Claim Missing Document
Check
Articles

Working posture analysis on oyster mushroom farmers using OWAS method in Lempake, Samarinda, East Kalimantan Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra; Willy Tambunan; Markus Hartono
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v18i1.7197

Abstract

A preliminary survey showed that oyster mushroom farmers in Lempake Samarinda experienced pain in several body segments, especially at their waist. It may be attributable to the working condition that requires non-ergonomic postures such as frequent awkward posture in sitting or standing position. Therefore, this paper aims to assess the working posture in oyster mushroom farmers. Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) method was applied to measure the risk level of farmers' working posture. A total of ten activities were observed from the oyster mushroom cultivations' process in four cultivations in Lempake, Samarinda, Indonesia. Each activity was assessed using the OWAS category based on the position of the back, arms, legs, and load. The result showed that 10% of farmers' working posture was classified in the 4th risk level category, categorized as highly dangerous for the musculoskeletal system, so direct improvement was needed. Furthermore, 10% of working postures were classified in the 3rd risk level category, and 60% of working posture was in the 2nd risk level category, which is categorized as dangerous for the musculoskeletal system and could cause significant tension so that improvement in the future as needed. On the other hand, 20% of working posture was classified in the 1st category which was safe for the musculoskeletal system
INTEGRASI IDEAS FRAMEWORK DAN BRIEF SURVEY DALAM MENGEVALUASI MUSCULOSKELETAL DISORDERS Muhammad Rafi Wardana; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i3.7480

Abstract

Pabrik Tahu Pak Kasimin merupakan salah satu industri tahu yang memproduksi tahu mentah dan tahu goreng. Pabrik yang berlokasi di Kelurahan Selili Kota Samarinda ini telah beroperasi sejak tahun 30 lalu dengan target produksi perharinya yaitu 150 kg tahu. Target produksi yang cukup besar ini menimbulkan berbagai keluhan oleh pekerjanya, salah satunya yaitu keluhan musculoskeletal disorders pada saat melakukan proses produksi tahu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan terhadap postur kerja pada Pabrik Tahu Pak Kasimin. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu IDEAS Framework sebagai kerangka utama penelitian, metode BRIEF Survey untuk mengevaluasi postur kerja, dan kuisioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan musculoskeletal disorders. Hasil evaluasi yang dilakukan menggunakan BRIEF Survey didapatkan bahwa pada postur kerja aktivitas penyaringan bubur kedelai memiliki skor rata-rata 3 (risiko tinggi) dan penyusunan kayu bakar juga memiliki skor rata-rata 3 (risiko tinggi) sehingga perlunya dilakukan perbaikan pada stasiun kerja tersebut. 
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode HIRARC Fajar Muhammad Khudhory; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v10i2.1329

Abstract

CV. Jaya Makmur repairs and sells second-hand heavy equipment spare parts. This workshop has an area of about 400 m2 with limited working space due to large number of materials like machines, tools and finished products spread around. When doing work activities, it was often found that workers did not wear complete Personal Protective Equipment (PPE). This condition led some minor work accidents ovvur almost everyday. Due to many potential hazards in CV. Jaya Makmur, analysis related to occupational health and safety needed to be done in order to control the potential hazards. This research aims to identify potential hazards, assess risks, and control the risks in CV. Jaya Makmur using HIRARC method. Based on the results of observations and interviews with a workshop owner and three workers, there were 18 potential hazards. There were also 12 low level risks and 22 moderate level risks. There was some risk control that can be done like engineering control, which is installation of barriers between the source of danger and workers. There were also some administrative control like changing work procedures, conducting supervision and warning, providing training to workers on the importance of occupational safety and health in the workplace, as well as making and performing periodic maintenance on work equipment. In addition, the workers needed to use personal protective equipment like work clothes, face shield, safety glasses, gloves, safety helmet, mask, safety shoes, and earmuff while working.
Penilaian Risiko K3 pada Pengaliran BBM ke Tangki Timbun dengan Menggunakan Metode HAZOP dan FTA Nadhira Anly Cantika; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i1.4640

Abstract

Bahan bakar yang ada di PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Fuel Samarinda didapatkan langsung dari dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V Fuel Pertamina Balikpapan yang didistribusikan melalui jalur transportasi laut dengan menggunakan kapal pengangkut. Selama pengaliran BBM berlangsung, terdapat potensi risiko yang timbul dan dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi risiko yang terjadi selama pengaliran BBM, menentukan level risiko dan akar penyebab risiko, serta memberikan usulan perbaikan yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode HAZOP dan FTA. Jenis penelitian adalah semi kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara terhadap divisi HAZOP & FTA. Rancangan penelitian dengan menggunakan observasi lapangan terlebih dahulu sebelum dilakukan wawancara. Data yang digunakan selama penelitian berupa data risiko yang muncul, deviasi, cause, consequence dan safeguard dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara. Metode HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi risiko, deviasi, consequence, serta level risiko dari kegiatan yang dilakukan selama pengaliran BBM. Level risiko tinggi & ekstrim ditindaklanjuti dengan metode FTA (Fault Tree Analysis) untuk mengetahui akar masalah terjadinya risiko sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan yang sesuai. Analisis HAZOP menunjukkan identifikasi risiko sebanyak 47 risiko, dimana 53,20% untuk risiko rendah, 38,30% untuk risiko sedang, 4,25% untuk risiko tinggi dan 4,25% untuk risiko ekstrim. Hasil FTA menunjukkan terdapat 15 akar masalah terjadinya risiko dan rekomendasi perbaikan diberikan berdasarkan akar masalah yang terjadi selama pengaliran berlangsung.
Ergonomic Assessment pada Aktivitas Petani Perkebunan Karet Menggunakan OWAS (Ovako Work Posture Analysis System) (Studi Kasus CV. Eja Nursery, Kalimantan Timur) Tri Budi Purnomo; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra; Jenny Noviani
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4837

