Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pengetahuan Pasien tentang Hipertensi di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya, Wilayah Kerja Puskesmas Galang Munirah Munirah; Alfrida Semuel Ra'bung; Hasni Hasni
Salando Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v2i1.2687

Abstract

Dampak dari hipertensi mengakibatkan morbiditas yang memerlukan penanganan serius, dan moralitas yang cukup tinggi. Gejala yang muncul pada penderita yaitu pengelihatan kabur karena kerusakan retina, nyeri pada kepala, mual muntah akibat meningkatnya tekanan intra kranial, edema dependen, adanya pembengkakan akibat adanya peningkatan kapiler. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya, Wilayah Kerja Puskesmas Galang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan survey, dengan sampel penelitian sebanyak 33 responden yang dijumlah dengan menggunakan rumus slovin. Vairabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi. Data anlisa menggunakan analisa univariat. Penyajian data dalam bentuk table dan narasikan Hasil dari penelitian yaitu sebgian besar responden di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya Wilayah Kerja Puskesmas Galang berpengetahuan cukup tentang penyakit hipertensi dengan jumlah responden sebanyak 17 oang (51,52%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu gambaran pengetahuan pada kliwn tentang penyakit hipertensi hipertensi di Desa Bajugan Dusun Bonto Buaya, Wilayah Kerja Puskesmas Galang, maka dapat ditarik simpulan yaitu sebagian besar responden di Dusun Bonto Buaya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang penyakit hipertensi. Diharapkan dalam penelitian ini pasien yang menderita penyakithipertensi diharapkan agar lebih memperluas informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyakit hipertensi.
INTEGRASI SISTEM PELAYANAN JANTUNG DAN PEMBIAYAAN BPJS KESEHATAN: UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS DAN KEBERLANJUTAN LAYANAN KARDIOLOGI Saman Saman; Novica Aryanti Putri; Hasni Hasni
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.11163

Abstract

The high rate of cardiovascular disease in Indonesia places cardiology services as the largest budget absorber in the National Health Insurance program. This catastrophic burden demands regulatory alignment to avoid fragmented operational flows and financial overruns. This study focuses on analyzing the importance of integrating the cardiac care system with the BPJS Kesehatan financing mechanism to improve the effectiveness of cardiology services. A descriptive qualitative approach was applied through a systematic literature review of policy documents and scientific publications published over the past five years. The study findings indicate that synchronizing the tiered referral system, utilizing electronic medical records, and updating the INA-CBGs claims platform can accelerate medical care while significantly reducing operational cost inefficiencies. However, current implementation in the field is considered partial due to unequal distribution of facilities and unequal interoperability of national digital data. The main conclusion emphasizes that comprehensive integration between clinical, digital, and financial aspects is a crucial strategy for maintaining the quality of cardiology services. Policymakers are recommended to strengthen real-time data governance to achieve claims transparency and ensure long-term sustainability of health financing. ABSTRAK Tingginya angka penyakit kardiovaskular di Indonesia menempatkan layanan kardiologi sebagai penyerap anggaran terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Besarnya beban katastropik ini menuntut keselarasan regulasi demi menghindari fragmentasi alur operasional dan pembengkakan finansial. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pentingnya integrasi sistem pelayanan jantung dengan mekanisme pembiayaan BPJS Kesehatan guna meningkatkan efektivitas layanan kardiologi. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan melalui studi literatur sistematis terhadap dokumen kebijakan serta publikasi ilmiah terbitan lima tahun terakhir. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sinkronisasi sistem rujukan berjenjang, pemanfaatan rekam medis elektronik, dan pembaruan platform klaim INA-CBGs mampu mempercepat penanganan medis sekaligus mereduksi inefisiensi biaya operasional secara signifikan. Namun, implementasi di lapangan saat ini dinilai masih parsial akibat ketimpangan distribusi fasilitas serta belum meratanya interoperabilitas data digital nasional. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi menyeluruh antara aspek klinis, digital, dan finansial merupakan strategi krusial untuk menjaga kualitas pelayanan kardiologi. Pemangku kebijakan direkomendasikan untuk memperkuat tata kelola data waktu nyata (real-time) guna mewujudkan transparansi klaim dan menjamin keberlanjutan pembiayaan kesehatan jangka panjang.  
The Association Between Cigarette Smoke Exposure and Hypertension Incidence in Managaisaki Public Health Center, Tolitoli District Sova Evie; Hasni Hasni; Novica Ariyanti Putri; Alfrida Semuel Ra'bung; Rahmat Kurniawan; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Azwar Azwar; Enggar Enggar
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v15i1.665

Abstract

Smoking remains a major global public health concern and is strongly associated with cardiovascular diseases. This study aimed to analyze the relationship between cigarette smoke exposure and hypertension incidence among residents in the working area of Managaisaki Public Health Center, Tolitoli District. This observational analytic study employed a cross-sectional design with 40 respondents. Independent variables included duration of exposure, type of cigarette, and carbon monoxide (CO) levels in the body, while hypertension incidence was the dependent variable. Data were analyzed using chi-square test, with p<0.05 considered statistically significant. The results showed that 60% of respondents had high smoke exposure, 55% were exposed to unfiltered cigarettes, and 45% had hypertension. Bivariate analysis revealed no significant relationship between duration of exposure (p=0.080) and type of cigarette (p=0.307) with hypertension. However, CO levels were significantly associated with hypertension (p=0.006), where respondents with high CO exposure were more likely to have hypertension. In conclusion, cigarette smoke exposure, particularly elevated CO levels, increases the risk of hypertension. These findings emphasize the importance of tobacco control measures and monitoring CO exposure as a preventive strategy against hypertension.
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Pengukuran Antropometri dan Penilaian Status Gizi Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Dungingis Kabupaten Tolitoli Sova Evie; Hasni Hasni; Rahmat Kurniawan; Alfrida Semuel Ra’bung; Novica Ariyanti Putri; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.22705

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita, khususnya stunting dan wasting, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Tolitoli termasuk daerah dengan prevalensi stunting cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tolitoli tahun 2023 terdapat 136 (10,54%) kasus stunting dan 8 (0,62%) wasting dari 1.290 balita di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi anak. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dungingis, khususnya Desa Galumpang, dalam melakukan pengukuran antropometri menggunakan metode Z-Score pada balita upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada 20 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan kader mengenai stunting meningkat dari 45% menjadi 85%. Kader mendapatkan keterampilan dalam melakukan pengukuran antropometri dan interpretasi status gizi dengan metode Z-Score. Produk luaran berupa leaflet edukasi dan banner antropometri berhasil digunakan sebagai media pembelajaran. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. Kata Kunci: Kader Posyandu, Antropometri, Status Gizi, Z-Score, Stunting.  ABSTRACT Nutritional problems in toddlers, particularly stunting and wasting, remain a public health challenge in Indonesia. Tolitoli Regency is among the areas with a relatively high prevalence of stunting. According to data from the Tolitoli District Health Office in 2023, there were 136 cases of stunting (10.54%) and 8 cases of wasting (0.62%) out of 1,290 toddlers in the working area of Dungingis Health Center. This condition is exacerbated by the limited skills of posyandu cadres in conducting anthropometric measurements and assessing children’s nutritional status. The purpose of this community service program was to improve the knowledge and skills of posyandu cadres in the Dungingis Health Center working area, particularly in Galumpang Village, in performing anthropometric measurements using the Z-Score method for toddlers as an effort to prevent stunting. The method applied was health education and training provided to 20 posyandu cadres across the Dungingis Health Center area. Evaluation was carried out through pre-test and post-test of knowledge as well as observation of skills. The results showed that cadres’ knowledge about stunting increased from 45% to 85%. They also acquired skills in conducting anthropometric measurements and interpreting nutritional status using the Z-Score method. The program produced educational outputs in the form of a leaflet and an anthropometry banner, which were successfully used as learning media. This training was effective in enhancing the capacity of posyandu cadres in the early detection of stunting. Similar programs are recommended for sustainable implementation in regions with a high prevalence of stunting. Keywords: Posyandu Cadres, Anthropometry, Nutritional Status, Z-Score, Stunting
Pelatihan Kader dan Screening Penyakit Tidak Menular Untuk Deteksi Dini Risiko Kardiovaskular di Kelurahan Nalu Novica Ariyanti Putri; Sova Evie; Hasni Hasni; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinaryo; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26114

