Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Health Community Engagement

Pembinaan Kesehatan Ibu Dan Anak Melalui Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) AGUNG SUHARTO; Sulikah Sulikah; Tinuk Esti H; Suparji; Budi Joko S
Health Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.352 KB)

Abstract

Implementation of SDIDTK, from information obtained that only around 30% of toddlers have implemented SDIDTK. There are 10 high-risk pregnant women. Exclusive breastfeeding data in Milangasri Village is quite low. The purpose of this community service is to help Milangasri Village in solving maternal and child health problems as a form of social care in the form of Community Development in Milangasri Village. This community service method is a survey and health education. From the data analysis, the formulation of the problem can be formulated as follows: Implementation of SDIDTK, from information obtained that only about 30% of children under five who have implemented SDIDTK therefore want to implement SDIDTK for toddlers who have not. There are 39 pregnant women, so they want to carry out continuity care for pregnant women, starting from the first trimester, during childbirth, after childbirth, until they decide to use family planning in the form of mentoring by students, under the guidance of lecturers and local village midwives. In conclusion, this community service is very much needed to improve the fulfillment of MCH/KB as well as the growth and development of children
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra : (Integrasi pada Model Action Research Planner) Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Nani Surtinah; Subagyo Subagyo
Health Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program baru berupa GERMAS tahun 2015 dan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat (pemerintahan desa, pengurus, kader dan forum desa siaga) dan modal sosial seperti lemahnya manajemen pengurus desa siaga, rendahnya komitmen kader dalam menyelenggarakan UKBM. Dampaknya adalah keberadaan desa siaga di Sidowayah belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Partisipan kegiatan pengabdian masyarakat adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, Juru Kesehatan Desa dan Mahasiswa. Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah integrasi Harmonization and Acceleration Models (HA-Models) kedalam model The Action Research Planner (ARP-Models) dari Kemmis&Taggart selanjutnya disebut HADesi-models. Harmonisasi menggunakan pelibatan masyarakat secara langsung dalam pemberdayaan. Akselerasi berupa dukungan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat target luaran kegiatan. ARP-Models digunakan untuk tahapan pembinaan desa siaga. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan antara lain; 1) kesepakatan tim pengelola tentang rencana kegiatan, 2) penandatangan perjanjian kerjasama operasional dengan kepala desa. Tahap pelaksanaan menghasilkan kegiatan: 1) pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh lintas sektor kecamatan Panekan, 2) Tersedianya modul pelatihan, 3) Pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL dari tanggal 24-26 Agustus 2021, 3) praktik survei mawas diri dan pengisian form PHBS, 4) praktik analisis data hasil survei, 5) praktik MMD, 6) inisiasi kelengkapan administrasi desa siaga berupa pendampingan penyusunan keputusan Kepala Desa tentang pengurus desa siaga, dan pembentukan UKBM. 7) praktik penyelenggaraan dan penilaian Posyandu Balita, dan 8) Rapat pengurus membicarakan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: 1) praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, 2) menyusun laporan, 3) menyusun artikel publikasi hasil kegiatan dan 4) penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah legal dengan diterbitkannya surat keputusan Kepala Desa tentang susunan pengurus desa siaga dan jenis-jenis penyelenggaraan UKBM. Pengurus desa siaga telah memiliki program kerja. Pengetahuan pengurus meningkat pasca pelatihan. Aspek modal sosial sebagai faktor penghambat bisa dikendalikan dengan aktifnya penyelenggaraan UKBM karena masing-masing kader sudah memahami tugas pokok dan kewenangannya sesuai fungsi manajemen. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan sesuai naskah kerjasama untuk peningkatan status desa siaga menjadi desa siaga aktif mandiri dan terwujudnya desa sehat Sidowayah.
Pembinaan Kesehatan Ibu Dan Anak Melalui Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) AGUNG SUHARTO; Sulikah Sulikah; Tinuk Esti H; Suparji; Budi Joko S
Health Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2022): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of SDIDTK, from information obtained that only around 30% of toddlers have implemented SDIDTK. There are 10 high-risk pregnant women. Exclusive breastfeeding data in Milangasri Village is quite low. The purpose of this community service is to help Milangasri Village in solving maternal and child health problems as a form of social care in the form of Community Development in Milangasri Village. This community service method is a survey and health education. From the data analysis, the formulation of the problem can be formulated as follows: Implementation of SDIDTK, from information obtained that only about 30% of children under five who have implemented SDIDTK therefore want to implement SDIDTK for toddlers who have not. There are 39 pregnant women, so they want to carry out continuity care for pregnant women, starting from the first trimester, during childbirth, after childbirth, until they decide to use family planning in the form of mentoring by students, under the guidance of lecturers and local village midwives. In conclusion, this community service is very much needed to improve the fulfillment of MCH/KB as well as the growth and development of children
