Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Kerja Non-Fisik dan Stres Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Generasi Z di Bandung Nur’aini, Devita; Putri, Ratna Komala
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4578

Abstract

Generasi Z saat ini mendominasi tenaga kerja dan membawa karakteristik unik yang memengaruhi loyalitas karyawan. Ini termasuk kecenderungan mereka untuk berganti pekerjaan lebih sering daripada generasi sebelumnya. Untuk menjaga loyalitas karyawan di generasi ini, lingkungan kerja yang mendukung dan manajemen stres kerja yang tepat merupakan faktor penting yang mempengaruhi loyalitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja non fisik, tingkat stres kerja yang dialami oleh Generasi Z di Kota Bandung dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja non fisik dan stres kerja terhadap loyalitas karyawan pada generasi Z di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 240 responden melalui teknik probability sampling dan pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan SEM-PLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja non-fisik terhadap loyalitas karyawan, dan pengaruh negatif dan signifikan antara stres kerja terhadap loyalitas karyawan, khususnya pada Generasi Z di Kota Bandung. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar perusahaan dapat memastikan kondisi lingkungan kerja non-fisik dan stres kerja setiap karyawan dengan menciptakan suasana kerja yang positif, suportif dan terbuka. Selain itu, perusahaan juga perlu memberikan dukungan psikologis dan manajemen stres agar karyawan mampu menjaga loyalitasnya.
The Influence Of Innovation And Collaboration On Improving Public Service Performance At Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjungpinang Jubaidillah, Jubaidillah; Putri, Ratna Komala
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2.12614

Abstract

Based on the results of the Corruption Free Zone assessment in BKK Tanjungpinang over the last three years, significant improvements are evident in several components, such as Change Management and Management. However, components of Public Services consistently receive low scores, particularly in 2021, with a further decrease observed in 2023. Additionally, the assessment of employee performance in providing services in 2024 reveals categories other than excellent, including good and average.. This study aims to determine and analyze innovation, collaboration, work flexibility and service performance at BKK Tanjungpinang, to determine and analyze the effect of innovation, the effect of collaboration on service performance and This research adopts a quantitative approach by utilizing questionnaires and literature studies as data collection methods. The sampling technique used is probability sampling, which includes six Work Teams (Timker) within the agency. To analyze the data, this study used the Structural Equation Modeling (SEM) method with the Partial Least Square (PLS) approach. The findings of this study reveal that innovation is in a very high category, collaboration is very effective and public service performance is in a very good category. Based on the results of correlation analysis between variables, it can be concluded that the variables of innovation, collaboration, and work flexibility are empirically proven to have an effect on improving public service performance. Simultaneously, the variables of innovation and collaboration, contribute significantly to improving the performance of public services in BKK Tanjungpinang.
Behavioral Biases and Trust in Social Trading: A Mixed-Method Approach Hidajat, Taofik; Hamdani, Muliawan; Putri, Ratna Komala; Ramadhan, Abian Mirza
Jurnal Manajemen Indonesia Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmi.v24i2.7547

