Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Potensi Pengembangan Budidaya Jamur Tiram Bagi Kelompok Tani Di Sekitar Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin Ira Taskirawati; Baharuddin Baharuddin; Syahidah Syahidah; Sitti Nuraeni; A Agussalim; Beta Putranto; S Suhasman; Andi Detti Yunianti
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2022): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.909 KB) | DOI: 10.23960/rdj.v1i1.5946

Abstract

Guidance for community groups around the Unhas Education Forest needs to be carried out to encourage increased public awareness about the importance of preserving the forest without losing its benefits of the forest. Furthermore, the community can use the number of visits, both individually and in groups, to the Unhas educational forest for various purposes as a market opportunity to increase income. One of the commodities cultivated by the local community is the oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). Overall, this community service activity is carried out through a series of activities, including lectures, focus group discussions, training and demonstrations, and workshops. This activity is expected to make the community feel the benefits of the forest and play an active role in conserving the forest. In addition, it can improve the welfare of the people living around the forest. The activity results showed that after participating in the training, 75 per cent of the participants were able to explain the stages of mushroom cultivation.
Pendampingan Kelompok Peternak Lebah Trigona: Pengayaan Pakan Dengan Pola Agroforestri Di Desa Rompegading Kabupaten Maros Sitti Nuraeni; Budirman Bahtiar; Andi Detti Yunianti; Baharuddin Baharuddin; Ira Taskirawati; Nurfadilah Latif; Andi Prastiyo; Marwan Rajab
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 2 (2023): April 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i2.1962

Abstract

Abstract: The potential for the development of meliponiculture in and around the Unhas Bengo-Bengo Educational Forest (BEF) can be an alternative business from non-timber forest resources. The have already occupied of part of the community in the BEF area requires an understanding of the benefits of the forest and community empowerment through community service activities. One effort to understand is how to enrich bee feed which integrates meliponiculture and agricultural crop cultivation with agroforestry patterns. The implementation of this activity starts with preparation by entering into agreements with the service team with partners, conducting workshops, distributing plant seeds as a source of nectar and pollen feed. The knowledge of partner group members can increase after attending the workshop from the pre test and post test analysis. Assistance is provided through direct visits to the location of meliponiculture and planting of nectar and pollen source plants.  Keywords: agroforestry pattern; feed enrichment; Stingless bee trigona Abstrak: Potensi pengembangan budidaya lebah trigona di dalam dan sekitar Hutan Pendidikan Bengo-Bengo (HPB) Unhas dapat menjadi usaha alternatif dari sumber daya hutan bukan kayu. Keterlanjuran sebahagian masyarakat berada dalam kawasan HPB mengharuskan perlu diberi pemahaman manfaat hutan dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya pemahaman adalah bagaimana pengayaan pakan lebah yang mengintegrasikan budidaya lebah madu trigona dan budidaya tanaman pertanian dengan pola agroforestri. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari persiapan dengan melakukan kesepakatan tim pengabdian dengan mitra, pelaksanaan workshop, pembagian bibit tanaman sebagai sumber pakan nektar dan polen. Pengetahuan anggota kelompok mitra dapat meningkat setelah mengikuti workshop dari analisis tes awal dan akhir. Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi meliponikultur dan penanaman tanaman sumber nektar dan polen.   Kata kunci: lebah madu trigona; pengayaan pakan; pola agroforestri
PENYULUHAN TEKNIK BERBURU LEBAH LESTARI DAN RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN PANGKEP Sitti Nuraeni; Andi Sadapotto; Budiaman Budiaman; A. Abdillah Abulkhair; Andi Prastiyo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2949-2957

