Claim Missing Document
Check
Articles

RELASI ANAK DAN IBU PADA KELUARGA YANG BERCERAI (Studi Kualitatif Fenomenologis) Febrianita, Cintya Fitri; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.571 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam gambaran relasi anak dan ibu pada keluarga yang bercerai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian adalahanak laki-laki dengan orang tua yang mengalami perceraian berusia 20-22 tahun, dan tinggal di kota Semarang, berjumlah tiga subjek yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskripsi Fenomena Individual (DFI). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa perceraian memberikan masing-masing dampak negatif pada ketiga subjek, seperti perasaan minder, menutup diri, kehilangan figur ayah, dan menjadi pribadi yang keras. Keberadaan ibu yang berkompeten dan adanya relation (hubungan) yang erat dengan subjek merupakan salah satu faktor yang membantu ketiga subjek untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi perceraian orang tua, mampu bangkit dari keterpurukan, dan menjadi resilien.
HUBUNGAN ANTARA QUALITY OF SCHOOL LIFE DENGAN EMOTIONAL WELL BEING PADA SISWA MADRASAH SEMARANG Damayanti, Soraya Prabanjana; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.504 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quality of school life dengan emotional well being pada siswa Madrasah Semarang. Quality of school life adalah persepsi terhadap rasa sejahtera siswa sebagai bagian dari sekolah melalui penilaian terhadap pengalaman yang dirasakan siswa dengan dimensi-dimensi yang dimiliki sekolah. Emotional well being adalah persepsi terhadap keadaan emosional yang meliputi kepuasan hidup dan kebahagiaan yang dirasakan individu dalam kehidupannya. Populasi yang terjangkau dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 1 Semarang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MAN 1 Semarang sebanyak 97 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Quality of School Life (25 aitem valid, α = 0,839) dan Skala Emotional Well Being (37 aitem valid, α = 0,884). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,633 dengan p = 0,000 (p
PENGALAMAN MENJADI HOMESCHOOLER-MOM Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) Majid, Dewi Yulia Nurul; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.352 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman ibu yang melaksanakan homeschooling (homeschooler-mom). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA).Partisipan penelitian ini didapat dengan metode non-probability sampling dengan salah satu strategisnowball sampling.Partisipan berjumlah 3 orang dengan karakteristik: (1) Ibu yang melaksanakan praktik homeschooling pada anak, tidak terbatas jenjang pendidikan, (2) Pelaksanaan homeschooling tanpa adanya keterlibatan lembaga serta, (3) Ibu yang mengaktualisasi aktivitas homeschooling-nya di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman homeschooler-mom melaksanakan homeschooling mampu mencapai target-target belajar anak dan menerapkan parental control pada anak. Pengalaman homeschooler-mom berawal dari pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh pengalaman pendidikan homeschooler-mom, kondisi pendidikan anak serta kehidupan pernikahan homeschooler-mom. Faktor-faktor pengambilan keputusan tersebut selanjutnya melahirkan pemaknaan homeschooler-mom pada pendidikan yang dianggap baik yaitu pemaknaan cenderung pada filosofi pendidikan homeschooling. Homeschooler-mom juga dihadapkan pada dinamika pelaksanaan homeschooling yang meliputi fase homeschooling, kendala-kendala serta kepuasan terhadap pelaksanaan homeschooling. Selain itu, penelitian ini mempunyai temuan pada peran ibu dalam homeschooling yang meliputi pengasuhan, peran ganda yang disandang homeschooler-mom serta keterlibatan ayah dalam pendidikan. Temuan-temuan tersebut berkaitan dengan dinamika pelaksanaan homeschooling yang dialami homeschooler-mom.
PENGALAMAN BERKELUARGA PADA WANITA YANG MENJALANI MARRIED BY ACCIDENT Studi Fenomenologis Pernikahan Karena Kehamilan di Luar Nikah Sari, Putri Perwita; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.392 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15144

