Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Puri Farma Mengenai Beyond Use Date (BUD) pada Sediaan Farmasi: Evaluation of Patient Knowledge Level at Puri Farma Pharmacy Regarding Beyond Use Date (BUD) on Pharmaceutical Preparations Silva Hati Nurani; Oktianti, Dian; Riska Aninda Putri; Lutfia Nur Latifah; Yolanda Listyana Basuki
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.633

Abstract

Many patients still show some inconsistencies in the use of medicines, particularly regarding the shelf life of pharmaceutical preparations. These inconsistencies occur due to patients' lack of understanding of the expiration date or Beyond Use Date (BUD) of pharmaceutical preparations. his study aims to analyze the level of knowledge of patients at Puri Farma Pharmacy in Salatiga regarding the BUD of pharmaceutical preparations. The research method used was quantitative non-experimental with a descriptive analytical design and a cross-sectional approach. he data were processed using Microsoft Excel. Research data were obtained directly through a questionnaire consisting of 14 statements regarding the BUD. The questionnaire was tested for validity and reliability before use. A total of 75 patients participated in this study. The results of this study showed that 72% of patients were aged ≤ 25 years and female. There were two questions that were answered correctly by 96% of respondents, namely those related to storage temperature, and there was one question that was only answered correctly by 60% of respondents, namely regarding dry syrup preparations that have undergone reconstitution and can be used for a maximum of 7-14 days. The conclusion of this study was that 13 respondents (17.33%) had sufficient knowledge and 62 respondents (82.67%) had good knowledge. This shows the importance of conducting education on the Expiration Date (BUD).   ABSTRAK Banyak pasien masih menunjukkan beberapa ketidaksesuaian dalam penggunaan obat, khususnya terkait masa pakai sediaan farmasi. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman pasien terhadap batas waktu penggunaan obat atau Beyond Use Date (BUD) sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan pasien di Apotek Puri Farma Salatiga mengenai BUD pada sediaan farmasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Data diolah menggunakan microsoft excel. Data penelitian diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang terdiri dari 14 pernyataan mengenai BUD. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Responden yang ikut serta dalam penelitian ini sebanyak 75 pasien. Hasil penelitian ini diketahui 72% pasien berusia ≤ 25 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Terdapat 2 pertanyaan yang dijawab benar oleh 96% responden yaitu terkait dengan suhu penyimpanan dan terdapat 1 pertanyaan yang hanya dijawab benar oleh 60% responden, yaitu mengenai obat sediaan sirup kering yang mengalami rekonstitusi maksimal digunakan 7-14 hari. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh hasil 13 responden (17,33%) yang memiliki pengetahuan cukup dan 62 responden (82,67%) berpengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya dilakukan penyuluhan mengenai BUD.
Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021 Oktianti, Dian; Septina Widyadewi, Putu Putri; Wati, Dian Retno
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i2.2578

Abstract

Interaksi obat adalah sesuatu yang harus diperhatikan pada pasien yang mendapatkan jenis obat dalam jumlah yang banyak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana dalam penanganannya biasanya memerlukan lebih dari satu obat. Sehingga pasien hipertensi akan rentan mengalami kejadian efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan mengambil 90 sampel data rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi periode Oktober-Desember 2021. Potensi interaksi obat dianalisis berdasarkan mekanisme dan tingkat keparahan interaksi obat menggunakan aplikasi IBM Micromedex®, www.drugs.com dan jurnal-jurnal pendukung. Dari 90 resep yang dianalisa 56% pasien masuk dalam kategori lansia lanjut dan manula. Resep obat antihipertensi Didapatkan 34 resep (36%) berpotensi mengalami interaksi obat. Semua resep 100% mengalami mekanisme interaksi secara farmakodinamik. Berdasarkan tingkat keparahannya, didapatkan 12% resep berpotensi mengalami interaksi mayor serta 88% resep berpotensi interaksi moderate. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38%.  Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pengobatan hipertensi pada penelitian ini sebanyak 73 % menggunakan kombinasi 2 antihipertensi. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. Tingkat keparahan yang terjadi adalah keparahan mayor 12% dan keparahan moderate 88%. Dimana kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interaksi antara obat hipertensi adalah moderate, sehingga perlu pengawasan dalam penggunaannya.
Hubungan Efektivitas Pemberian Video Edukasi dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Janah, Aprinda Nurul; Oktianti, Dian
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6485

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Penting bagi pasien untuk memahami instruksi pengobatan agar tingkat kepatuhan dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video edukasi terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas. Metode penelitian ini menggunakan rancangan non randomized control group pretest posttest design. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Total Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 30 responden dengan 15 responden sebagai kelompok kontrol dan 15 responden sebagai kelompok perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan kuesioner MMAS-8 . Berdasarkan MMAS-8 di Puskesmas Bergas pada kelompok kontrol sebelum intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (86,7%), sedang (13,3%), dan tinggi (0%). Sedangkan sesudah intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (80,0%), sedang (20,0%), dan tinggi (0%). Pada kelompok perlakuan sebelum intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (73,3%), sedang (26,7%), dan tinggi (0%). Sedangkan sesudah intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (13,3%), sedang (60,0%), dan tinggi (26,7%). Hasil kepatuhan minum obat pada kelompok intervensi berdasarkan MMAS-8 dilakukan uji menggunakan paired sample t-test dan diperoleh nilai p<0,001 0,00 (p<0,05). Video edukasi dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas secara siginifikan.
Kenali dan Kendalikan Hipertensi: Edukasi Kesehatan Untuk Masyarakat di Alun-Alun Bung Karno Dyahariesti, Niken; Karminingtyas, Sikni Retno; Oktianti, Dian
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.740

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan hipertensi, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, penerapan pola hidup sehat, serta pemanfaatan terapi pendukung masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi melalui kegiatan edukasi kesehatan di ruang publik. Kegiatan dilaksanakan di Alun-Alun Bung Karno Ungaran dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan awal, persiapan materi edukasi, serta pelaksanaan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan respons masyarakat yang sangat positif, yang ditandai dengan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan edukasi serta keaktifan dalam mengajukan pertanyaan terkait penyebab, pengobatan, dan pencegahan hipertensi. Ditemukan bahwa cukup banyak masyarakat yang menderita hipertensi, namun sebagian besar belum memahami pentingnya kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur dan masih menerapkan pola hidup berisiko tinggi, seperti konsumsi makanan tinggi lemak dan gula serta kurangnya aktivitas fisik. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat herbal sebagai terapi pendukung hipertensi masih terbatas. Edukasi yang diberikan terbukti mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan hipertensi serta mendorong upaya pencegahan bagi diri sendiri dan anggota keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di ruang publik merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi.
Analisis Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Analysis of the Effect of Medication Adherence on Blood Glucose Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Natasya Ayu Lestari; Oktianti, Dian
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.726

Abstract

The prevalence of type 2 diabetes mellitus continues to rise, which will impact patients’ quality of life. Patient adherence to medication is a key factor in controlling blood glucose levels. The objective of this study was to determine the relationship between medication adherence and blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 35 patients with type 2 diabetes mellitus enrolled in the Prolanis program, selected using total sampling. Medication adherence was measured using the pill count method, while fasting blood glucose levels were obtained from clinical examination results. The results of this study indicate that a majority of patients demonstrated medication adherence in the compliant category (94.3%) and uncontrolled blood glucose levels (74.3%). The Spearman’s test showed a p-value of 0.406 > 0.05, indicating no significant association between the two variables. The correlation coefficient was 0.145, suggesting a positive but very weak relationship between the two variables. The conclusion of this study is that patients’ blood glucose levels are not solely influenced by medication adherence; therefore, additional interventions such as education for patients and their families are necessary.   ABSTRAK Prevalensi Diabetes melitus tipe 2 terus meningkat sehingga akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Kepatuhan pasien dalam minum obat menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 35 pasien diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis di Puskesmas Ambarawa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan minum obat diukur dengan metode pill count, sedangkan kadar gula darah puasa diperoleh dari hasil pemeriksaan klinis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian pasien memiliki kepatuhan minum obat dalam kategori patuh (94,3%) dan kadar gula darah yang tidak terkontrol (74,3%). Uji Spearman menunjukkan nilai p-value 0,406 > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antar dua variabel, hasil korelasi menunjukkan nilai 0,145, sehingga hubungan kedua variable memiliki arah yang positif dan sangat lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar gula darah pasien tidak hanya dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat, sehingga diperlukan intervensi lain seperti edukasi kepada pasien dan keluarganya.
Hubungan Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komorbid Hipertensi terhadap Kepatuhan Minum Obat Menggunakan MARS-5: The Relationship Between the Characteristics of Type 2 Diabetes Mellitus Patients with Comorbid Hypertension on Medication Adherence using MARS-5 Dian Oktianti; Sikni Karminingtyas
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 02 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i02.3504