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, dan dislipidemia. Rendahnya pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko PTM menyebabkan upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko PTM serta meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan screening PTM sederhana sebagai upaya deteksi dini penyakit kardiovaskular. Kegiatan dilakukan menggunakan metode pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif berupa edukasi kesehatan, pelatihan kader kesehatan, pendampingan, dan screening PTM secara door to door di Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Peserta kegiatan terdiri dari 20 kader kesehatan dan masyarakat usia produktif serta lansia. Edukasi dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, leaflet, dan lembar balik edukasi. Pelatihan kader meliputi pengukuran tekanan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan mengenai faktor risiko PTM dengan nilai rata-rata meningkat dari 65 menjadi 85 setelah diberikan edukasi. Pelatihan kader kesehatan juga meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran tekanan darah, pengukuran TB dan BB, serta perhitungan IMT. Kegiatan screening PTM menunjukkan masih ditemukan masyarakat dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan obesitas. Edukasi kesehatan, pelatihan kader, dan screening PTM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di masyarakat Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Kader Kesehatan, Screening PTM, Penyakit Kardiovaskular, Edukasi Kesehatan.     ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a leading cause of death, closely linked to an increased risk of cardiovascular diseases such as hypertension, diabetes mellitus, obesity, and dyslipidemia. Lack of public knowledge and skills of health cadres in early detection of NCD risk factors have resulted in suboptimal efforts to prevent cardiovascular disease in the community. This community service activity aims to increase public knowledge about NCD risk factors and improve the skills of health cadres in conducting simple NCD screenings as an effort to detect cardiovascular disease early. The activity was carried out using a community empowerment method through a promotive and preventive approach in the form of health education, health cadre training, mentoring, and door-to-door NCD screening in Nalu Village, Tolitoli Regency. Participants consisted of 20 health cadres and people of productive age and the elderly. Education was carried out using interactive lectures, discussions, leaflets, and educational flipcharts. Cadre training included blood pressure measurement, height measurement, weight measurement, and Body Mass Index (BMI) calculation. The results of the activity showed an increase in health cadres' knowledge about NCD risk factors, with an average score increasing from 65 to 85 after the education. Health cadre training also improved their skills in blood pressure measurements, height and weight measurements, and BMI calculations. Non-communicable disease (NCD) screening activities revealed that people still exhibited cardiovascular disease risk factors, such as high blood pressure and obesity. Health education, cadre training, and NCD screening effectively improved the knowledge and skills of health cadres and supported early detection of cardiovascular disease risk factors in the Nalu Village community, Tolitoli Regency. Keywords: Non-Communicable Diseases, Health Cadres, NCD Screening, Cardiovascular Disease, Health Education.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Screening Hipertensi, Pengukuran Antropometri dan Screening PJK Sova Evie; Nurmiaty Nurmiaty; Hasni Hasni; Novica Ariyanti Putri; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Alfrida Semuel Ra&#039;bung; Rahmat Kurniawan; Yuldensia Avelina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26291