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra : (Integrasi pada Model Action Research Planner) Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Nani Surtinah; Subagyo Subagyo
Health Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2022): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program baru berupa GERMAS tahun 2015 dan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat (pemerintahan desa, pengurus, kader dan forum desa siaga) dan modal sosial seperti lemahnya manajemen pengurus desa siaga, rendahnya komitmen kader dalam menyelenggarakan UKBM. Dampaknya adalah keberadaan desa siaga di Sidowayah belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Partisipan kegiatan pengabdian masyarakat adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, Juru Kesehatan Desa dan Mahasiswa. Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah integrasi Harmonization and Acceleration Models (HA-Models) kedalam model The Action Research Planner (ARP-Models) dari Kemmis&Taggart selanjutnya disebut HADesi-models. Harmonisasi menggunakan pelibatan masyarakat secara langsung dalam pemberdayaan. Akselerasi berupa dukungan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat target luaran kegiatan. ARP-Models digunakan untuk tahapan pembinaan desa siaga. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan antara lain; 1) kesepakatan tim pengelola tentang rencana kegiatan, 2) penandatangan perjanjian kerjasama operasional dengan kepala desa. Tahap pelaksanaan menghasilkan kegiatan: 1) pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh lintas sektor kecamatan Panekan, 2) Tersedianya modul pelatihan, 3) Pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL dari tanggal 24-26 Agustus 2021, 3) praktik survei mawas diri dan pengisian form PHBS, 4) praktik analisis data hasil survei, 5) praktik MMD, 6) inisiasi kelengkapan administrasi desa siaga berupa pendampingan penyusunan keputusan Kepala Desa tentang pengurus desa siaga, dan pembentukan UKBM. 7) praktik penyelenggaraan dan penilaian Posyandu Balita, dan 8) Rapat pengurus membicarakan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: 1) praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, 2) menyusun laporan, 3) menyusun artikel publikasi hasil kegiatan dan 4) penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah legal dengan diterbitkannya surat keputusan Kepala Desa tentang susunan pengurus desa siaga dan jenis-jenis penyelenggaraan UKBM. Pengurus desa siaga telah memiliki program kerja. Pengetahuan pengurus meningkat pasca pelatihan. Aspek modal sosial sebagai faktor penghambat bisa dikendalikan dengan aktifnya penyelenggaraan UKBM karena masing-masing kader sudah memahami tugas pokok dan kewenangannya sesuai fungsi manajemen. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan sesuai naskah kerjasama untuk peningkatan status desa siaga menjadi desa siaga aktif mandiri dan terwujudnya desa sehat Sidowayah.
Co-Authors Achmad Gatot Sunariyanto Agung Suharto Alvyana Indrajitha Ambo Dalle Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anik Suparti Any Sutiadiningsih Apriliawati, Anita Ardela Reza Fernanda Arief Budiono Aris Handayani Atik Badi'ah Atik Badiah Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bambang Hadi Sugito Bambang Suprianto . Bringiwatty Batbual Budi Joko S Budi Susatia Budi Yulianto Chitya Widya Ayu Raswati Desita David Ackah David Ackah Dessy Arna, Yessy Dewi Rika Miranti Emy Rianti Eni Nurwati Evi Irianti Fajriansyah Fajriansyah Farida Halis Febri Lukitasari FRANSISKUS SALESIUS ONGGANG Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Handoyo Handoyo Hendrik Hendrik Hendriyani, Feftin Herlina, Tutiek Heru Santoso Wahito Nugroho Hupitoyo Hupitoyo I Gusti Putu Asto Buditjahjanto I Ketut Gama I Ketut Sudiantara I Putu Suiraoka I Wayan Mustika IGP Asto Buditjahjanto ilyas - ibrahim Irfansyah, Ade Jane Leo Mangi Joel Rey U. Acob Joel Rey U. ACOB Joel Rey Ugsang Acob Joel Rey Ugsang Acob Kamilus Mamoh Karwati Karwati Koekoeh Hardjito Koesmantoro, Hery Laorina Regel Lapodi, Abd Rijali Lilik Anifah Luthfiyah Nurlaela M. Fadly Kaliky Mariana Ngundju Awang Matje Meriati Huru muhammad saleh Myrna A. Mercado Nana Usnawati Nani Surtinah Nani Surtinah Nani Surtinah Ngestiningrum, Ayesha Hendriana Ni Wayan Rusni Nur Widiyawati nurlailis saadah Nurul Zakinah Nuryani, Nuryani Pius Selasa Purwanti, Dwi Rahardjo, Sutio Risky Ika Septiana Puspitasari Rohadi Hariyanto Sainuddin Sainuddin Sanglar Polnok Sanglar Polnok Santosa, Budi Joko Setiawan Sillehu, Sahrir Sri Angriani Sri Wayanti Sri Winarni subagyo subagyo Sulikah, Sulikah Sumasto, Hery Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto, Sunarto Surtinah, N Susi Milwati Sutio Rahardjo Syaifuddin Syaifuddin Syariefah Hidayati Tanjung Subrata Tanko Titus AUTA Tanko Titus Auta Teta Puji Rahayu Tinuk Esti H Titin Wulandari Tri Johan Agus Yuswanto Trisna Sumadewi Tuhu Pinardi, Tuhu Vincentius Supriyono Vincentius Supriyono Wahyurianto, Yasin Wayanti, Sri Winarko, Winarko Wisnu, Nurwening Tyas Wiwin Martiningsih Yetty Wilda Yuyun Setyorini