDIA FILM KARTINI Rahmawati, Ida Yeni; Iswatiningsih, Daroe; Darihastining, Susi; Pujiati, Ayu; Pratiwi, Dini Restiyanti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.12050

Abstract

Kegiatan diplomasi budaya tentu sangat beragam. Salah satu kegiatan diplomasi budaya yang dikenalkan pada program BIPA di KBRI Portugal ialah dengan mengadakan menonton bersama film yang berjudul “Kartini”. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai proses diplomasi budaya Indonesia melalui film Kartini di Portugal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data pelaksanaan diplomasi budaya melalui film Kartini ini diperoleh dari  BIPA 1  kelas B di KBRI Portugal. Hasil observasi, wawancara, dan analisis dokumen merupakan data primer yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini. Hasil penelitian ini ialah pemelajar BIPA 1 di KBRI Portugal khususnya kelas B merasa sangat senang bisa mengenal dan bahkan memahami isi film Kartini, karena dengan begitu pemelajar semakin mengenal kebudayaan salah satu daerah di Indonesia yaitu di Jepara. Pemelajar juga sangat antusias untuk menjawab kuis-kuis yang diberikan oleh pengajar setelah selesai acara menonton film bersama tersebut. Semua pertanyaan kuis dijawab dengan baik oleh pemelajar. Kuis-kuis tersebut juga berhadiah, hadiah yang diberikan sebenarnya adalah hal sederhana seperti makanan yang berasal dari Indonesia, atau pernak-pernik sederhana yang berasal dari Indonesia. Dengan demikian, diplomasi budaya melalui film ini dapat menumbuhkan saling pengertian, toleransi, dan terciptanya harmoni antar negara. Kata Kunci: Diplomasi, BIPA, Media Film Kartini
Pemanfaatan Gim Edukasi Berbasis Macromedia Flash dalam Pembelajaran Teks Iklan, Slogan, dan Poster di SMP Muhammadiyah 15 Wonoharjo Wulandari, Adellia Putri; Pratiwi, Dini Restiyanti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.6834

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi gim edukasi dan mengidentifikasi faktor penunjang serta penghambat dalam pemanfaatan gim edukasi berbasis Macromedia Flash untuk pembelajaran teks iklan, slogan, dan poster di SMP Muhammadiyah 15 Wonoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, yaitu membandingkan informasi dari guru dan peserta didik, serta triangulasi teknik, yaitu memadukan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi gim edukasi mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Faktor penunjang utama meliputi antusiasme siswa yang tinggi, sarana dan prasarana yang memadai, daya tarik visual, serta dukungan guru Bahasa Indonesia. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya frekuensi penggunaan komputer, ketiadaan Wi-Fi, ketiadaan staf khusus IT, dan kurangnya kebijakan pendukung dari sekolah. Pengelolaan waktu, peningkatan infrastruktur sekolah, termasuk penambahan perangkat dan koneksi internet yang memadai, serta staff untuk meningkatkan kompetensi dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai optimalisasi media pembelajaran dalam berbagai kondisi sekolah.
REALISASI TINDAK KESANTUNAN POSITIF DALAM WACANA AKADEMIK DI MEDIA SOSIAL BERPERSPEKTIF HUMANIS/POSITIVE POLITENESS OF ACADEMIC DISCOURSE TAKING PLACE IN SOCIAL MEDIA INTERACTION: A HUMANITY PERSPECTIVE Hari Kusmanto; Nadia Puji Ayu; Harun Joko Prayitno; Laili Etika Rahmawati; Dini Restiyanti Pratiwi; Tri Santoso
Aksara Vol 32, No 2 (2020): AKSARA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i2.454.323-338

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan mendeskripsikan wujud kesantunan berkomunikasi dalam media sosial WhatsApp antara mahasiswa dan dosen. Studi ini adalah kualitatif. Data dalam studi ini adalah kalimat-kalimat santun dalam wacana akademik di media sosial. Sumber data dalam studi ini adalah tuturan wacana akademik di media sosial. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data dalam studi ini dilakukan dengan metode padan intralingual; padan pragmatis dan diperkuat dengan teknik analisis kesantunan Brown dan Levinson berperspektif humanis. Hasil studi ini menunjukkan tindak kesantunan positif meliputi: (1) mengucapkan terima kasih sebagai penghormatan kepada mitra tutur, 48%; (2) memberikan pertanyaan sebagai wujud perhatian kepada mitra tutur, 8%; (3) memberikan informasi kepada mitra tutur sebagai wujud kepedulian, 18%; (4) menunjukkan keoptimisan kepada mitra tutur supaya termotivasi, 4%; (5) memberikan hadiah kepada mitra tutur dengan memberikan dukungan, 4%; (6) mengucapkan salam kepada mitra tutur sebagai upaya mendoakan kebaikan kepada mitra tutur, 8%; dan (7) menggunakan penanda identitas sebagai wujud menjalin solidaritas antara penutur dan mitra tutur, 10%. Hal ini menunjukkan mahasiswa memiliki sikap penghormatan yang tinggi kepada dosen dengan menunjukkan komunikasi bernada positif. Tindak kesantunan mengucapkan terima kasih, memberikan informasi yang dibutuhkan mitra tutur, menunjukkan sikap percaya diri, mengucapkan salam merupakan wujud komunikasi yang berperspektif humanis, yakni menjunjung nilai-nilai kemanusian. Penelitian ini bermanfaat dalam membangun komunikasi pembelajaran yang berorientasi pada kesantunan berbahasa yang memartabatkan nilai-nilai humanitas dalam pembelajaran. Kata kunci: kesantunan positif, akademik, media sosial, humanis Abstract This study aims to describe the form of politeness in communicating on WhatsApp social media between students and lecturers. This study is qualitative. The data in this study are polite sentences in academic discourse on social media. The data source in this study is the speech of academic discourse on social media. Data collection in this study uses the documentation method, refer to it, and proceed with note taking technique. Data analysis in this study was carried out using the intralingual equivalent method; pragmatic equivalent and strengthened by Brown and Levinson’s politeness analysis techniques with a sweet perspective. The results of this study show positive politeness actions include: (1) Thank you for the speech partner observer 48%; (2) giving questions as a form of attention to the speech partners 8%; (3) providing information to the speech partners as a form of concern 18%; (4) showing optimism for the speech partners to be motivated 4%; (5) giving gifts to speech partners by giving support 4%; (6) greeting the speech partners in an effort to pray for the kindness of the speech partners 8%; and (7) using identity markers as a form of establishing solidarity between the speaker and the speech partner 10%.. ISSN 0854-3283 (Print), ISSN 2580-0353 (Online) , Vol. 32, No. 2, Desember 2020 323 Realisasi Tindak Kesantunan Positif dalam Wacana Akademik di Media Sosial Berperspektif Humanitas Halaman 323 — 338 (Hari Kusmanto, Nadia P. Ayu, Harun J. Prayitno, Laili E. Rahmawati, Dini R. Pratiwi, dan Tri Santoso) This shows students have a high attitude of respect for lecturers by showing positive communication. Actions of thanksgiving, giving information needed by the speech partner, showing self-con dence, greeting is a form of communication with a humanist perspective, namely upholding human values. This research is useful in building learning communication that is oriented towards language politeness that digni es human values in learning. Keywords: positive politeness, academic, social media, humanity