Abstract

This research was conducted to extend the study of social trading using the behavioral finance perspective, the role of trust and a mixed-method approach from followers on social trading platforms. This research uses a mixed-method approach. In the first stage, semi-structured interviews were conducted with 11 follower traders by snowball sampling to find out the factors that influence traders' investment and trading behavior through social trading platforms. The second stage will quantitatively test the model using SmartPLS with 342 follower traders. Respondents in the second stage are followers of traders with real accounts on social trading platforms. Data was collected by accidental sampling using an online questionnaire distributed through forums and trader communities. The behavioral finance perspective is the basis of this research because empirical psychology can provide a good explanation when people are faced with uncertainty, which in this case is the uncertainty of trading results. Until now, research on social trading has mostly discussed about behavioral biases from the perspective of top leaders, not followers. Why people trust and mimic the behavior of traders through social trading platforms is an interesting question. Trust plays a vital role in the world of finance and technology, but very little research has addressed the role of trust in social trading. This research closes that gap by discussing the role of trust in social trading from a behavioral finance perspective. The results of this study conclude that Optimism, Herding, Stereotype bias, Confirmation bias, and Hot hand fallacy have a positive effect on trading decisions. Trust in trader leaders also strengthens the influence of optimism and stereotype bias on trading decisions.
Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Kinerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Tingkat Kinerja Pegawai Pada Badan Riset Dan Inovasi Nasional (Brin) Balqis, Khansa Qurratu’ain; Dudija, Nidya; Putri, Ratna Komala
eProceedings of Management Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengeksplorasi kondisi Sistem Informasi Manajemen Kinerja dan Budaya Organisasi yang ada terhadap Tingkat Kinerja Pegawai. serta pengaruh dari Sistem Informasi Manajemen Kinerja dan Budaya Organisasi terhadap Tingkat Kinerja Pegawai. Metode kuantitatif digunakan dengan 163 responden yang merupakan pegawai aktif pada Biro Organisasi Sumber Daya Manusia di BRIN. Analisis deskriptif berdasarkan jawaban responden menunjukan bahwa variabel Sistem Informasi Manajemen Kinerja secara keseluruhan berada dalam kategori baik dengan nilai total skor seluruhnya sebesar 79.55%. Untuk variabel Budaya Organisasi secara keseluruhan dalam kategori sangat baik dengan total skor seluruhnya sebesar 82.86%, sedangkan untuk variabel Kinerja Pegawai dengan skor 83.40% dalam kategori sangat baik. Hasil analisis menggunakan SEMPLS menunjukkan bahwa SIM berpengaruh tidak signifikan secara positif terhadap KP, sedangkan BO berpengaruh signifikan secara positif terhadap KP. Saran yang dapat diberikan adalah Sistem Informasi Manajemen kinerja yang ada harus dibuat layak diaplikasikan oleh pegawai, kurangi pembaharuan pada sistem yang terlalu sering, sehingga sistem dapat digunakan secara maksimal, dan lembaga dapat melakukan pengadaan sosialisasi khusus terkait penggunaan sistem informasi manajemen kinerja. Kata Kunci-sistem informasi manajemen kinerja, budaya organisasi, kinerja pegawai
Pengaruh Flexible Working Arrangement Dan Perceived Organizational Support Terhadap Psychological Well-Being Pada Karyawan Generasi Z Di Indonesia Aritonang, Rayya Amelia Putri; Putri, Ratna Komala
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan psikologis menjadi perhatian utama dalam dunia kerja modern, terutama bagi generasi Z yangmengutamakan fleksibilitas dan dukungan organisasi. Peneliti berharap penelitian ini dapat dijadikan referensi bagimanajemen sumber daya manusia dalam menyusun kebijakan kerja yang sesuai dengan kebutuhan well-being generasiZ di Indonesia dengan pendekatan kuantitatif, deskriptif, dan kasual. Pengumpulan data dilakukan denganmenyebarkan kuesioner kepada 241 responden. Data kemudian dianalisis dengan Structural Equation Model-PartialLeast Squares (SEM-PLS), menggunakan metode purposive sampling. Dari hasil penelitian, didapatkan temuanberupa pengaruh positif dan signifikan dari FWA dan POS terhadap psychological well-being. Temuan ini menegaskanpentingnya organisasi menyediakan fleksibilitas kerja dan meningkatkan dukungan bagi karyawan untuk menciptakankesejahteraan psikologis optimal.Kata Kunci: Flexible Working Arrangement, Perceived Organizational Support, Psychological Well-being.
Membangun Kesejahteraan dan Kesiapan Pulang: Pendampingan Work-Life Balance bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Ratna Komala Putri; Maria Apsari Sugiat; Dian Indiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i2.1720

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri kerap menghadapi tekanan kerja, keterbatasan dukungan sosial, serta tantangan adaptasi lintas budaya yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kesiapan menghadapi kepulangan ke Indonesia. Kurangnya pemahaman mengenai Work-Life Balance (WLB), manajemen stres, serta perencanaan reintegrasi sosial dan keluarga berpotensi menimbulkan kesulitan adaptasi pascapulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam menerapkan Work-Life Balance yang terintegrasi dengan kesiapan reintegrasi dan persiapan pulang ke tanah air. Program dilaksanakan secara luring pada 29–30 November 2025 di Taichung, Taiwan, bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, dengan melibatkan PMI dari berbagai sektor pekerjaan. Metode pelaksanaan meliputi workshop interaktif, diskusi kelompok, sesi reflektif, serta praktik sederhana manajemen stres, mindfulness, dan perencanaan transisi pascapulang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya keseimbangan kerja-kehidupan, kesehatan mental, serta kesiapan psikologis dan sosial dalam menghadapi kepulangan. Peserta mampu mengidentifikasi tantangan personal, merumuskan strategi adaptif, serta menyusun rencana awal reintegrasi keluarga dan sosial. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesiapan mental, kesadaran kesejahteraan, dan arah perencanaan hidup pascapulang PMI. Program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan PMI berbasis kesejahteraan holistik yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah penempatan lainnya.
Pemberdayaan PMI melalui Pelatihan Kewirausahaan Digital Berbasis AI di Taiwan Maria Apsari Sugiat; Ratna Komala Putri; Irni Yunita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i2.1723

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri umumnya masih menghadapi keterbatasan dalam pengembangan keterampilan kewirausahaan, sehingga ketergantungan terhadap remitansi menjadi tantangan jangka panjang bagi kemandirian ekonomi mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam kewirausahaan digital berbasis ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Program dilaksanakan secara luring pada 30 November 2025 di ASEAN Business District, Taichung, Taiwan, dengan melibatkan 50 PMI dari berbagai latar belakang pekerjaan. Metode yang digunakan meliputi workshop interaktif, diskusi, serta praktik langsung penggunaan teknologi digital sederhana dan aplikatif, seperti Canva, Gemini, ChatGPT, dan CapCut, untuk mendukung promosi usaha melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai peluang kewirausahaan digital serta kemampuan awal dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu pemasaran dan pengelolaan usaha. Peserta juga mampu mengidentifikasi ide usaha yang realistis sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan PMI dalam merintis usaha mandiri. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan PMI berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
The Influence Of Physical Work Environment And Work Discipline On Employee Performance: A Study At The Dodol Picnic Garut Production Division Muhammad Raisa Alawi; Ratna Komala Putri; Didin Kristinawati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.51848

