Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

TERAMPIL MENGGUNAKAN GEOMETER’S SKETCHPAD Eva Mulyani; Ike Natalliasari; Siska Ryane Muslim
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v2i2.115

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar guru matematika SMP se-Kota Tasikmalaya terampil menggunakan Geometer’s Sketchpad dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah tutorial penggunaan Geometer’s Sketchpad dalam pembelajaran matematika dan workshop membuat disain pembelajaran matematika berbasis Geometer’s Sketchpad. Sebagai Mitra dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah sekolah SMP Negeri 4 Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Jl. R. A. A. Wiratanuningrat No.10 Tasikmalaya dan SMP Negeri 13 Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Letjen H. Ibrahim Adjie Km.2 Indihiang Tasikmalaya. Sebagai garis koordinasi, kedua kepala sekolah SMP Negeri 4 Tasikmalaya maupun SMP Negeri 13 Tasikmalaya bersedia untuk mengkoordinir seluruh SMP Negeri di Kota Tasikmalaya yang berjumlah 21 sekolah, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan dengan jumlah peserta sebanyak 41 orang.guru yang mengajar di 21 SMP Negeri yang ada di Kota Tasikmalaya. Hasil dari skegiatan ini adalah panduan guru tentang penggunaan software Geometer’s Sketchpad dalam pembelajaran matematika serta disain pembelajaran matematika berbasis Geometer’s Sketchpad.Kata Kunci: Desain, Pembelajaran matematika, Geometer’s Sketchpad
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Eva Mulyani; Ike Natalliasari; Siska Ryane Muslim
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.404

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar guru matematika SMP di Wilayah Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya terampil menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Komputer dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah tutorial dan workshop membuat disain pembelajaran matematika berbasis komputer salah satunya Geometer’s Sketchpad. Sebagai Mitra dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah sekolah SMP Negeri 1 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Raya Sukaraja No. 11 Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya dan SMP Negeri 2 Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Cikeusal Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai garis koordinasi, kedua kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukaraja maupun SMP Negeri 2 Sukaraja bersedia untuk mengkoordinir seluruh SMP yang ada di Wilayaah Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 17sekolah, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan dengan jumlah peserta sebanyak 38 orang.guru yang mengajar di 17 SMP yang ada di Wilayah Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Hasil dari kegiatan ini adalah panduan guru tentang penggunaan software Geometer’s Sketchpad dalam pembelajaran matematika serta disain pembelajaran matematika berbasis Geometer’s Sketchpad.Kata Kunci: Desain; Pembelajaran matematika; Geometer’s SketchpadAbstractThe purpose of this dedication to the community is that teachers of mathematics junior high in Sukaraja District Tasikmalaya District skilled using Computer-Based Learning Media in learning mathematics. The method used is tutorial and workshop to make the design of computer-based mathematics learning one of Geometer's Sketchpad. As a Partner in Community Service is a school of SMP Negeri 1 Sukaraja Tasikmalaya regency is located at Jl. Raya Sukaraja No. 11 Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Tasikmalaya Regency and SMP Negeri 2 Tasikmalaya which is located at Jl. Cikeusal Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. As the coordination line, the two principals of SMP Negeri 1 Sukaraja and SMP Negeri 2 Sukaraja are willing to coordinate all SMPs in Wilayaah Sukaraja Tasikmalaya Regency which amounts to 17 schools, so hopefully this activity can run well. This activity was held as much as 1 meeting with the number of participants as much as 38 orang.guru who teaches in 17 junior high school in the Region Sukaraja Tasikmalaya regency. The result of this activity is the teacher's guide on the use of Geometer's Sketchpad software in mathematics learning as well as Mathematics's Sketchpad based mathematics learning designKeyword: Design; Learning of Mathematics; and Geometer’s Sketchpad
PELATIHAN ECOPRINT SEBAGAI ALTERNATIF PROJEK P5 DI SMP NEGERI 3 MALANGBONG GARUT Satiyasih Rosali, Ely; Darmawan, Darwis; Mulyanie, Erni; RS, Esta Rendra; Muslim, Siska Ryane; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2024): JPMI September 2024
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpmi.v2i3.180

Abstract

Modern education is not solely aimed at enhancing academic knowledge but also plays a crucial role in shaping character and skills that are relevant to future challenges. Within the framework of the Merdeka Curriculum, character development based on Pancasila values through the Student Pancasila Profile Development Project (P5) has become a primary focus. This program aims to create a generation of students who love their country, respect diversity, and actively contribute to sustainable development. One of the approaches to achieving these goals is through activities that creatively and sustainably utilize natural resources. Ecoprint training is a concrete effort to provide students with meaningful and contextual learning experiences while teaching the principles of sustainability. Ecoprint, which uses natural materials such as leaves, flowers, and other plant parts to create artistic patterns on fabric, not only provides students with an economically valuable skill but also fosters environmental awareness. This training not only imparts technical skills but also encourages students to understand the importance of environmental preservation through productive and eco-friendly activities. By integrating this training into the P5 implementation, students are expected to develop entrepreneurial skills that support sustainable development while reinforcing the character traits aligned with the Pancasila Student Profile.
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik melalui Penggunaan Model Joyfull Learning Berbantuan Geogebra Rahmawati, Silpa; Muzdalipah, Ipah; Muslim, Siska Ryane
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1755

