Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan Tentang Bahaya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Masyarakat Vierto Irennius Girsang; Laura Mariati Siregar; Asima Sirait
Jurnal Pengabdian Masyarakat Eka Prasetya Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Eka Prasetya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIE Eka Prasetya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47663/jpmep.v3i1.452

Abstract

Dengue Fever disease is a disease whose sufferers tend to increase. Dengue fever disease is an illness that is heard by Dengue virus. Increased cases of dengue high fever can be influenced by the population density factor. The population density factor affects the transmission or transfer of disease from one person to another associated with a vector of disease. This community service activity was carried out in the PB Selayang II Community Health Center Work Area on 18-19 June 2024. The health education media used were videos and leaflets. The implementation is carried out during the day for people who can come during the day. The average number of people attending is ten to twenty people. Health education about the dangers of dengue hemorrhagic fever was carried out in three sessions. After carrying out community service activities, it can be concluded that there has been an increase in public knowledge about the dangers of dengue hemorrhagic fever before and after this activity. After conducting health education, the public understands more about the dangers of dengue hemorrhagic fever.
PENGGUNAAN PESTISIDA DAN KADAR CHOLINESTRASE PADA PETANI PENYEMPROT Girsang, Vierto Irennius; Barus , Apriani Novaria; Hutajulu, Johansen; Siregar, Laura Mariati
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Kimia Saintek dan Pendidikan
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v6i2.3515

Abstract

Using pesticides can decrease the population of organisms in plants. A pesticide which the work of cholinesterase enzyme in the body is oregano phosphate; it also has a side effect on the decrease in cholinesterase content. The research used a cross-sectional design which was aimed to find out the influence of using pesticides on the decrease in blood cholinesterase content in farmers who spray their plants with pesticides at Desa Cikaok, Kecamatan Sitellu Talli Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat. The samples were farmers who sprayed their plants with pesticides. Chi Square statistic test was used to find out the variables which probably decrease in cholinesterase content at p,0,05. It was found that 26,7% of the respondents underwent a normal decrease in cholinesterase content, and 73,3% of the respondents underwent an abnormal decrease. Statistically, there was a significant correlation between the length of spraying pesticides with the decrease in cholinesterase content in the blood of farmers who sprayed their plants with pesticides at Desa Cikaok at p-value = 0,678. It is recommended that the farmers lessen the duration of spraying in order to reduce the risk of exposure to pesticides and use personal protective devices such as gloves, hats masks, glasses, uniforms, and shoes. The regional government should provide protection, counseling, and training about the procedure of using pesticides in order to forestall the incidence of illness in the farmers who sprayed their plants with pesticides.
Predictors Of Length Of Care For Covid-19 Patients Based On Patient Characteristics At The North Aceh Cut Mutia Hospital In 2020-2021 Novita, Putri Tia; Girsang, Vierto Irennius; Nababan, Donal
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v7i2.3369

Abstract

According to the data released by the Indonesian Ministry of Health on November 22, 2021, Indonesia has confirmed that COVID-19 cases have reached 4,253,598 cases and 143,744 deaths, occupying the first position in the highest cases among countries in ASEAN region. One of the areas confirmed by COVID-19 is Aceh. The purpose of this study was to find out predictors of the length of care for covid-19 patients based on the characteristics of COVID-19 patients at Cut Mutia Hospital, North Aceh. This type of research is cross-sectional with secondary data. The population was all patients treated for COVID-19, both recovered and died in the COVID-19 treatment room at Cut Mutia Hospital, North Aceh, in 2020-2021, totaling 467 people with a sampling technique using proportions with a total of 200 respondents. The data used were secondary data. The data were analyzed using bivariate and multivariate approaches. The research found that there were no mean differences of length of stay between Covid-19 patients with low and higher education (p value= 0.39), with clinical symptoms and without clinical symptoms ( p value= 0.686), with comorbidities and without comorbidities (p value = 0.006), female and male ( p value= 0.038). The results obtained that the predicting variables of length of stay of the Covid-19 patients at Cut Meutia Hospital, North Aceh in 2020-2021, were gender (p value= 0.038, p< 0.05) and comorbidities (p value= 0.006, p< 0.05). It is suggested that Cut Mutia Hospital could conduct more intensive counseling and health promotion to achieve shorter length of care. 
Tingkat Risiko Kesehatan Kapal di Pelabuhan Belawan Medan dan Faktor yang Mempengaruhi Ovra Ovra; Lukman Lukman; vierto vierto
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v7i02.111