Abstract

Kelurahan Balleangin merupakan salah lokasi perburuan lebah hutan di kaki Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep. Perburuan dan pemanenan madu lebah hutan masih menggunakan teknik pengasapan dan pemanenan semua sisiran sarang lebah hutan. Teknik perburuan dan panen madu yang demikian akan dapat mengancam kelestarian lebah hutan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mulai dari survei lokasi, identifikasi permasalahan masyarakat dengan hutan dan hasil hutan bukan kayu berupa lebah hutan serta analisis solusi pemecahan masalah. Masyarakat melakukan perburuan lebah hutan dengan cara berkelompok yang umumnya terdiri 3 orang dan berusia produktif di bawah 55 tahun. Dua hal yang selalu menjadi ancaman kelestarian lebah dan habitatnya, yaitu pertama cara mengusir lebah masih menggunakan pengasapan berupa obor kemudian ditambatkan pada tiang panjang sesuai ketinggian sarang lebah dan kedua adalah cara panen madu dengan mengambil semua sisiran sarang yang melekat di dahan pohon. Konsep yang ditawarkan adalah mengganti pengasapan dengan sapu lebah dan panen hanya bagian sisiran sarang berisi madu serta informasi model semi budidaya lebah hutan cara tikung.
KONSERVASI LEBAH HUTAN MELALUI SOSIALISASI TEKNIK BERBURU DI DESA CENRANA BARU DAN ROMPEGADING KABUPATEN MAROS Sitti Nuraeni; A Sadapotto; Budiaman Budiaman; Marwan Rajab; Andi Prastiyo; Silvajayanti Silvajayanti; Andi Khairana
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2022): BUDIMAS : VOL. 04 NO. 02, 2022
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v4i2.6726

Abstract

Hutan dan lebah hutan memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat terutama yang berdiam di dalam dan di sekitar hutan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada dua desa yaitu Desa Rompegading dan Desa Cenrana Baru. Desa Rompegading merupakan desa yang masuk dalam zona penyangga di dalam dan di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin. Desa Cenrana Baru masuk dalam Kawasan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulusaraung. Hasil kuesioner, wawancara, diskusi dan pengamatan langsung tentang kebiasaan berburu dan memanen madu lebah hutan yang menunjukkan teknik berburu yang tidak ramah lingkungan dan memanen madu yang tidak lestari. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan workshop untuk memberikan pemahaman konservasi lebah dan hutan dengan tetap mendapatkan manfaat dengan tidak mengabaikan kelestariannya. Setiap tahapan kegiatan telah dilaksanakan dengan baik dan didukung partisipasi masyarakat mitra yang tinggi. Kebiasaan lama berburu dan panen madu hutan yang sudah lama dipraktikkan membutuhkan waktu untuk berubah dan upaya pendampingan.
Edukasi Teknik Berburu Lebah Hutan yang Berkelanjutan dan Pengenalan Teknologi Tikung di Desa Tapporang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Indonesia Sitti Nuraeni; Andi Sadapotto; Baharuddin Baharuddin; Andi Prastiyo; Aldi Aldi; Nurfadilah Latif
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1216

Abstract

Desa Tapporang di Kabupaten Pinrang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan lebah hutan sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK). Namun, permasalahan yang ditemukan adalah adanya praktik berburu dan teknik panen madu yang tidak berkelanjutan dapat mengancam kelestarian lebah hutan endemik Sulawesi (Apis binghamii) dan meningkatkan resiko kebakaran hutan. Kebiasaan berburu dan pemanenan masih menggunakan cara pengasapan dan memanjat pohon yang tinggi serta panen dengan mengambil semua bagian sarang. Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan kelompok tani hutan (KTH) dan penyuluh dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sawitto. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknik berburu ramah lingkungan dan lestari dengan memperkenalkan teknologi tikung. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah identifikasi permasalahan lebih detail dengan cara pengisian kuisener, edukasi melalui penyuluhan dan memperkenalkan teknologi tikung. Hasil identifikasi mendalam adalah pengalaman berburu lebah hutan mitra masih kurang dari 10 tahun dengan jumlah tim berburu 4-5 orang. Mitra sebagian besar (88,9 – 100%) sudah memiliki pengalaman penandaan pohon inang, sudah mampu membedakan koloni siap panen, praktik pengasapan dan panen madu cara sarang diperas. Sebagian besar mitra bahkan ada belum paham (77,8-100%) tentang lilin dan roti lebah. Mitra belum pernah mendapatkan penyuluhan yang serupa (100%). Pada akhirnya semua peserta penyuluhan bersepakat menerima dan akan merubah perilaku berburu yang tidak berkelanjutan dan tidak ramah lingkungan.
Transformasi Pengetahuan Kelembagaan dan Pemasaran secara Digital di Kampung Sabbe’ta Desa Pissing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia Yunianti, Andi Detti; Supratman, Supratman; Nuraeni, Sitti; Pangestu, Kidung Tirtayasa Putra; Prastiyo, Andi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1244

