Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PROJECT BASED LEARNING TERINTEGRASI STEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Fiqih Nur Hakiki; Didik Sugeng Pambudi; Dian Kurniati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.569 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6184

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pencapaian perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis, dan efektif berupa modul ajar, LKS dan THB berbasis STEM-PjBL serta menguji pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis. Penggabungan penelitian pengembangan (R&D) dengan model 4D dilakukan dalam penelitian ini serta juga mencakup penelitian eksperimen yang dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa SMK. Hal ini dapat dilihat pada rapor pendidikan yang mana pada indikator literasi, numerasi, maupun bernalar kritis masih dibawah kompetensi minimum. Penelitian ini melibatkan 32 siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebagai subjek uji coba dan kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM 1 dan 2) masing-amsing berjumlah 25 orang sebagai sampel. Pengukuran dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran, tes hasil belajar dan angket respon siswa. Hasil validasi untuk modul ajar, LKS, serta THB telah valid dengan skor secara berurutan adalah 4,77; 4,70; dan 4,81. Pada hasil kepraktisan diperoleh hasil 92,00% dengan kategori sangat baik. Nilai kefektifan menurut hasil penilaian hasil belajar yang telah dilaksanakan diperoleh hasil 78,13% siswa tuntas mengikuti pembelajaran serta 93,75% siswa merespon positif terhadap pembelajaran. Hasil pengujian t-test bahwa perangkat pembelajaran matematika model STEM-PjBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.This study aims to develop valid, practical, and effective mathematics learning tools in the form of teaching modules, LKS and THB based on STEM-PjBL and to test their effect on critical thinking skills. This research combines development research (R&D) with 4D models and experimental research which is motivated by the low critical thinking skills of SMK students. This can be seen in the education report cards where the literacy, numeracy, and critical reasoning indicators are still below the minimum competency. This study involved 32 students of class X Light Vehicle Engineering (TKR) as test subjects and class X Motorcycle Engineering (TSM 1 and 2) each with 25 people as samples. The instruments used in this study were validation sheets, observation sheets on the implementation of learning devices, learning achievement tests and student response questionnaires. Validation results for teaching modules, LKS, and THB are valid with a score of 4.77 respectively; 4.70; and 4.81. In practicality results obtained results of 92.00% with very good category. The effectiveness value based on the learning outcomes test that has been carried out shows that 78.13% of students complete the lesson and 93.75% of students respond positively to learning. Based on the t-test on the results of experimental research, it was found that the STEM-PjBL model of mathematics learning had a significant effect on students' critical thinking skills.
BAGAIMANA SISWA DAPAT BERKOMUNIKASI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA? Meilysa Ajeng Kartika Putri; Nurcholif Diah Sri Lestari; Fiqih Nur Hakiki; Theresia Siska Rikna Sari; Didik Sugeng Pambudi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.659 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5754

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis siswa memerlukan perhatian dalam proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara dengan guru matematika, kemampuan komunikasi matematis tulis siswa masih kurang, terutama dalam proses penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi sistem persamaan linier tiga variabel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis tulis siswa SMK pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Teknik pengumpulan data penelitian ini diterapkan dengan tiga tes pada tes dan wawancara semi terstruktur untuk siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tertulis baik, kemampuan komunikasi matematis tertulis sedang dan kemampuan komunikasi matematis tulis lemah. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis data deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan inferensi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, ditemukan bahwa siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi mampu mengungkapkan, menginterpretasikan dan mengevaluasi ide matematika secara tertulis dan menggunakan simbol matematika saat menyelesaikan masalah. Siswa dengan kemampuan komunikasi matematika sedang dapat mengungkapkan melalui menulis, mengevaluasi, dan menggunakan simbol matematika untuk menyelesaikan masalah matematika, tetapi menambahkan variabel masih menimbulkan kebingungan. Sedangkan untuk siswa dengan kemampuan komunikasi matematis rendah, mereka tidak dapat mengungkapkan ide matematika secara tertulis.Students' mathematical communication skills require attention in the learning process. Based on interviews with mathematics teachers, students' written mathematical communication skills are still lacking, especially in the process of solving problems related to the material on a system of three-variable linear equations. Therefore, this study aims to analyze the written mathematical communication skills of SMK students on the material system of three-variable linear equations. The research data collection technique was applied to three tests on tests and semi-structured interviews for students with good written mathematical communication skills, medium written mathematical communication skills and weak written mathematical communication skills. Data analysis in this study was carried out using descriptive data analysis methods which included data reduction, data presentation, and inference. Based on the results of data analysis and discussion, it was found that students with high mathematical communication skills were able to express, interpret and evaluate mathematical ideas in writing and use mathematical symbols when solving problems. Students with moderate mathematical communication skills can express through writing, evaluating, and using mathematical symbols to solve mathematical problems, but adding variables still creates confusion. Whereas for students with low mathematical communication skills, they cannot express mathematical ideas in writing.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING METODE TUTOR SEBAYA BERBANTUAN CARD PROBLEM TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Amaliyatul Indah; Susanto Susanto; Abi Suwito; Sunardi Sunardi; Didik Sugeng Pambudi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.965 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6728