Abstract

Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit dengan melenyapkan atau mengendalikan faktor – faktor risiko lingkungan yang merupakan mata rantai penularan penyakit. Sanitasi kapal berlaku untuk semua jenis kapal baik kapal penumpang, maupun kapal barang baik dari dalam maupun luar negeri. Pemeriksaan sanitasi kapal dimaksudkan untuk pengeluaran sertifikat sanitasi guna memperoleh Surat Izin Kesehatan Berlayar (SIKB). Untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan tingkat risiko kesehatan kapal, telah dilakukan penelitian terhadap 89 kapal yang berlabuh di Pelabuhan Belawan dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ABK (p. Value = 0,049), sikap ABK (p. Value = 0,045), penerapan SOP (p. Value = 0,000), kepemimpinan nakhoda (p. Value = 0,005), peran institusi KKP (p. Value = 0,021), tindakan penyehatan alat angkut (p. Value = 0,001), dengan tingkat risiko kesehatan kapal. Uji multivariat menyatakan bahwa faktor penerapan SOP sangat dominan berhubungan dengan tingkat risiko kesehatan kapal dengan nilai (p. Value = 0,002; OR = 66.6079). Perlu Pengawasan rutin sanitasi kapal agar dilaksanakan secara terencana dan tegas terhadap sanita sikapal yang bersandar di Pelabuhan Belawan, sehingga tidak ditemukan kapal dengan sanitasi kapal kategori risiko tinggi dan melaksanakan evaluasi secara berkesinambungan terhadap kepemilikan sertifikat sanitasi kapal pada seluruh kapal secara berkala.
PENGARUH POS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN (PKRP) TERHADAP PENGETAHUAN PEKERJA PEREMPUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Girsang, Vierto Irennius; Mendrofa, Priska Helni Swandy; Siregar, Laura Mariati; Sirait, Asima; Purba, Yunita
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5697

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Untuk menjaga dan memelihara kesehatan reproduksi pada perempuan pekerja sangat disarankan setiap tempat kerja mempunyai Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan. Pos kesehatan reproduksi perempuan adalah upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari oleh untuk dan bersama masyarakat pekerja melalui pemberian pelayanan kesehatan dengan pendekatan utama promotif dan preventif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan model One group pretest posttest design yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja perempuan yang bekerja secara rutin di Juragan Dimsum dengan menggunakan metode total sample sehingga sampel berjumlah 30 orang. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pengetahuan responden sebelum intervensi adalah 49,80 dan rata-rata pengetahuan responden sesudah intervensi adalah 71,90 dengan beda rata-rata adalah 22,1 dengan standar deviasi 14,73. Kesimpulan : Maka disimpulkan terdapat perbedaan skor pengetahuan pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa metode Pos Kesehatan Reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan pekerja perempuan. Pelaksanaan PKRP sebaiknya dilakukan dengan membuat kontrak atau kesepakatan jadwal dengan perusahaan supaya Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan tidak mengganggu produktivitas pekerja. Selain itu pemeriksaan kesehatan pada meja 2 baiknya ditambah dengan pemeriksaan lainnya seperti pengukuran tinggi badan, dan lain lain yang dirasa perlu.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Tanjung Beringin I Kecamatan Sumbul Tahun 2024 Siregar, Laura Mariati; Asima Sirait; Yunita Purba; Vierto Irennius Girsang; Priska Mendrofa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat mencakup fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada segala hal yang berkaitan dengan sistem dan fungsi juga proses reproduksi. Dalam hal ini bukan hanya bebas dari penyakit namun juga seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan. Kegiatan pengabdian masyarakat pendidikan kesehatan reproduksi diberikan pada ibu rumah tangga di Desa Tanjung Beringin I Kecamatan Sumbul. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Metode yang diguanakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Pada bagian ceramah tim pengabdian masyarakat menggunakan batuan powerpoint untuk mempresentasikan tentang kesehatan reproduksi perempuan. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh ibu rumah tangga, perangkat desa, bidan desa dan kader posyandu. Jumlah seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 45 orang. Ibu rumah tangga yang merupakan peserta dalam kegiatan pengabdian sangat antusias menerima informasi tentang kesehatan reproduksi wanita. Disarankan kepada ibu rumah tangga agar lebih sering mengakses informasi tentang kesehatan reproduksi pada wanita. Saran kepada bidan desa mengupdate informasi kesehatan reprodusi wanita pada ibu rumah tangga pada setiap pelaksanaan posyandu.
TUBERKULOSIS DALAM LANSKAP KEPADATAN DAN HUNIAN: STUDI SPASIAL DI PULAU NIAS Girsang, Vierto Irennius; Ziliwu, Meriberlina; Sirait, Asima; Siregar, Laura Mariati
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v10i1.6255

