Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan dan Persepsi Apoteker dalam Melakukan Skrining Resep Obat Hipertensi pada Ibu Hamil dan Menyusui: Overview of Pharmacists' Knowledge and Perception in Screening Hypertension Drug Prescriptions in Pregnant and Breastfeeding Women Oktianti, Dian; Al Hajar Fuadatus Zurroh; Ade Pratama
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.499

Abstract

The maternal mortality rate in Indonesia in 2021 due to hypertension in pregnancy was 1,077. Pregnant women should get appropriate hypertension drugs and continue until breastfeeding if blood pressure has not stabilized. This study aims to determine pharmacists' knowledge and perceptions of pharmacists towards screening prescriptions for hypertension in pregnant and lactating women so as to increase safety and reduce the risk of maternal and infant mortality. The research method used was descriptive research, data collection using questionnaires and interviews. Respondents in this study were doctors and pharmacists who met the research criteria, namely 20 pharmacists and 3 obstetricians and gynecologists. The results showed 14 (75%) pharmacists answered correctly about hypertension drugs that are safe for pregnant women, 6 (30%) drugs to treat preeclampsia, and 4 (20%) drugs for eclampsia patients. A total of 19 (95%) pharmacists had difficulty serving hypertension prescriptions for pregnant and lactating women and 18 (90%) had difficulty knowing drug safety. The conclusion of this study is the pharmacist's knowledge of hypertension therapy in pregnant and lactating women, the average who answered correctly was 8 (43.75%) people, who experienced difficulties when serving prescriptions as many as 19 (95%) people. All 20 pharmacists (100%) answered that they needed training and information sources regarding safe hypertension therapy for pregnant and lactating women.   ABSTRAK Angka kematian  ibu di Indonesia tahun 2021 yang disebabkan karena hipertensi dalam kehamilan adalah 1.077. Ibu hamil harus mendapatkan obat hipertensi yang sesuai dan dilanjutkan sampai proses menyusui apabila tekanan darah belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi apoteker terhadap skrining resep obat hipertensi pada ibu hamil dan menyusui sehingga meningkatkan keamanan dan menurunkan risiko kematian ibu dan bayi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Responden dalam penelitian ini adalah dokter dan apoteker yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu 20 apoteker dan 3 dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Hasil penelitian menunjukkan 14 (75%) apoteker menjawab benar mengenai obat hipertensi yang aman untuk ibu hamil, 6 (30%) obat untuk mengatasi preeklamsia, dan 4 (20%) obat untuk pasien eklamsia. Sebanyak 19 (95%) apoteker kesulitan melayani resep hipertensi untuk ibu hamil dan menyusui dan 18 (90%) kesulitan mengetahui keamanan obat. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan apoteker terhadap terapi hipertensi pada ibu hamil dan menyusui rata-rata yang menjawab benar adalah 8 (43,75%) orang, yang mengalami kesulitan saat melayani resep sebanyak 19 (95%) orang. Seluruh apoteker 20 (100%) menjawab membutuhkan pelatihan dan sumber informasi mengenai terapi hipertensi yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.
Edukasi Pentingnya SI GIGIS (Suplemen Kalsium dan Higienitas Gigi Susu) pada Siswa TK Nurul Izzah Karminingtyas, Sikni Retno; Dian Oktianti; Siti Haryani
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v4i3.975