Abstract

Proses pembelajaran matematika di sekolah menghadapi tantangan seperti rendahnya minat, pemahaman konsep yang terbatas, dan metode yang kurang interaktif, sehingga diperlukan pengembangan model pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik dengan model Joyfull Learning berbantuan Geogebra. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VII SMP 3 Al-Muhajirin. Sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII E. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu tes uraian kemampuan penalaran matematis peserta didik. Teknik analisis data menggunakan uji-t menggunakan IBM SPSS Statistic 24 dengan taraf signifikansi . Berdasarkan hasil Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil antara sebelum dan sesudah penelitian yang mengalami peningkatan pada siklus ke II
Efektivitas Penggunaan Media Wordwall dengan Model Brain Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Pitriani, Windi; Muslim, Siska Ryane; Prabawati, Mega Nur
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1765

Abstract

Dengan minimnya penelitian yang mengintegrasikan Brain Based Learning dan media interaktif seperti Wordwall, penelitian ini menjadi penting untuk mengetahui apakah pendekatan ini efektif meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) efektivitas penggunaan media Wordwall dengan model Brain Based Learning terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik, (2) minat belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning, dan (3) hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning. Kami menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One-Shot Case Study. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VII di SMP Negeri 13 Tasikmalaya. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis dan angket minat belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan binomial test dan uji korelasi spearman. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) penggunaan media Wordwall dengan model Brain Based Learning efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik, (2) minat belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning termasuk kategori tinggi, dan (3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning.
Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kemandirian Belajar Dan Kemampuan Pemahaman Matematis: Studi Kasus di Homeschooling Fitria, Alfi Maulida Nurul; Hidayat, Edi; Muslim, Siska Ryane
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1814

Abstract

Berdasarkan hasil pengisian angket kemandirian belajar peserta didik Pride Homeschooling di Kota Tasikmalaya diperoleh data terkait kategori kemandirian belajar yang dimiliki peserta didik pada kategori rendah dan sedang. Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang diisi oleh peserta didik Pride Homeschooling, 66,7% peserta didik mampu memahami materi pembelajaran matematika hanya pada materi tertentu, sementara 33,7% lainnya menyatakan dapat memahami materi pembelajaran matematika dengan mudah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi rendahnya kemandirian belajar dan kemampuan pemahaman matematis. Peneliti menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan 4 subjek pada kategori kemandirian belajar rendah serta 2 subjek dengan kategori kemampuan pemahaman matematis rendah. Teknik pengumpulan data terdiri dari penyebaran angket kemandirian belajar, tes kemampuan pemahaman matematis, wawancara dan triangulasi. Untuk menggali faktor rendahnya kemandirian belajar, dilakukan wawancara dengan peserta didik, orang tua/wali, dan pemilik lembaga homeschooling, dengan mengacu pada 8 indikator kemandirian belajar yang dikemukakan oleh Sumarmo dan Subliyanto. Hasilnya, teridentifikasi lima faktor internal dan satu faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya kemandirian belajar. Wawancara juga dilakukan terkait rendahnya pemahaman matematis dengan peserta didik, orang tua/wali, dan tutor matematika, berdasarkan pada faktor kemampuan pemahaman matematis yang dikemukakan oleh Kirk dan Gallagher, wawancara tersebut menghasilkan dua faktor internal dan satu faktor eksternal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa: a) terdapat lima faktor internal dan satu faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya kemandirian belajar pada peserta didik di Pride Homeschooling Kota Tasikmalaya. Faktor internal tersebut diantaranya; kurangnya inisiatif belajar peserta didik; preferensi terhadap aktivitas hiburan; kurangnya kemampuan peserta didik untuk menjalin kerjasama dalam pembelajaran; kurangnya kemampuan peserta didik dalam melaksanakan strategi belajar yang efektif; serta kurangnya kemampuan peserta didik untuk melaksanakan evaluasi belajar secara mandiri. faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya kemandirian belajar yaitu pendampingan yang minimal dari orang tua dalam pembelajaran, b) terdapat dua faktor internal dan satu faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya kemampuan pemahaman matematis peserta didik di Pride Homeschooling Kota Tasikmalaya. faktor internal tersebut adalah kurangnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran matematika dan kurangnya kepercayaan diri peserta didik dalam pembelajaran matematika. Faktor eksternal yang teridentifikasi yaitu kurangnya kemampuan tutor dalam menjelaskan manfaat pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Literasi Numerasi Ditinjau dari Gaya Kognitif Widodo, Arista Maharani; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1819