Abstract

Kampung Sabbe’ta di Desa Pising merupakan Sentra Pengembangan Sutra yang memiliki beberapa kelompok masyarakat pengrajin sutra yang aktif menghasilkan benang sutra. Belum adanya kelembagaan yang mendukung kegiatan peruteraan di daerah tersebut sehingga perlu adanya penguatan sistem kelembagaan untuk kegiatan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pada tahun 2024, tim pengadian Fakultas Kehutanan, Unhas fokus pada transfer ilmu pengetahuan tentang pentingnya pembentukan kelembagaan guna meningkatkan produktifitas masyarakat serta strategi promosi kegiatan-kegiatan yang telah ada di Kampung Sabbeta’. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemantapan kelembagaan sentra pengembangan sutra dengan berbagai divisi terutama R&D (Riset and Development), divisi pengemasan dan divisi penjualan. Selain itu membantu memfasilitasi promosi secara daring dan luring. Metode pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan FGD (Fokus Group Discussion). Hasil kegiatan program pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan-masyarakat, diharapkan Kampung Sabbe’ta sebagai sentra pengembangan sutra memiliki kelembagaan yang intergrated mulai dari alur pemasaran, peningkatan produktifitas serta penanganan limbah. Pemerintah dan semua stakeholder dapat menjadi mitra kerjasama yang akan mendukung kegiatan pengembangan sutra terutama di Kampung Sabbe’ta, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
TEKNIK BELAH KOLONI DAN MODEL STUP UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LEBAH TANPA SENGAT Prastiyo, Andi; Muchtar, Andi Asikin; Nuraeni, Sitti; Rahman, Abd.; Latif, Nurfadilah
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1582

Abstract

The productivity of stingless bees in Indonesia is hindered by farmers' limited knowledge of proper beekeeping techniques, such as colony splitting and hive optimization. This community service program aimed to improve productivity by training farmers on effective colony splitting and introducing optimal hive models. Activities included problem identification, material delivery, demonstrations, hands-on practice, and evaluation. The hive model used had dimensions of 15x15x20 cm for the lower section and 30x30x8 cm for the upper topping, supporting colony sustainability. Results showed 70% of farmers had 1-10 years of beekeeping experience, with 60% owning 1-20 colonies. Colony splitting was the main method for increasing colonies (40%), while 70% of farmers harvested honey 1-2 times per year. Training evaluations highlighted improved farmer understanding of colony splitting and hive use, offering practical solutions to enhance stingless bee productivity through better beekeeping practices
PELATIHAN BUDIDAYA LEBAH TRIGONA DENGAN TEKNIK BELAH KOLONI DAN PENGENALAN BENTUK STUP DI DESA ROMPEGADING KABUPATEN MAROS Sitti Nuraeni; Budirman Bahtiar; Andi Detti Yunianti; Budiaman Budiaman; Siti Halimah Larekeng; Andi Prastiyo; Nurfadilah Latif; Marwan Rajab; Gilang Ramadhan; Rehan Rehan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.3076

Abstract

Stingless bees have different local names but are more commonly known as trigona bees. One of the efforts to increase the productivity of trigona bees from their cultivation is colony propagation. The purpose of this community service is to provide training to multiply trigona bee colonies with colony splitting techniques and the introduction of several forms hive of bee. The activity was carried out in the form of a workshop which was attended by two groups of trigona beekeepers. Based on the results of the evaluation through a questionnaire, the training succeeded in increasing the knowledge of participants about the propagation and introduction of the hive form of the trigona bee colony. As a follow-up to this activity, they conducted mentoring activities for trigona beekeeper groups in Rompegading Village, Cenrana District, Maros Regency. Continuous training and mentoring programs will be able to better understand and accelerate independent trigona cultivation groups in managing their meliponiary. Increased income for breeders as direct beneficiaries of meliponiculture.
STRATEGI PEMASARAN, PENGEMASAN DAN PEMANENAN PRODUK UNGGULAN DI KTH MALLAPAOWE, KECAMATAN LILI RIAJA, KABUPATEN SOPPENG, SULAWESI SELATAN Yunianti, Andi Detti; Nuraeni, Sitti; Suhasman, .; Taskirawati, Ira; Agussalim, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5446