Abstract

Balita pendek di Indonesia masih tinggi dan merupakan masalah kesehatan yang harus ditanggulangi. Zat gizi mikro seperti kalsium sangat penting perannya dalam pertumbuhan linier anak. Pertumbuhan yang optimal, terutama memanjangnya tulang, membutuhkan asupan protein dan kalsium dalam jumlah yang cukup. Kalsium berperan penting dalam proses pertumbuhan seseorang terutama pada anak. Kalsium merupakan unsur utama dari tulang dan gigi. Berdasarkan survei yang telah dilakukan perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang edukasi pentingnya suplemen kalsium dan higienitas pada gigi susu di TK Nurul Izzah Candirejo. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi pengetahuan arti penting kalsium dan kebersihan pada gigi susu anak. Kegiatan ini dilakukan pada siswa TK Nurul Izzah, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada awal bulan Februari 2024 dengan tema edukasi Pentingnya Si Gigis (Suplemen Kalsium dan Higienitas Gigi Susu) pada Siswa. Materi yang akan diberikan pada siswa tersebut mencakup pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya kalsium bagi anak, sumber makanan yang mengandung kalsium dan perilaku gosok gigi yang benar. Berdasarkan materi yang sudah disampaikan, para siswa semakin tahu akan pentingnya kebutuhan kalsium dalam makanan dan minuman, contoh sumber kalsium serta cara merawat dan membersihkan gigi yang benar. Hal ini terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat bahwa mereka bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim. Harapan dari kegiatan ini kedepannya para orang tua beserta guru akan lebih selalu memperhatikan dan mengingatkan terkait dengan pentingnya kalsium dan cara merawat gigi yang benar.
Analisis Kesesuaian Pelayanan Farmasi Klinik di Apotek Sumber Waras Kota Salatiga terhadap Permenkes RI No 73 Tahun 2016: Analysis Of The Conformity Of Clinical Pharmacy Services At Sumber Waras Pharmacy, Salatiga City Towards The Regulation Of The Minister Of Health Of The Republic Of Indonesia No. 73 Of 2016 Nabila Ghassani Adani; Oktianti, Dian
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.566

Abstract

Clinical pharmacy services in pharmacies have an important role in ensuring the rational and appropriate use of drugs by patients. Pharmaceutical Service Standards are established to serve as guidelines for the implementation of quality pharmaceutical services. The guideline referred to in this study is Permenkes RI No. 73 of 2016. This study aims to analyze the level of conformity of pharmaceutical services at Sumber Waras Pharmacy with established standards. This study used an analytical descriptive approach with data collection techniques direct observation of pharmacists. Data collection was carried out by sampling 85 prescriptions. The data were analyzed and presented in percentage form to assess the level of conformity to various aspects of service standards, such as prescription review and dispensing. The study showed that Sumber Waras Pharmacy had a good category with a percentage in the aspects of prescription review of 100% and drug dispensing of 100%. The level of conformity of clinical pharmacy services in the aspects of prescription review and prescription service at Sumber Waras Pharmacy, Salatiga City is in the good category.   ABSTRAK Pelayanan farmasi klinik di apotek memiliki peran penting untuk memastikan penggunaan obat yang rasional dan tepat kepada pasien. Standar Pelayanan Kefarmasian yang ditetapkan untuk menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pelayanan farmasi yang berkualitas. Adapun pedoman yang diacu dalam penelitian ini adalah Permenkes RI No 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian pelayanan farmasi di Apotek Sumber Waras dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data observasi langsung terhadap apoteker. Pengambilan data dilakukan dengan sampling sebanyak 85 resep. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk persentase untuk menilai tingkat kesesuaian terhadap berbagai aspek standar pelayanan, seperti pengkajian resep dan dispensing. Penelitian menunjukkan bahwa Apotek Sumber Waras memiliki kategori baik dengan persentase dalam aspek pengkajian resep 100% dan dispensing obat 100%. Tingkat kesesuaian pelayanan farmasi klinik dalam aspek pengkajian resep dan pelayanan resep Apotek Sumber Waras Kota Salatiga dalam kategori baik.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL KEPADA REMAJA DI DESA TLOGOMULYO oktianti, dian; Siswati, Siswati
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i1.14774