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik khususnya dalam menyelesaikan soal literasi numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal literasi numerasi ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya kognitif yaitu tes MFFT (Matching Familiar Figure Test) yang dikembangkan oleh Warli, tes kemampuan koneksi matematis, dan wawancara. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini diambil dari peserta didik kelas VIII D SMPN 6 Tasikmalaya yang terdiri dari 1 peserta didik dengan gaya kognitif reflektif, 1 peserta didik dengan gaya kognitif impulsif, 1 peserta didik dengan gaya kognitif slow-inaccurate, dan 1 peserta didik dengan gaya kognitif fast-accurate. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) subjek dengan gaya kognitif reflektif dan fast-accurate mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika, koneksi antara materi matematika dengan ilmu lain, dan koneksi antara matematika dengan kehidupan sehari-hari b) subjek dengan gaya kognitif impulsif mampu memenuhi satu indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika c) subjek dengan gaya kognitif slow-inaccurate mampu memenuhi dua indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika dan koneksi antara materi matematika dengan ilmu lain
Hambatan Epistemologi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Lingkaran Ditinjau dari Self-regulated Learning Meliani, Ira; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i1.15265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan epistemologi siswa dalam menyelesaikan soal lingkaran ditinjau dari self-regulated learning. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di MTs Negeri 4 Tasikmalaya pada 30 siswa kelas VIII dengan 7 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi penyebaran angket self-regulated learning, pemberian soal tes materi lingkaran, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dalam kategori self-regulated learning tinggi mengalami hambatan epistemologi pada jenis hambatan menggeneralisasi. Sementara itu, siswa dalam kategori self-regulated learning sedang dan rendah mengalami hambatan epistemologi pada jenis hambatan intuitif yang keliru, menggeneralisasi, dan penggunaan bahasa alamiah
LITERASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA PADA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP DAN QUANTITY DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Kusumah, Dwi Putri; Setialesmana, Depi; Muslim, Siska Ryane
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 17, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i1.17750

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada literasi matematis peserta didik di Indonesia pada penilaian PISA masih rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis literasi matematis ditinjau dari gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi matematis dalam menyelesaikan soal PISA pada konten change and relationship dan quantity ditinjau dari gaya belajar. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar, soal PISA pada konten change and relationship dan quantity, dan wawancara.  Teknik pengumpulan data terdiri dari angket gaya belajar, tes literasi matematis pada soal PISA konten change and relationship dan quantity, serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, pada indikator merumuskan (formulate), subjek visual dan kinestetik sama-sama mampu mengetahui informasi, maksud, tujuan, dan hubungan antar informasi dalam soal, sementara subjek auditorial hanya mampu mengetahui informasi dan hubungan antar informasi, tetapi belum menunjukkan pemahaman menyeluruh terhadap maksud dan tujuan soal. Pada indikator menggunakan (employ), ketiga subjek mampu mengetahui konsep dan menerapkan fakta, namun subjek visual dan auditorial belum menunjukkan penerapan prosedur dengan tepat, berbeda dengan subjek kinestetik yang mampu menerapkan prosedur dengan tepat. Pada indikator menafsirkan (interpret), ketiga subjek mampu merefleksikan solusi matematika dan menarik kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa subjek visual mampu pada 2 indikator yaitu merumuskan (formulate) dan menafsirkan (interpret), subjek auditorial hanya mampu pada 1 indikator yaitu menafsirkan (interpret), dan subjek kinestetik mampu pada 3 indikator yaitu merumuskan (formulate), menggunakan (employ), dan menafsirkan (interpret). Hasil ini memberikan implikasi bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran berbasis gaya belajar untuk meningkatkan literasi matematis.
Analisis Kemampuan Abstraksi Matematis Peserta Didik Berdasarkan Teori Van Hiele ditinjau dari Motivasi Belajar Pebrianty, Salisa Khairina; Muslim, Siska Ryane; Mulyani, Eva
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2874

Abstract

Kemampuan abstraksi matematis penting dalam memahami konsep geometri yang bersifat abstrak, dan motivasi belajar turut menentukan sejauh mana peserta didik dapat mencapai tahapan berpikir geometri menurut teori Van Hiele, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengungkap keterkaitan ketiganya guna meningkatkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan abstraksi matematis peserta didik berdasarkan teori van hiele ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga peserta didik kelas IX-I SMP Negeri 13 Tasikmalaya. Penentuan subjek didasarkan pada peserta didik dari setiap kategori motivasi belajar yang paling banyak memenuhi indikator kemampuan abstraksi matematis terlepas dari jawaban benar maupun salah serta mampu memberikan informasi yang baik dan jelas. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti, angket motivasi belajar, Van Hiele Geometry Test, dan soal kemampuan abstraksi matematis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengisian angket motivasi belajar, soal Van Hiele Geometry Test, soal tes kemampuan abstraksi matematis, dan wawancara tidak terstruktur. Model analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan motivasi belajar tinggi dengan level deduksi informal mampu memenuhi empat dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar sedang dengan level deduksi informal mampu seluruh indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar rendah dengan level deduksi informal mampu memenuhi tiga dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis.