Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Tradisi Membilang Hari Di Desa Munsalo Kopah Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Yumita; Ahmad Rivauzi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 1 No. 5: Agustus 2022
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v1i5.792

Abstract

Tradisi membilang hari merupakan adat istiadat di desa Munsalo yang diselenggarakan ketika ada 1 (satu) orang atau lebih meninggal dunia, sedangkan tetangga atau masyarakat yang tinggal disana berbondong-bondong untuk menghadiri tradisi membilang hari dirumah duka. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Proses pelaksanaan membilang hari diselenggarakan Tradisi ini sudah muncul sejak lama dan tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang bagi masyarakat. Membilang hari merupakan adat istiadat yang perlu dilestarikan, kegiatan ini dilakukan untuk mendikan arwah yang meninggal dan menjalin silaturahmi kepada sanak saudara. Membilang hari inj memiliki makna yaitu untuk mendoakan arwah yang telah lama meninggal dan yang baru meninggal. Tujuan dalam membilang hari ini yaitu untuk mengingatkan tentang kematian bagi yang masih hidup agar mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kemudian membilang hari ini sudah disepakati oleh ulama, tokoh adat dan agama serta cendikiawan yang ada di kenegrian kopah. Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan membilang hari yaitu niali syukur niai silaturahmi, dan nilai ibadah.
Ta’lim, Tazkiyah, dan Tarqib dalam Memperbaiki Ibadah Peserta Didik Marzuki, Darlina Nuralisyarifah; Rivauzi, Ahmad
Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah Vol 1 No 2 (2023): Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajisd.v1i2.2023

Abstract

The problem in this research is the Islamic religious education teachers to improve students’ worship, because there are still many students’ religious practices, especially prayers, that are still lacking in implementation. So Islamic religious education teachers carry out efforts in the form of: 1) Islamic religious education teachers provide ta’lim or religious learning, to student throught the learning process in the classroom and outside the classroom. 2) Islamic religious education teachers instill tazkiyah or awareness, about the importance of worship in students using efforts in the form of example, habituation, advice, and punishment. 3) the Islamic religious education teachers carries out tarqib or supervision, of students’ worship. The aim of this research is to find out how Islamic religious education teachers ta’lim, tazkiyah, and tarqib improve students’ worship. The research method used is qualitative research, whith the type of field research, the focus or core of this research is how to apply ta’lim, tazkiyah, and tarqib of Islamic religious education teachers in improving students’ worship. The types of this research are data in the form of primary data and secondary data, an the information obtained is data resulting from field observations and interviews with informants. The informants in this research include Islamic eeligious education teachers and MAN 5 Agam students. The results of this research are that the implementation of ta'lim (learning about worship), tazkiyah (awareness of the importance of worship), and tarqib (supervision of worship) carried out by Islamic religious education teachers can improve students' worship.
Kegiatan Majelis Taklim Rahmatan Lil Alamin dalam Mendukung Pendidikan Agama di Masyarakat Wirdati, Wirdati; Rivauzi, Ahmad; Nurjanah, Nurjanah; Halomoan, Halomoan
An-Nuha Vol 5 No 3 (2025): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v5i3.706

Abstract

The existence of the Majelis Taklim as a non-formal religious education institution is still not functioning well. However, the Majelis Taklim of the Rahmatan Lil Alamin Mosque has attempted to teach religion more comprehensively by making the mosque the basis for all community activities. This can support the spirit of the Smart Surau program launched by the Padang City Government. This article describes how the Majelis Taklim activities of the Rahmatan Lil Alamin Mosque and how it is likely to succeed the Smart Surau program in realizing the vision of Padang CityThe method used is qualitative with a case study and sustainability analysis to be able to support the Smart Surau program. Informants consisted of the head of the Majelis Taklim, mosque administrators and the head of the neighborhood association (RT). Through in-depth interviews, participatory observation and documentation, data were collected then analyzed using an interactive model Technical triangulation was used to validate the data. The results showed that the activities of the majelis taklim included routine monthly study sessions, blessed Fridays, blessing clean-up sessions, Qur'an recitation, dawn warriors, Umrah savings, a thousand-a-day dawn alms, assistance to orphans and the poor, a marketing cooperative, Islamic holiday takmirs and a Blessed Kitchen outlet. These activities restored the spirit of the Surau Saisuak. In the future, the majelis taklim can support the smart surau program for the sustainability of comprehensive dawn in the context of Islamic religious education for the community.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI SD di KKG PAI Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Satria, Rengga; Rivauzi, Ahmad; Wirdati, Wirdati; Nurjanah, Nurjanah
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23, No 3 (2023): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.05250

