Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal Life Science

Kualitas Nata De Nira (Arenga pinnata) Melalui Lamanya Fermentasi Leni Sri Mulyani; Yuli Sumiati; Sri Mulyaningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.6 KB)

Abstract

Pohon aren atau enau (arenga pinnata) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam. Pohon aren atau enau (Arenga pinnata Merr) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam yang berkesinambungan karena tersebar luas. Pada umumnya semua bagian dari pohon aren dapat dimanfaatkan oleh manusia, pohon aren ini sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan bangunan, keranjang, kerajinan tangan, atap rumah dan hasil lainnya seperti nira, gula merah, cuka aren, campuran pengembang roti, kolang kaling, sapu ijuk, tali ijuk, bahan anyaman, dan akar aren digunakan sebagai untuk obat herbal. (Sumarni, 2003). Pada penelitian ini yang akan diteliti adalah nira aren dapat digunakan sebagai bahan dasar produk bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Salah satunya adalah dibuat produk minuman nata, yaitu nata de nira. Dengan demikian, para petani nira aren tidak hanya memproduksi gula merah, tetapi juga memproduksi produk sampingan berupa nata de nira, sehingga pendapatan para petani nira aren semakin sejahtera. Penelitian ini menggunakan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas nata de nira. Kualitas nata de nira yang dilihat adalah rendemen, ketebalan, dan sifat organoleptiknya yaitu warna, rasa, aroma, dan tekstur. Variasi waktu fermentasi adalah A (10 hari), B (11 hari), C (12 hari), D (13 hari), dan E (14 hari). Dengan bahan tambahan yaitu gula pasir, ZA food grade, asam asetat dan starter bakteri Azetobacter xylinum sebanyak 25 persen, dihasilkan nata de nira dengan rata-rata ketebalan dan rendemen terbaik pada fermentasi hari ke 14 dengan hasil berturut-turut yaitu 1,11 cm dan 58,94 persen. Sedangkan warna dan rasa yang lebih disukai panelis adalah pada perlakuan B (11 hari). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas rendemen, ketebalan, warna dan rasa. Sedangkan untuk tekstur dan aroma tidak terdapat pengaruh.Kata Kunci : Nata de nira, A. xylinum, ketebalan, rendemen, sifat organoleptik.
ANALISIS TENTANG GAYA BELAJAR SISWA BERDASARKAN VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MAN 1 GARUT Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.636 KB)

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan belajar bisa dilihat dari aspek proses belajar  baik di sekolah maupun di rumah  salah satunya dapat dilihat dari learning style (LS) atau gaya belajar, sampai saat ini masih kita temukan fakta bahwa   pada setiap jenjang pendidikan di sekolah  masih banyak ditemukan hasil belajar yang belum mencapai ketuntasan minimal, terutama pada jenjang sekolah tingkat atas, dimana secara psikologi siswa usia SMA sudah menemukan model gaya belajar seperti apa yang bisa meningkatkan prestasinya, dalam penelitian ini, akan dianalisis urutan mengenai gaya belajar. Gaya belajar yang tidak sesuai dengan kondisi siswa berdampak pada tingkat pemahaman mata pelajaran yang rendah. Dalam  Penelitian ini mengambil judul “Analisis Gaya Belajar Siswa  Berdasarkan Kriteria VAK (Visual, Auditori, dan Kinestetik ) Pada Mata Pelajaran Biologi di MAN 1 GARUT”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya belajar siswa berdasarkan kriteria VAK. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Gaya Belajar Siswa  Berdasarkan Kriteria VAK (Visual, Auditori, Dan Kinestetik ) Pada Mata Pelajaran Biologi di MAN 1 Garut”. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Kabupaten Garut, Jawa Barat dan dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantatif. Jumlah sampel yang diamati dalam penelitian ini adalah Kelas XI IPA MAN I dengan jumlah siswa sebanyak 150 siswa.. Hasil penelitian gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA 1 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 85,0%  responden adalah auditorial dengan kategori sangat  tinggi  dan sebanyak 2,5% kinestetik dengan kategori sangat rendah, dan visual  sebanyak 12,5% kategori sangat rendah.  Gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA2 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 84,6% responden adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 12,8% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 2,6% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas X IPA 3 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 77,8% adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 13,9% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 8,3% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA 4 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 80,6% responden adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 13,9% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 5,6% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Gaya belajar secara umum pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 82,0% adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 13,3% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 4,7% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Kata Kunci  : Gaya Belajar , VAK ( Visual, Audio, Kinestetik)
Penggunaan Minyak Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L) Sebagai Repellent Senyawa Lipid Alami Nyamuk Chevi Ardiana; Sri Mulynaingsih; Melisa Nursuciani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tolak (repellent) minyak tanaman serai wangi (Cym-bopogon nardus L.) sebagai zat anti nyamuk organik alami. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan dan enam belas kali pengulangan. Populasi penelitian adalah nyamuk jenis Culex sp. Nyamuk ini terdapat di daerah Samarang, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil penentuan sampel (16×1 × 10 sampel) diperoleh 160 sampel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 dan bertempat di Laboratorium Biologi, Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Garut. Analisis data yang digunakan, yaitu: observasi(pengamatan secara langsung). Dimana, pengujian dilakukan setiap satu jam sekali selama enam jam berturut-turut sampai didapatkan hasil untuk perhitungan daya tolak (repellent). Hasilnya menunjukkan minyak atsiri serai wangi pada konsentrasi 97.91 persen mempunyai daya tolak (repellent) selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian, maka minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus L dapat digunakan sebagai zat anti nyamuk alami walaupun daya tolak (repellent) nya hanya sampai 2 jam. Minyak hasil penelitian tersebut dapat digunakan secara berulang-ulang atau digunakan ketika nyamuk aktif menggigit.Kata kunci : Minyak serai wangi, repellent senyawa lipid, Obat anti nyamuk, Nyamuk Culex sp
Pengaruh Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Bonita yunpayani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2680

