Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

IMPROVING PHYSICS LEARNING OUTCOMES WITH COOPERATIVE LEARNING NUMBERED HEAD TOGETHER TYPE ON OPTICAL DEVICES OF CLASS XI STUDENTS AT SMAN 1 SECANGGANG Lubis, M.Surya Irawan; Derlina, Derlina
(IPER) Indonesian Physics Education Research Vol. 3 No. 2 (2022): IPER (Indonesian Physics Education Research)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/iper.v3i2.63124

Abstract

This study aims to improve students' physics learning outcomes by applying NHT learning on optical instrument material. The population in this study were students of class XI of SMAN 1 Secanggang in the academic year 2023/2024. The samples in this study were XI MIPA 2 class as a control class totaling 30 students who were given conventional learning, and XI MIPA 3 class as an experimental class totaling 30 students who were given NHT learning. The sampling method used was quasi-experiment and used pretest-posttest control group design. Data on physics learning outcomes were collected using a test instrument in the form of 10 questions. The improvement of students' physics learning outcomes is seen by comparing the average value of hypothesis tests that are normally distributed and homogeneous in both classes. Based on the results of the study, it is concluded that the application of NHT learning on optical devices material can significantly improve student learning outcomes.
Penerapan Sanitasi dan Higienis dalam Pembuatan Jamu Gendong di Kota Tebing Tinggi Suprianto, Suprianto; De Lux Putra, Effendy; Nurbaya, Siti; Samran, Samran; Sumardi, Sumardi; Nasution, Derlina; Lestari, Wita
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i3.220