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi dan penyakit jantung koroner (PJK), merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia serta menunjukkan tren peningkatan di masyarakat. Di wilayah kerja Puskesmas Managaisaki, angka kejadian PTM masih tergolong tinggi, kasus hipertensi tahun 2024 sebanyak 3.339 dan tahun 2025 sebanyak 2.293. Kondisi ini memerlukan upaya strategis melalui skrining dini sebagai langkah deteksi awal PTM khususnya hipertensi dan PJK. Salah satu strategi efektif dalam pelaksanaan skrining adalah pemberdayaan kader kesehatan. Kader sebagai bagian dari komunitas memiliki peran strategis dalam menjembatani layanan kesehatan formal dengan masyarakat, terutama di tingkat RT/RW, dusun, dan desa. Kedekatan kader dengan masyarakat menjadikan mereka aktor utama dalam edukasi kesehatan, pelaksanaan skrining sederhana, serta promosi perilaku hidup sehat. Tujuan PkM ini yaitu: 1)Untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat tentang PTM; 2)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan skrining penyakit hipertensi dan PJK; 3)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pengukuran antropometri sebagai bagian dari skrining PJK; 4)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan skrining Hipertensi dan PJK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada 20 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Managaisaki. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan terjadi peningkatan pengetahuan responden rata rata dari 40 Menjadi 90. Dan seluruh kader kesehatan mampumelakukan screening skrining hipertensi dan PJK kepada masyarakat. Kegiatan pengabmas ini berhasil mencapai tujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan tentang screening hipertensi, pengukuran antropometri dan screening factor resiko PJK Kata Kunci: Kader Kesehatan, Screening, Hipertensi, PJK.  ABSTRACT Noncommunicable diseases (NCDs), particularly hypertension and coronary heart disease (CHD), are the leading causes of morbidity and mortality in Indonesia and are on the rise in the general population. In the service area of the Managaisaki Community Health Center (Puskesmas), the incidence of NCDs remains relatively high, with 3,339 cases of hypertension in 2024 and 2,293 cases in 2025. This situation requires strategic efforts through early screening as a step toward the early detection of NCDs, particularly hypertension and CHD. One effective strategy in implementing screening is the empowerment of community health workers. As members of the community, health cadres play a strategic role in bridging the gap between formal health services and the public, particularly at the RT/RW, hamlet, and village levels. Their close ties to the community make them key actors in health education, conducting simple screenings, and promoting healthy lifestyles. The objectives of this Community Service Program (PkM) are: 1) To increase the knowledge of health cadres and the community regarding NCDs; 2) To improve the skills of health cadres in screening for hypertension and CHD; 3) To improve the skills of health cadres in performing anthropometric measurements as part of CHD screening; 4) To improve the skills of health cadres in conducting screening for hypertension and CHD. The methods used included health education and training for 20 Posyandu cadres spread across the Managaisaki Community Health Center’s service area. Evaluation was conducted using a pre-test and The methods used were education and training for 20 posyandu cadres spread across the Managaisaki Community Health Center’s service area. Evaluation was conducted through pre- and post-tests of knowledge as well as skill observations; there was an increase in the respondents’ average knowledge score from 40 to 90. All health cadres were able to perform hypertension and CHD screenings for the community. This community outreach activity successfully achieved its objective of improving the capacity of health cadres regarding hypertension screening, anthropometric measurements, and screening for CHD risk factors. Keywords: Health Cadres, Screening, Hypertension, CHD.
Gambaran Kesiapsiagaan Darurat Rumah Tangga Menghadapi Bencana di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli Novica Ariyanti Putri; Hasni Hasni; Dwi Yogyo Suswinarto
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.27059

