Claim Missing Document
Check
Articles

BioMagz with an Approach to Socio-Scientific Issues as a Learning Resource to Learn Environmental Change Materials to Improve Scientific Literacy Aditya Kusuma Dewi; Yuyun Maryuningsih; Mujib Ubaidillah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 11 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v11i2.11891

Abstract

Students’ limited learning resources result in low scientific literacy ability. Therefore, additional interesting learning resources are needed to improve the students’ scientific literacy skills. One of the appropriate learning resources is BioMagz with an approach to socio-scientific issues. This research focuses on the material of environmental changes. This study aims to: (1) develop BioMagz with an approach to socio-scientific issues to improve the scientific literacy of environmental changes and (2) apply BioMagz with an approach to socio-scientific issues to increase the scientific literacy of environmental change materials. This development research employed the ADDIE model (analysis, design, development, Implementation, and evaluation) and was conducted at SMAN 1 Kadipaten. The experts’ validation and students’ responses show that the BioMagz with an approach to socio-scientific issues has a score of more than 86%. It concludes that BioMagz with an approach to socio-scientific issues is very feasibly implemented in learning. The hypothesis test on the scientific literacy ability variable has obtained a significant value of less than 0.005. This score indicates that H0 is rejected and the use of BioMagz with an approach to socio-scientific issues in learning can increase students' scientific literacy skills.
Enhancing Scientific Reporting Skills and Learning Outcomes through SAVI-Based Practical Work Moh Sarjana; Djohar Maknun; Yuyun Maryuningsih
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 14 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v14i1.20682

Abstract

Learning outcomes and scientific reporting skills are key components that need improvement in laboratory-based learning. This study aims to test the application of the SAVI approach in a laboratory-based learning context to students' scientific reporting skills. The method used is a quasi-experimental design for SAVI-based practicum activities. The assessment of scientific reporting skills uses an instrument to evaluate practicum reports. Learning outcomes are measured using multiple-choice questions. Data analysis uses N-Gian and t-test. The results show that the scientific reporting skills of experimental class students with an average of 81.81 are higher than the control class 73.61, but the difference is not significant (p > 0.05); the increase in student learning outcomes is significantly different (p < 0.05), with an N-gain of 0.57 (moderate) for the experimental class and 0.26 (low) for the control class. The SAVI approach has been proven effective in improving learning outcomes and scientific reporting activities, although students' physiological and psychological barriers still need to be further addressed in its application.
Transformasi Literasi Halal bagi Praktisi Pendidikan: Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan se-Wilayah Cirebon Yuyun Maryuningsih; Evi Roviati; Novianti Muspiroh
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2228

Abstract

Pesatnya pertumbuhan ekonomi halal global telah meningkatkan permintaan akan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip halal ke dalam pendidikan; namun, penelitian tentang literasi halal masih sangat berfokus pada perilaku konsumen, sistem sertifikasi, dan kepatuhan industri, sehingga sektor pendidikan sebagian besar terabaikan. Ketidakseimbangan ini telah menciptakan kesenjangan kebijakan dan teoretis yang kritis, karena sekolah diharapkan dapat menumbuhkan warga negara masa depan yang sadar akan halal, sementara guru sering kali kurang memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menerjemahkan literasi halal menjadi praktik pembelajaran yang bermakna di kelas. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan model berbasis komunitas untuk memperkuat literasi halal di kalangan guru biologi di sekolah menengah di bawah Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan di wilayah Cirebon, Indonesia. Pendekatan Penelitian Berbasis Komunitas (CBR) dengan desain partisipatif campuran (mixed-methods) digunakan, melibatkan 50 guru biologi dan 300 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, analisis dokumen, dan pengembangan modul kolaboratif, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis tematik, dan triangulasi metodologis. Temuan penelitian mengungkapkan sebuah paradoks yang tidak terduga: meskipun sebagian besar siswa sudah familiar dengan sertifikasi halal, mereka menunjukkan kemampuan yang terbatas dalam menerapkan prinsip-prinsip halal dalam konteks nyata yang melibatkan bahan baku, proses produksi, dan titik-titik kontrol halal yang kritis. Yang lebih penting, pemberdayaan guru secara kolaboratif secara substansial meningkatkan literasi halal para guru dan memungkinkan mereka mengintegrasikan konsep-konsep halal ke dalam pembelajaran biologi melalui modul pengajaran berbasis konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi halal dikembangkan secara lebih efektif sebagai kompetensi pendidikan interdisipliner daripada sekadar sebagai pengetahuan keagamaan atau konsumen. Penelitian ini menyumbangkan model pembelajaran sains berbasis literasi halal yang inovatif, yang berlandaskan pada keterlibatan komunitas kolaboratif, sehingga memperluas kajian literasi halal yang ada melampaui perspektif konsumen dan industri menuju transformasi pendidikan. Penelitian di masa depan sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang model ini di berbagai disiplin ilmu, tingkat pendidikan, dan konteks budaya guna mendukung kebijakan berbasis bukti untuk pendidikan halal yang berkelanjutan.