Abstract

The decline in workforce performance at Dodol Picnic Garut has become a strategic issue that has impacted productivity and work quality. Two main factors believed to contribute to this problem are an unsupportive physical work environment and low employee discipline. Therefore, this study focuses on analyzing and testing the extent to which the physical work environment and work discipline influence employee performance. This study employs a descriptive quantitative approach using the Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) method. A total of 110 respondents participated in this study through saturated sampling techniques. Data collection was conducted through interviews, participatory observation, and the distribution of structured questionnaires, which were then analyzed using SmartPLS software. The results of the study indicate that the physical work environment variable has a significant and strong influence on improving employee performance, with a p-value of 0.000 for male respondents and 0.003 for female respondents, and an effect size (f²) of 0.531, reflecting a high influence. Meanwhile, the work discipline variable showed a significant influence only on the male respondent group (p = 0.019), but not on the female group (p = 0.248).
Pengaruh Jam Kerja Fleksibel, Kerja dari Rumah, dan Kelelahan Kerja terhadap Work-Life Balance pada Karyawan Generasi Z di Indonesia Misael Anju Manata Sinaga; Ratna Komala Putri
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (Juli - Agustus 2026)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jimt.v7i6.9101

Abstract

Pengaruh jam kerja fleksibel, kerja dari rumah, dan kelelahan kerja terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan pada karyawan Generasi Z di Indonesia. Perubahan pola kerja menjadikan keseimbangan kerja dan kehidupan sebagai isu penting bagi karyawan Generasi Z. Penelitian ini menganalisis pengaruh jam kerja fleksibel, kerja dari rumah, dan kelelahan kerja terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan pada karyawan Generasi Z di Indonesia. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 150 karyawan Generasi Z yang memiliki pengalaman kerja fleksibel dan dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural berbasis kuadrat terkecil parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam kerja fleksibel dan kerja dari rumah berpengaruh positif terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan serta menurunkan kelelahan kerja, sedangkan kelelahan kerja berpengaruh negatif terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan. Kelelahan kerja juga memediasi pengaruh kedua praktik kerja fleksibel tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fleksibilitas kerja meningkatkan keseimbangan kerja dan kehidupan jika kelelahan dikelola dengan baik.
Work Motivation, Compensation, and Turnover Intention: Evidence from Generation Z Employee in Indonesia Abdillah Hakim Mudrik; Ratna Komala Putri
Fundamental and Applied Management Journal Vol. 4 No. 2 (2026): June
Publisher : Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/famj.v4i2.1026

Abstract

Employee turnover intention has increasingly become a valuable issue faced by intitutions, particularly in managing Cohort Z worker. This cohort is widely recognised for its greater tendency to change jobs and its distinctive anticipations regarding the work environment. Previous literature has consistently highlighted compensation and work motivation as important determinants that may shape worker' decisions to either continue working for or leave an intitution. The primary objective of the inquiry is to investigate the influence of compensation and work motivation on the turnover intention of Cohort Z worker in Indonesia. A numerical inquiry design was employed through a cross-sectional survey. The study involved Cohort Z worker residing in Indonesia, who were recruited applaying purposive and non-probability sampling approaches. Data were collected via an online survey disseminated through multiple social media platforms. Following the screening procedure, 210 valid responses were held and examined applaying Fractional Least Squares Systematic Equation Modelling (PLS-SEM). The descriptive diciveries indicated that participants generally expressed favourable perceptions of compensation (71.82%) and work motivation (72.82%). Nevertheless, turnover intention remained relatively pronounced, reaching 77.62%. The systematic model demonstrated that compensation exerted a numerically valuable inverse effect on turnover intention (β = −0.238, t = 2.432, p = 0.016), implying that more rivalrous compensation packages were associated with a lower propensity to leave the intitution. Conversely, work motivation did not exhibit a numerically valuable connection with turnover intention (β = −0.054, t = 0.696, p = 0.487). Furthermore, the explanatory capability of the proposed model was modest, profile for only 7.4% of the observed dispersion in turnover intention (R² = 0.074), proposeing that additional antecedent elements may substantially influence worker' puposes to resign. The outcomes highlight compensation as a strong determinant of turnover intention among Indonesian Cohort Z workers, but work motivation does not valuablely contribute to the proposed framework's explanation. Later study should comprise broader corporate and individual elements to establish a more thorough understanding of the causes affecting turnover intention among Cohort Z worker, given the model's comparatively weak explanatory ability.