Abstract

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri dan oleoresin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan manakah konsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) yang paling efektif terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 6 perlakuan. Penelitian ini menggunakan 24 sampel dengan uji  hipotesis yang digunakan yaitu Uji Kruskal-wallis dan Uji Schefee. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah diameter zona hambat. Hasil penelitian ini menunjukan jika ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) yang paling efektif terhadapat daya hambat bakteri staphylococcus aureus adalah 100% dengan daya hambat rata-rata 24mm. Kata Kunci: Ekstrak jahe, jahe merah, daya hambat, Staphylococcus aureus
Persepsi Siswa dan Guru terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Biologi Desri Mulyati; Leni Sri Mulyani; Rifaatul Muthmainnah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i2.354

Abstract

Pada tahun 2020 pendidikan mengalami banyak perubahan dikarenakan efek dari pandemi Covid-19. Kurikulum merdeka mengedepankan konsep “Merdeka Belajar” bagi siswa yang dirancang untuk membantu pemulihan krisis pembelajaran yang terjadi akibat adanya pandemi Covid-19. Diperlukan sebuah penelitian untuk menggali pandangan siswa dan guru terhadap kurikulum merdeka tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka di MAN 1 Garut serta persepsi siswa dan guru terhadap implementasi kurikulum merdeka dalam mata pelajaran biologi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proporsional Random Sampling. Subjek penelitian adalah 3 guru biologi dan 178 siswa yang diambil sebagai sampel. Persepsi siswa dan guru biologi dilihat dari 3 indikator yaitu penerimaan, pemahaman dan penilaian. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dan guru biologi kelas X MAN 1 Garut sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka dan 3 indikator pada kategori baik.
Pengaruh Metode Hypnoteaching terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Koordinasi Ai Intan; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i1.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode hypnoteaching terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem koordinasi. Populasi yang digunakan seluruh siswa kelas XI dengan Sampel kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 6 sebagai kelas eksperimen yang diambil secara acak kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode quasi eksperimen design. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data berupa soal tes objektif. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen rata-rata pre-test 25,15 dan post-test 75,87. Hasil belajar pada kelas kontrol rata-rata pre-test 30,01 dan post-test 68,43. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji mann whitney dengan diperoleh nilai Zhitung = 2,38 > Ztabel = 1,96 maka ho ditolak dan h1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode hypnoteaching terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem koordinasi.
Pengaruh Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Bonita Yunpayani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v5i1.1707