Abstract

Learning mathematics is frequently regarded as difficult by students, resulting in a lack of problem-solving ability. This problem occurred at SMPN 8 Jember, where, based on the results of observations, grade VII students have low problem-solving skills due to the conventional learning model used. If the problem is not addressed immediately, it is feared that it will continue with the next generation of students. This study aims to determine the effectiveness of PBL model of the peer tutor method assisted by card problems on mathematics learning outcomes in seventh-grade junior high school students with quadrilateral material. This research includes a quasi-experimental design. The data collection technique uses pretest and posttest tests to be tested with the paired samples T test and regression test (ANOVA) on the SPSS application. The results of the paired samples T test in the experimental class gave a sig value of 0.000, while in the control class it was 0.003. The sig value for the regression test for the experimental class is 0.014, while the sig value for the control class is 0.033. These results show that the PBL model of the peer tutor method assisted by card problems is more effective and influential than the PBL model of the peer tutor method to improve student mathematics learning outcomes. The study concludes that incorporating card problem learning media into the PBL model of the peer tutor method produces effective results in terms of quadrilateral material mathematics learning outcomes.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL CORE DENGAN PENDEKATAN RME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Any Isroaty; Sunardi Sunardi; Nurcholif Diah Sri Lestari; Didik Sugeng Pambudi; Dian Kurniati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.911 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6732

Abstract

Abstrak Rendahnya kemampuan koneksi matematis membuat peserta didik kesulitan dalam mengaitkan antara ide matematika satu dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika menggunakan model Connecting, Organizing, Reflecting and Extending (CORE) dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang disusun untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis peserta didik. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Tes Hasil belajar (THB) yang berupa tes kemampuan koneksi matematis yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model 4D Thiagarajan Semmel & Semmel dan dilakukan penelitian eksperimen untuk menganalisis pengaruh peningkatan perangkat yang dikembangkan terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran model CORE dengan pendekatan RME termasuk pada kriteria valid, praktis dan efektif. Berdasakan uji hipotesis terhadap hasil penelitian eksperimen diperoleh nilai Sig. (2-tailed)  (Sig. (2-tailed ) sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model CORE dengan pendekatan RME berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis. Abstract The low of the ability of mathematical connections makes it difficult for students to connect one material or concept to another. The study aim is to develop mathematics learning tools using Connecting, Organizing, Reflecting and Extending (CORE) models with Realistic Mathematics Education (RME) approaches to improved the mathematical connection ability of students. The developed device consists of the learning implement plan (RPP), Student Worksheet (LKPD) and learning test (THB) of mathematical connection capability test a valid, practical and effective. Research methods used in this study are development using the 4D model thiagarajan semmel & semmel and experimental studies are conducted to analyze the effect of improved devices developed on improving mathematical connection capabilities. Research shows that the CORE model learning tool with the RME approach meets valid, practical and effective criteria. Based on a hypothesis test of experimental research based on sig. (2-tailed) = 0.007 (sig. (2-tailed < 0.05) so it can be seen that the CORE model learning device with the RME approach has a significant effect on improving mathematical connection capabilities 
Kemampuan Berpikir Komputasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Numerasi Tipe AKM Materi Pola Bilangan Hanifah Rizki Mubarokah; Didik Sugeng Pambudi; Nurcholif Diah Sri Lestari; Dian Kurniati; Dhanar Dwi Hary Jatmiko
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.213 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v7i2.8013