Abstract

Pernikahan karena kehamilan di luar nikah adalah kondisi dimana sebuah pernikahan terjadi dengan suatu penyebab tertentu yaitu karena pihak perempuan telah lebih dulu mengalami kehamilan. Pernikahan karena kehamilan di luar nikahpada usia remaja terjadi karena adanya hubungan intim yang dilakukan di luar ikatan pernikahan atau yang dikenal dengan seks pranikah. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan memahami lebih dalam pengalaman berkeluarga dan dinamika keluarga dari individu yang mengalami pernikahan karena kehamilan pranikah. Dinamika keluarga yang dimaksud yakni dimulai dari penyebab awal terjadinya pernikahan subjek hinggakehidupan pernikahan subjek saat ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti mengumpulkan data penelitian dengan mewawancarai tiga orang wanita yang mengalami pernikahan karena kehamilan di luar nikah pada usia remaja dan saat ini masih menikah dengan usia pernikahan minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pernikahan karena kehamilan di luar nikah merupakan suatu jalan keluar yang dipilih oleh keluarga untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami remaja putri yang mengalami kehamilan pranikah. Permasalahan tidak selesai begitu saja ketika individu memutuskan untuk melakukan pernikahan. Terdapat dampak yang ditimbulkan dari keputusan remaja untuk melakukan pernikahanguna menutupi kehamilannya. Tidak semua pihak dalam lingkungan sosial akan memberikan dukungan terkaitpernikahan yang dilakukan.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MEMBACA QURAN SISWA TPQ Fatkhawati, Meirna; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.44 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran siswa TPQ. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Pola Asuh Otoriter (Σ item = 19, α = .864) dan Skala Persepsi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Membaca Quran (Σ item = 21, α=.897). Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa TPQ Attaqwa, TPQ Baitul Khair, TPQ Al-Hidayah, TPQ Maskam Undip dan TPQ Kyai Galangsewu dengan jumlah sebanyak 280 subjek. Sampel penelitian adalah 120 subjek yang diperoleh dengan menggunakan teknik proportional cluster sampling. Uji normalitas pola asuh otoriter p = .523 (p > .05) dan persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran p = .007 (p < .05). Variabel persepsi orang tua terhadap motivasi belajar memiliki distribusi tidak normal, maka menggunakan teknik statistik non parametrik. Berdasarkan dari hasil analisis korelasi kendal tau didapatkan bahwa = .288 dan p = .000 (p < .001) artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh otoriter yang diterapkan orang tua maka semakin negatif persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran.
RELATIONSHIP BETWEEN SELF ESTEEM WITH TENDENCY TO DATING VIOLENCE THE STUDENTS REGULAR 1 AND REGULAR 2 CLASS OF 2009 IN INDUSTRIAL ENGINEERING FACULTY DIPONEGORO UNIVERSITY M., Trias Wulan; NRH, Frieda; Desiningrum, Dinie Ratri
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.076 KB)

Abstract

Based on teen dating phenomenon, a lot happened dependence on their partners. Dependency here means emotionally dependent and always never dared to resist what it wants partner and fear of abandonment. Dating process can lead to positive effects and negative effects. One of the negative effects is dating violence. This study aims to determine the relationship between self esteem with tendency to dating violence students in Industrial Engineering Faculty in Diponegoro University.In the study population were regular students regular 1 and regular 2 class of 2009 majoring in Industrial Engineering Faculty Diponegoro University. Sample was90 persons obtained through cluster random sampling technique. Retrieval of data using propensity scale violence in courtship consisting of 29 aitem (α = 0,952) and self esteem scale consisting of 37 aitem (α = 0,950).Processing the data using Non Parametric Method Statistical Test Spearman Rank Correlation Coefficient, rxy = -0,434 obtained with a significance level of 0,000 (p<0,05). The existence of a negative sign on the correlation coefficient indicates the direction the relationship is negative meaning that the highet the tendency of self esteem in dating violence has declined. Conversely, the lower the self esteem then making trend in dating violence is increasing.
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENGIKUTI YOGA CLASS DENGAN BODY IMAGE PADA REMAJA PUTRI DI FITNESS CENTRE SEMARANG Defika, Mutiara; Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.724 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15234

Abstract

Body image adalah gambaran mental dan evaluasi seseorang terhadap kondisi fisiknya yang meliputi bentuk tubuh dan ukuran tubuhnya di dalam hubungannya dengan norma-norma sosial dan umpan balik dari orang lain. Minat adalah daya tarik atau keinginan yang sangat besar yang ada dalam diri individu, yang mendorong individu untuk mencapai sesuatu sesuai dengan keinginan dan kegairahannya terhadap sesuatu yang menjadi daya tariknya. Adanya daya tarik terhadap yoga kemudian memunculkan minat untuk mengikuti yoga class. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat mengikuti yoga class dengan body image pada remaja putri di fitness center Semarang. Populasi penelitian adalah sebanyak 210 member yoga class dan sampel penelitian berjumlah 140 orang dengan karakteristik sampel: remaja putri usia 16-22 tahun, mengikuti yoga class di fitness centre Semarang, member dari salah satu fitness centre di Semarang. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Minat Mengikuti Yoga Class (29 aitem, = 0,914) dan Skala Body Image (39 aitem, =92,8). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara minat mengikuti mengikuti yoga class terhadap body image pada remaja putri (rxy = 0,451 dengan p = 0,000) yang berarti bahwa semakin tinggi minat mengikuti yoga class maka semakin positif body image. Minat mengikuti yoga class memberikan sumbangan efektif sebesar 20,3% terhadap body image
Studi Deskriptif Mengenai Frekuensi Menonton Televisi dan Main Game Elektronik pada Anak di Semarang Dinie Ratri Desiningrum; Unika Prihatsanti
Jurnal Psikologi: PITUTUR Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi PITUTUR
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.988 KB)