Abstract

Salah satu kecamatan di Kabupaten Soppeng adalah Kecamatan Lili Riaja. Kecamatan ini memiliki tujuh Kelompok Tani Hutan (KTH) yang aktif memanfaatkan sumberdaya alam di sekitar hutan. Salah satu KTH yang menjadi mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah KTH Mallapaowe. Permasalahan yang dihadapi mitra, produk mereka memiliki daya saing dan nilai jual yang sangat rendah. Produk yang menjadi andalan KTH Mallapaowe adalah “coin kalua” dan gula semut dari pohon aren. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan nilai jual produk para anggota KTH serta strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk dalam bentuk ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) serta Pelatihan. Selain itu dilakukan pre test dan post test untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan kami. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan dan dikembangkan oleh anggota KTH guna meningkatkan daya jual dan daya saing produk mereka. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan anggota KTH terkait cara pengemasan dan pemanenan madu dari lebah Trigona sp sebesar 37% dari sebelum hingga setelah kegiatan pengabdian ini. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah Ceramah dan FGD mengenai: 1). Strategi pemasaran produk; 2). Berbagai cara pemanenan madu; dan 3). Berbagai contoh kemasan produk. Pelatihan yang diberikan kepada anggota KTH antara lain pembuatan kertas daur ulang untuk bahan pengemasan, cara pengemasan dengan menggunakan mesin fortable “Seal and Vacuum”, membuat berbagai macam contoh kemasan produk yang menarik serta cara pemanenan madu lebah Trigona sp dengan Metode Sedot Madu dengan Spoit/Pipet. Kata Kunci: Kelompok Tani Hutan Mallapaowe, pengemasan, coin kalua, gula semut, Trigona sp.        
SENTRA PENGEMBANGAN SUTERA, DESA PISING, KABUPATEN SOPPENG Yunianti, Andi Detti; Nuraeni, Sitti; Malina, Asmi Citra; Suhasman, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10238

