Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Denpasar Periode Oktober-Desember 2021 Dian Oktianti; Putu Putri Septina Widyadewi; Dian Retno Wati
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i2.2578

Abstract

Interaksi obat adalah sesuatu yang harus diperhatikan pada pasien yang mendapatkan jenis obat dalam jumlah yang banyak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana dalam penanganannya biasanya memerlukan lebih dari satu obat. Sehingga pasien hipertensi akan rentan mengalami kejadian efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan mengambil 90 sampel data rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi periode Oktober-Desember 2021. Potensi interaksi obat dianalisis berdasarkan mekanisme dan tingkat keparahan interaksi obat menggunakan aplikasi IBM Micromedex®, www.drugs.com dan jurnal-jurnal pendukung. Dari 90 resep yang dianalisa 56% pasien masuk dalam kategori lansia lanjut dan manula. Resep obat antihipertensi Didapatkan 34 resep (36%) berpotensi mengalami interaksi obat. Semua resep 100% mengalami mekanisme interaksi secara farmakodinamik. Berdasarkan tingkat keparahannya, didapatkan 12% resep berpotensi mengalami interaksi mayor serta 88% resep berpotensi interaksi moderate. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38%.  Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pengobatan hipertensi pada penelitian ini sebanyak 73 % menggunakan kombinasi 2 antihipertensi. Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB+CCB sebanyak 26%. Tingkat keparahan yang terjadi adalah keparahan mayor 12% dan keparahan moderate 88%. Dimana kombinasi obat yang menyebabkan interaksi adalah antara Amlodipin+Bisoprolol, sebanyak 38 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interaksi antara obat hipertensi adalah moderate, sehingga perlu pengawasan dalam penggunaannya.
Hubungan Efektivitas Pemberian Video Edukasi dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Aprinda Nurul Janah; Dian Oktianti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6485

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Penting bagi pasien untuk memahami instruksi pengobatan agar tingkat kepatuhan dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video edukasi terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas. Metode penelitian ini menggunakan rancangan non randomized control group pretest posttest design. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Total Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 30 responden dengan 15 responden sebagai kelompok kontrol dan 15 responden sebagai kelompok perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan kuesioner MMAS-8 . Berdasarkan MMAS-8 di Puskesmas Bergas pada kelompok kontrol sebelum intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (86,7%), sedang (13,3%), dan tinggi (0%). Sedangkan sesudah intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (80,0%), sedang (20,0%), dan tinggi (0%). Pada kelompok perlakuan sebelum intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (73,3%), sedang (26,7%), dan tinggi (0%). Sedangkan sesudah intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (13,3%), sedang (60,0%), dan tinggi (26,7%). Hasil kepatuhan minum obat pada kelompok intervensi berdasarkan MMAS-8 dilakukan uji menggunakan paired sample t-test dan diperoleh nilai p<0,001 0,00 (p<0,05). Video edukasi dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas secara siginifikan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU-IBU PKK DALAM SWAMEDIKASI DAN ASUHAN KEPERAWATAN MANDIRI Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti; Siti Haryani
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24833

Abstract

Self-medication is an action taken by a person to treat a disease without a doctor's prescription. Apart from self-medicating with drugs, people often treat illnesses with non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy such as lifestyle modification which includes various actions that can support healing such as fever, pain and others. The aim of this service is to provide knowledge to PKK mothers in carrying out self-medication, using medication and treating minor illnesses appropriately independently, such as treating high fever in children with tepid sponges. The service activity was carried out in Siroto RT 3 RW 1, Candirejo Village and was carried out with a target group of 25 PKK women. Before counseling is carried out, screening or data collection is carried out using a questionnaire regarding knowledge of self-medication, introduction to drugs and examples as well as independent nursing care as pre-test data. After that, education was provided and data collection continued as a post-test. After obtaining the pre and post test data, proceed with data processing. Based on the evaluation before being given education, PKK mothers' understanding was in the poor category as many as 4 respondents (16.00%), sufficient as many as 14 respondents (56.00%) and good as many as 7 respondents (28.00%). Evaluation after being given education, the understanding of PKK mothers has increased, namely in the very good category of 25 respondents (100.00%).
PENGENALAN KOSMETIKA AMAN UNTUK KULIT SEHAT TERAWAT PADA IBU PKK RT 04/RW2 DESA KARANGDUWET SALATIGA Dian Oktianti; Zakky Cholisoh; Hidayah Karuniawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32303

Abstract

ABSTRAK                                                                            Saat ini penggunaan kosmetik oleh remaja dan ibu-ibu mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Salah satu hal yang menyebabkan peningkatan ini adalah adanya media sosial yang dengan sangat mudah menyebarkan informasi. Akan tetapi remaja putri dan ibu-ibu ini kurang mengetahui mengenai cara pemilihan kosmetika yang aman. Sehingga perlu dilakukan suatu edukasi untuk meningkatkan pengetahuannya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK RT.04/ RW.02 Desa Karangduwet untuk dapat memilih kosmetika yang aman. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan penyuluhan, dengan sasaran adalah ibu-ibu peserta PKK sebanyak 40 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK telah mengetahui definisi kosmetika, jenis kosmetik, zat yang tidak boleh digunakan dalam kosmetika dan cara memilih kosmetika yang aman. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan mengenai zat-zat apa saja yang harus dihindari dan efek samping yang dapat dialami. Diharapkan dengan kegiatan ini ibu-ibu PKK RT.04/ RW.02 Desa Karangduwet dapat membagikan informasi yang telah diperoleh kepada lingkungan terdekatnya sehingga dapat memilih kosmetika yang aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: kosmetika; aman; ibu-ibu PKK; pengetahuan ABSTRACTCurrently, the use of cosmetics by teenagers and mothers has increased significantly. One of the reasons for this increase is the existence of social media, which can spread information very easily. However, these teenage girls and mothers lack knowledge about how to choose safe cosmetics. Therefore, education is needed to increase their knowledge. The objective of this community service activity is to enhance the knowledge of PKK mothers in RT.04/RW.02, Karangduwet Village, so they can select safe cosmetics. The method used is through an educational session, targeting 40 PKK participants. The outcome of this activity is that the PKK mothers now understand the definition of cosmetics, types of cosmetics, substances that should not be used in cosmetics, and how to choose safe cosmetics. This was evident from the numerous questions asked about which substances to avoid and the potential side effects. It is hoped that through this activity, the PKK mothers of RT.04/RW.02 Karangduwet Village will share the information they have gained with their immediate surroundings, enabling them to choose safe cosmetics for daily use.  Keywords: cosmetics; safe; PKK women; knowledge
Pengaruh Pemberian Edukasi Dagusibu Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Menggunakan Media Video Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti; Luh Putu Mahatrianti Eningsari; Ni Luh Ayu Mahyuni
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.20751

Abstract

Pemakaian obat secara mandiri menduduki angka yang cukup tinggi. Reaksi obat yang tidak diinginkan bisa muncul karena ketidaktepatan dalam penggunaan obat, efek samping obat, penyimpanan dan pembuangan obat. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan pengaruh pemberian edukasi tentang DAGUSIBU obat melalui video dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK di Banjar Kori dan Banjar Tengah. Penelitian menggunakan rancangan one group pre and posttest design dan menggunakan kuesioner yang berisikan 17 pertanyaan tentang DAGUSIBU obat. Data penelitian dianalisis dengan uji paired t-test untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi DAGUSIBU terhadap pengetahuan ibu-ibu PKK. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden di Banjar Kori dan Banjar Tengah mayoritas berusia 26-35 tahun sebanyak 63,00% dan 50,00% responden, pendidikan terakhir mayoritas perguruan tinggi sebanyak 70% dan SMA 44% responden, pekerjaan mayoritas swasta masing-masing 37,00% dan 40,00% responden. Tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK di Banjar Kori dan Banjar Tengah sebelum diberi edukasi kategori kurang sebanyak 55,00% dan 77% responden. Tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan yaitu kategori baik masing-masing 96,00% responden. Hasil uji paired t-test didapatkan masing-masing dengan signifikansi 0,000. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi DAGUSIBU obat melalui video terhadap tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK.
Analisis Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Analysis of the Effect of Medication Adherence on Blood Glucose Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Natasya Ayu Lestari; Dian Oktianti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.726

Abstract

The prevalence of type 2 diabetes mellitus continues to rise, which will impact patients’ quality of life. Patient adherence to medication is a key factor in controlling blood glucose levels. The objective of this study was to determine the relationship between medication adherence and blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 35 patients with type 2 diabetes mellitus enrolled in the Prolanis program, selected using total sampling. Medication adherence was measured using the pill count method, while fasting blood glucose levels were obtained from clinical examination results. The results of this study indicate that a majority of patients demonstrated medication adherence in the compliant category (94.3%) and uncontrolled blood glucose levels (74.3%). The Spearman’s test showed a p-value of 0.406 > 0.05, indicating no significant association between the two variables. The correlation coefficient was 0.145, suggesting a positive but very weak relationship between the two variables. The conclusion of this study is that patients’ blood glucose levels are not solely influenced by medication adherence; therefore, additional interventions such as education for patients and their families are necessary.   ABSTRAK Prevalensi Diabetes melitus tipe 2 terus meningkat sehingga akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Kepatuhan pasien dalam minum obat menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 35 pasien diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis di Puskesmas Ambarawa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan minum obat diukur dengan metode pill count, sedangkan kadar gula darah puasa diperoleh dari hasil pemeriksaan klinis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian pasien memiliki kepatuhan minum obat dalam kategori patuh (94,3%) dan kadar gula darah yang tidak terkontrol (74,3%). Uji Spearman menunjukkan nilai p-value 0,406 > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antar dua variabel, hasil korelasi menunjukkan nilai 0,145, sehingga hubungan kedua variable memiliki arah yang positif dan sangat lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar gula darah pasien tidak hanya dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat, sehingga diperlukan intervensi lain seperti edukasi kepada pasien dan keluarganya.
Yellow Pumpkin (Cucurbita maxima D.) Extract As Anti-Hypercholesterolemia Sunnah, Istianatus; Kustiyaningsih, Erna; Oktianti, Dian
Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science Vol. 1 No. 2 (2021): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jfaps.v1i2.10819