Abstract

Not all mass media content beneficial to audiences. Children are the most vulnerable group of viewers with the negative impact from television and technological advances of the internet and video games. This study aims to capture the data in the form frequency of watching television and playing electronic games on children in Semarang.The spread of datas were done by using two questionnaires, namely the frequency of watching television and playing electronic games. Sampling technique was used in incidental technique. The research method used was quantitative and the results were analyzed with descriptive statistics. The study found that most children in Semarang watching television and playing electronic games for more than 2 (two) hours per day, while the government recommends consumption of televisions and other electronic audiovisual media is a maximum of two hours each day, under parental guidance. This study is one fact which indicates that the alert of television and electronic games has not been noticed by parents, then it is further expected that research about the negative impact of television and electronic games.
Psychological well-being among mothers of children with autism spectrum disorder: The role of family function Dinie Ratri Desiningrum; Dewi Retno Suminar; Endang Retno Surjaningrum
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Vol 16, Number 2: August 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.179 KB) | DOI: 10.26555/humanitas.v16i2.10981

Abstract

The mother of children with autism is the most vulnerable person to have stress and depression. Therefore they need positive psychological well-being to optimize the caring of children. Family is the primary environment in supporting the mother's mental health. This study aimed to find out how family functions correlate with psychological well-being among the mother of a child with autism. A quantitative approach was applied, involving 142 mothers who had autistic children selected through purposive sampling techniques. The data was collected using Family Functioning and Psychological Well-being instruments. The data was then analyzed with regression analysis. The results show that family functioning and psychological well-being are correlated significantly. The more effective family function based on the perception of the mother, the higher the psychological well-being of the mother, and vice versa. Problem-solving, communication, affective response, and role are dimensions that influence psychological well-being, while behavior control and affection dimensions are not significant. The results of the study can provide input suggestions for the government, such as through family empowerment regarding the importance of supporting and optimizing the role of family members to stimulate the psychological well-being of mothers of children with an autism spectrum disorder.
SYMBOLIC FUNCTIONS OF FOOD IN SELECTED INDONESIAN CHILDREN’S WRITINGS KKPK SERIES Retno Wulandari; Dinie Ratri Desiningrum
LITERA Vol 18, No 1: LITERA MARET 2019
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v18i1.18134

Abstract

Abstract Food is one of the elements that can reveal the society’s dynamic, beliefs, ideology, and values. The relation of food and literature is inevitable as food is part of culture, then the relations of characters in a work of literature may involve food. This paper is intended to investigate the symbolic functions of food in some Indonesian children’s writings Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) series, namely Izzati’s Let’s Bake Cookies, Alifia’s Egg Ice Cream, and Haura’s Resep Baru (New Recipe). The umbrella of the theory is Roland Barthes’ food as signifying system and it is applied in the context of children’s literature. In addition, to scrutinize the cultural-social and production of the work, Bourdieu’s field of cultural production  theory is applied. Close-reading is used to collect data in the three writings. The data are tabulated and then analyzed through sociological approach and using descriptive analysis method. The result shows that in that literary works food functions as: 1) arena for socialization and solidarity; 2) identity marker, both for social and self identity; 3) social class marker; and 4) arena for negotiation for global and local culture. Keywords: food, symbolic function, children’s writing  METAFORA MAKANAN DALAM SASTRA ANAK INDONESIA SERI KKPK AbstrakMakanan merupakan salah satu elemen penting yang mampu mengungkapkan dinamika masyarakat, kepercayaan, ideologi, dan nilai-nilai. Hubungan antara makanan dan sastra tidak terelakkan lagi karena makanan merupakan bagian dari budaya, sehingga hubungan karakter dalam suatu karya sastra seringkali melibatkan makanan.Tulisan ini bertujuan menelaah fungsi simbolik makanan dalam tulisan anak Indonesia seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) : Let’s Bake Cookies karya Izzati, Egg Ice Cream karya Alifia, dan  Resep Baru karya Haura. Payung teori yang digunakan adalah teori dari Roland Barthes yang menyatakan makanan sebagai sistem tanda yang diaplikasikan dalam konteks sastra anak Indonesia. Selain itu, teori Bourdieu mengenai ranah produksi kultural juga diterapkan untuk menganalisis situasi sosial, budaya, dan produksi di luar karya sastra. Membaca teliti (close- reading) digunakan untuk mengumpulkan data. Data tersebut ditabulasi dan kemudian dianalisis melalui pendekatan sosiologis dan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil menunjukkan bahwa dalam karya-karya sastra anak tersebut makanan berfungsi sebagai: 1) ajang untuk sosialisasi dan solidaritas; 2) penanda identitas, baik identitas sosial dan identitas diri; 3) penanda kelas sosial; dan 4) sebagai ajang negosiasi budaya global dan lokal. Kata kunci: makanan, fungsi simbolik, sastra anak