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a disaster-prone country, and households serve as the frontline unit in facing disaster impacts before formal response systems intervene. Most disaster preparedness instruments used in Indonesia have been developed locally for specific hazards and have not comprehensively measured preparedness across multiple domains, including the needs of vulnerable household members. This study aimed to describe the level of household emergency preparedness in Baolan, Tolitoli Regency across five preparedness domains, including domains addressing the needs of vulnerable household members. This study used a quantitative descriptive observational design with a cross-sectional approach, conducted from June to July 2026. A sample of 100 respondents (heads of household) was selected through purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Data were collected using the Indonesian Household Emergency Preparedness Instrument (I-HEPI), comprising 50 items across five domains, with total scores converted into percentages and classified into five preparedness categories. The mean overall preparedness score was 48.3% (SD 16.0). The preparedness planning domain achieved the highest score (67.8%), while the domain addressing access and functional needs of vulnerable members achieved the lowest (41.1%), with pregnant women showing the lowest sub-criterion score (25.0%). The largest proportion of respondents (43.0%) fell into the Moderately Prepared category. Household preparedness is uneven across domains: planning-related preparedness is best mastered, whereas domains dependent on financial resources, regulatory support, and the specific needs of vulnerable members remain lagging. Cognitive domains are shaped mainly by household knowledge, while resource-dependent and conditional domains are shaped by structural factors beyond household control. These findings can guide community nurses in designing preparedness interventions tailored to each domain rather than a uniform approach. Keywords: Disaster Preparedness, Household, Community Nursing, Disaster Nursing.  ABSTRAK Indonesia merupakan negara rawan bencana, dan rumah tangga berperan sebagai unit terdepan dalam menghadapi dampak bencana sebelum sistem respons formal bekerja. Sebagian besar instrumen kesiapsiagaan bencana yang digunakan di Indonesia dikembangkan secara lokal untuk bahaya spesifik dan belum mengukur kesiapsiagaan secara komprehensif pada berbagai domain, termasuk kebutuhan anggota rumah tangga yang rentan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kesiapsiagaan darurat rumah tangga di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli pada lima domain kesiapsiagaan, termasuk domain yang menyasar kebutuhan anggota rumah tangga yang rentan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada Juni–Juli 2026. Sampel sebanyak 100 responden (kepala keluarga) dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan Indonesian Household Emergency Preparedness Instrument (I-HEPI) yang terdiri atas 50 item dalam lima domain, dengan skor total dikonversikan ke bentuk persentase dan diklasifikasikan ke dalam lima kategori kesiapsiagaan. Rerata skor kesiapsiagaan keseluruhan sebesar 48,3% (SD 16,0). Domain perencanaan kesiapsiagaan memperoleh skor tertinggi (67,8%), sedangkan domain akses dan kebutuhan fungsional kelompok rentan memperoleh skor terendah (41,1%), dengan sub-kriteria ibu hamil menunjukkan skor terendah (25,0%). Proporsi responden terbesar (43,0%) berada pada kategori Cukup Siap. Kesiapsiagaan rumah tangga tidak merata pada seluruh domain: aspek perencanaan paling baik dikuasai, sedangkan domain yang bergantung pada sumber daya finansial, dukungan regulasi, dan kebutuhan kelompok rentan masih tertinggal. Domain kognitif lebih dipengaruhi pengetahuan keluarga, sedangkan domain sumber daya dan kondisional lebih dipengaruhi faktor struktural di luar kendali keluarga. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi perawat komunitas dalam merancang intervensi kesiapsiagaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing domain. Kata Kunci: Kesiapsiagaan Bencana, Rumah Tangga, Kelompok Rentan, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Bencana.
Co-Authors Abd Farid Lewa Ade Irma Yulianti Gunawan Adhyanti Adinda Adinda Agusrianto Alfrida Semuel Ra&#039;bung Alfrida Semuel Ra&#039;bung Alfrida Semuel Ra'bung Alfrida Semuel Ra'bung Aminuddin Aminudin Aminudin Amsal Andi Bungawati Andi Fatmawati Anna Veronica Pont Ansar Ansar Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Azwar Azwar Baiq Emy Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Dedi Mahyudin Syam Diah Ayu Hartini Dian Kurniasari Dian Mega Listiawati Diana N. Sinurat Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinaryo Eka S. Riyanto Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Enggar Enggar Erlina Erlina Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hardin Hardin Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasdrini Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hastuti Usman I Wayan Supetran Indrawati Aris Tyarini Indro Subagyo Irawati Tampuyak Irsanty Collein Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Lili Suryani Linda Linda Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Mardani Mangun Mardiani Mangun Masda Masda Masda Masda Masda Masda Masudin Masudin Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Mooammar Safari Muhammad Yani Muliani Munirah Munirah Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Novica Ariyanti Putri Novica Ariyanti Putri Novica Aryanti Putri Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurmiaty Nurmiaty Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Rahmat Kurniawan Rahmat Kurniawan Raoda Raoda Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rugayah Said Rusneni Salman Salman Salman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Selvi Alfrida Mangundap Sigit M. Nuzul Silfia, Niluh Nita Silvika al maidah A Siti Hadijah Batjo Sitti Aminah Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Musriniawati Hasan Sri Restu Tempali Sri Sutiwi Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus Sukmawati Sukmawati Sumarni Sumarni Sumiaty Sumiaty Supriadi Supriadi Abd Malik Syamsul Arifin Taqwin Taqwin Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Wery Aslinda Wijianto Yasmin H Yasmin H Yasmin H Yuldensia Avelina Yunike Zainul