Abstract

Abstrak. Kemampuan berpikir komputasi sangat penting untuk dikembangkan sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merancang bahan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir komputasi siswa dan mendeskripsikan kemampuan berpikir komputasi 6 orang subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa terpilih dari 25 siswa kelas VIII G SMP Nuris Jember. Instrumen penelitan berupa soal tes pola bilangan, pedoman wawancara serta lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 siswa menunjukkan 16% siswa yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi rendah, 64% siswa yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi sedang, dan 20% yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi tinggi. Siswa kelas VIII G rata-rata mampu memenuhi indikator kemampuan berpikir komputasi yaitu dekomposisi, berpikir algoritma, pengenalan pola. Namun, belum maksimal pada indikator abtraksi dan generalisasi. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi tinggi mampu memenuhi semua indikator berpikir komputasi yaitu dekomposisi, berpikir algoritma, pengenalan pola, dan abtraksi dan generalisasi. Walaupun, pada tahap abstraksi dan generalisasi masih terdapat kesalahan. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi sedang mampu memenuhi indikator dekomposisi, berpikir algoritma, dan pengenalan pola. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi rendah mampu memenuhi indikator dekomposisi dan berpikir algoritma, namun masih terdapat beberapa kesalahan.Kata Kunci: Berpikir Komputasi, Numerasi, Pola bilangan.
KESIAPAN GURU MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH DALAM MENGAJARKAN LITERASI DAN NUMERASI MELALUI KURIKULUM MERDEKA Nurcholif Diah Sri Lestari; Didik Sugeng Pambudi; Dian Kurniati; Abdillah Putra Maulana; Wasilatul Murtafiah; Suwarno Suwarno
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6674

Abstract

Literasi dan Numerasi merupakan kompetensi yang perlu dikuasai dan diajarkan di sekolah. Namun, guru belum pernah mempelajari bagaimana cara mengajarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru matematika sekolah menengah dalam mengajarkan literasi dan numerasi. Data diperoleh melalui metode survei dengan desain cross-sectional pada awal implementasi kurikulum merdeka di Indonesia. Responden adalah 47 guru matematika yang merespon survei, yaitu 52,2% guru di sekolah menengah atas atau sederajat dan 47,8% guru di tingkat sekolah menengah pertama atau sederajat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sebanyak 51,1% responden dikategorikan siap untuk mengajarkan literasi dan numerasi, 2) sebanyak 19,2% guru menyatakan siap dan telah mengajarkan literasi numerasi tetapi memilih metode pengajaran yang kurang tepat, 3) sebanyak 6,3% guru menyatakan siap mengajarkan literasi numerasi namun belum mempunyai pengalaman dalam mengajarkan literasi numerasi ataupun pemecahan masalah, 4) sebanyak 23,4% guru mempunyai pengalaman mengajar literasi numerasi melalui pemecahan masalah tetapi menyatakan tidak siap mengajarkan literasi numerasi. Temuan penelitian ini adalah hampir separuh jumlah guru masih belum siap mengajarkan literasi dan numerasi karena kurangnya keyakinan untuk mengajarkannya ataupun kurangnya pemahaman terhadap literasi dan numerasi. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan dilaksanakannya sosialisasi atau pelatihan pengajaran literasi dan numerasi melalui media online sebagai sumber informasi yang paling diminati responden 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS HYBRID-CARING COMMUNITY DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA Misbahul Munir; Dian Kurniati; Didik Sugeng Pambudi; Erfan Yudianto; Abi Suwito
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7063

Abstract

AbstrakTujuan. penelitian. ini yaitu untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berbasis. hybrid-caring community yang valid, praktis. dan efektif. yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja. peserta didik. (LKPD) dan tes. hasil belajar. (THB) dan menguji.dampaknya terhadap kemampuan koneksi matematika pada materi sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). Metode penelitian ini menggunakan.  metode penelitian. pengembangan (R&D) dilanjutkan. penelitian. eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi aktivitas siswa, angket respon siswa dan tes hasil belajar untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswa. Hasilvalidasi RPP, LKPD, dan THB memenuhi kriteria valid. Kepraktisan perangkat dibuktikan dari hasil observasi pelaksanaan perangkat. pembelajaran kategori. “sangat. praktis” dengan persentase.  96%. Kriteria. Keefektifan. perangkat. pembelajaran. dilihat. dari skor lembar observasi. aktivitas peserta. didik, angket respon peserta didik, dan ketuntasan. THB. yang memenuhi kriteria efektif. Berdasarkan t-test pada penelitian eksperimen, dihasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis hybrid-caring community materi SPLDV memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan. koneksi. matematika. AbstractThe purpose of this research is to develop valid, practical and effective hybrid-caring community-based mathematics learning tools consisting of learning implementation. plans, student worksheets and learning achievement tests. and test their impact on connection ability. mathematics on the material system. of two-variable. linear equations. This research method uses development. research followed by experimental. research. Data collection techniques in this study used observation of student activities, student response questionnaires and learning achievement tests to determine students' mathematical connection abilities. Learning. implementation. plans, student. worksheets and learning achievement tests validation results meet the valid criteria. The practicality of the device is proven from the results of observing the implementation of the learning device in the "very practical" category with a percentage of 96%. The criteria for the effectiveness of the learning device can be seen from the score of the student activity observation sheet, the student response questionnaire, and the completeness of the learning achievement tests. which meets the criteria for being effective. Based on the t-test in experimental research, a hybrid-caring community-based mathematics learning tool produced by system. of two-variable. linear equations material has a significant influence on mathematical connection abilities
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN ANALYTICITY SISWA Rezqy Ayu Devi Arafah; Dian Kurniati; Nurcholif Diah Sri Lestari; Didik Sugeng Pambudi; Nanik Yuliati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7533

Abstract

Abstrak Penting bagi siswa memiliki disposisi berpikir kritis, namun kenyataannya disposisi berpikir kritis siswa masih sangat rendah khususnya pada komponen analyticity. . Namun pada kenyataannya, belum ada perangkat pembelajaran yang dapat meningkatkan analyticity siswa. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian pengembangan dengan tujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dengan model pengembangan 4D yang valid, praktis dan efektif. Observasi, tes dan angket adalah teknik pengumpulan data. Adapun subjek uji coba adalah kelas VII A SMP Negeri 1 Rogojampi sebanyak 29 siswa. Data kevalidan diperoleh dari hasil validasi buku petunjuk penggunaan, modul ajar, LKPD dan soal tes dengan menganalisis skor dari validator, yakni berturut-turut adalah 3,73; 3,91; 3,88 dan 3,79. Hasil analisis dari observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran digunakan untuk data kepraktisan, dengan cara merata-rata skor dari seluruh pertemuan, yakni 3,51 yang memasuki kategori tinggi. Data keefektifan diperoleh dari THB, hasil observasi perilaku analyticity dan angket respon siswa yang menunjukkan siswa tuntas secara klaksikal sebesar 86,2%, rata-rata N-Gain siswa adalah tinggi, perilaku analyticity siswa baik dan respon siswa positif. Dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran PBL pada materi aritmatika sosial efektif untuk meningkatkan analyticity siswa.AbstractIt is important for students to have a critical thinking disposition, but in fact students' critical thinking disposition is still very low, especially in the analyticity component. This research is categorized as development research with the aim of developing learning tools for the Problem Based Learning (PBL) model with a valid, practical and effective 4D development model. Observations, tests and questionnaires were used as data collection techniques. The test subjects were class VII A of SMP Negeri 1 Rogojampi with 29 students. Validity data was obtained from the validation results of user manuals, teaching modules, worksheets and test questions by analyzing the scores from the validator, namely 3.73; 3.91; 3.88 and 3.7. The results of observing the application of learning tools are used for practicality data, by means of averaging the scores of all meetings, namely 3.51 which is in the high category. Effectiveness data was obtained from THB, the results of observations of analytic behavior and student response questionnaires showed that students completed classically at 86.2%,  the average N-Gain was high, the students' analytical behavior was good and the response positive students. It can be concluded that PBL learning tools on social arithmetic material are effective for increasing students’analyticity
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN PENDEKATAN RME BERBASIS LSLC Dian Atika Sofie; Didik Sugeng Pambudi; Mohamat Fatekurohman; Nurcholif Diah Sri Lestari; Dian Kurniati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6432