Abstract

Sabbeta Village ', Pising Village, Soppeng Regency is a pilot village for silk development in Soppeng Regency. Service activities undertaken are Focus Group Discussion (FGD) and training. Partners of this community service activity are the Sabbeta Village Farmers Group and the Mega Sutera Farmers Group. The purpose of the FGD is to examine the debates and challenges raised by silk farmers in developing women's relations in Pising Village. From the results of the FGD chose a number of problems to make training materials as a solution for farmers. In general, topics related to farmers are silk related to marketing, low productivity and eco print on silk fabrics. Monopoly-producing marketing makes the price of yarn produced very low. Until now, silk farmers in Soppeng Regency only produce silk yarn, while silk fabric production is in Wajo District. Low productivity because it is related to the importance and the product, especially the yarn produced, is not standard. In addition, women-only societies develop eco-print techniques on silk fabrics. The FGD was closed with a visit to the houses of the people which were used as caterpillars, seed gardens, spinning and souvenir galleries. Based on a review of the FGD results, the activities carried out were training on entrepreneurship, silkworm maintenance and eco print. The business of silkworm maintenance can be optimal if carried out in accordance with the procedure so as to produce threads that meet the standards. The maintenance of silkworms by farmers is very conventional, not in accordance with standard procedures. The results of the eco print technique were not satisfactory because the coloring was not optimal. The training provided is expected to increase their knowledge, so that it becomes a solution to the problem so far.Keywords: Sabbeta Village, Pising Village, silkworm maintenance, eco print. ABSTRAKKampung Sabbeta’, Desa Pising, Kabupaten Soppeng merupakan kampung percontohan untuk pengembangan sutera di Kabupaten Soppeng. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan. Mitra dari kegiatan pengabdian ini, yaitu Kelompok Tani Kampung Sabbeta’ dan Kelompok Tani Mega Sutera. Tujuan dari FGD untuk mengkaji permasalahan dan kendala yang dihadapi para petani sutera dalam mengembang-kan persuteraan di Desa Pising. Dari hasil FGD dipilih beberapa masalah untuk dijadikan bahan pelatihan sebagai solusi dari permasalahan para petani. Secara umum, permasalahan yang dihadapi petani sutera terkait pemasaran, produktifitas yang rendah dan eco print di kain sutera. Pemasaran yang bersifat monopoli membuat harga benang yang dihasilkan sangat rendah. Sampai saat ini, petani-petani sutera di Kabupaten Soppeng hanya menghasilkan benang sutera, sedangkan produksi kain sutera ada di Kabupaten Wajo. Produktifitas yang rendah disebabkan karena ketergantungan akan bibit impor dan produk, khususnya benang yang dihasilkan, tidak standar. Selain itu, masyarakat khususnya para wanita mengem-bangkan teknik eco print di kain sutera. Kegiatan FGD ditutup dengan kunjungan ke rumah-rumah penduduk yang dijadikan tempat pemeliharaan ulat, kebun benih, pemintalan, dan galeri souvenir. Berdasarkan kajian dari hasil FGD, kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan yaitu kewirausahaan, pemeliharaan ulat sutera dan eco print. Usaha pemeliharaan ulat sutera dapat optimal jika dilakukan sesuai dengan prosedur sehingga menghasilkan benang yang memenuhi standar. Pemeliharaan ulat sutera yang dilakukan petani sangat konvensional, tidak sesuai dengan prosedur standar. Hasil teknik eco print yang dikerjakan kurang memuaskan karena pewarnaan belum maksimal. Pelatihan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka, sehingga menjadi solusi dari permasalahan selama ini. Kata kunci: Kampung Sabbeta’, Desa Pising, pemeliharaan ulat sutera, eco print.
Co-Authors . Baharuddin . Suhasman . Syahidah A Agussalim A. Abdillah Abulkhair A. Mujetahid Abd. Rahman ABDUL FATTAH Abdul Fattah Adrayanti Sabar Agussalim, . Ahmad Rifqi Makkasau Al Hidayah Qayyim ALDI ALDI Aldi Aldi ANDI MUJETAHID ANDI PRASTIYO ANDI PRASTIYO ANDI SADAPOTTO ANDI AMINA TIWI Andi Detti Yunianti Andi Detti Yunianti Andi Khairana Andi Mustainah Rusli Andi Nurhidayah Andi Prastiyo Andi Prastiyo Andi Prastiyo Andi Prastiyo ANDI PRASTIYO Andi Prastiyo Andi Prastiyo ANDI PRASTIYO Andi Prastiyo Andi Sadapotto Andi Sadapotto Andi Sadapotto Andi Vika Varadiba Muin ANDRI ARDIANSYAH Asma'ul Khusna HM Asmi Citra Malina, Asmi Citra Astuti Arif Astuti Arif Baharuddin Baharuddin Baharuddin BAHARUDDIN BAHARUDDIN Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Beta Putranto Budi Arty Budiaman Budiaman Budiaman Budiaman Budiaman Budiaman Budiaman Budiaman BUDIAMAN BUDIAMAN Budiaman Budiaman Budiaman, Budiaman Budirman Bahtiar Budirman Bahtiar Chairil Chairil A Diky Wahyudi Edwin NL Fitrah Amalia Harlina IRA TASKIRAWATI Isnul Karima Tullah JAENAR ADELIA NADI Khairunnisa Salsabillah Latif, Nurfadilah Lismayani, Lismayani M. Ridwan Marshabilla Marshabilla Marwan Rajab Marwan Rajab Marwan Rajab Marwan Rajab Mochammad Imron Awalludin Muchtar, Andi Asikin Muin, Andi Vika Faradiba Mujetahid, Andi Ni Wayan Indrayati Nirmala Armidha Nurfadilah Latif Nurfadilah Latif Nurfadilah Latif Nurfadilah Latif NURHAINI NURHAINI NURUL HUDA Pangestu, Kidung Tirtayasa Putra Prastiyo, Andi Rehan Rehan Rifky Makkasau, Ahmad Rizki Amalia RYZA JAZID BAHARUDDIN NUR S Suhasman S, Harlina Silvajayanti Silvajayanti SITI HALIMAH LAREKENG SITI HALIMAH LAREKENG, SITI HALIMAH Soma, Andang Suryana SRI WAHYUNI JUFRI Supratman Supratman, Supratman Syahidah Syahidah Syamsu Alam Syamsu Rijal Syamsuddin Millang Tumanan Tumanan Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyuni