Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISASI DAN SKRINING FITOKIMIA DARI TEPUNG BUAH BIT (Beta vulgaris L.) Siti Maimunah; Amila Amila; Jon Kenedy Marpaung; Vierto Irennius Girsang; Henny Syapitri
FORTE JOURNAL Vol 1 No 2 (2021): Edisi Juli 2021
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.702 KB) | DOI: 10.51771/fj.v1i2.141

Abstract

Buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman yang banyak mengandung senyawa betalain. sumber utama pewarna merah alami. Salah satu inovasi pemanfaatan buah bit yaitu pembuatan tepung bit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakterisasi dan skrining fitokimia umbi bit, serta mengetahui tingkat penerimaan umbi bit yang dijadikan tepung bit bagi para panelis. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan menguji kandungan senyawa kimia melalui uji karakterisasi dan skrining fitokimia. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa tepung bit (Beta vulgaris L.) memiliki senyawa alkaloid, tanin, saponin, flavanoid, steroid, glikosida gula, dan polifenol. Karakterisasi tepung bit dengan kadar air 9,28%, kadar abu total 0,99%, kadar abu tidak larut asam 0,82% dan kadar sari larut dalam air 0,82% dapat disimpulkan karakterisasi tepung buah bit memenuhi persyaratan Materia Media Indonesia (MMI). Uji Organoleptik dilakukan oleh 20 panelis, dengan kriteria penilaian sebanyak 9 panelis menyukai rasa, 6 panelis menyukai aroma, 12 panelis menyukai warna merah maroon, 12 panelis menyukai tekstrur, dan 11 panelis memiliki daya terima untuk tepung bit.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN MEMBUANG SAMPAH DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN HELVETIA KECAMATAN MEDAN HELVETIA TAHUN 2017 Napis Alfikri; Wisnu Hidayat; Vierto Irennius Girsang
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.967 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v3i1.17

Abstract

Garbage is the consequence human activity in the form of disposal or waste. There are 2000 tons of garbage per day in Medan, and most of the garbage which comes from people’s homes and is produced by housewives reaches to 1,500 to 1,600 tons per day.  which is caused by several factors that are predisposition, enabler and amplifier. The objective of the research was to find out some factors which were correlated with the behavior of action throwing garbage at Lingkungan IV, Kelurahan Helvetia, Medan Helvetia, in 2017. The population was178 people, and 123 of them were used as the samples. The research used observational analytic method with cross sectional design. The data were analyzed by using univariate anaslysis, bivariate analysis, and multivariate analysis. The result of the research showed that there was the correlation of knowledge (p-value = <0.001), attitude (p-value = 0.004), education (p-value = <0.001), availability of facility (p-value = <0.001), socialization of health care providers (p-value = <0.001), and knowledge about perda no 6 year 2015 (p-value = <0.004) of throwing garbage. The variable which had the most dominant correlation with of throwing garbage was knowledge which 8.6 times of the possibility to be a good behavior in throwing garbage compared with those who had bad knowledge. It is recommended that the Government do regular evaluation and promote environmental health by making public figures participate in good behavior of throwing garbage.Keywords: Predisposition, Enabling, Enforcing, Action   Throwing Garbage  
Tingkat Risiko Kesehatan Kapal di Pelabuhan Belawan Medan dan Faktor yang Mempengaruhi Ovra Ovra; Lukman Lukman; vierto vierto
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.142 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v7i02.111

Abstract

Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit dengan melenyapkan atau mengendalikan faktor – faktor risiko lingkungan yang merupakan mata rantai penularan penyakit. Sanitasi kapal berlaku untuk semua jenis kapal baik kapal penumpang, maupun kapal barang baik dari dalam maupun luar negeri. Pemeriksaan sanitasi kapal dimaksudkan untuk pengeluaran sertifikat sanitasi guna memperoleh Surat Izin Kesehatan Berlayar (SIKB). Untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan tingkat risiko kesehatan kapal, telah dilakukan penelitian terhadap 89 kapal yang berlabuh di Pelabuhan Belawan dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ABK (p. Value = 0,049), sikap ABK (p. Value = 0,045), penerapan SOP (p. Value = 0,000), kepemimpinan nakhoda (p. Value = 0,005), peran institusi KKP (p. Value = 0,021), tindakan penyehatan alat angkut (p. Value = 0,001), dengan tingkat risiko kesehatan kapal. Uji multivariat menyatakan bahwa faktor penerapan SOP sangat dominan berhubungan dengan tingkat risiko kesehatan kapal dengan nilai (p. Value = 0,002; OR = 66.6079). Perlu Pengawasan rutin sanitasi kapal agar dilaksanakan secara terencana dan tegas terhadap sanita sikapal yang bersandar di Pelabuhan Belawan, sehingga tidak ditemukan kapal dengan sanitasi kapal kategori risiko tinggi dan melaksanakan evaluasi secara berkesinambungan terhadap kepemilikan sertifikat sanitasi kapal pada seluruh kapal secara berkala.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PRIA DI KEC. PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2014 Vierto Irennius Girsang; Rismawati Munthe; Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.58 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i4.39

