Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Untuk Siswa SMP Pada Materi Segitiga Dan Segiempat Gita Permanasari; Adi Ihsan Imami
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal-soal tes pada materi segitiga dan segiempat. Dengan subjek penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah  5 orang siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Bekasi dan dari  32 siswa, dengan klasifikasi siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitiannya adalah soal tes kemampuan komunikasi matematis sejumlah 4 butir soal essay. Hasil tes yang telah dilakukan pada beberapa soal kemampuan komunikasi matematis untuk soal no. 1 pada indikator menyatakan benda-benda nyata, situasi, dan dalam bentuk model matematika dengan presentase 45%. Untuk soal no. 2 pada indikator menyatakan peristiwa sehari-hari kedalam bahasa matematika dengan presentase 55%. Kemudian untuk soal no. 3 pada indikator menjelaskan dan membuat pertanyaan matematika yang dipelajari dengan presentase 45%. Dan untuk soal no. 4 pada indikator membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan definisi generalisasi dengan presentase 15%. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa terdapat pada kategori cukup.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Siswa SMP Pada Materi Segitiga Dan Segiempat Mila Kamilah; Adi Ihsan Imami
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa  di  SMPN 1 Lemahabang  pada materi segitiga dan segiempat. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek yang diambil sebanyak 6 orang siswa, yaitu  2 orang siswa yang berkemampuan  tinggi, 2 oarang siswa yang berkemampuan sedang, dan  2 orang siswa yang berkemampuan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah  soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis sebanyak 5 butir soal essay. Metode penyelesaian masalah seperti yang dikatakan Polya ada 4 langkah penyelesaian masalah, yaitu: 1) memahami masalah 2) mengembangkan rencana 3) melaksanakan rencana, dan  4) memeriksa kembali. Hasil tes yang dilakukan pada beberapa soal pemecahan masalah matemtik masih menunjukan rendah. Terlihat dari presentase keseluruhan yaitu 53% untuk indikator dalam memahami masalah, 38% untuk indikator mengembangkan rencana, 33% untuk indikator melaksanaka rencana, dan 20% untuk indikator memeriksa kembali. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa SMP masih rendah.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Siswa SMP Kelas VIII Pada Materi Keliling dan Luas Lingkaran Afrina Zikria; Adi Ihsan Imami
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif pada siswa SMP Kelas VIII pada materi keliling dan luas lingkaran. Maka yang menjadi pegangan dalam penelitian ini adalah intrerpretasi penulis terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi Keliling dan Luas Lingkaran. Berpikir kreatif ialah proses berfikir bebas yang diharapkan dapat melihat permasalahan dari sudut pandang lain dan menemukan cara lain untuk menyelesaikan permasalahan. Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini, maka peneliti ingin mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif pada siswa SMP. Dalam pengambilan subjek  penelitian peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan memilih 4 orang responden dengan kategori Tinggi, Sedang, Rendah. Di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bogor yaitu kelas 8 SMP. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Analisis data penelitian bersifat deskriptif. Hasil analisis jawaban dari soal yang peneliti berikan menunjukan bahwa kemampuan berfikir kreatif siswa SMP masih rendah. Terbukti dari jawaban yang dituliskan siswa yang belum memenuhi aspek kemampuan berfikir kreatif.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Pada Materi SPLDV Gita Meidina Khoerunnisa; Adi Ihsan Imami
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Indikator kemampuan pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan teori Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Pengambilan sampel dikategorikan menjadi kelompok tinggi, sedang, rendah dan diambil berdasarkan rekomendasi dari guru. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VIII SMPN  Cikampek, Karawang yang berjumlah 3 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes soal uraian kemampuan pemecahan masalah matematis sebanyak 5 soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan yang tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih dalam kategori rendah karena siswa masih belum bisa memahami masalah terlebih dahulu dan kurang mampu untuk memeriksa kembali jawaban yang diberikan oleh guru.                                                                                                                                                                  Kata Kunci : pemecahan masalah, sistem persamaan linear dua variabel, dan teori Polya
Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP pada Materi Persamaan Garis Lurus fahrurozie augustian; adi ihsan imami
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman matematis siswa smp pada materi persamaan garis lurus. Indikator yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Menggunakan model, diagram, dan simbol-simbol untuk mempresentasikan suatu konsep; 2) Mengindentifikasi dan membuat contoh dan bukan contoh; 3) Mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lain; 4) Mengindentifikasi sifat-sifat suatu konsep; 5) Membandingkan dan membedakan konsep-konsep; 6) Mengenal syarat-syarat yang menentukan suatu konsep. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kabupaten Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan pemahaman matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memiliki kemampuan pemahaman matematis pada kategori tinggi, 10,25% pada kategori sedang dan 89,75% pada kategori rendah.
Analisis Komitmen Pada Tugas dalam Pembelajaran Matematika Siswa SMP Agustina Sulistia Ningsih; Adi Ihsan Imami
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v9i2.9455

Abstract

Students have commitment to important tasks as a form of responsibility for themselves to be able to complete all assigments despite difficulties. The existence of a commitment to the task will be an independent learning experience to measure the extent to which students understand the material that has been learned. This study aims to describe commitment to tasks in learning mathematics. The subjects of this study were 20 students of class VIII-3 at SMP Negeri 1 Rancabungur. This type of research is qualitative with descriptive methods. The data collection technique used a questionnaire based on the commitment indicator on the task as many as 32 items. The results showed that the overall percentage was 42%, meaning that almost half of the students were committed to the task. The percentage obtained is still at a low point (<50)so that efforts are needed to increase commitment to the task so that students can create a sense of learning and practice to achieve good learning achievement.
Peningkatan Kemampuan Literasi Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Di Kelas VII SMPIT Insan Harapan Ela Nurlaela; Adi Ihsan Imami
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i1.270

Abstract

This study uses the Problem Based Learning (PBL) learning model. The purpose of this study is to determine the level of students' mathematical literacy skills before and after it is applied to students of SMPIT Insan Harapan. This research method is quantitative and the type of research is Quasi Experiment with the research design of One Group Pretest-Post-test Design. The analysis technique of this research is descriptive statistics and inferential analysis statistics. The results of this study indicate that by applying the PBL learning model there is an increase in the mathematical literacy ability of SMPIT Insan Harapan students. % in the medium category. Then the percentage increased after the PBL learning model was applied, namely 20% in the medium category and 90% in the high category. The results of inferential statistical analysis (Paired Sample T-test) obtained a significant value <0.05, which means, there is an increase in students' mathematical literacy skills after the application of the PBL learning model in class VII D SMPIT Insan Harapan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS PADA MATERI HIMPUNAN Maulidya Rahmah Yunita; Adi Ihsan Imami
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 5, No 6 (2022): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v5i6.11754

Abstract

Face-to-face learning is limited to implementation because positive confirmed cases of Covid-19 in Indonesia have decreased. There are various impacts of limited face-to-face learning in the implementation of learning, one of which is mathematics subjects, researchers intend to analyze limited face-to-face learning (PTM) on the ability to understand mathematical concepts of junior high school students in the set material. This research is a type of qualitative research with a descriptive approach. The subjects taken in this study were 20 students of grade VII junior high school in one of the junior high schools in Karawang. The research instrument used is through a test instrument with a total of 4 questions. The results of the analysis obtained no students with very high categories (0%), 2 students with high categories (10%), 11 students with sufficient categories (55%), 6 students with low categories (30%), and 1 student with very low categories (5%). So that based on the results of the analysis, it can be concluded that the ability to understand students' mathematical concepts in limited face-to-face learning (PTM) in one of the junior high schools in Karawang is included in the sufficient category.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Aturan Rantai Pada Materi Turunan Fungsi Trigonometri Azka Khairun Nisa Subandi; Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v4i2.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mebgetahui kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika pada materi Turunan Fungsi Trigonometri, khususnya pada subbab aturan rantai. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 November 2021 di MA Negeri 2 Karawang pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 dengan subjek penelitian sebanyak tiga peserta didik. Penelitian ini adalah penelutian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis. Hasil pada penelitian ini adalah peserta didik melakukan kesalahan konsep 33,3%, kesalahan perhitungan 33,3%, dan 33,3% adalah peserta didik yang bisa menjawab soal dengan konsep dan perhitungan dengan benar. Faktor penyebab peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi turunan fungsi trigonometri khususnya pada subbab aturan rantai adalah peserta didik tidak memahami konsep turunan fungsi triginometri ini secara mendalam, tidak mengingat rumus turunan, rerkecoh dengan soal aturan rantai, dimana aturan rantai ini ada beberapa tahap dalam pengoperasiannya, dan juga peserta didik sering keliru dalam operasi baik penjumlahan, pengurangan, perkalian ataupun pembagian.
Pengaruh self-regulated learning terhadap minat belajar siswa SMP pada pembelajaran matematika Juliyantini Rahayu; Adi Ihsan Imami
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i3.13899