Abstract

Latar belakang: Penyakit tuberkulosis adalah salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh lingkungan. Diantaranya yaitu, kepadatan penduduk dan cakupan rumah sehat. Penyakit tuberkulosis paru. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepadatan penduduk dan cakupan rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis di Pulau Nias. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif. Desain yang dipakai adalah desain penelitian ekologi. Sumber data penelitian diperoleh dari Dinas Kesehatan di Kepulauan Nias, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan BPS Provinsi Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita tuberkulosis di Pulau Nias yang ada pada TB 03 tahun 2023. Penelitian ini menggunakan total sampling dimana seluruh data penderita Tuberkulosis di Pulau Nias. Analisa data menggunakan analisa spasial. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk cukup padat dengan kasus tuberkulosis rendah sebanyak 16 kecamatan. Wilayah dengan kepadatan penduduk cukup padat dengan kasus rendah sebanyak 14 kecamatan. Tidak ada hubungan kepadatan penduduk dengan kejadian tuberkulosis di Pulau Nias. Ada hubungan cakupan rumah sehat tinggi dengan kasus tuberkulosis. Simpulan: Tidak ada hubungan kepadatan penduduk dengan kejadian tuberkulosis di Pulau Nias. Ada hubungan cakupan rumah sehat tinggi dengan kasus tuberkulosis. Dinas Kesehatan di Pulau Nias, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan BPS Provinsi Sumatera Utara lebih meningkatkan ketersediaan data-data kasus tuberkulosis per kecamatan serta melengkapi data-data terkait kasus tuberkulosis dan jumlah penduduk di Pulau Nias.
DISTRIBUSI SPASIAL KASUS DIARE: INTERAKSI ANTARA KEPADATAN PENDUDUK, SANITASI, DAN AKSESIBILITAS FASILITAS KESEHATAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2022-2023 Widyastuti, Desy; Mulyana; Rivani, Vita Diah; Sinaga, Stefya Natasya Sari; Sinulingga, Elyzabeth Arihta; Girsang, Vierto Irennius
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 6 No 2 (2025): Prima Wiyata Health: Juli 2025
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/pwh.v6i2.99

Abstract

Background: Diarrhea remains a major public health problem in Indonesia, especially in areas with high population density and poor access to sanitation. North Sumatra Province experiences fluctuations in diarrhea cases, with the number of cases reaching 205,155 in 2022 and decreasing to 95,433 in 2023. Objectives: This study aims to map the spatial distribution of diarrhea cases in North Sumatra Province in 2022-2023, and analyze its relationship with population density, access to proper sanitation, and the number of health facilities. Methods: This study used a quantitative descriptive approach using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of North Sumatra Province. The area covered 33 regencies/cities. The variables analyzed included the number of diarrhea cases, population density, access to proper sanitation, and the number of health facilities. Spatial analysis was conducted using QGIS version 3.28 (Firenze) using the Join Attribute Table technique and thematic map visualization using the Graduated Symbology method. Results: There was a shift in the spatial pattern of diarrhea cases from 2022 to 2023, with the highest number of cases shifting from Medan City (40,126 cases) to Deli Serdang Regency (16,108 cases). Areas with poor sanitation and high density tend to have higher diarrhea rates. Meanwhile, the number of health facilities does not always correlate with a decrease in diarrhea cases. Conclusion: A spatial approach can reveal disease distribution patterns based on regions more comprehensively. Regular use of Geographic Information Systems is recommended to support infectious disease monitoring and spatial data-based policymaking, including the development of predictive dashboards for early warning and resource allocation.
DISTRIBUSI SPASIAL HIV DAN FAKTOR LINGKUNGAN: STUDI TERHADAP KEPADATAN PENDUDUK, SANITASI LAYAK, DAN INFRASTRUKTUR KESEHATAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA Pangaribuan, Rapael Septian; Sembiring, Ario Agantha; Perangin-angin, Zepanya Imanuel; Gulo, Ifin Niat Hati; Girsang, Vierto Irennius
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 6 No 2 (2025): Prima Wiyata Health: Juli 2025
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/pwh.v6i2.101

Abstract

Background: The number of HIV/AIDS cases in North Sumatra Province has shown a consistent increase in recent years. While urban density is often associated with higher transmission rates, the spatial distribution and environmental determinants of HIV in this region remain underexplored. Objectives: This study aimed to analyze the spatial distribution of HIV cases in North Sumatra Province and examine their association with population density, access to proper sanitation, and the availability of healthcare facilities. Methods: A quantitative ecological design was employed, utilizing secondary data from the Central Bureau of Statistics of North Sumatra for the years 2022 and 2023. Descriptive analysis and thematic mapping were used to visualize the relationships among HIV cases, population density, sanitation access, and the number of healthcare facilities across districts. Results: Medan City recorded the highest number of HIV cases in both 2022 (1,200 cases) and 2023 (1,800 cases). However, HIV cases were also found in districts with low population density and limited infrastructure, such as Padangsidimpuan and Pakpak Bharat. The findings suggest that while urban areas have more reported cases, behavioral and awareness factors may contribute more significantly to transmission than geographic or environmental factors alone. Conclusion: The spatial distribution of HIV in North Sumatra Province is not solely influenced by population density, sanitation access, or the number of healthcare facilities. Individual behaviors, limited health literacy, and inadequate early detection mechanisms play a dominant role in the spread of HIV. Public health interventions must therefore prioritize behavioral education and equitable access to healthcare in both urban and rural regions.
FAKTOR RESIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PADANG BULAN KOTA MEDAN TAHUN 2023 Bancin, Lenny Lestryani Br; Hidayat, Wisnu; Girsang, Vierto Irrenius; Nababan, Donal; Sembiring, Rinawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26796

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu PTM di Indonesia yang paling beresiko menyebabkan kematian di Indonesia tertinggi ketiga dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 4,81%. Hipertensi menjadi 1 dari 10 penyakit terbesar di Puskesmas Padang Bulan Kota Medan. Tujuan Dilakukan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan Kota Medan Tahun 2023. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang berjenis observasional analitik dengan rancangan studi kasus kontrol, Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 – Januari 2024 pada 136 responden dengan 68 kasus dan 68 kontrol. Kriteria inklusi kasus adalah pasien berusia ? 20 tahun dan tercatat sebagai penderita hipertensi berdasarkan rekam medis di UPT puskesmas padang bulan Medan, sedangkan kriteria inklusi kontrol adalah pasien yang tidak mengalami hipertensi berdasarkan rekam medis di UPT Puskesmas Padang Bulan Medan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil uji bivariat didapatkan hubungan usia dengan kejadian hipertensi (p value 0,000), tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi (p value 0,158), ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (p value 0,000), ada hubungan konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p value 0,020), tidak ada hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi (p value 0,585), ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p value 0,011). Adapun faktor dominan terhadap kejadian hipertensi adalah usia dengan OR = 9,185. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat secara rutin untuk memeriksakan tekanan darah di pelayanan kesehatan dan bagi masyarakat penderita hipertensi agar meminum obat yang diberikan di puskesmas secara rutin.
Co-Authors Afriani, Dewi Amila Amila Amila Amila, Amila Analia Kunang Aritonang, Erlan Aritonang, Juneris Badawi, Ahmad Badawi Bancin, Lenny Lestryani Br Barus , Apriani Novaria Budke, Christine M. Damanik, Elsarika Daniel Ginting Daniel Ginting DONAL NABABAN Elisabeth Purba, Ivan Elmina Tampubolon Elsarika Damanik Evarina Sembiring Frida Lina Tarigan, Frida Lina Friska Vaulina Manik Gulo, Ifin Niat Hati Halawa, Turia Berkat Iman Hana Ike Dameria Purba Harefa, Festin Eunike Harianja, Ester Saripati Henny Syapitri Hidayat, Wisnu Hutajulu , Johansen Hutajulu, Johansen Ivan Elisabeth Purba Jon Kenedy Marpaung Junaidi Junaidi kahar, Irawaty A. Karnirius Harefa Ketaren, Sinar Otneil Laura Mariati Siregar Laura Mariati Siregar Lestari, Mita Linawati Novikasari Lukman Lukman Lumbangaol, Theresia Veronika Maharani Maharani, Maharani Mendrofa, Priska Helni Swandy Mercy Grace Simbolon Mulyana Munthe, Rismawati Munthe, Seri Asnawati Nababan, Donal Napis Alfikri Nenis Gusnawati Laia Novita, Putri Tia Ovra Ovra Pangaribuan, Rapael Septian Perangin-angin, Zepanya Imanuel Priajaya, Sony Priska Mendrofa Purba, Sri Dearmaita Purba, Yunita Rismawati Munthe Rivani, Vita Diah Rohana, Taruli Rosdiana, Eva Rosmeri Saragih Saragih, Frida Liharis Saragih, Frida Liharris Sembiring, Ario Agantha Sembiring, Evarina Sembiring, Rinawati Simanjuntak, Yunida Turisna Sinaga, Janno Sinaga, Stefya Natasya Sari Sindy Nafsya Aprilia Sinulingga, Elyzabeth Arihta Sirait, Asima Siregar, Laura Mariati Siti Maimunah Siti Maimunah Sitorus, Friyanka H.D. Syapitri, Henny Sylvia Maryance Siadari Tampubolon, Lindawati Farida Tasiah, Tasiah Teguh Pribadi Telaumbanua, Vivil Anindar Tiara Rajagukguk Toni Wandra Tumangger, Derianto Lasniate Ulfa Syahriani Malay Widyastuti, Desy Windha Khaila Shabrina WISNU HIDAYAT Yolanda D.B Manullang Yovsyah Yovsyah Yunita Purba Ziliwu, Meriberlina