Abstract

HEMOGLOBIN LEVELS AND BODY MASS INDEX WITH THE SOIL-TRANSMITTED HELMINTH INFECTIONS AMONG  ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Background: Children in tropical countries have more helminth infections which can cause blood loss through the gastrointestinal tract. Helminth infections and micronutrient deficiencies are closely related this can result in a decrease in endurance and cause disruption of child development.Purpose: This study aims to determine the effect of helminthiasis on hemoglobin levels and body mass index of elementary school children at Silahisabungan District, Dairi Regency, North Sumatra Province.Methods: This research was an observational analytic cross sectional approach. Subject study as many as 116 children. The study was carried out by examining feces, hemoglobin and counting body mass index the subjects. Statistical analysis used compare means with 95% CI (α = 0,05).Results: In this study, showed that children infected with worms have significant effect on levels of hemoglobin (p < 0.05). The other result there is associated between worm infection with body mass index (p < 0.05).Suggestion: The recommended of this study, important to give regular worm medicine and examination.Latar Belakang: Anak-anak di negara tropis lebih banyak mengalami infeksi kecacingan yang dapat menyebabkan kehilangan darah melalui saluran cerna. Secara kumulatif infeksi cacinganan dapat menimbulkan kekurangan gizi dan kehilangan darah yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan menimbulkan gangguan tumbuh kembang anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejadian kecacingan terhadap kadar Hb dan indeks masa tubuh anak Sekolah Dasar Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross sectional. Tahapan penelitian dilakukan dengan pemeriksaan fases siswa untuk mendapatkan anak yang kecacingan dan yang tidak kecacingan. Selanjutnya membandingkan  indeks massa tubuh dan kadar  hemoglobin pada anak sekolah dasar yang positif kecacingan dan anak yang negatif kecacingan. Besar sampel pada penelitian  ini sebanyak 116 siswa. Analisa statistik yang digunakan uji beda mean dengan 95% CI (α=0,05).Hasil: Diperoleh ada perbedaan rata-rata indeks massa tubuh anak yang kecacingan dan yang tidak kecacingan dengan nilai p<0,05. Ada perbedaan rata-rata kadar Hb pada anak yang kecacingan dan tidak kecacingan dengan nilai p<0.05.Saran: Perlu adanya pemberian obat cacing yang teratur serta pemeriksaan kecacingan yang rutin pada siswa.      
PEMETAAN KASUS TUBERKULOSIS DI KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2019 – 2020 Vierto Irennius Girsang; Mercy Grace Simbolon; Elsarika Damanik; Ivan Elisabeth Purba
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.203

Abstract

Background :Mycobacterium tuberculosis is a bacterium that causes the infectious disease Tuberculosis (TB). As of 3 february 2020, the number of tuberkulosis cases in Indonesia increased from year to year by 526,977 cases with a CNR of 197 / 100.000 population, where in 2018 there were 511,873 cases with a CNR of 193 / 100.000 popuation. The purpose of this study was to determine the spread of tuberculosis cases in Samosir Regency in 2019 and 2020. Methods : The research design used is ecology using secondary data. What can be used is aggregate data with data analysis using the help of Quantum GIS software.Results : The distribution of high cases of tuberculosis by sub-district in Samosir Regency in 2019 has three sub-districts while in 2020 there are two sub-districts. The distribution of high cases of tuberculosis based on population density in Samosir Regency in 2019 was in two sub-districts and in 2020 in three sub-districts.Conclusion : Based on the results of mapping tuberculosis cases in Samosir Regency, it was found that all districts had tuberculosis cases. The distribution of sufferers in the form of red color accumulates in Pangururan District followed by Simanindo District. In terms of population density, the 3 areas with the highest number of red cases are those with a fairly high density, namely Pangururan District, Sitiotio District and Harian District.Keywords :Tuberculosis, Mapping, Samosir.
KARAKTERISTIK PASIEN COVID-19 DI RSU HAJI MEDAN TAHUN 2020 DAN 2021 Vierto Irennius Girsang; Rosmeri Saragih; Donal Nababan; Frida Liharris Saragih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i1.804