Abstract

AbstrakSelf-regulated learning (rasa kemandirian) dan Minat siswa dalam studi matematika yang rendah menjadi pendorong di balik adanya penelitian ini. Hal ini didasarkan pada pengamatan penulis saat melakukan observasi dan tanggapan atas survei yang diajukan kepada responden melalui tautan Google Formulir. Beberapa siswa tidak menyadari tentang pentingnya pengaturan diri dalam pembelajaran serta bagaimana cara mendapatkan hasil perencanaan yang baik. Siswa seringkali hanya mencapai hasil seadanya dari strategi pembelajaran. Sebagai hasilnya masih banyak siswa yang tidak mau belajar matematika, dan sebagian besar siswa tidak mau mempelajarinya karena dianggap terlalu abstrak. Dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi sederhana, maksud adanya penelitian ini ialah untuk melihat apakah ada pengaruh self-regulated learning terhadap minat belajar matematika. Sampel sebanyak 35 orang dari Siswa kelas IX SMPN 1 Karawang Barat dipakai dalam riset ini. Survei  kemandirian belajar dan minat belajar merupakan dua jenis angket yang digunakan untuk pengumpulan data. Hasil data dengan menggunakan SPSS 26 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebesar 33,9 % antara self regulated leaning terhadap minat belajar matematika, dengan nilai regresi yang bersifat positif maka dapat disimpulkan bahwa jika nilai self regulated learning tinggi maka minat belajar pun tinggi. Oleh karna itu, agar siswa dapat meningkatkan minat belajarnya, siswa harus memperbaiki atau meningkatkan kemandirian belajar dengan mengembangkan inisiatif pribadi, rasa tanggung jawab, ketekunan dan kemampuan berpikir menghadapi tugas – tugas sulit. Kata kunci: Minat belajar; self-regulated learning; pembelajaran matematika AbstractSelf-regulated learning (a sense of independence) and students' low interest in the study of mathematics are the driving forces behind this research. This is based on the author's observations and responses to surveys submitted to respondents via the Google Forms link. Some students are not aware of the importance of self-regulation in learning or how to get good planning results. Students often only achieve sober results from learning strategies. As a result, there are still many students who do not want to learn mathematics, and most students do not want to learn it because it is considered too abstract. By using descriptive statistics and simple regression analysis, the purpose of this research is to see whether there is an effect of self-regulated learning on interest in learning mathematics. This study used a sample of 35 students from class IX at SMPN-1 West Karawang. Study independence surveys and learning interest surveys are two types of questionnaires used for data collection. The results of the analysis using SPSS 26 show that there is a significant effect of 33.9% of self-regulated learning on interest in learning mathematics, with a positive regression value. It can be concluded that if the value of self-regulated learning is high, then interest in learning is also high. Therefore, in order for students to increase their interest in learning, they must improve or increase their learning independence by developing personal initiative, a sense of responsibility, perseverance, and the ability to think about difficult tasks.Keywords: a desire to learn; self-regulation in education; Math instruction