Abstract

ABSTRAKRemaja rentan mengalami permasalahan kesehatan reproduksi yang disebabkan karena kurangnya informasi yang diterima. Saat ini jumlah remaja yang mengalami permasalahan kesehatan reproduksi dan menderita infeksi menular seksual mengalami peningkatan. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi pada remaja, melalui kelompok remaja di Desa Tlogomuyo mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual sehingga akan mengurangi permasalahan terkait dengan kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kepada kelompok remaja Desa Tlogomulyo yang berjumlah 16 orang. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, maka dilakukan pretes dan postes, sebelum dan sesudah pemberian materi edukasi. Hasil rata-rata pretes adalah 58,75 dan rata-rata postes meningkat menjadi 90. Hal ini menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular sesksual, terjadi peningkatan pengetahuan peserta. Diharapakan setelah kelompok remaja mengetahui mengenai informasi ini, dapat memberikan informasi yang tepat kepada remaja lain di lingkungannya sehingga akan menurunkan permasalahan mengenai kesehatan repoduksi pada remaja. Kata kunci: remaja; edukasi; kesehatan reproduksi; infeksi menular seksual ABSTRACTAdolescents are vulnerable to reproductive problems caused by a lack of information received. Currently, the number of adolescents experiencing reproductive health problems and suffering from sexually transmitted infections has increased. This service activity aims to provide education to adolescents, through youth groups in Tlogomuyo Village regarding reproductive health and sexually transmitted infections so that it will reduce problems related to adolescent reproductive health. The method used in this activity was to provide counseling to a group of 16 youths in Tlogomulyo Village. To determine the effect of counseling on the level of knowledge, pretest and posttest were carried out, before and after the provision of educational materials. The average pre-test result was 58.75 and the post-test average increased to 90. This shows that after being given education about reproductive health and sexually transmitted infections, participants' knowledge increased. It is hoped that after the youth group knows about this information, it can provide appropriate information to other adolescents in their environment so that it will reduce problems regarding reproductive health in adolescents. 
Evaluasi Ketepatan Pemilihan Antibiotik Seftriakson pada Pasien Rawat Inap di RSI Sultan Agung Semarang Oktianti, Dian
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.173

Abstract

Latar Belakang : Seftriakson adalah antibiotik generasi tiga yang berasal dari golongan sefalosporin dan memiliki efek antibakterial dengan spektrum luas. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kejadian Drug Related Problem berdasarkan indikator pemilihan obat pada pasien rawat inap di RSI Sultan Agung Semarang yang menggunakan antibiotik seftriakson. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental, dan pengambilan data secara retrospektif. Pemilihan pasien dilakukan secara purposive sampling, sampel yang diambil sebanyak 100 pasien. Hasil: Ketepatan pemilihan obat berdasarkan PCNE sebanyak 8% pasien tidak tepat pemilihan obat dan 92% tepat pemilihan obat. Pemilihan obat dengan parameter sesuai pedoman/formularium 5% tidak tepat, tidak ditemukan obat yang dikontraindikasikan sehingga ketepatan pemilihan 100%, kombinasi obat-obatan yang tidak tepat sebanyak 3%, duplikasi obat pada kelompok terapeutik yang tidak tepat sebanyak 1%. Kesimpulan : Diagnosa terbanyak yang mendapatkan antibiotic seftriakson adalah demam tifoid. Ketepatan pemilihan obat sebanyak 92% pasien tepat pemilihan antibiotik seftriakson.
GAMBARAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RST. DR. ASMIR SALATIGA Putri, Nanda Ariyanto; Oktianti, Dian
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i2.335

