Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Keandalan Jaringan Distribusi Menggunakan Metode Section Technique dan Failure Mode Effect Analysis Wibowo, Tiur Lestari; Dewi, Arfita Yuana; Erhaneli, Erhaneli; Syofian, Andi
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v3i1.5767

Abstract

Berdasarkan data gangguan PT. PLN (Persero) ULP Sabang Januari - Desember 2024 gangguan paling sering terjadi pada penyulang Balohan. Mengacu pada SPLN 68-2 : 1986 indeks keandalan SAIDI yang diizinkan sekitar 21,09 Jam/Pelanggan/Tahun, dan indeks keandalan SAIFI yang diizinkan adalah 3,2 Kali/Perpelanggan/Tahun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi 20 kV menggunakan metode Section Technique dan Failure Mode Effects Analysis (FMEA). Setelah dilakukan perhitungan metode section technique didapatkan indeks SAIDI sebesar 8,728083 Jam/Pelanggan/Tahun dan SAIFI 2,022955 Kali/Perpelanggan/Tahun. Sedangkan perhitungan dengan metode Failure Mode Effects Analysis (FMEA) didapatkan indeks SAIDI sebesar 15,437189 Jam/Pelanggan/Tahun dan indeks SAIFI sebesar 4,6024053 Kali/Perpelanggan/Tahun. Jika dibandingkan antara SPLN 68-2 : 1986 dengan metode section technique dan Failure Mode Effects Analysis (FMEA), maka metode section technique dapat dikategorikan andal karena tidak melebihi standar, sedangkan metode Failure Mode Effects Analysis (FMEA) untuk indeks SAIFI tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Analisa Pengaruh Arus Bocor Terhadap Daya Tahan Dielektrik pada Isolator Berlumut 150 Kv Saluran Transmisi Koto Panjang -Payakumbuh Hilmi, Halisa; Amalia, Sitti; Warmi, Yusreni; Dewi, Arfita Yuana; Erhaneli, Erhaneli
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 3, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v3i1.5860

Abstract

Saluran transmisi 150 kV di Koto Panjang - Payakumbuh, Sumatera Barat, menghadapi tantangan akibat tingginya aktivitas petir, dengan rata-rata laju petir tahunan mencapai 173 hari/tahun. Panjang saluran 86 km dan 248 menara yang sebagian besar berada di perbukitan, isolator rentan terhadap kontaminasi lumut, terutama saat cuaca lembab. Lumut yang menempel dapat menurunkan kualitas isolasi dan meningkatkan risiko flashover serta arus bocor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh arus bocor terhadap daya tahan dielektrik isolator lumut menggunakan Metode Anderson yang di validasi menggunakan nilai ESDD dan NSDD serta dengan hasil pengujian eksperimen. Metode Anderson ini diharapkan dapat menghasilkan perhitungan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi arus bocor maka daya tahan dieletrik semakin menurun. Berdasarkan hasil dari perhitungan Anderson dan ekperimen yang telah dilakukan, hasil menunjukkan bahwa arus bocor yang sangat rendah (0,82 mA dan 0,86 mA) menyebabkan penurunan daya tahan dielektrik sebesar 20,4 kV dan 19,4 kV, mengindikasikan isolator masih dapat menahan tegangan meskipun arus bocor meningkat. Namun, penurunan signifikan terjadi saat arus bocor mencapai titik kritis sekitar 12 mA, dengan penurunan sebesar 13,8 kV yang menandakan kerusakan pada isolator. Penurunan daya tahan dielektrik berlanjut, mencapai risiko kegagalan yang meningkat berdasarkan standar IEC untuk BIL isolator, dengan penurunan daya tahan mencapai 18,3% hingga 10,3% pada titik terendah. Ini menegaskan bahwa peningkatan arus bocor berdampak serius pada kinerja isolator dan menunjukkan perlunya pemeliharaan berkelanjutan untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem transmisi listrik. Penelitian ini penting untuk meningkatkan keandalan sistem dengan memahami interaksi antara arus bocor dan daya tahan dielektrik dalam kondisi lingkungan yang ekstrim.
Perencanaan dan Analisa Kelayakan PLTS On-Grid Gedung Perkantoran BNI Pasaman Barat Menggunakan Software Homer Irfianda, Haryosa; Bandri, Sepannur; Dewi, Arfita Yuana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.5385

Abstract

Indonesia menyetujui Perjanjian Paris melalui UU No. 16/2016, perencanaan PLTS ini di anggap perlu untuk dunia perbankan salah satunya Bank BNI KCP Pasaman Barat guna menekan biaya operasional, berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, dan sebagai salah satu langkah untuk mendukung Net Zero Emissions pada tahun 2060. Penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan simulasi software Homer Pro serta untuk menentukan kelayakan proyek digunakan perhitungan nilai ekonomi  yaitu Internal Rate Return, Net Present Value dan Payback Period. Bank BNI Pasaman Barat memiliki luas atap 200m2 dengan konsumsi beban listrik harian diketahui sebesar 154.048 kWh sehingga pada penelitian ini dibuat perencanaan PLTS on-grid dengan kapasitas panel surya 400 Wp sebanyak 81 panel dan inverter dengan kapasitas 33 kW
Pengaruh Kelembapan dan Suhu Terhadap Tegangan Flashover Pada Isolator Transmisi Koto Panjang - Payakumbuh Hidayatullah, Bayu; Warmi, Yusreni; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Dewi, Arfita Yuana; Amalia, Sitti
Jurnal Teknologi Elektro Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2023.v14i3.008

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh suhu dan kelembapan terhadap fenomena flashover pada isolator polutan lumut di Koto Panjang, Payakumbuh. Analisa perhitungan dilakukan dengan variasi suhu dan kelembapan yang berbeda berdasarkan hasil eksperimen pada isolator polutan lumut untuk mengamati terjadinya flashover. Hasil penelitian menunjukkan nilai tegangan flashover tertinggi terjadi pada kelembaban 76.8% yaitu 334.1 kV Anderson dan 353 kV eksperimen, sedangkan yang terendah terjadi pada kelembaban 80.1% yaitu 330.3 kV dan 333 kV. Jadi semakin tinggi kelembaban maka tegangan flashover akan semakin rendah baik flashover perhitungan maupun flashover eksperimen. Sedangkan suhu mengalami kenaikan seiring meningkatnya nilai tegangan flashover. Nilai tegangan flashover tertinggi terjadi pada suhu 30.5°C yaitu 334.1 kV Anderson dan 353 kV eksperimen, Sedangkan yang terendah terjadi pada suhu 28.9°C yaitu 330.3kV dan 333kV. Jadi semakin tinggi suhu maka tegangan flashover akan semakin tinggi.
TINJAUAN VARIABEL REFRIGERANT VOLUME Rachman, Arfidian; Yuana Dewi, Arfita; Effendi, Asnal; Nesti, Lisa
Jurnal Teknologi dan Vokasi Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Vokasi
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtv.2023.1.2.111-120

Abstract

VRV systems are multi-split HVAC systems that maintain different portions by varying refrigerant volume. These systems control refrigerant volume for efficiency and dependability. This review aims to identify VRV system elements affecting operational and performance factors. Previous studies are crucial for future large-scale VRV development.
ANALISIS KINERJA SISTEM PENERANGAN LED TERHADAP KONSUMSI DAYA LISTRIK GEDUNG D INSTITUT TEKNOLOGI PADANG Rohim, Abdul; Dewi, Arfita Yuana; Erhaneli, Erhaneli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lampu LED yang digunakan di Gedung D Institut Teknologi Padang, dengan fokus pada konsumsi energi, efisiensi energi, serta dampak ekonomi dan lingkungan. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah lampu, jenis lampu, daya listrik, dan keluaran cahaya (lumen). Perbandingan dilakukan antara lampu LED dan lampu konvensional, seperti lampu TL, untuk menghitung penghematan biaya operasional dan efisiensi energy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total daya lampu di Gedung D mencapai 2.163 watt, dengan konsumsi energi bulanan sebesar 648,9 kWh, yang setara dengan biaya listrik sekitar Rp 1.038.240 per bulan, berdasarkan tarif Rp 1.600 per kWh. Lampu LED terbukti memiliki efisiensi lebih tinggi, yaitu antara 88,89 hingga 94,44 lumen per watt, dibandingkan lampu TL yang hanya 75 lumen per watt. Dengan waktu penggunaan 10 jam per hari, lampu LED dapat bertahan hingga 17 tahun, sedangkan lampu TL hanya bertahan sekitar 5,1 tahun. Penggunaan lampu LED menghasilkan penghematan signifikan dalam hal biaya listrik dan ketahanan masa pakai, serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca. Analisis return on investment (ROI) menunjukkan bahwa investasi pada lampu LED di Gedung D memberikan pengembalian sebesar 15% per tahun. Meskipun demikian, beberapa ruangan memerlukan penyesuaian lebih lanjut dalam jumlah lampu atau efisiensi lumen untuk mencapai tingkat pencahayaan yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lampu LED merupakan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan lampu konvensional, dan berpotensi diterapkan lebih luas di berbagai gedung untuk penghematan energi yang lebih besar.