Abstract

Pada abad 21 ini, proses pembelajaran diharapkan mengembangkan empat kemampuan yaitu 4C (Critical thinking,Communication, Collaboration, Creativity). Pembelajaran abad 21 ini sudah diadaptasi dalam sistem pendidikan di Indonesia melalui Kurikulum 2013 dan disempurnakan dalam kurikulum merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) menekankan pada pembelajaran yang nyaman, mandiri, aktif, memiliki karakter, bermakna, merdeka dan lain-lain. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan perangkat ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat belajar peserta didik. Fenomena yang muncul kurikulum merdeka belum dapat terimplementasikan oleh guru-guru PAI SD. Guru-guru PAI di KKG Lubung Kilangan masih mengalami kesusahan dalam memahami Materi Esensial dan Pembelajaran bermakna serta pelaksanaan proyek profil Pancasila. Pada mitra pengabdian ini ditemui permasalahan utama yang relevan dengan penjelasan diatas. Dua permasalahan utama mitra pengabdian ini adalah sebagai berikut: pertama, bagaimana Implementasi kurikulum merdeka dalam bentuk model pembelajaran berdiferensiasi dan materi esensial. Kedua, bagaimana Implementasi proyek profil Pancasila dalam pembelajaran PAI. Dalam menyelesaikan permasalahan mitra tersebut, pengabdi menawarkan solusi dengan mengadakan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI SD di KKG PAI Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Pembinaan diadakan dengan beberapa tahapan; Pertama, tahapan ekspektasi. Kedua, tahapan Internalisasi. Ketiga, tahapan Aktualisasi. Keempat, tahapan evaluasi dan keberlanjutan. Bimbingan teknis menggunakan metode Presentasi, Brainstroming, Diskusi, Workshop, Praktek dan Projek e-modul secara mandiri.
Model Pendidikan Spiritual dalam Tarekat Naqsabandiyah di Surau Bateh Kenagarian Taeh Baruah Septa, Muhammad; Rivauzi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.8678

Abstract

Setiap model yang diterapkan dalam pendidikan pasti memiliki inovasi yang mempengaruhi tujuan yang ingin di capai. banyak cara yang dilakukan oleh setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah, salah satunya dengan pelaksanaan pendidikan spiritual dalam tarekat naqsabandiyah yang biasa dilaksanakan di Surau. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaimana pelaksanaan pendidikan spiritual dalam tarekat naqsabandiyah di Surau Bateh Kenagarian Taeh Baruah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Sumber data dari penelitian ini adalah Mursyid, Khalifah, dan salah satu murid dari Surau Bateh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seluruh hasil wawancara kemudian dianalisis secara sistematis melalui empat langkah kegiatan analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya pelaksanaan pendidikan spiritual dalam tarekat naqsabandiyah di mulai dengan bai’at yang tata cara di bimbing langsung Mursyid. Selanjutnya Murid akan melalui beberapa tahapan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Peran Program Kampus Mengajar dalam Mengembangkan Profesionalisme Guru Prajabatan Putra, Rido; Rivauzi, Ahmad; Nafsan, Nafsan; Marliandi, Rihan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kualitas guru di Indonesia mengindikasikan bahwa program pengembangan profesionalisme guru yang ada saat ini belum mencapai bentuk yang ideal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program kampus mengajar dapat digunakan untuk meningkatkan profesionalisme guru prajabatan guna menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Pertanyaan wawancara terbuka digunakan untuk mengumpulkan data dari sebelas guru prajabatan, dua pengawas, dan dua kepala sekolah yang terlibat dalam program kampus mengajar dengan penempatan pengalaman profesional selama tiga bulan di sekolah dasar yang tersebar di seluruh Indonesia. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program kampus mengajar mengalami berbagai tantangan, program ini dapat digunakan oleh para guru prajabatan untuk meningkatkan profesionalisme mereka dengan berbagi dan menerima pengalaman. Program kampus mengajar menawarkan pengalaman nyata dan otentik bagi para guru prajabatan dalam membimbing siswa, melaksanakan berbagai tugas administratif, dan belajar di tempat kerja, sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang realitas kehidupan sekolah.
The Development of Learning Model With An-Nafs Learning Theory Rivauzi, Ahmad
AT-TA'LIM Vol 25, No 3 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.772 KB) | DOI: 10.15548/jt.v25i3.344