Abstract

Latar belakang: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV). Corona Virus Disease 2019 dilaporkan pertama kali di Wuhan Provinsi Hubei, Cina pada tanggal 31 Desember 2019. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik pasien penderita Covid-19 di RS Umum Haji Medan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling dan didapatkan 711 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada rata-rata umur pasien penderita Covid-19 di RS Umum Haji Medan tahun 2020 dan 2021, tidak ada perbedan pada jenis kelamin pasien penderita Covid-19 di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021, tidak ada perbedaan pada karakteristik pendidikan terakhir pasien penderita Covid-19 di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021, Ada Perbedaan pada keluhan pasien Covid-19 saat pertama datang di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021, Ada Perbedaan dengan rata-rata penyakit komorbid pasien penderita Covid-19 di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021. Ada Perbedaan rata-rata lama rawatan pasien penderita Covid-19 di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021, Ada Perbedaan pada tahap akhir penyakit pasien penderita Covid-19 di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021, Ada Perbedaan pada Hasil Rontgen Torax pasien penderita Covid-19 di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021. Kesimpulan: Ada Perbedaan rata-rata lama rawatan, tahap akhir penyakit dan Hasil Rontgen Torax pasien penderita Covid-19 di RSU Haji Medan tahun 2020 dan 2021.
Pengaruh Status Gizi Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Balita Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Depok Vierto Irennius Girsang; Yovsyah Yovsyah
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55644/jkc.v4i02.113

Abstract

Tuberkulosis pada balita merupakan bayangan dari tuberkulosis pada orang dewasa hal ini termasuk masalah kesehatan yang sangat berarti bagi balita. Prevalensi TB pada balita masih cukup tinggi demikian pula status gizi kurang dan buruk masih cukup tinggi. Status gizi memiliki peran yang penting dalam hal etiologi dan komplikasi tuberkulosis balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap kejadian TB paru pada balita di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Depok. Desain penelitian ini adalah kasus kontrol. Kasus dalam penelitian ini adalah balita yang menderita TB paru sesuai yang tercatat pada register TB-03 dan TB-01 PKM. Kontrol adalah balita yang tidak menderita TB atau tidak mengalami gejala TB serta tidak pernah menderita TB paru yang merupakan tetangga balita penderita TB yang diambil jadi kasus di wilayah kerja Dinkes Depok. Jumlah kasus sebanyak 74 balita dan kontrol 148 balita. Analisa data menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang mengalami status gizi pendek memiliki berisiko 2,92 kali untuk sakit TB paru dan balita yang mengalami status gizi sangat pendek memiliki berisiko 4,22 kali untuk sakit TB paru setelah dikontrol dengan variabel perancu. Balita yang mengalami status gizi sangat pendek lebih berisiko untuk sakit TB paru dibandingkan dengan balita yang berstatus gizi pendek. Disarankan untuk Dinas kesehatan dan Puskesmas untuk lebih memperbaiki pencatatan TB dan peningkatan pendidikan kesehatan tentang pencegahan TB dan peningkatan gizi pada balita
Pendidikan Kesehatan Tentang Bahaya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Masyarakat Vierto Irennius Girsang; Laura Mariati Siregar; Asima Sirait
Jurnal Pengabdian Masyarakat Eka Prasetya Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Eka Prasetya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIE Eka Prasetya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47663/jpmep.v3i1.452

Abstract

Dengue Fever disease is a disease whose sufferers tend to increase. Dengue fever disease is an illness that is heard by Dengue virus. Increased cases of dengue high fever can be influenced by the population density factor. The population density factor affects the transmission or transfer of disease from one person to another associated with a vector of disease. This community service activity was carried out in the PB Selayang II Community Health Center Work Area on 18-19 June 2024. The health education media used were videos and leaflets. The implementation is carried out during the day for people who can come during the day. The average number of people attending is ten to twenty people. Health education about the dangers of dengue hemorrhagic fever was carried out in three sessions. After carrying out community service activities, it can be concluded that there has been an increase in public knowledge about the dangers of dengue hemorrhagic fever before and after this activity. After conducting health education, the public understands more about the dangers of dengue hemorrhagic fever.
Determinan Stunting pada Balita di Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara Tampubolon, Elmina; Girsang, Vierto Irennius
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss3.1393

Abstract

The Covid-19 pandemic in Indonesia has prevented several basic health services, especially Posyandu, from being carried out, which can hinder the achievement of the 2024 national target, which is to reduce the stunting rate to 14%. The aim of the study was to analyze the determinants of stunting in toddlers during the Covid-19 pandemic in the Pirak Timu Community Health Center, North Aceh District. This type of research is quantitative analytic. The sample of this study was stunted toddler mothers who lived in the working area of the Pirak Timu Health Center, North Aceh Regency, totaling 65 people. Data collection was carried out using the interview method using a questionnaire carried out from December 2021 to January 1st, 2022. Data analysis was univariate, bivariate, and multivariate using a multiple logistic regression test. Variables related to the incidence of stunting in toddlers are history of exclusive breastfeeding, diet, knowledge, and income. Meanwhile, the variable that is not related to the incidence of stunting is parity. The conclusion obtained is that there is a relationship between a history of exclusive breastfeeding, diet, knowledge, and income with the incidence of stunting in toddlers during the Covid-19 pandemic at the Pirak Timu Health Center, North Aceh District
TELUR CACING NEMATODA USUS PADA TINJA ANAK USIA 7-9 TAHUN DI SD NEGERI 035937 KABUPATEN DAIRI Girsang, Vierto Irennius; Purba, Yunita; Harefa, Festin Eunike; Hutajulu , Johansen; Saragih, Frida Liharis
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5322