Abstract

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri dan oleoresin yang dapat menghambat pertumbuhanbakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak jahe merah(Zingiber officinale var. rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan manakahkonsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang paling efektif terhadap daya hambatpertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan menggunakan 6 perlakuan. Penelitian ini menggunakan 24 sampel dengan ujihipotesis yang digunakan yaitu Uji Kruskal-wallis dan Uji Schefee. Parameter yang diukur dalam penelitianini adalah diameter zona hambat. Hasil penelitian ini menunjukan jika ekstrak jahe merah (Zingiberofficinale var. rubrum) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasiekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang paling efektif terhadapt daya hambat bakteristaphylococcus aureus adalah 100% dengan daya hambat rata-rata 24mm.
PENGGUNAAN MINYAK TANAMAN SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI REPELLENT SENYAWA LIPID ALAMI NYAMUK chevi Ardiana; SRI MULYANINGSIH; Melisa Nursuciani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v4i1.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tolak (repellent) minyak tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai zat anti nyamuk organik alami. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan dan enam belas kali pengulangan. Populasi penelitian adalah nyamuk jenis Culex sp. Nyamuk initerdapat di daerah Samarang, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil penentuan sampel (= 16 x 1 x 10 sampel) diperoleh 160 sampel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 dan bertempat di Laboratorium Biologi, Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Garut. Analisis data yang digunakan, yaitu:observasi (pengamatan secara langsung). Dimana, pengujian dilakukan setiap satu jam sekali selama enam jam berturut-turut sampai didapatkan hasil untuk perhitungan daya tolak (repellent). Hasilnya menunjukkan minyak atsiri serai wangi pada konsentrasi 97.91% mempunyai daya tolak (repellent) selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian, maka minyak atsiri serai wangi(Cymbopogon nardusL dapat digunakan sebagai zat anti nyamuk alami walaupun daya tolak (repellent) nya hanya sampai 2 jam. Minyak hasil penelitian tersebut dapat digunakan secara berulang - ulang atau digunakan ketika nyamuk aktif menggigit.
KUALITAS NATA DE NIRA ( Arenga pinnata) MELALUI LAMANYA FERMENTASI Leni Sri Mulyani; yuli sumiati; SRI MULYANINGSIH
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v4i1.1714

Abstract

Pohon aren atau enau (arenga pinnata) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam. Pohon aren atau enau (Arenga pinnata Merr) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam yang berkesinambungan karena tersebar luas. Pada umumnya semua bagian dari pohon aren dapat dimanfaatkan oleh manusia, pohon aren ini sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan bangunan, keranjang, kerajinan tangan, atap rumah dan hasil lainnya seperti nira, gula merah, cuka aren, campuran pengembang roti, kolang kaling, sapu ijuk, tali ijuk, bahan anyaman, dan akar aren digunakan sebagai untuk obat herbal. (Sumarni, 2003). Pada penelitian ini yang akan diteliti adalah nira aren dapat digunakan sebagai bahan dasar produk bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Salah satunya adalah dibuat produk minuman nata, yaitu nata de nira. Dengan demikian, para petani nira aren tidak hanya memproduksi gula merah, tetapi juga memproduksi produk sampingan berupa nata de nira, sehinggapendapatan para petani nira aren semakin sejahtera. Penelitian ini menggunakan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas nata de nira. Kualitas nata de nira yang dilihat adalah rendemen, ketebalan, dan sifat organoleptiknya yaitu warna, rasa, aroma, dan tekstur. Variasi waktu fermentasi adalah A (10 hari), B (11 hari), C (12 hari), D (13 hari), dan E (14 hari). Dengan bahan tambahan yaitu gula pasir, ZAfood grade, asam asetat dan starter bakteri Azetobacter xylinum sebanyak 25%, dihasilkan nata de niradengan rata-rata ketebalan dan rendemen terbaik pada fermentasi hari ke 14 dengan hasil berturut-turut yaitu 1,11 cm dan 58,94%. Sedangkan warna dan rasa yang lebih disukai panelis adalah pada perlakuan B(11 hari). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas rendemen, ketebalan, warna dan rasa. Sedangkan untuk tekstur dan aroma tidak terdapat pengaruh.Kata Kunci : Nata de nira, A. xylinum, ketebalan, rendemen, sifat organoleptik
“PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIVE TIPE LEARNING STARTS WITH A QUESTION TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SUB MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Novie achdiani; Leni Sri Mulyani; De Budi Irwan Taofik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v3i2.1719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metodepembelajaran Kooperative Tipe Learning Starts With A Question pada Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) di kelas. Penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen, yaitu eksperimen semu yangterdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XSMAN 27 GARUT dengan sampel sebanyak dua kelas. Penelitian disini peserta didik diberikan soalpretest dan posttest berupa soal Pilihan Ganda (PG) sebanyak 20 soal. Hasil tes pada kelaseksperimen diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 44,06 sedangkan nilai rata-rata pretes pada kelaskontrol sebesar 37,81. Sedangkan hasil posttest pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata–rata sebesar69,7 sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata posttest 57,9. Diperoleh hasil pengujian pada uji tdengan hasil thitung sebesar 9,51 dan ttabel sebesar 1,994. Dapat dilihat nilai rata-rata hasil pretest danposttest terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada kelas yang menggunakan metode pembelajaran Kooperative Tipe Learning Starts With A Question. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses Kegiatan Belajar Mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran Kooperative TipeLearning Starts With A Question berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMAN 27GARUT.