Abstract

Peningkatan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik ≥140 mmHg/ ≥90 mmHg setelah dua kali pengukuran secara terpisah dapat disebut sebagai hipertensi. Pengobatan hipertensi tunggal dan hipertensi disertai diabetes mellitus memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran obat antihipertensi yang digunakan pada pasien rawat jalan yang menderita hipertensi tunggal serta hipertensi dan diabetes mellitus (DM) tipe 2. Penelitian deskriptif dengan pengambilan data rekam medis secara retrospektif. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien hipertensi rawat jalan usia 26-65 tahun pada bulan Mei-Juni tahun 2023, sedangkan kriteria eksklusi adalah data rekam medis yang tidak lengkap. Data diambil secara purpossive sampling, dan diperoleh 60 rekam medis yang memenuhi kriteria. Sebanyak 53,33% penderita hipertensi tunggal adalah perempuan dan 53,33% hipertensi dengan DM tipe 2 diderita oleh laki-laki, serta banyak dialami pada usia 56-65 tahun. Pada pasien hipertensi tunggal menggunakan 1 obat (16,67%), 2 obat (70%) dan 3 obat (13,33%). Pasien hipertensi dengan DM tipe 2 menggunakan 1 obat (46,66%), 2 obat (36,67%) dan 3 obat (16,67%). Obat yang digunakan pada kedua kelompok adalah golongan diuretik, CCB, ARB dan beta-blocker. Penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi tunggal yang paling banyak yaitu 2 obat CCB + ARB (70%) dan untuk hipertensi dengan DM tipe 2 paling banyak menggunakan 1 obat yaitu ARB (33,33%).
Tingkatkan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak Usia Pra Sekolah di PAUD Cahya Mentari Layyinatunnisa, Dinda Frieska; Putri, Erly Hersina; Rahmawati, Lili; Saviana, Nur Winda; Erwiyani, Agitya Resti; Oktianti, Dian
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i1.787

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mulut berupa kebiasaan buruk, keturunan, dan lingkungan. Di indonesia, prevalensi penyakit periodental tinggi, terutama di kalangan orang dewasa. Oleh sebab itu kesehatan gigi pada anak perlu dijaga sejak dini, karena gigi susu lebih rentan. Untuk mengatasi hal tersebut maka diadakan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Tingkatkan Perilaku Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Usia Pra Sekolah di PAUD Cahya Mentari. Diharapkan dari edukasi ini anak-anak dapat memahami cara menggosok gigi yang baik dan benar. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat kali ini adalah pemaparan materi mengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut dilanjutkan kuis dan pembagian doorprize kemudian demonstrasi sikat gigi dan pembagian snack kepada masing-masing peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 18 anak-anak dan 5 guru yang mengikuti kegiatan ini, memiliki pengetahuan yang baik terkait materi yang telah disampaikan.
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Puri Farma Mengenai Beyond Use Date (BUD) pada Sediaan Farmasi: Evaluation of Patient Knowledge Level at Puri Farma Pharmacy Regarding Beyond Use Date (BUD) on Pharmaceutical Preparations Silva Hati Nurani; Oktianti, Dian; Riska Aninda Putri; Lutfia Nur Latifah; Yolanda Listyana Basuki
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.633

Abstract

Many patients still show some inconsistencies in the use of medicines, particularly regarding the shelf life of pharmaceutical preparations. These inconsistencies occur due to patients' lack of understanding of the expiration date or Beyond Use Date (BUD) of pharmaceutical preparations. his study aims to analyze the level of knowledge of patients at Puri Farma Pharmacy in Salatiga regarding the BUD of pharmaceutical preparations. The research method used was quantitative non-experimental with a descriptive analytical design and a cross-sectional approach. he data were processed using Microsoft Excel. Research data were obtained directly through a questionnaire consisting of 14 statements regarding the BUD. The questionnaire was tested for validity and reliability before use. A total of 75 patients participated in this study. The results of this study showed that 72% of patients were aged ≤ 25 years and female. There were two questions that were answered correctly by 96% of respondents, namely those related to storage temperature, and there was one question that was only answered correctly by 60% of respondents, namely regarding dry syrup preparations that have undergone reconstitution and can be used for a maximum of 7-14 days. The conclusion of this study was that 13 respondents (17.33%) had sufficient knowledge and 62 respondents (82.67%) had good knowledge. This shows the importance of conducting education on the Expiration Date (BUD).   ABSTRAK Banyak pasien masih menunjukkan beberapa ketidaksesuaian dalam penggunaan obat, khususnya terkait masa pakai sediaan farmasi. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman pasien terhadap batas waktu penggunaan obat atau Beyond Use Date (BUD) sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan pasien di Apotek Puri Farma Salatiga mengenai BUD pada sediaan farmasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Data diolah menggunakan microsoft excel. Data penelitian diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang terdiri dari 14 pernyataan mengenai BUD. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Responden yang ikut serta dalam penelitian ini sebanyak 75 pasien. Hasil penelitian ini diketahui 72% pasien berusia ≤ 25 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Terdapat 2 pertanyaan yang dijawab benar oleh 96% responden yaitu terkait dengan suhu penyimpanan dan terdapat 1 pertanyaan yang hanya dijawab benar oleh 60% responden, yaitu mengenai obat sediaan sirup kering yang mengalami rekonstitusi maksimal digunakan 7-14 hari. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh hasil 13 responden (17,33%) yang memiliki pengetahuan cukup dan 62 responden (82,67%) berpengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya dilakukan penyuluhan mengenai BUD.
Hubungan Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komorbid Hipertensi terhadap Kepatuhan Minum Obat Menggunakan MARS-5: The Relationship Between the Characteristics of Type 2 Diabetes Mellitus Patients with Comorbid Hypertension on Medication Adherence using MARS-5 Dian Oktianti; Sikni Karminingtyas
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 02 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i02.3504

Abstract

Diabetes mellitus is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia and abnormalities in carbohydrate, fat and protein metabolism. Diabetes mellitus treatment requires a long period of time, so patients are expected to be compliant in taking medication. High adherence to medication can reduce complications of diabetes mellitus. The aim of the study was to determine the relationship between the characteristics of type 2 diabetes mellitus patients who have comorbid hypertension and patient compliance in taking antihypertensive medication. This research is a non-experimental quantitative research with a cross sectional design. The research sample was type 2 diabetes mellitus sufferers with hypertension who received an antihypertensive therapy regimen. The sampling technique used convenience sampling and a total sample of 79 patients was obtained. Adherence to taking antihypertensive medication was measured using the Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) questionnaire. Univariate data analysis to describe patient characteristics and bivariate analysis to determine the relationship between patient characteristics and compliance levels using the Chi square test with a confidence level of 95%. The results showed that the level of compliance with taking antihypertensive medication based on the MARS-5 questionnaire was 30 patients (37.97%) classified as high and 49 patients (62.03%) classified as low with a mean MARS-5 value of 23.06 ± 2.14. There was a relationship between patient characteristics and the level of adherence to taking antihypertensive medication with significant value more than 0.05 (gender p= 0.974; age p= 0.757; education level p= 1.000).   ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah melebihi nilai normal. Pengobatan diabetes melitus membutuhkan jangka waktu lama, sehingga pasien diharapkan patuh dalam minum obat. Kepatuhan minum obat yang tinggi dapat menurunkan penyakit komplikasi diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang mempunyai komorbid hipertensi terhadap kepatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian yaitu penderita diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi yang mendapatkan regimen terapi antihipertensi. Teknik sampling menggunakan convenience sampling dan didapatkan total sampel 79 pasien. Kepatuhan minum obat antihipertensi diketahui dengan kuesioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5). Data dianalisa secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan menggunakan uji chi square dengan taraf kepercayaan 95%. Penelitian memperlihatkan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi berdasarkan kuesioner MARS-5 sebanyak 30 pasien (37,97%) tergolong tinggi dan 49 pasien (62,03%) tergolong rendah dengan rerata nilai MARS-5 yaitu 23,06 ± 2,14. Terdapat hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan nilai signifikansi lebih dari 0,05 (jenis kelamin p= 0,974; usia p= 0,757; tingkat pendidikan p= 1,000).
Kenali dan Kendalikan Hipertensi: Edukasi Kesehatan Untuk Masyarakat di Alun-Alun Bung Karno Niken Dyahariesti; Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.740

