Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGUATAN KESEHATAN MENTAL PETANI SELAMA PANDEMI COVID-19 MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN KONSELING M. Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Achmad Ali Basri
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN (ABDIMAKES) Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (ABDIMAKES)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/amk.v2i1.761

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat terkait denegan penguatan mental petani merupakan sebuah metode pola pembinaan edukasi kesehatan jiwa melalui kegiatan skrining, pendidikan kesehatan dan konsling langsung yang bertujuan untuk melatih kemampuan petani mengenal masalah kesehatan jiwa pada pandemic Covid-19. Metode ini digunakan agar para repetani sebagai sasaran program tidak hanya mengerti dan memahami, namun juga berperan aktif dengan caramenerapkan apa yang sudah diketahui pada kegiatan ini ini. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program statistik, diperoleh hasil terdapat 49% menyatakan menarik, 41% petani menyatakan bahwa program pengabdian masyarakat yang dilakukan sangat menarik, dan sisanya 14% cukup menarik. Kemudian Diketahui bahwa petani dengan pengatahuan baik sebesar 50%, Pengetahuan Cukup 30% dan pengetahuan buruk 20%. Program pengabdian masyarakat tentang penguatan mental petani selama pandemic covid-19 efektif dalam meningkatkan pengetuan petani dalam memahami pentingnya kesehatan mental petani di masa pandemic Covid-19. Hasil dari Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian informasi dan konseling mengenai kesehatan mental pada petani dapat mempengaruhi kemampuan peserta dalam menghadapi gangguan kesehatan mental pada masa pandemic Covid-19.
ADAPTATION TRAINING FOR MENTAL RESILIENCE OF ADOLESCENTS USING THE ROY ADAPTATION MODEL APPROACH Arif Budiman, M. Elyas; Yuhbaba, Zidni Nuris; Erdah Suswati, Wahyi Sholehah; Basri, Achmad Ali
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol. 6 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pnj.v6i2.50445

Abstract

Introduction: Adolescence is a key period for mental health, as over half of mental health problems begin during this stage and often persist into adulthood. Many adolescents, however, lack access to specialized care. This research aims to examine the impact of adaptation training on mental health resilience in adolescents, utilizing the Roy Adaptation Model. Method: This quasi-experimental study followed a pre-test-post-test control group design. The sample consisted of 100 adolescents, divided into an experimental group (50 respondents) and a control group (50 respondents), selected using purposive sampling. The experimental group participated in six weeks of adaptation training, with one session held each week. The training aimed to help adolescents better adapt to stressors, fostering mental resilience. The Adolescent Resilience Questionnaire (ARQ) was used to measure resilience, specifically evaluating the capacity to achieve positive outcomes despite facing challenges. The Wilcoxon Paired test was applied to assess differences within each group before and after the intervention, and the Mann-Whitney test was used to compare outcomes between the two groups. Both tests utilized an ordinal scale for analysis. Results: The Mann-Whitney test results showed a significant difference between the experimental and control groups, with a p-value of 0.000. This indicates that adaptation training had a positive effect on increasing adolescent mental resilience. Conclusion: Adaptation training is effective in improving adolescents' mental resilience. It has the potential to be integrated into school programs to support mental health promotion and prevention, offering a proactive approach to addressing adolescent mental health challenges.
PSIKOEDUKASI DENGAN PENDEKATAN SKILL TRAINING MODEL TERHADAP KEMAMPUAN MENGENALI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL REMAJA Sholehah Erdah Suswati, Wahyi; Nuris Yuhbaba, Zidni; Arif Budiman, M. Elyas
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1381

Abstract

Perkembangan psikososial rasa remaja berada pada tahap pencarian identitas diri. Hal tersebut membuat remaja mulai berpikir tentang dirinya sendiri sebagai persiapan ke arah kedewasaan. Upaya yang dilakukan untuk membantu remaja agar mampu mencapai perkembangan psikososial pada rentang adaptif dan sehat adalah dengan melakukan psikoedukasi. Penelitian ini bertujuan memberikan psikoedukasi dengan pendekatan skill training model untuk meningkatkan kemampuan mengenali perkembangan psikososial pada remaja berdasarkan teori Erikson. Desain penelitian menggunakan quasy experiment with control group terhadap 50 orang responden yang diambil secara acak dengan teknik proportionate stratified random sampling. Responden kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yakni kontrol dan eksperimen masing-masing terdiri dari 25 orang. Intervensi diberikan selama 2 hari dengan jumlah sesi sebanyak 5 sesi meliputi topik tentang perubahan aspek biologis dan psikoseksual, perubahan aspek kognitif dan bahasa, perubahan aspek moral dan spiritual, perubahan aspek emosi dan psikososial, dan perubahan aspek bakat dan kreativitas pada remaja. Kemampuan remaja dalam mengenali perkembangan kesehatan mentalnya diukur dengan kuesioner dengan reliabilitas 0,983. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk membandingkan skor subjek pada pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil penelitian diperoleh: 1) tidak ada perbedaan kemampuan mengenali perkembangan psikososial remaja pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah intervensi (p-value 0,235 > 0,05); 2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan mengenali perkembangan psikososial remaja pada kelompok eksperimen (p-value 0,000 < 0,05); 3) terdapat perbedaan kemampuan mengenali perkembangan psikososial antara kelompok kontrol dan eksperimen (p-value 0,003 < 0,05). Psikoedukasi dengan pendekatan skill training model dinilai cukup efektif digunakan sebagai pilihan intervensi bagi perawat jiwa atau profesional terkait lainnya untuk membantu remaja mengenali kemampuan perkembangan psikososialnya. The psychosocial development of adolescents is at the stage of searching for self-identity. This makes teenagers start to think about what and who they are at that time and in the future as preparation for adulthood. Psychoeducation is an intervention option to help adolescents achieve their psychosocial development in the adaptive and healthy range. This research aims to provide psychoeducation with a skills training model approach to improve the ability to recognize psychosocial development in adolescents based on Erikson's theory. The research design used a quasi-experiment with a control group on 50 respondents taken randomly using a proportional stratified random sampling technique. The respondents were then divided into 2 groups, namely the control and the experiment consisting of 25 people each group. The intervention provided in 5 sessions in 2 days include: changes in biological and psychosexual aspects, changes in cognitive and language aspects, changes in moral and spiritual aspects, changes in emotional and psychosocial aspects, and changes in talent and creativity aspects. Adolescents' ability to recognize the development of their mental health was measured by a questionnaire with a reliability of 0.983. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests to compare subjects' scores on the pretest and posttest from the control and experimental groups. The results of the study were obtained: 1) there was no difference in the ability to recognize the psychosocial development of adolescents in the control group before and after the intervention (p-value 0.235 > 0.05); 2) there was a significant difference in the ability to recognize the psychosocial development of adolescents in the experimental group (p-value 0.000 < 0.05); 3) there was a difference in the ability to recognize psychosocial development between the control group and the experiment (p-value 0.003 < 0.05). Psychoeducation with a skills training model approach is considered a quiet effective intervention for psychiatric nurses or other related professionals to help adolescents recognize their psychosocial development abilities.
IMPLEMENTASI PROGRAM ANTI KEKERASAN MELALUI METODE EVI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENDALIKAN PERILAKU AGRESIF REMAJA Yuhbaba, Zidni; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; M. Elyas Arif Budiman; Hilla Lia Romadona
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.244

Abstract

Tujuan: Remaja merupakan fase pencarian jati diri yang berdampak terhadap perkembangan emosional dan cenderung menimbulkan konflik. Hal ini  menyebabkan remaja terkadang sulit untuk  membedakan hal yang bersifat positif ataupun negatif, akibatnya remaja bisa menjadi orang yang memberontak ataupun melakukan perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program anti kekerasan melalui metode EVI (Education, Video, Ice breaking) terhadap kemampuan mengendalikan perilaku agresif pada remaja Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasy experimental, desain penelitian posttest only control group dengan metode kuantitatif, lokasi penelitian di SMPS X Jember dengan jumlah populasi 163 remaja, sampel sebanyak 62 responden dengan menggunakan simple random sampling. Kriteria inklusi yaitu remaja usia 12-15 tahun. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan lembar observasi kemampuan mengendalikan perilaku agresif. Hasil: Berdasarkan hasil uji ststistik Mann-Whitney, kemampuan mengendalikan perilaku agresif yaitu p-value sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak. Terdapat pengaruh program anti kekerasan melalui metode EVI terhadap kemampuan mengendalikan perilaku agresif pada remaja. Simpulan: : Bagi sekolah bisa menambahkan program anti kekerasan melalui metode EVI dalam pembelajaran tambahan untuk meminimalisir terjadinya perilaku agresif pada remaja.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI ME-HEALTH GO DALAM UPAYA PENGENDALIAN PERILAKU AGRESIF PADA SISWA REMAJA Zidni Nuris Yuhbaba; M. Elyas Arif Budiman; Wahyi Sholehah Erdah Suswati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN (ABDIMAKES) Vol 4 No 2 (2024): JULI
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/amk.v4i2.1052

Abstract

Adolescence is a time of change in developmental and social domains which can be accompanied by behavioral problems such as aggressive behavior. Aggressiveness among adolescents can raise concerns about a teenager's mental health and is defined as a behavioral and emotional response that involves other people. Aggressive behavior can be a mental health problem for young adolescents and is defined as both behavioral and emotional in nature. Considering the importance of promoting mental health in adolescents, community service activities need to be carried out in teacher training using the me-health go application in an effort to aggressively control adolescent students at Jember High School. The training activity provided to teachers is in the form of an application called me-health go where the main focus of this application is prevention, early intervention, assessment and screening as well as additional mental health care through the application. The results of the community service activities carried out showed that of the 50 teachers who took part in training activities on using the me-health go application in an effort to control aggression among teenage students, 74% had good knowledge and 26% had sufficient knowledge. The results of the difference test using the Wilcoxon test showed that there was a difference in pretest and posttest knowledge with a p value of 0.000>0.05. Me health go is an application that helps teachers monitor adolescent mental health
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN IBU DENGAN PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER Wike Rosalini; Ummah, Wiqodatul; M. Elyas Arif Budiman
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v7i2.528

Abstract

Pernikahan dini merupakan suatu hal yang masih dianggap wajar dan telah menjadi fenomena sosial budaya yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat di beberapa desa di Indonesia. Padahal banyak akibat negatif dari adanya pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara pendidikan ibu dengan pernikahan dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode : Jenis penelitian kuantitatif desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu balita yang berada di Posyandu Durian 17 Desa Randu Agung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, berjumlah 62 ibu dengan jumlah sampel 49 responden. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Instrument Penelitian menggunakan Kuisioner. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan koefisien kontingensi. Hasil: Presentase pendidikan ibu sebagian besar (73,5%) berpendidikan tinggi untuk pernikahan dini hampir seluruhnya (85,7%) menikah pada usia > 20 tahun. Dari analisis chi-square, p (0,000) < ? (0,05) maka H0 ditolak artinya ada hubungan yang di lanjutkan dengan uji koefisien kontingensi yang diperoleh nilai sebesar 0,655 yang artinya hubungan  kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan kuat antara pendidikan ibu dengan pernikahan dini. Saran kepada para orang tua untuk memberikan prioritas tinggi pada pendidikan anak mereka sehingga kejadian pernikahan dini dapat tertunda.
HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI KLINIK KABUPATEN JEMBER Said Mardijanto; Emi Ellya Astutik; M. Elyas Arif Budiman
Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis
Publisher : Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrmb.v15i2.80

Abstract

ABSTRACT Satisfaction with the accepted model between expectations (the standard of performance that should be) with the actual performance received by the customer, the value satisfaction felt by patients after getting health services. The quality of nursing services is the most important thing in health service agencies, to achieve the expectations and needs of customers (patients). Good quality nursing service will increase customer (patient) satisfaction. This study aims to see the relationship between patient satisfaction and quality of nursing services in clinics in Jember Regency. This type of research used in this study with a cross sectional approach. The research sample used quota sampling of 33 respondents. Chi-Square statistical test with a significance level of p <0.05. The results showed that patient satisfaction with satisfied criteria and the quality of nursing services with good criteria. Chi-Square test resulted in a value of p = 0.020 and a contingency coefficient of 0.374. These results indicate that there is a weak relationship between Inpatient Satisfaction and Quality of Nursing Services in Clinics in Jember Regency. It is expected from this research that the clinic will improve the quality of nursing services to provide patient satisfaction. Keywords: patient satisfaction, quality of nursing services ABSTRAK Kepuasan merupakan model kesenjangan antara harapan (standar kinerja yang seharusnya) dengan kinerja aktual yang diterima pelanggan, kepuasan nilai subjektif yang dirasakan pasien setelah mendapatkan pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan keperawatan merupakan hal terpenting dalam instansi jasa pelayanan kesehatan, untuk mencapai harapan dan kebutuhan pelanggan (pasien). Mutu pelayanan keperawatan yang baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan (pasien). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan pasien dengan mutu pelayanan keperawatan di klinik di Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan quota sampling sebanyak 33 responden. Uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan pasien dengan kriteria puas dan mutu pelayanan keperawatan dengan kriteria baik. Uji Chi-Square dihasilkan nilai p = 0,020 dan koefisien kontingensi 0,374. Hasil ini menunjukan terdapat hubungan yang lemah Kepuasan Pasien Rawat Inap dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di klinik di kabupaten Jember. Diharapkan dari penelitian ini agar pihak klinik meningkatkan mutu pelayanan keperawatan untuk memberikan kepuasan pasien. Kata kunci: kepuasan pasien, mutu pelayanan keperawatan
MENTAL HEALTH CORNER DALAM UPAYA DETEKSI DINI DAN PENGUATAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA: MENTAL HEALTH CORNER DALAM UPAYA DETEKSI DINI DAN PENGUATAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA M.Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati
Jurnal SADEWA Vol 1 No 01 (2023): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/js.v1i1.424

