Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MANAJEMEN RASULULLAH SAW DALAM MENDIDIK REMAJA Sopian Sinaga
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 2 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i2.35

Abstract

Rasulullah saw. adalah guru terbaik. Beliau juga telah berhasil mendidik remaja. Keberhasilan beliau itu ditopang oleh manajemen beliau dalam mendidik remaja. Dalam mendidik remaja, beliau memiliki perencanaan yang baik, strategi pelaksanaan, pengawasaan dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya, didapati bahwa beliau telah melakukan beberapa langkah dan metode dalam mendidik yang sangat baik, diantaranya adalah penekanan masalah akidah, ibadah dan akhlak. Sementara dalam sistem pengawasan maka beliau tidak hanya berpatokan pada pengawasan langsung, tapi juga menekankan pengawasan tidak langsung terutama pengawasan dari dalam diri remaja itu sendiri dengan menanamkan kesadaran bahwa mereka senantiasa diawasi oleh dzat yang maha melihat, tidak pernah lalai, mengantuk ataupun tidur yaitu Allah swt. Sementara dalam hal evaluasi maka beliau telah membuat garis-garis dan batasan-batasan yang dengannya diketahui siapa yang berhasil dan siapa yang gagal dalam menjalani kehidupan ini. Yang berhasil mendapatkan hadiah dan imbalan yang setimpal, sementara yang kalah atau salah diberikan balasan juga yang sesuai.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DAN SOLUSINYA Sopian Sinaga
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 1 (2017): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v2i1.51

Abstract

Pendidikan Agama Islam merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Adapun yang menjadi dasar dari Pendidikan Agama Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits.Tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu membina manusia beragama yang berarti manusia yang mampu melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna, sehingga tercermin pada sikap dan tindakan dalam seluruh kehidupannya. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia.Dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di sekolah, banyak sekali muncul problematika-problematika. Berbagai problematika yang muncul, bisa berkenaan dengan masalah yang bersifat internal, maupun eksternal. Di antara solusi yang ditawarkan untuk mengatasi problematika pendidikan agama Islam di sekolah adalah melalui pendekatan parsial, mengoptimalkan peranan ranah afektif dan menciptakan iklim religius di lingkungan pendidikan
PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT SYEKH ABDURRAHMAN HASAN AL-MAIDANI DALAM KITABNYA AL-AKHLAQ ALISLAMIYAH WA USHULUHA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER MASA KINI Sopian Sinaga
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2017): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v2i2.62

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting diberikan kepada peserta didik untuk mencapai visi pendidikan bangsa menjadikan generasi muda menjadi generasi emas harapan bangsa. Syekh Abdurrahman di dalam kitabnya telah menjelaskan prinsip dasar pendidikan karakter yaitu Pembinaan dilakukan secara bertahap, memperlakukan semua orang dengan cara yang sesuai dengan tipe dan karakternya masing-masng, mencari momen yang tepat untuk melakukan pembinaan, pembinaan sesuai fitrah, adanya pengarahan dan pemindahan, pemberian motivasi untuk meningkatkan pilihan, menyibukkan dan membiasakan diri dengan perkara positif, menyalakan motivasi dari dalam diri (internal). Sarana dan metode yang dilakukan dalam membentuk karakter mulia menurut Syekh Abdurrahman adalah: latihan diri atau praktik langsung, tinggal dilingkungan yang baik, adanya orang yang bisa dijadikan panutan atau qudwah yang baik, adanya tekanan moral dari masyarakat muslim, perlunya pemimpin di negeri muslim ikut aktif dalam mengupayakan kesuksesan pendidikan karakter karena andil dan pegruh mereka sangat besar. Syekh juga menjelaskan karakter utama yang menjadi target pendidikan karakter yaitu: karakter menyukai kebenaran, penyayang, ambisi besar, suka bergaul dan bermasyarakat, berjiwa sosial, penyabar, dermawan, pemaaf dan berkemauan keras. Peneliti mendapati bahwa apa yang disampaikan oleh Syekh Abdurrahman itu sangat relevan untukdipraktikkan dan dijadikan salah satu rujukan materi pendidikan karakter atau akhlak yang dilaksanakan di sekolah atau lembaga pendidikan lannya.
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM Landasan Teologis-Filosofis-Historis Sopian Sinaga
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.78