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan hipertensi, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, penerapan pola hidup sehat, serta pemanfaatan terapi pendukung masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi melalui kegiatan edukasi kesehatan di ruang publik. Kegiatan dilaksanakan di Alun-Alun Bung Karno Ungaran dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan awal, persiapan materi edukasi, serta pelaksanaan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan respons masyarakat yang sangat positif, yang ditandai dengan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan edukasi serta keaktifan dalam mengajukan pertanyaan terkait penyebab, pengobatan, dan pencegahan hipertensi. Ditemukan bahwa cukup banyak masyarakat yang menderita hipertensi, namun sebagian besar belum memahami pentingnya kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur dan masih menerapkan pola hidup berisiko tinggi, seperti konsumsi makanan tinggi lemak dan gula serta kurangnya aktivitas fisik. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat herbal sebagai terapi pendukung hipertensi masih terbatas. Edukasi yang diberikan terbukti mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan hipertensi serta mendorong upaya pencegahan bagi diri sendiri dan anggota keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di ruang publik merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi.
Co-Authors Abririn, Martina Lestiana Ade Pratama admin, Yulistiawan Ardita Agitya Resti Erwiyani Al Hajar Fuadatus Zurroh Ambarsari, Utami Angelica, Dita Aprilliana R, Melati Aprinda Nurul Janah Azahra, Intan Chotifah, Tila Noer Coreira, Lidya Coreira De Cruz Poety, Cresensia Apolonia Devia, Uci Asna Dewi, Nurul Fitria Dian Retno Wati Dina Sihot Rejeki Gultom Dini Otavianingsih Dita Angelica Djoko Wahyono Djoko Wahyono Elvansi, M. erika, nurlia Erna Kustiyaningsih Eunike Panjaitan Fajriani, Windha Novia Fiki Wijayanti Galih Y, Yunita Hasani Furdianti, Nova Hati, Anita Kumala Hidayah Karuniawati I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara Istianatus Sunnah Jatmiko Rahmat Jatmiko Susilo Jaya Ramadey Bangsa Karina Febrianti Kustiyaningsih, Erna Kusuma, Arinda Maya Layyinatunnisa, Dinda Frieska Lidya Coreira Coreira Luh Putu Indah Arviani Luh Putu Mahatrianti Eningsari Luhurningtyas, Fania Putri Lutfia Nur Latifah M. Elvansi Mariatun, Mariatun Martina Lestiana Abririn Maulida Hayati Meiji Pujiawati Melati Aprilliana Ramadhani, Melati Aprilliana Muhammad Alim Nabila Ghassani Adani Nabila Hi Daud Nanda Ariyanto Putri Natasya Ayu Lestari Ni Luh Ayu Mahyuni Niken Dyah Ariesti Niken Dyaharesti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti, Nova Hasani Novanita Puspa Kencana Nur Hasanah Nurul Fitria Dewi Nurul Huda Setiawan Nurul Maulidya Otavianingsih, Dini Poety, Cresensia Apolonia Da Cruz Pujiawati, Meiji Putri, Erly Hersina Putri, Nanda Ariyanto Putu Ayu Danung Ningrat Putu Putri Septina Widyadewi Ragil Setia Dianingati Ragil Setia Dianingati Rahmadi, Romi Rahmadi Rahmawati, Lili Richa Yuswantina Rina Suryati Riska Aninda Putri Romi Rahmadi Rahmadi Rozalia Sandriana, Mira Saviana, Nur Winda Sikni Karminingtyas Sikni Retno Karminingtyas Silva Hati Nurani Sismawati Siswati Siswati Siti Haryani Sugeng Maryanto Thalia Dwi Septiyawati Utami Ambarsari Windha Novia Fajriani Windy Harly Yolanda Listyana Basuki Yunita Galih Y Zakky Cholisoh Zaskia, Annisa Vera