Abstract

Adolescents who live in this modern era increasingly need mental toughness to face the living conditions of the 21st century which are full of very fast changes. For this reason, schools as educational institutions need to make efforts to help improve the mental health of adolescents, so that they are able to become resilient teenagers in the midst of stressful life situations and environments. The purpose of this Community Service is to improve the mental health of adolescents. Preparation for the implementation of the activity began with an introduction related to the study of the latest phenomena that were developing and continued with coordination with the Jember Regency political and national association bodies and continued coordination with the MAN (Islamic school) of Jember Regency. Community service activities are packaged with the Mental Health Corner event which is a pattern of mental health education training methods through screening activities, health education and direct counseling. The instruments used were a knowledge instrument on mental health problems and a modified The Patient Health Questionnaire (PHQ) questionnaire. The pretest results of adolescent knowledge about mental health were in the category of 55% bad knowledge and 45% good knowledge. Posttest results from community service activities increased the level of knowledge of adolescents, namely good knowledge by 62% and bad knowledge by 38%. The mental health corner is one of the media that can be accessed by adolescents in improving mental health status. Screening and education in mental health corner activities provide facilities and opportunities for youth to become more familiar with health.
STRESS INOCULATION TRAINING DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA M.Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati
Jurnal SADEWA Vol 3 No 01 (2025): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/js.v3i01.831

Abstract

The problem of adolescent mental health around the world continues to grow and has a lifelong impact on individuals and society. This global challenge is multidimensional which certainly requires a comprehensive approach, many interventions continue to seek solutions that only address problems in adolescents. The purpose of the Community Service Activity is mental health through stress inoculation training interventions. The intervention given to 50 adolescents is stress inoculation training consisting of 8 sessions, namely: topic explanation, relaxation education, cognitive concept habituation, negative thought test challenges, self-talk education, distraction concentration technique education, problem solving education and the last session is communication skills. The results of this activity showed that the results before the intervention showed that 64% of adolescents experienced mental disorders and after the intervention activity there was an increase, namely adolescents had good mental health as much as 76%. Stress inoculation training will provide a guidance process for various interventions that can be applied independently by adolescents and explored together.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEKERJAN IBU DENGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG ANAK PRASEKOLAH DIMASA PANDEMIC COVID-19 Rosalini, Wike; Budiman, M Elyas Arif; Putri, Prestasianita; Maurida, Nurul
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v9i2.140

Abstract

Tujuan: Pandemi COVID-19 menimbulkan keresahan bahkan sampai di indonesia. Anak adalah kelompok rentan terinfeksi virus corona, asupan antioksidan dan nutrisi dapat membantu fungsi kekebalan tubuh. gizi seimbang di masa pandemi sangat membantu untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Status gizi anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dalah satunya pendidikan dan pekerjaan ibu .Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tangkat pendidikan dan pekerjan ibu dengan pemenuhan gizi seimbang anak prasekolah dimasa pandemic Covid-19. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, besar populasi sejumlah 55 anak dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah timbangan digital, pengukut tinggi badan, dan kuesioner. Kemudian data di analisis menggunakan uji spearman. Hasil: Hasil yang diperoleh tidak ada hubungan antara pendidikan dengan status gizi pada anak pra sekolah. Pada variabel hubungan pekerjaan dengan status gizi diketahu nilai signifikansi atau sig.003 < lebih kecil dari 0,05 maka ada hubungan antara pekerjaan dengan status gizi pada anak pra sekolah Simpulan: Pekerjaan yang berhubungan dengan pendapatan juga menetukan tentang kualitas dan kuantitas makanan ada hubungan yang erat antara pendapatan yang meningkatkan bagi perbaikan kesehatan dan masalah keluarga lainnya yang berkaitan dengan keadaan gizi.