Abstract

Hyperlipidemia is a risk factor for various diseases, which is still a big problem in Indonesia. Yellow pumpkin (Cucurbita maxima D.) is a plant containing flavonoids and terpenoids, which can be used as an anti-hypercholesterolemic agent. This study aims to analyze the activity and dosage of yellow pumpkin extract, which can be used as an anti-hypercholesterolemic agent to reduce total cholesterol levels comparable to simvastatin by 1.8mg/kg BW/day. This research is pure experimental research with a pre and post-test group design approach. The number of samples was 25 male Wistar rats induced by high-fat feed, quail egg yolk: pork oil (2:1) by 5 ml/200 gramBW/day for 7 days. The extract dosage range was 200, 400, 600 mg/kg BW/ day  for 7 days. Data were analyzed using One Way ANOVA. The results showed that the administration of yellow pumpkin extract could reduce rats' total blood cholesterol levels with a dose of 600 mg/kg BW/day, comparable to simvastatin 1.8 mg/kg BW/day. The secondary metabolites of the extract were flavonoids and terpenoids. Extract of yellow pumpkin (Cucurbita maxima D.) could reduce total blood cholesterol levels of rats. The dose of 600 mg/kg BW/day could reduce blood cholesterol levels in rats comparable to simvastatin 1.8 mg/kg BW/ day.
Co-Authors Abririn, Martina Lestiana Ade Pratama admin, Yulistiawan Ardita Agitya Resti Erwiyani Al Hajar Fuadatus Zurroh Ambarsari, Utami Angelica, Dita Aprilliana R, Melati Aprinda Nurul Janah Azahra, Intan Chotifah, Tila Noer Coreira, Lidya Coreira De Cruz Poety, Cresensia Apolonia Devia, Uci Asna Dewi, Nurul Fitria Dian Retno Wati Dina Sihot Rejeki Gultom Dini Otavianingsih Dita Angelica Djoko Wahyono Djoko Wahyono Elvansi, M. erika, nurlia Erna Kustiyaningsih Eunike Panjaitan Fajriani, Windha Novia Fiki Wijayanti Galih Y, Yunita Hasani Furdianti, Nova Hati, Anita Kumala Hidayah Karuniawati I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara Istianatus Sunnah Jatmiko Rahmat Jatmiko Susilo Jaya Ramadey Bangsa Karina Febrianti Kustiyaningsih, Erna Kusuma, Arinda Maya Layyinatunnisa, Dinda Frieska Lidya Coreira Coreira Luh Putu Indah Arviani Luh Putu Mahatrianti Eningsari Luhurningtyas, Fania Putri Lutfia Nur Latifah M. Elvansi Mariatun, Mariatun Martina Lestiana Abririn Maulida Hayati Meiji Pujiawati Melati Aprilliana Ramadhani, Melati Aprilliana Muhammad Alim Nabila Ghassani Adani Nabila Hi Daud Nanda Ariyanto Putri Natasya Ayu Lestari Ni Luh Ayu Mahyuni Niken Dyah Ariesti Niken Dyaharesti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti, Nova Hasani Novanita Puspa Kencana Nur Hasanah Nurul Fitria Dewi Nurul Huda Setiawan Nurul Maulidya Otavianingsih, Dini Poety, Cresensia Apolonia Da Cruz Pujiawati, Meiji Putri, Erly Hersina Putri, Nanda Ariyanto Putu Ayu Danung Ningrat Putu Putri Septina Widyadewi Ragil Setia Dianingati Ragil Setia Dianingati Rahmadi, Romi Rahmadi Rahmawati, Lili Richa Yuswantina Rina Suryati Riska Aninda Putri Romi Rahmadi Rahmadi Rozalia Sandriana, Mira Saviana, Nur Winda Sikni Karminingtyas Sikni Retno Karminingtyas Silva Hati Nurani Sismawati Siswati Siswati Siti Haryani Sugeng Maryanto Thalia Dwi Septiyawati Utami Ambarsari Windha Novia Fajriani Windy Harly Yolanda Listyana Basuki Yunita Galih Y Zakky Cholisoh Zaskia, Annisa Vera