Abstract

CV. Eja Nursery merupakan salah satu industri pembibitan dan perkebunan karet yang terdapat di Kutai Kartanegara, tepatnya di Jalan Poros Samarinda – Bontang Km 71. Berdasarkan hasil observasi awal didapatkan bahwa terdapat beberapa postur kerja yang tidak ergonomis pada saat petani karet melakukan pekerjaannya yaitu membungkuk pada saat proses penyadapan dan proses pengangkutan getah karet. Postur kerja yang tidak ergonomis ini dapat menyebabkan petani karet mengalami keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) yang tinggi. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian ergonomic assessment untuk menilai postur kerja pada aktivitas-aktivitas kerja petani karet khususnya di CV Eja Nursery, sehingga nantinya para petani dapat mengetahui tingkat risiko dari postur kerja yang dilakukannya tersebut sehingga dapat diberikan rekomendasi perbaikan sehingga risiko cedera dapat diminimalkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah OWAS. Dari perhitungan menggunakan OWAS dapat disimpulkan bahwa, sebanyak 71% postur kerja berada pada kategori 2 yaitu postur kerja berbahaya bagi sistem muskuloskeletal dan diperlukan perbaikan di masa yang akan datang, 21% postur kerja berada pada kategori 3 yaitu postur kerja berbahaya bagi sistem muskuloskeletal dan diperlukan perbaikan segera mungkin dan 7% postur kerja berada pada kategori 1 yang berarti tidak ada masalah pada sistem muskuloskeletal. Hal ini berarti  postur kerja petani karet di CV. Eja Nursery dari tahap persiapan, pemanenan, pengangkutan hingga pemanenan masih kurang ergonomis. Perbaikan diperlukan adalah menyediakan alat bantu seperti meja dan kursi, perancangan alat bantu sadap, dan kereta dorong. 
INTEGRASI IDEAS FRAMEWORK DAN BRIEF SURVEY DALAM MENGEVALUASI MUSCULOSKELETAL DISORDERS Muhammad Rafi Wardana; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i3.7480

Abstract

Pabrik Tahu Pak Kasimin merupakan salah satu industri tahu yang memproduksi tahu mentah dan tahu goreng. Pabrik yang berlokasi di Kelurahan Selili Kota Samarinda ini telah beroperasi sejak tahun 30 lalu dengan target produksi perharinya yaitu 150 kg tahu. Target produksi yang cukup besar ini menimbulkan berbagai keluhan oleh pekerjanya, salah satunya yaitu keluhan musculoskeletal disorders pada saat melakukan proses produksi tahu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan terhadap postur kerja pada Pabrik Tahu Pak Kasimin. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu IDEAS Framework sebagai kerangka utama penelitian, metode BRIEF Survey untuk mengevaluasi postur kerja, dan kuisioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan musculoskeletal disorders. Hasil evaluasi yang dilakukan menggunakan BRIEF Survey didapatkan bahwa pada postur kerja aktivitas penyaringan bubur kedelai memiliki skor rata-rata 3 (risiko tinggi) dan penyusunan kayu bakar juga memiliki skor rata-rata 3 (risiko tinggi) sehingga perlunya dilakukan perbaikan pada stasiun kerja tersebut. 
Kajian Penerapan GMP dan WISE Guna Peningkatan Higienitas Produk dan Produktivitas Pada UKM Amplang Samarinda Theresia Amelia Pawitra; Farida Djumiati Sitania; Lina Dianati Fathimahhayati; Iklil Hilal; Rina Aivendar
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol. 14, No. 3, (2022): OE NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2022.v14.i3.062