Abstract

This article aims to explore the theory, An-Nafs learning model and the response of religious teachers at elementary schools in Palupuh, Agam. This study involved all the religious teachers from 19 schools in Palupuh. Based on the questionnaire distributed and then processed by using Likert scale, obtained excellent response from them, both on the aspects of theoretical understanding, urgency, and the benefits of its application to the learning of Islam. The finding showed that all the learning theories today can not be separated from the philosophical view of the nature of man and God. This view will determine how a person treats humans, educates and learns them and also the purpose of the education and learning. The essence of learning in the theory and model of learning An Nafs is the occurrence of changes in the An-Nafs itself as the potential human-psychological (jasad-ruhani)
Peran Masjid Sekitar Pasar Raya Dalam Mengurangi Praktik Prostitusi Di Pasar Raya Padang Ibrahim Mufiq; Ahmad Rivauzi
KOLONI Vol. 3 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i3.665

Abstract

Pasar Raya Padang is known as an area bustling with activity, hosting various institutions such as mosques serving as places of worship, the Civil Service Police Unit (Satpol PP) enforcing local regulations, specifically Padang City Regulation Number 11 of 2005 concerning Public Order and Community Tranquility in relation to Article 10 Paragraph (2) on prostitution, and the local police (Polresta) who act as the frontline defense against prostitution practices. However, the phenomenon of prostitution can still be found in the area, highlighting the complexities in monitoring and social control over behaviors that contradict social and religious norms. This study aims to describe the role of mosques in Pasar Raya Padang in providing knowledge about the dangers of prostitution through various aspects, including legal aspects, dangers, and social impacts. This research employs qualitative methods, utilizing in-depth interviews and observations in several mosques in the area. The findings reveal that mosques around Pasar Raya Padang play a crucial role in educating the public about the dangers of prostitution through various aspects, including legal perspectives, dangers, and social impacts.
Development Plan for a Tourism Area Based on Education and Local Wisdom in the Mandeh Area, South Pesisir, Indonesia Ahmad Rivauzi; Wirdati Wirdati; Rido Putra; Rengga Satria; Siti Fatimah; Halomoan Halomoan; Muhamad Yusuf; Isma Darma Yanti
Jurnal Kawakib Vol 6 No 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v6i2.328

Abstract

This article focuses on development plans through education and local wisdom in the Mandeh Tourism Area, South Pesisir Regency, Indonesia. The research methods used in this study were desk study, participatory qualitative method through focus group discussions (FGD), and direct observation at the research site. The results of this study describe several points, namely: an analysis of the empowerment and local wisdom of the Mandeh Nagari community, and an analysis of the development potential of the Mandeh Tourism Area. The recommendation from this study is that education and empowerment of local wisdom are very strategic in encouraging the growth and sustainability of the Mandeh area as a leading tourist destination that provides greater benefits in terms of culture and economic perspective and must involve the active participation of the community, the private sector, the central government, the regional government, and the Nagari government.
THE TABARAK METHOD IN QUR’AN MEMORIZING: A MULTISENSORY STUDY IN EARLY CHILDHOOD Anissa Fitry; Ahmad Rivauzi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 02 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v15i02.10243

Abstract

This study is based on the need to develop Qur’an memorization (tahfidz) methods that are suitable for early childhood during the golden age. Conventional methods tend to rely on repetitive verbal techniques and often fail to engage young learners effectively. However, studies examining multisensory-based tahfidz methods, particularly the Tabarak method, remain limited. Therefore, this study aims to analyze the planning, implementation, evaluation, and influencing factors of the Tabarak method in early childhood Qur’an memorization. This research employs a qualitative approach with a case study design conducted at Markaz Tahfidz Balita Ibnu Abza in Padang City. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the Tabarak method is implemented systematically through structured memorization targets, multisensory learning (sima’i, tasmi’, and repetition), and continuous evaluation. Supporting factors include a conducive learning environment, teacher commitment, and parental involvement, while inhibiting factors include differences in children's characteristics and inconsistent assistance at home. In conclusion, the Tabarak method is effective as a multisensory-based approach and can serve as an adaptive model for early childhood Qur’an memorization.