Abstract

Pendidikan Islam merupakan bagian dari ajaran Islam yang menjadi satu-satunya agama yang dijamin oleh Allah eksistensinya sampai kiamat. Karena itu, sudah sepantasnya pendidikan Islam itu senantiasa relevan untuk dipakai kapanpun dan dimanapun ia berada. Ia harus mampu menjawab permasalahan Zaman, karena itu kita perlu menggali lagi konsep ajaran Islam dalam pendidikan yang relevan dengan perkembangan Zaman, yang demikian ini menunjukkan pentingnya dilakukan modernisasi atau pembaharuan pendidikan Islam. Selain didukung oleh landasan Filosofis, Modernisasi pendidikan Islam juga didukung oleh landasan Teologis dan fakta Historis. Diantara landasannyaadalah hadis yang menyebutkan bahwa Allah akan mengutus untuk umat ini setiap awal seratus tahun orang yang akan memperbaharui untuk mereka agama mereka.Hal ini dikuatkan denganbanyaknya ayat-ayat Alquran yang menyebutkan tentang akal dan perintah penggunaannya yaitu sekitar 49 kali. Dari semua landasan ini, bisa dikatakan bahwa modernisasi pendidikan Islam itu hukumnya wajib, namun harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah digariskan oleh para ulama
Sekularitas dan Spritualitas: Mencari Format Integrasi Ilmu Untuk Konstruksi Kurikulum Pendidikan Islam Sopian Sinaga
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.88

Abstract

Pendidikan Islam merupakan bagian dari ajaran Islam yang menjadi satu-satunya agama yang dijamin oleh Allah eksistensinya sampai kiamat. Karena itu, maka pendidikan Islam akan senantiasa relevan untuk dipakai kapanpun dan dimanapun ia berada. Ajaran Islam cakupannya sangat luas, pembahasannya mencakup semua lini kehidupan di masyarakat, karena itu Islam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Jika dalam masyarakat Barat adanya pemisahan agama dari kehidupan dunia, agama hanya ada di greja, maka hal itu tidak terjadi di umat Islam.Ada aliran dan pemahaman sebagian manusia yang memisahkan antara agama dan kehidupan sosial di masyarakat yaitu ajaran sekuler sehingga muncul istilah sekularitas dan spritualitas. Orang-orang sekuler adalah orang yang meyakini keharusan adanya pemisahan antara urusan agama dan urusan keduniaan mencakup masalah politik, ekonomi, hukum, sosial-budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara spritualitas adalah hal-hal yang berkaitan dengan kerohanian dan agama serta ketuhanan dan kehidupan akhirat. Adapun pandangan Islam terhadap sekularitas, maka dapat dikatakan bahwa ia bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan ilmu secara menyeluruh dan konprehensif. Sekularitas tidak sejalan dengan ajaran Islam bisa dilihat dari kenyataan, nash dan sejarah. Melihat kondisi umat Islam terutama di Indonesia pada khususnya, maka perlu kiranya dilakukan rekonstruksi kurikulum pendidikan Islam agar tujuan penciptaan manusia menjadi hamba Allah dengan misi menjadi khalifah di atas bumi bisa tercapai insya Allah.
MANAJEMEN PEMBINAAN KESISWAAN DALAM MENINGKATKAN KEIMANAN, KETAQWAAN DAN KARAKTER MULIA DI PESANTREN RAUDLATUL HASANAH Sopian Sinaga
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 2 (2018): Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol.1 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction of the student/students in increasing faith, devotion and noble character is very important given to learners to achieve the vision of the education of the nation makes the younger generation into the golden generation the hope of the nation. Boarding schools that are rising and got a good reception from the community of North Sumatra one is boarding Raudlatul Hasanah terrain. Researchers interested in researching and knowing the model of planning, implementation and supervision of student mentoring programme in order to increase faith, devotion and noble character santri. Researchers in collecting data method had been completed the interview, observation and document studies field. The result is one Hasanah Islamic boarding school Raudlatul best boarding school in Northern Sumatra have been doing various methods in order to coaching students in boarding schools.Among the methods and work done are conditioning methods, methods of coercion and kept students with positive activities, the provision of a conducive environment for the students, giving the example of the nanny, optimize wearing a sticker and writings that contain the motivation to live, and the existence of reward as well as a punishmen. Boarding school management in terms of supervision of students has been optimizing cooperation between students and ustadz pesantren. Students through the Organization of boarding and OPRH (Organization of the Pesantren Raudlatul Hasanah), while under the leadership of ustadz head of Parenting that includes 4 sections.
PENDIDIK PROFESIONAL MENURUT SYEKH AL-USAIMIN Sopian Sinaga
Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Vol 7 No 2 (2021): Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-HUSAIN MAGELANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/wahanaislamika.v7i2.168

Abstract

The independence of our nation is to educate people's lives so that we become a dignified nation, a just, prosperous and prosperous nation. For this reason, the government and the DPR have enacted the National Education System Law. One of the important elements of education are educators or teachers or lecturers. The success of education is much influenced by the competence and personality of an educator. Therefore, the professionalism of an educator is emphasized in an effort to achieve educational goals. The existence of a figure, namely Sheikh Usaimin, who has proven successful in giving birth to many figures and scholars, is very interesting to discuss how he thinks about professional educators. This research is a qualitative type with a character study approach with a library research method. the information needed was collected from the books of Sheikh al-Usaimin. Analysis of the information obtained was carried out by the method of content analysis. The results of the study show how the principles of an educator and how he behaves and behaves in educating students. Among the principles and attitudes of a professional educator according to Sheikh is that educators must be happy in teaching, love their students, can be role models for them and be sincere, diligent and creative in teaching.
A Community-Based Research: Implementation Of Intensive Religious and Social Activities In Muallaf Village Abdul Aziz Shidiq; Indra Indra; Ilham Tumanggor; Sopian Sinaga; Irham Dongoran; Dirja Hasugian
As-sunnah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): AL-ARKHABiiL: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : ASSUNNAH PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.161 KB) | DOI: 10.51590/jpm_assunnah.v2i1.217

Abstract

Sari Laba Jahe Village is a village of Biru-Biru sub-district, Deli Serdang district, North Sumatra province. This village is known as the village of Mualaf because the majority of Muslims in this village are converts. For the data on the religious community itself, Islam is actually a minority. The population in Sari Laba village reaches 1366 peoples. In Sari Laba village, the majority of them are Christians with a population of 759 Protestant Christians and 434 Catholic Christians while only 172 Muslims. When viewed from the Muslims themselves in this village, their number is only around 76 families and of these 76 families, 53 families consist of converts. Community service program student activities or KKL of Stai As-Sunnah began on 5-21 Ramadan 1442 H or 17 April - 3 May 2021. Many activities were carried out by students of Stai As-Sunnah during KKL activities. These activities are religious activities, related to social, related to education and management, as well as community empowerment. The KKL activities of the Stai-Assunnah students in Sari Laba village (mualaf village) are running smoothly and have a positive impact on the community.
Syeikh Al-'Uṡaimin’s Views on the Institution and System of Education Hasan Asari; Abdul Mukti; Sopian Sinaga; Rahmadi Ali
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 10 No. 1 (2022): July 2022
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.146 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2022.10.1.59-78

Abstract

This study aims to examine the educational thinking of Sheikh al-'U'ṡaimin related to educational institutions and systems and their relevance to contemporary Islamic education. The research method used is the character study research method. This research is library research with qualitative type. The research data was obtained from the works of Sheikh al-'U'aimin and the works of others related to Sheikh al-'U'aimin. In analyzing the existing data, an interpretation method is adopted, namely an effort to achieve a correct understanding of the facts, data and symptoms. The final result of this research shows that the Sheikh proposed a new educational pattern formulation. The purpose of education according to the Shaykh is to eliminate the ignorance of students and society in general and obtain happiness in the world and the hereafter and maintain the religion of Allah. The educator is a noble profession that demands good competence and a sense of responsibility for the development of the potential of students. Meanwhile, successful students are those who adorn themselves with noble manners and morals and are consistent in treading the path of the claimant of knowledge. As for the method of education, an educator is expected to have creativity in teaching so that students feel comfortable.
Religious Social Program: Tahsin Qira'ah for Parents and Children in Medan Marelan Muhammad Sapii Harahap; Sopian Sinaga; Dwi Wulandari; Lailatul Maghfirah; Shalini; Syafiqa Ashikin; Ummul Husna; Yamila Azzahrah
As-sunnah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): AL-ARKHABiiL: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : ASSUNNAH PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/jpm_assunnah.v3i1.280

Abstract

Many parents do not care about learning the Al-Qur'an for their children. Most parents are more concerned with general subjects such as tutoring English, mathematics, and physics. Meanwhile, learning the Al-Qur'an is neglected. This research aims to assist parents and children in learning the Al-Qur'an in Neighborhood 09, Rengas Pulau Village, Medan Marelan District. This community service activity uses the PAR (Participatory Action Research) method. With this method, community service participants try to assist the community to solve existing problems. Community contribution is needed in this activity because it is hoped that after this activity, the community can stand independently in religious empowerment and overcome issues. To assist the community in dealing with existing problems activities to strengthen Al-Qur'an reading and writing were held for parents and children. This community service research results show positive changes in parents and children alike. Among them is their awareness of the importance of studying the Al- Qur'an, filling their time with useful things, and the community's enthusiasm for good things. Overall the KKN activities carried out by STAI As-Sunnah students went well. With the existence of this KKN activity, it can reduce the problems that exist in the midst of the community