Abstract

Infeksi kecacingan masih terdapat terutama pada anak-anak sekolah. Nematoda usus adalah salah satu parasit yang sering ditemukan yang dapat menginfeksi kecacingan. Infeksi ini dipengaruhi oleh personal hygine. Salah satu penularan melalui tanah yang disebut dengan Soil Transmitted Helminthis (STH), karena proses embrionisasi sebelum terinfeksi harus melalui tanah. Dampak dari infeksi kecacingan terutama pada anak-anak mengakibatkan Kurangnya Energi Protein (KEP), sehingga kemampuan melakukan aktivitas menurun. Telah dilakukan penelitian pada tinja anak usia 7-9 tahun di SD Negeri 035937 Tanjung Beringin. Metode pemeriksan Direct smear dengan menggunakan Nacl fisiologis 0,9%. Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia-Biologi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 bahan yang diperiksa terdapat 2 orang anak yang terinfeksi Nematoda usus pada kode sampel C11 (Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura) dan C12 (Ascaris lumbricoides) dan 38 sampel tinja lainnya negative dari 40 anak usia 7-9 tahun. Pencegahan dan penanggulangan infeksi ini adalah, menjaga kebersihan diri dan agar supaya menjaga menjaga personal hygiene, dan selalu defekasi pada tempat yang tertentu dan mencuci tangan sebelum makan, tidak kontak langsung dengan tanah, serta melakukan pengobatan pada penderita.  
Co-Authors Afriani, Dewi Analia Kunang Aritonang, Erlan Asima Sirait Badawi, Ahmad Badawi Bancin, Lenny Lestryani Br Barus , Apriani Novaria Budke, Christine M. Dachi, Sri Susanti Damanik, Elsarika Daniel Ginting Daniel Ginting DONAL NABABAN Elisabeth Purba, Ivan Elmina Tampubolon Elsarika Damanik Evarina Sembiring Frida Lina Tarigan Friska Vaulina Manik Gulo, Ifin Niat Hati Gultom, Asri Halawa, Turia Berkat Iman Hana Ike Dameria Purba Harefa, Festin Eunike Harianja, Ester Saripati Hidayat, Wisnu Hutajulu , Johansen Hutajulu, Johansen Ivan Elisabeth Purba Janno Sinaga Jon Kenedy Marpaung Junaidi Junaidi Juneris Aritonang kahar, Irawaty A. Karnirius Harefa Ketaren, Sinar Otneil Laura Mariati Siregar Laura Mariati Siregar Lestari, Mita Linawati Novikasari Lukman Lukman Lumbangaol, Theresia Veronika Maharani Maharani, Maharani Masdalina Pane Mendrofa, Priska Helni Swandy Mercy Grace Simbolon Mulyana Munthe, Rismawati Nababan, Donal Napis Alfikri Nenis Gusnawati Laia Ninding, Putri Novita, Putri Tia Ovra Ovra Pangaribuan, Rapael Septian Perangin-angin, Zepanya Imanuel Priajaya, Sony Priska Mendrofa Purba, Sri Dearmaita Purba, Yuni Artha Purba, Yunita Rahmat Hidayatullah Rismawati Munthe Rivani, Vita Diah Rohana, Taruli Rosdiana, Eva Rosmeri Saragih Saragih, Frida Liharis Saragih, Frida Liharris Sembiring, Ario Agantha Sembiring, Evarina Sembiring, Rinawati Sembiring, Sadestina Seri Asnawati Munthe Simanjuntak, Yunida Turisna Simarmata, Nurpina Sinaga, Stefya Natasya Sari Sindy Nafsya Aprilia Sinulingga, Elyzabeth Arihta Siregar, Laura Mariati Siti Maimunah Siti Maimunah Sitorus, Friyanka H.D. Syapitri, Henny Sylvia Maryance Siadari Tampubolon, Lindawati Farida Tasiah, Tasiah Teguh Pribadi Telaumbanua, Vivil Anindar Tiara Rajagukguk Toni Wandra Tumangger, Derianto Lasniate Ulfa Syahriani Malay Widyastuti, Desy Windha Khaila Shabrina WISNU HIDAYAT Yolanda D.B Manullang Yovsyah Yovsyah Yunita Purba Ziliwu, Meriberlina