Abstract

Diabetes mellitus is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia and abnormalities in carbohydrate, fat and protein metabolism. Diabetes mellitus treatment requires a long period of time, so patients are expected to be compliant in taking medication. High adherence to medication can reduce complications of diabetes mellitus. The aim of the study was to determine the relationship between the characteristics of type 2 diabetes mellitus patients who have comorbid hypertension and patient compliance in taking antihypertensive medication. This research is a non-experimental quantitative research with a cross sectional design. The research sample was type 2 diabetes mellitus sufferers with hypertension who received an antihypertensive therapy regimen. The sampling technique used convenience sampling and a total sample of 79 patients was obtained. Adherence to taking antihypertensive medication was measured using the Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) questionnaire. Univariate data analysis to describe patient characteristics and bivariate analysis to determine the relationship between patient characteristics and compliance levels using the Chi square test with a confidence level of 95%. The results showed that the level of compliance with taking antihypertensive medication based on the MARS-5 questionnaire was 30 patients (37.97%) classified as high and 49 patients (62.03%) classified as low with a mean MARS-5 value of 23.06 ± 2.14. There was a relationship between patient characteristics and the level of adherence to taking antihypertensive medication with significant value more than 0.05 (gender p= 0.974; age p= 0.757; education level p= 1.000).   ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah melebihi nilai normal. Pengobatan diabetes melitus membutuhkan jangka waktu lama, sehingga pasien diharapkan patuh dalam minum obat. Kepatuhan minum obat yang tinggi dapat menurunkan penyakit komplikasi diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang mempunyai komorbid hipertensi terhadap kepatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian yaitu penderita diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi yang mendapatkan regimen terapi antihipertensi. Teknik sampling menggunakan convenience sampling dan didapatkan total sampel 79 pasien. Kepatuhan minum obat antihipertensi diketahui dengan kuesioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5). Data dianalisa secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan menggunakan uji chi square dengan taraf kepercayaan 95%. Penelitian memperlihatkan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi berdasarkan kuesioner MARS-5 sebanyak 30 pasien (37,97%) tergolong tinggi dan 49 pasien (62,03%) tergolong rendah dengan rerata nilai MARS-5 yaitu 23,06 ± 2,14. Terdapat hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan nilai signifikansi lebih dari 0,05 (jenis kelamin p= 0,974; usia p= 0,757; tingkat pendidikan p= 1,000).
Co-Authors Abririn, Martina Lestiana Ade Pratama admin, Yulistiawan Ardita Agitya Resti Erwiyani Al Hajar Fuadatus Zurroh Ambarsari, Utami Angelica, Dita Aprilliana R, Melati Azahra, Intan Chotifah, Tila Noer Coreira, Lidya Coreira De Cruz Poety, Cresensia Apolonia Devia, Uci Asna Dewi, Nurul Fitria Dina Sihot Rejeki Gultom Dini Otavianingsih Dita Angelica Djoko Wahyono Djoko Wahyono Elvansi, M. Eningsari, Luh Putu Mahatrianti erika, nurlia Erna Kustiyaningsih Eunike Panjaitan Fajriani, Windha Novia Fiki Wijayanti Galih Y, Yunita Hasani Furdianti, Nova Hati, Anita Kumala Hidayah Karuniawati I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara Istianatus Sunnah Janah, Aprinda Nurul Jatmiko Rahmat Jatmiko Susilo Jaya Ramadey Bangsa Karina Febrianti Kusuma, Arinda Maya Layyinatunnisa, Dinda Frieska Lidya Coreira Coreira Luh Putu Indah Arviani Luhurningtyas, Fania Putri Lutfia Nur Latifah M. Elvansi Mahyuni, Ni Luh Ayu Mariatun, Mariatun Martina Lestiana Abririn Maulida Hayati Meiji Pujiawati Melati Aprilliana Ramadhani, Melati Aprilliana Muhammad Alim Nabila Ghassani Adani Nabila Hi Daud Nanda Ariyanto Putri Natasya Ayu Lestari Niken Dyah Ariesti Niken Dyaharesti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti, Nova Hasani Novanita Puspa Kencana Nur Hasanah Nurul Fitria Dewi Nurul Huda Setiawan Nurul Maulidya Otavianingsih, Dini Poety, Cresensia Apolonia Da Cruz Pujiawati, Meiji Putri, Erly Hersina Putri, Nanda Ariyanto Putu Ayu Danung Ningrat Ragil Setia Dianingati Ragil Setia Dianingati Rahmadi, Romi Rahmadi Rahmawati, Lili Richa Yuswantina Rina Suryati Riska Aninda Putri Romi Rahmadi Rahmadi Rozalia Sandriana, Mira Saviana, Nur Winda Septina Widyadewi, Putu Putri Sikni Karminingtyas Sikni Retno Karminingtyas Silva Hati Nurani Sismawati Siswati Siswati Siti Haryani Sugeng Maryanto Thalia Dwi Septiyawati Utami Ambarsari Wati, Dian Retno Windha Novia Fajriani Windy Harly Yolanda Listyana Basuki Yunita Galih Y Zakky Cholisoh Zaskia, Annisa Vera