Abstract

Jamu Gendong is a traditional drink that has the potential to be contaminated with worms, parasites, bacteria, fungi, viruses and rickettsia. Sources of contaminants include materials, equipment, facilities, personnel, animals and production environments, so their efficacy is questionable. The activity was carried out in the form of providing information on the implementation of sanitation and hygienic production to 38 Jamu Gendong traders in Tebing Tinggi City, Deli Serdang, North Sumatra. The material was delivered using illustrated power point media to facilitate the delivery of increased understanding of sanitation and hygiene, including objectives, benefits, programs, fixed procedures, disinfectant and washing materials as well as documentation in accordance with RI POM Regulation Number 31, 2022. Activities were carried out on April 29, 2024 and received positive responses from all participants. Activities are expected to be sustainable so that the Jamu Gendong produced is of higher quality.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Budaya Melayu untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Siswa SMA Shofia Ummi; Derlina, Derlina; Sri Aningsih; Situmorang, Howard; Solikin, Solikin
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v6i1.4706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem based learning berbasis budaya Melayu dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA. Budaya Melayu dipilih sebagai pendekatan kontekstual dalam pembelajaran karena nilai-nilai lokal yang terkandung di dalamnya, seperti permainan tradisional, perayaan budaya serta kebiasaan dalam bermusyawarah yang diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang terdiri dari kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu dan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal pre test dan post test pada setiap pertemuan dan tes keterampilan pemecahan masalah yang terdiri dari 6 butir soal essai. Teknik analisis data menggunakan analisis N-gain dan uji t. Hasil analisis N-gain menunjukkan nilai 0,48 pada pertemuan ketiga pada kelas ekperimen dan nilai 0,32 untuk kelas kontrol. Hasil uji t diperoleh bahwa ada perbedaan karena pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu terhadap keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA.
Potret Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Kecamatan Patumbak Sumatera Utara Derlina, Derlina; Srijayanti, Putri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jipfalbiruni.v5i2.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran IPA di SMP se-kecamatan Patumbak T.P. 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif studi kasus. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII masing-masing SMP T.P. 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan SMP Se-Kecamatan Patumbak yaitu SMPN 1 Patumbak, SMPS Madani Marindal, SMPS Ponpes Al-Husna dan SMPS IT Rahmat. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, catatan harian wawancara dan angket (kuesioner) yang dibantu oleh satu observer.Dari hasil penelitian diperoleh jumlah nilai pendidikan karakter yang diimplementasikan setiap sekolah SMP, yaitu pada SMP Negeri 1 Patumbak menerapkan 9 nilai karakter dengan persentase 50%, SMP Swasta Madani Marindal 1 menerapkan 11 nilai karakter dengan persentase 55%, SMP Swasta Ponpes Al-Husna menerapkan 13 nilai karakter dengan persentase 72%, dan SMP Swasta IT Rahmat menerapkan 9 nilai karakter dengan persentase 50%.The Description of The Implementation of Character Education in Junior High School Patumbak District, North SumatraThis study aims to determine the implementation of character education in science subjects in junior high school districts Patumbak TP 2015/2016. This research is a descriptive case study. The population in the study were all students of class VIII SMP respectively TP 2015/2016. The sampling is done randomly as much as 25% of the total number of sub-district Junior High School in Patumbak ie, SMPN 1 Patumbak, SMPS Madani Marindal, SMPS Pesantren Al-Husna, and SMPS IT Rahmat. The instruments used are observation sheets, diaries interviews and questionnaires (questionnaire) assisted by one observer. The results are obtained, sum of the values of character education is implemented in every secondary school ie,; at SMP Negeri 1 Patumbak apply 9 character values with a percentage of 50%, SMPS Madani Marindal 1 apply 11 character values with a percentage of 55%, SMPS Pesantren Al-Husna apply 13 character values with the percentage of 72%, and SMPS IT Rahmat apply 9 character values with a percentage of 50%.
Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dengan Metode Know-Want-Learn (KWL): Dampak terhadap Hasil Belajar Fluida Dinamis Harahap, Ria Astri; Derlina, Derlina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jipfalbiruni.v6i2.1369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan metode Know-Want-Learn terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 21 Medan T.P. 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 15 soal. Kemudian pada kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan metode Know-Want-Learn (KWL) dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh postes dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 74,7dan kelas kontrol 63,53. Berdasarkan hasil analisa perhitungan uji t, ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan metode Know-Want-Learn (KWL) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Fluida dinamis di kelas XI SMA Negeri 21 Medan T.P 2016/2017.Group Investigation (GI) Cooperative Learning Through The Know-Want-Learn (KWL) Method: The Impact on Dynamic Fluid Learning OutcomesThis research purposes to know the effect learning cooperative model type GI with Know-Want-Learn method toward the result of student learning. The type of research was quasi-experiment with the population in this research is all students in class XI SMA Negeri 21 Medan A.Y.2016/2017. Cluster random sampling technique took the sample. The instrument that used is multiple choice with five options answer as much as 15 items. Then two classes give different learning, experiment class with cooperative learning model type GI with Know-Want-Learn method and control class with conventional learning. After learning had been given, got post-test with average calculation value of student experiment class is 74,7 and control class is 63,53. Based on the results of calculation of t-test analysis, there is the effect learning model cooperative type GI with Know-Want-Learn method toward the result of student learning at the dynamic fluid topic in class XI SMA Negeri 21 Medan A.Y.2016/2017.
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR KELAS XI SMAN 14 MEDAN Hidayah, M. Raffi; Derlina, Derlina
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/d7w5r194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor di kelas XI SMAN 14 Medan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar fisika siswa yang masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang menyebabkan siswa kurang aktif dan sulit memahami konsep fisika secara mendalam. Model Learning Cycle 7E merupakan model pembelajaran berbasis konstruktivisme yang terdiri dari tujuh tahapan, yaitu elicit, engage, explore, explain, elaborate, evaluate, dan extend, yang dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa secara bertahap dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, di mana satu kelas eksperimen menggunakan model Learning Cycle 7E dan satu kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest pada kelas eksperimen adalah 47,65 dan meningkat menjadi 81,32 pada posttest, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata nilai pretest sebesar 46,76 dan posttest sebesar 71,47. Analisis uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan model Learning Cycle 7E dan metode konvensional (t hitung = 4,12 > t tabel = 1,997). Dengan demikian, penerapan model Learning Cycle 7E secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor dibandingkan dengan metode konvensional.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN 4C SISWA Nisya, Khairun; Derlina, Derlina; Bunawan, Wawan
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.26739

Abstract

Bahan ajar perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karena dapat membantu guru dalam menyampaikan materi. Pembelajaran perlu didukung oleh ketersediaan bahan ajar, begitu juga pembelajaran STEM. Pembelajaran di abad-21 tidak hanya berpusat pada kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup sejumlah keterampilan personal dan sosial. Keterampilan tersebut dikenal dengan istilah  4C. Peneltian ini untuk menganalisis kelayakan, keefektifan dan kepraktisan bahan ajar fisika berbasis STEM, dan untuk mengetahui peningkatan sebagian keterampilan 4C siswa yang diajarkan menggunakan bahan ajar fisika berbasis STEM. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA MAS Ponpes Darul Qur™an. Instrumen dan teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi bahan ajar oleh tim ahli materi dan desain, lembar penilaian keefektifan bahan ajar, dan lembar penilaian kepraktisan bahan ajar. Hasil penelitian diperoleh bahwa bahan ajar fisika berbasis STEM yang dikembangkan dalam kategori sangat layak menurut ahli materi dan desain, sangat efektif ditinjau dari hasil belajar dan penilain guru terhadap bahan ajar fisika berbasis STEM, dan sangat praktis ditinjau dari respon siswa dan penilaian para ahli terhadap bahan ajar fisika berbasis STEM. Hasil belajar siswa yang di uji dengan analisis N-gain menunjukkan bahwa bahan ajar fisika berbasis STEM mampu meningkatkan sebagian keterampilan 4C siswa. Jadi bahan ajar fisika berbasis STEM telah memenuhi kriteria layak, efektif, praktis, dan mampu meningkatkan sebagian ketrerampilan 4C siswa kelas XI MIA MAS Ponpes Darul Qur™an sebagai sumber belajar pendukung dalam proses pembelajaran materi suhu dan kalor.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS CTL BERBANTUAN AUDIO-VISUAL POWTOON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Nainggolan, Rini Siti; Derlina, Derlina; Sinulingga, Karya
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.50796

