Articles
Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika
Syaifudin Hamdi Ubaidillah;
Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v5i2.6069
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X disalah satu SMA Karawang. Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kuantitatif. Pemilihan sampel dengan cara purpossive sampling, diperoleh siswa X sebanyak 33 siswa dan penuh pertimbangan. Pengambilan data diperoleh dengan metode non tes berupa angket berjumlah 31 pernyataan yang mencakup lima indikator kemandirian belajar dan lima indikator fasilitas belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Dari hasil data penelitian bahwa Fasilitas Belajar terhadap Kemandirian Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika terdapat pengaruh. Diperoleh sebesar signifikansi 0,007 dari uji hipotesis menggunakan analisis data regresi linear sederhana, artinya fasilitas belajar terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika terdapat pengaruh. Hal ini dapat disimpulkan bahwa jika Fasilitas Belajar baik dan terpenuhi, maka Kemandirian Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika semakin baik.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matriks Ditinjau dari Gaya Belajar Pada Siswa Kelas XI
Widiastuti, Sinta;
Imami, Adi Ihsan
PRISMA Vol 11, No 1 (2022): PRISMA Volume 11, No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35194/jp.v11i1.2050
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal matriks ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek 20 siswa kelas XI di MAN 4 Karawang. Teknik dalam pengumpulan data penelitian yaitu Instrumen berupa 3 soal uraian dan lembar kuesioner berpikir kreatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kreatif dapat memenuhi indikator fluency siswa yang mampu menghasilkan banyak ide dengan memperhatikan jawaban dan kesusaian materi yang diberikan, flexibility kurang kreatifnya siswa dalam menghasilkan jawaban yang bervariasi untuk menyelesaikan permasalahan pada soal matriks dalam bentuk persamaan invers matriks, dan orginality siswa cukup baik dalam memecahkan masalah soal matriks dari semua indikator dapat ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI POLA BILANGAN DITINJAU DARI GENDER
Harti, Siti Astria;
Imami, Adi Ihsan
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/jpmi.v6i1.14467
The research was carried out with the aim of analyzing problem-solving abilities in junior high school students related to number pattern material in terms of gender. The method used is descriptive qualitative. The subject of the study was a class VIII student at one of the junior high schools in Karawang Regency in the odd semester of the 2022/2023 academic year. The procedure for data collection uses a test instrument that combines four indicators in the form of, understanding, planning, implementing planning, and reviewing processes and results in problem solving. The data analysis technique is to look at the test results of students and then categorize them on high, medium, and low criteria. The results showed that the mathematical problem-solving ability of female students was better with an average score of 80.76 in the high category than male students with an average score of 69.58 in the medium category. This can result in differences in students' ways of thinking, understanding, and solving problems.
Eksplorasi kreativitas matematis: Menganalisis pemahaman pola bilangan siswa SMP
Pebriana, Dian;
Imami, Adi Ihsan
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/jpmi.v7i1.21802
The aim of this research is to analyze and determine the mathematical creative thinking abilities of junior high school students in number pattern material. The method applied in this research is a descriptive method in qualitative research. The subject of this research was class VIII and a sample of 20 students were selected using purposive sampling at one of the junior high schools in Karawang Regency for the 2022/2023 school year. This research was carried out with a test instrument, namely in the form of questions consisting of 3 questions and each question consisted of indicators of fluency, flexibility and originality. The analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that there are 4 people with mathematical creative thinking abilities with a percentage of 20% in the high category, 10 people with a percentage of 50% in the medium category, and 6 people with a percentage of 30% in the low category. The results of the research show that the average in the medium category is that the high category is able to master all the indicators, the medium category is only able to master the fluency and flexibility indicators but the authenticity indicator is less mastered, and the low category is less able to master the third indicator.
PENGUKURAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI SMA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Aditya, Muhammad Surya;
Imami, Adi Ihsan
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/jp2m.v10i1.5398
This study aims to determine how well the level of interest in mathematical learning of students in mathematics subjects in terms of indicators of learning interest. The subjects in this study were one of class XI at SMA Negeri 6 Karawang for the 2023/2024 academic year, totaling 29 students. This research was conducted using a descriptive method with a qualitative approach. Data collection was obtained with a non-test instrument in the form of a mathematical learning interest questionnaire consisting of 22 statements and adjusted based on indicators of learning interest. After processing data using the Likert scale, the happy indicator has a percentage of 62% (good), the student interest indicator is at 70% (good), the indicator of student attention to the criteria is quite good at 54%, and the student engagement indicator has good criteria with a percentage of 64%. From the results of the study, it can be concluded that the level of interest in learning students in mathematics learning has a good level overall, in terms of indicators of learning interest, namely feelings of pleasure, student interest, student attention, and student involvement.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Pada Materi Persamaan Linear Dua Variabel
Nuraini, Intan;
Imami, Adi Ihsan
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 3 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) bagi siswa kelas IX SMP Negeri 6 Karawang Barat pada masing-masing indikator. Penelitian iniĀ menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Pengambilan data diperoleh melalui instrument tes yang berjumlah 4 soal uraian dan instrument non tes berupa wawancara. Subjek yang dipilih dalam penelitian yakni siswa IX. G dengan jumlah 37 orang kemudian peneliti mereduksi menjadi 3 orang siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan pemahaman konsep diantaranya siswa yang berkemampuan tinggi 1 orang, siswa yang berkemampuan sedang 1 orang, serta siswa yang berkemampuan rendah 1 orang. Teknik analisis data menggunakan 3 tahapan yaitu mereduksi data-data, menyajikan data-data, dan menarik simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa yang dapat menguasai seluruh indikator pemahaman konsep masuk pada kategori kemampuan tinggi, siswa yang dapat menguasai mampu dua indikator yaitu indikator menuliskan kembali konsep yang diajarkan dan mengelompokkan objek-objek menurut konsep yang ada dalam matematika masuk pada kategori sedang, sedangkan siswa yang hanya dapat menguasai satu indikator yaitu indikator mengelompokkan objek-objek menurut konsep yang ada dalam matematika masuk pada kategori kemampuan rendah.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) bagi siswa kelas IX SMP Negeri 6 Karawang Barat pada masing-masing indikator. Penelitian iniĀ menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Pengambilan data diperoleh melalui instrument tes yang berjumlah 4 soal uraian dan instrument non tes berupa wawancara. Subjek yang dipilih dalam penelitian yakni siswa IX. G dengan jumlah 37 orang kemudian peneliti mereduksi menjadi 3 orang siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan pemahaman konsep diantaranya siswa yang berkemampuan tinggi 1 orang, siswa yang berkemampuan sedang 1 orang, serta siswa yang berkemampuan rendah 1 orang. Teknik analisis data menggunakan 3 tahapan yaitu mereduksi data-data, menyajikan data-data, dan menarik simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa yang dapat menguasai seluruh indikator pemahaman konsep masuk pada kategori kemampuan tinggi, siswa yang dapat menguasai mampu dua indikator yaitu indikator menuliskan kembali konsep yang diajarkan dan mengelompokkan objek-objek menurut konsep yang ada dalam matematika masuk pada kategori sedang, sedangkan siswa yang hanya dapat menguasai satu indikator yaitu indikator mengelompokkan objek-objek menurut konsep yang ada dalam matematika masuk pada kategori kemampuan rendah.
Analisis Kepercayaan Diri Siswa SMP terhadap Pembelajaran Matematika pada Masa Pandemi Covid-19
Amalia;
Imami, Adi Ihsan
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/absis.v4i1.902
The purpose of this research is to find the self-confidence level of students during the Covid-19 pandemic. Students and teachers cannot interact directly during the learning process with an online learning system, which is different from the previous one, where students and teachers learn face-to-face. Therefore, the researcher wants to analyze the self-confidence level of middle school students in this pandemic. This research uses a qualitative method (descriptive), with 36 students from SMP Negeri 1 Rawamerta as subjects. Based on the results of this research, the obtained indicator percentage are: 1) belief in oneself 53,17%; 2)not giving up 47,78%; 3)not depending on others 58,33%; 4)responsible 76,39%; 5)high achiever; 6)dare to express opinions 34,03% with the average amount of 56,06%. Then it can be concluded that the self-confidence level of middle school students in seventh grade are in the category of most of them having self-confidence.