Abstract

Hygiene and product safety were the main issue that need to be assured by food industries, including amplang industries in Samarinda. Furthermore, workers safety was also important for improving small industries’ productivity. This paper aimed to evaluate application of Good Manufacturing Practise (GMP) and Work Improvements in Small Medium Entreprise (WISE) in two small industries that produce amplang. GMP is a system that ensures products are consistently produced and controlled according to set quality standards. (i.e., BPOM standard). WISE is a programme to assist micro, small and medium-sized enterprises improve working conditions and productivity using simple, effective and affordable techniques. The GMP study showed that SME Y had GMP value higher than SME X (i68% and 55%). These two SMEs have used clean water to produce amplang and store raw materials, end products and hazardous materials properly. The drawbacks of these two SMEs are the need to improve recording and documentation as well as make SOPs for product withdrawals from the market. UKM X needs to make SOPs for the cleanliness of the production area and improve product labels. The results of the WISE study of these two SMEs have not provided appropriate PPE for workers and have not promoted occupational health. Procedure for mitigating fire hazard had not developed although fire was one of the risk factors in these two SMEs. Evacuation path had not been provided and even, SME X had not provided the fire extinguishers. Furthermore, ergonomic work station obliged to design especially for workers who sit cross-legged, designing cross-legged chair with back rest.
Analisis Risiko Ergonomi Menggunakan Agricultural Whole-Body Assessment (AWBA) serta Prevalensi Terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Petani Karet Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra; Tri Budi Purnomo; Jenny Noviani
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v11i1.1768

Abstract

Likewise in most agricultural work, MSDs also appears in rubber farmers because it was done with an unusual posture. This study aimed to evaluate the prevalence of MSD and to analyze the ergonomic risk of rubber farmers working posture. The NBM (Nordic Body Map) method was used to measure the prevalence of MSDs and the AWBA (Agricultural Whole-Body Assessment) method was used to calculate the risk value of the farmer's work posture. Data collected by interview and direct observation to 15 rubber farmers from 4 different plantation in Perangat Selatan Village, Kutai Kartanegara, East Kalimantan. The results showed that majority of farmers had complaints of MSDs on their waist, back, right shoulder, right upper arm, right forearm and knee. AWBA results indicated that 53% working posture categorized as high risk; 40% as medium risk and 7% as safe. The safe category only occurs in sharpening knives activity, because farmers sit while doing this activity. Suggested improvements to minimize the risk of unusual postures are to provide assistive devices such as light chairs, strollers, tables to place rubber sap to be put into sacks and to improve the design of the tapping knife. The knife should have longer handle in order to minimize the bending down posture in rubber tapping activity. Keywords: AWBA, ergonomic, NBM, rubber farmers, working posture
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Proses Produksi Lemari dengan Metode Hazop pada UKM Rumahkayu Samarinda Ahmad Amiruddin Nur Syam; Yudi Sukmono; Theresia Amelia Pawitra
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 6 No. 2 (2022): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i2.7200

Abstract

UKM Rumahkayu Samarinda merupakan usaha di bidang manufaktur. Pada proses produksi lemari seperti pekerjaan pemotongan, penghalusan, perakitan dan proses pengecatan. Pekerja mengalami kecelakaan berulang kali berupa tangan lecet terjepit kayu, mata terkena debu serbuk kayu, terhirup cairan cat,serta kecelakan terparah seperti tangan terkena mata gerinda, dan iritasi kulit. Dari hasil identifikasi risiko di dapat sembilan potensi bahaya dari keseluruhan kegiatan. Identifikasi risiko selanjutnya penilaian risiko bahaya berupa, satu risiko ekstrim dan satu risiko rendah pada bidang pemotongan, satu risiko tinggi pada bidang penghalusan, tiga risiko rendah pada bidang perakitan,  dan satu risiko tinggi, satu risiko sedang dan satu risiko sedang pada bidang pengecatan. Penilaian risiko untuk mengetahui besarnya suatu risiko dengan mempertimbangkan Likelihood dan Consequences. lima level rendah (55,56%), satu risiko level sedang (11,11%), dua risiko level tinggi (22,22%) dan satu risiko level ekstrim (11,11%). Dari sembilan risiko pada keempat kegiatan kerja telah dilakukan upaya pengendalian administratif berupa edukasi posisi kerja yang baik pada pekerja, menjaga jarak aman dengan mesin, memberikan materi K3 kepada pekerja seperti penjelasan kegunaan APD pada saat berkerja. pengendalian APD seperti Masker Tipe P100, Kaca Mata Bening/Safety Spectacles, Sarung Tangan Tipe Karet Butly, Pelindung Telinga/ earplug, Pelindung Badan/Apron dan Sepatu Safety.
Analisis Human Error Proses Produksi Menggunakan Metode Fuzzy Heart Pada I.M Interior Silvia Herawati; Yudi Sukmono; Theresia Amelia Pawitra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.691 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7785713

Abstract

I.M interior is one of the local furniture industries with kitchen sets as their flagship product. Industrial development encourages an industry to produce furniture with good quality at affordable prices and with good and fast service, in this case humans have a very important role, but humans often make mistakes in their work which is called human error. Based on the data obtained using the HTA, the kitchen set has 7 stages of the production process with 22 sub-tasks and each task has the possibility of error. Based on the HEART fuzzy analysis, 3 sub-tasks were obtained which had high Human Error Probability values, namely task 2.1 assembling the body and frame into a cabinet body with a HEP value of 0.336, task 3.4 cutting the remaining outer HPL with a value of 0.598 and task 7.1 making hinge holes with a HEP value of 0.394 . Analysis of the 5 why method is used to find out the root cause of the error occurrence problem. Recommendations for fixing errors are providing training, increasing performance monitoring and making SOP. Keywords: human error, HTA, fuzzy, HEART, 5 why methode, kitchen set