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan, keefektifan dan peningkatkan hasil belajar siswa terhadap pengembangan media pembelajaran fisika berbasis CTL berbantuan audio-visual powtoon. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI semester 2 jurusan MIPA di SMA Swasta Dwi Tunggal Tanjung Morawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research & Development dengan model Brog & Gall, penelitian dilakukan hanya sampai pada tahap development atau pengembangan saja. Sampel yang diambil dari populasi adalah sebanyak dua kelompok yaitu kelompok kecil dan kelompok besar. Penelitian menggunakan pendekatan dengan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner atau angket berupa lembar checklist, dengan indikator kelayakan yang diukur dari segi kevalidan, kepraktisan, & keefektifan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa uji kelayakan media pembelajaran CTL dari segi valid oleh validator ahli materi dan media dengan kategori layak, dan persentase uji kepraktisan media pembelajaran CTL oleh validator dengan kategori praktis, uji keefektifan media pembelajaran CTL berdasarkan hasil ketuntasan belajar adalah tuntas dan hasil keterlaksanaan pembelajaran kategori berhasil dan pengembangan media pembelajaran berbasis CTL berbantuan audio-visual powtoon berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa.
Profil Keterampilan Mengajar Calon Guru Fisika pada Mata Kuliah Microteaching dengan Pembelajaran Berbasis Proyek Derlina, Derlina; Bunawan, Wawan; Sabani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.5422

Abstract

This study aims to analyze the improvement of teaching skills of prospective physics teachers in Unimed Physics Education Study Program. The research method used is classroom action research method with Kemmis and Mc. Taggart model by applying project-based learning model in microteaching course. The research stages consist of planning, action, observation and reflection.  The research subjects were 2020 batch students who took microteaching courses in the even semester of 2022/2023 year academic as many as 10 people. This research consists of 3 cycles with 2 meetings in each cycle. The instruments used in this study were questionnaires, teaching skills assessment rubrics and learning observation sheets. Data collection was carried out by giving questionnaires and direct observation of learning activities carried out by prospective teacher students. Data analysis techniques were carried out with gain test analysis. The average score of prospective teachers' teaching skills at the time of cycle 1 was 36.9 in the very unskilled category, to 81.6 in the skilled category in cycle 3, experiencing an increase in scores from cycle 1 to cycle 3 with an N-gain score = 0.7 in the moderate category.  Based on the results of the study, it can be concluded that project-based learning in microteaching courses can improve the teaching skills of prospective physics teachers in microteaching courses.
TPACK Based Differentiated Problem Posing to Enhance Entrepreneurial Digital Problem Solving Derlina, Derlina; Zuhra, Siti; Mihardi, Satria; Lubis, Rajo Hasim; Purba, John Tampil; Stephanie, Stephanie
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 7 No 3 (2025): November
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v7i3.609

Abstract

This study aims to determine the effect of TPACK-based differentiated learning on high school students' problem-solving abilities and motivation. The study, conducted at Private Senior High School PAB 8 Saentis Sei Tuan, used a quasi-experiment method with two classes: the experimental class, which used the differentiated problem solving model based on TPACK, and the control class, which used the conventional school learning model without differentiation. The results of this study indicate that the average post-test score for student problem-solving abilities in the experimental class was higher than in the control class. Statistical testing using two-way ANOVA showed that the problem-solving skills of students taught with the TPACK-based differentiated learning model demonstrated a significant influence between the learning model and motivation on students' problem-solving skills, as well as an interaction between the TPACK based problem posing learning model and motivation in terms of problem-solving skills. These findings have practical implications for educators, providing evidence that the TPACK-based differentiated problem-posing learning model is more effective in improving students' problem solving abilities than the conventional learning model, with learning motivation also playing an essential role in enhancing student problem-solving skills.