Analisis Kompetensi Strategis Matematis Siswa Kelas XI SMAN 1 Jatisari Pada Materi Program Linear
Aulia, Intan;
Imami, Adi Ihsan
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.3.2023.281-294
Kompetensi strategis matematis merupakan keterampilan dalam matematika yang meliputi kemampuan memahami permasalahan, merepresentasikan masalah, dan menyelesaikan masalah. Tetapi tidak banyak siswa yang mampu menggunakan kompetensi strategis matematis dalam pembelajaran matematika, khususnya ketika mengerjakan permasalahan berupa soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi strategis matematis siswa kelas XI SMAN 1 Jatisari pada materi program linear. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 dengan jumlah 35 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa tes kompetensi strategis matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,1% siswa memiliki kompetensi strategis matematis pada kategori tinggi yang ditunjukkan oleh kemampuan siswa dalam memenuhi ketiga indikator kompetensi strategis matematis dengan baik, yang meliputi kemampuan memahami dan mengidentifikasi permasalahan, menyajikan masalah dengan berbagai representasi untuk memecahkan masalah, dan menemukan solusi dari masalah. Sedangkan siswa yang memiliki kompetensi strategis matematis pada kategori sedang sebanyak 54,3% dimana siswa belum mampu memenuhi dua indikator kompetensi strategis matematis secara optimal, yaitu indikator menyajikan masalah dengan berbagai representasi untuk memecahkan masalah dan indikator menemukan solusi dari masalah. Serta 28,6% siswa memiliki kompetensi strategis matematis rendah karena siswa belum mampu memenuhi ketiga indikator dengan baik.
Analisis Kemampuan Berpikir Geometri Siswa SMP Berdasarkan Teori Van Hiele dalam Materi Teorema Pythagoras
Arnita, Eka Ayu Putri;
Zulkarnaen, Rafiq;
Imami, Adi Ihsan
Didactical Mathematics Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v6i2.10485
Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa SMP berdasarkan teori Van Hiele dalam materi Teorema Pythagoras. Kemampuan berpikir geometri merupakan kemampuan yang sangat penting, namun faktanya siswa masih dalam tingkatan level kemampuan berpikir geometri yang rendah. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeuneutik digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa. Subjek yang digunakan sebanyak satu kelas VIII di salah satu SMP swasta di Karawang yang kemudian diseleksi kembali dan diambil empat siswa untuk dilakukan wawancara. Instrumen tes dan nontes digunakan dalam penelitian ini, instrumen tes dengan mencakup tingkatan level berpikir geometri Van Hiele yaitu: visualisasi (level 0), analisis (level 1), deduksi informal (level 2), deduksi (level 3), dan rigor (level 4) serta nontes yaitu wawancara tidak terstruktur dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenologi Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas siswa hanya mampu mencapai tingkat visualisasi (level 0) dengan baik yaitu 74% dan analisis (level 1) sebesar 55%. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor siswa belum dapat mencapai tingkatan deduksi informal (level 2) sampai dengan rigor (level 4) karena ketidaktelitian dan kurangnya pemahaman konsep. Oleh sebab itu perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan variasi soal untuk meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa, khususnya dalam konteks penerapan teorema Pythagoras.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Relasi dan Fungsi
Idris Ibrahim, Mohammad Azka;
Imami, Adi Ihsan
Didactical Mathematics Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/dm.v7i1.11584
Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah keterampilan kognitif yang penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan akademis dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII pada materi relasi dan fungsi di MTs Miftahul Huda. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 23 siswa yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah serta wawancara mendalam yang kemudian diolah mengggunakan teknik anaisis yang mengacu pada model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 46,78, yang masuk dalam kategori cukup baik. Sebanyak 26,08% siswa berada dalam kategori rendah, 58,70% dalam kategori sedang, dan 15,22% dalam kategori tinggi. Siswa dengan kemampuan rendah cenderung mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan menerapkan langkah-langkah penyelesaian. Siswa dengan kemampuan sedang umumnya mampu memahami masalah tetapi melakukan kesalahan dalam proses perhitungan. Siswa dalam kategori tinggi mampu menyelesaikan masalah dengan baik, namun kurang terbiasa untuk memeriksa kembali hasil pekerjaan mereka.