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa merupakan salah satu masalah yang harus diatasi, khususnya menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dan pembelajaran abad 21. Salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah melalui pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbasis Lesson Study for Learning Community (LSLC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran materi SPLDV menggunakan pendekatan RME berbasis LSLC. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperimen, dengan menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Subjek dalam penelitian ini adalah 50 siswa kelas VIII SMP Al-Ikhlash Lumajang. Pembelajaran RME berbasis LSLC dikenakan pada 25 siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional dikenakan pada 25 siswa kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model RME berbasis LSLC mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi SPLDV lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Tingkat berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol terjadi pada tingkat berpikir kritis level 3 (TBK 3) dan level 4 (TBK 4). Pada kedua level tersebut, kelas eksperimen mencapai 40% dan 24%, sedangkan kelas kontrol mencapai 32% dan 20%. Dari hasil ini disarankan kepada guru matematika hendaknya menerapkan pembelajaran RME berbasis LSLC dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
An Analysis of Students’ Critical Thinking Ability in Solving Jumping Task Questions based on Learning Style Trapsilasiwi, Dinawati; Jatmiko, Dhanar Dwi Hary; Pambudi, Didik Sugeng; Ambarwati, Reza; Alim, Fathul
(JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Vol. 6 No. 4 (2023): VOLUME 6 NUMBER 4, DECEMBER 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jiml.v6i4.21727

Abstract

Critical thinking ability is the ability that must be possessed by all students in order to solve the problems encountered. Research that can reveal the critical thinking skills of students needs to be done. This study aims to describe the critical thinking skills of junior high school students in Jember in completing the jumping task problem in terms of learning styles in the material system of two variable linear equations. This type of research is qualitative descriptive research. The data collection method used is a questionnaire for learning style, critical thinking ability test questions based on jumping tasks, and interviews. The subject consists of three subjects from the single learning force category. Based on data analysis, students with a visual style can complete three jumping task questions and are able to fulfill five critical thinking ability indicators, namely focus, reason, inference, situation, and clarity. Students with an auditorial style can complete three jumping task questions and are able to fulfill five indicators of critical thinking skills: focus, reason, inference, situation, and clarity. Students with a kinesthetic style can solve only one question and fulfill five indicators: focus, reason, inference, situation, and overview. Suggestions Further research can see the critical thinking skills of students with double learning styles.
Co-Authors - Hobri Abdillah Putra Maulana Abi Suwito Abi Suwito Agung Lukito AGUNG LUKITO Alfan Azizi Alim, Fathul Amaliyatul Indah Ambarwati, Reza Ana Masuda Ananda Dwi Iskarina Andriana, Lutfi Anizah, Arinatul Antonius Cahya Prihandoko Any Isroaty Arika Indah Kristiana Ati’ah, Siti A’yun, Qurrota Cahyadewi, Karina Cindy Crismono, Prima Cristi Desi Wahyuningtyas Dian Atika Sofie Dian Kurniati Dinawati Trapsilasiwi Erfan Yudianto Ervin Oktavianingtyas Evi Takrimatul Ailiyyah Faiqotul Himmah Fathimah Azzahraail Batul Febrina Lya Kartika Sari Fiqih Nur Hakiki Firmansyah, Frenza Fairuz Fitri Annisa Gantiyani, Hari Hafidhoh, Nabilatul Hanifah Rizki Mubarokah Hobri I Ketut Budayasa IDA RAHMAWATI Islamiah, Maulidi Arsih Umaroh Ivent Astiantari Jatmiko, Dhanar Dwi Jatmiko, Dhanar Dwi Hary Karina Cindy Cahyadewi Karina Cindy Cahyadewi Khumayroh, Alfatikha Anik Lestari, Nurcholif Diah Sri Lina Anggraini Lioni Anka Monalisa, Lioni Anka Mahmudah, Khoirotul Martikusuma, Randi Pratama Maulana, Abdillah Putra Meilysa Ajeng Kartika Putri Meilysa Ajeng Kartika Putri Misbahul Munir Mohamad Fatekurohman Nanik Yuliati Nurcholif Diah Sri Lestari Osman, Sharifah Prastika, Sulia Anis Pribadi, Maharani Hayuning Pangastuti Putri, Inge Wiliandani Setya Putri, Meilysa Ajeng Kartika Qomariyah, Dinda Nurul Rahmawati, Enggita Randi Pratama Murtikusuma Rasyid, Irwan Hainur Rezqy Ayu Devi Arafah Rohmah, Zulfiani Ainur Roni Setyawan S Suharto S Sunardi S Susanto Saddam Hussen Seli Wahyutini Khoiriyah Shofiah, Ulfatus Siti Ati’ah Solly Aryza Suharto Suharto Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi, Sunardi Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Sutarto Sutarto Sutrisno, Nurul Auliyah Suwarno Suwarno Theresia Siska Rikna Sari Tilawah, Hilwatut Tina Melinda Tina Melinda Titik Sugiarti Toto Bara Setiawan Verial Rohisah Wahdana, Akfi Hikmah Wasilatul Murtafiah Wirdah Pramita N