Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN  STUNTING PADA BALITA UMUR 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATULICIN TAHUN 2024 Selvy Anatarias.SB, Rubiati Hipni, Rusmilawaty, Efi Kristiana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah suatu  kondisi  dimana  terjadi  gagal  tumbuh  pada  anak  balita  disebabkan  oleh kekurangan  gizi  kronis  sehingga  anak  terlalu  pendek  untuk  usianya. Berdasarkan data SSGI (Survei Studi Gizi Indonesia) Kabupaten Tanah Bumbu angka prevelensi stunting di Tanah Bumbu, tahun 2021 yaitu 18,7%, pada tahun 2022 prevalansi turun menjadi 16,1% dan tahun 2023 prevelensi stunting tetap diangka 16,1% dan Puskesmas Batulicin  tahun 2021 yaitu 3,91%, pada tahun 2022 yaitu 2,94%, pada tahun 2023 yaitu 3,48%, dan periode juni 2024 yaitu 1,84%.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan paritas dengan kejadian stunting pada balita umur 1-3 Tahun di Wilayah kerja Puskesmas Batulicin Tahun 2024. Metode: menggunakan desain survey analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 83 ibu balita usia 1-3 tahun di Puskesmas Batulicin melalui teknik accidental sampling dengan dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel Independen. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta rekapitulasi data laporan bulanan kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat balita stunting yang signifikan antara Pengetahuan dengan kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun p-value = 0,000 0,05, sedangkan hasil penelitian antara paritas dengan kejadian stunting didapatkan nilai p-value = 0,000  0,05, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan Paritas dengan kejadian Stunting pada balita umur 1-3 tahun. Kesimpulan: Rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan paritas berisiko berkontribusi signifikan terhadap kejadian stunting. Maka, upaya edukasi gizi dan pengendalian jumlah anak penting dilakukan untuk menurunkan angka stunting.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DIPUSKESMAS BATULICIN TAHUN 2024 Nour Hayati, Erni Yuliastuti, Suhrawardi, Rusmilawaty
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan. Berdasarkan studi pendahuluan pada Puskesmas Batulicin banyak ditemukan ibu hamil yang anemia sebesar 25,7%, Sehingga peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan untuk Mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batulicin tahun 2024. Metode : Penelitian menggunakan metode cross sectional. Populasi sebanyak 276 ibu hamil dan Sampel menggunakan teknik Total Sampling yaitu 276 ibu hamil  yang memeriksakan kehamilannya kePuskesmas Batulicin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini data subjektif yang diambil dari buku register KIA dan kohort ibu hamil di Puskesmas Batulicin Januari-Agustus tahun 2024. Hasil : Responden mengalami anemia sebanyak 128 responden(46,4%). Usia berisiko sebanyak 116 responden (42,0%), Paritas tidak aman sebanyak 70 responden (24,4%) dan yang melakukan kunjungan ANC tidak sesuai standar sebanyak 108 responden (39,1%). Analisis uji Chi Square diperoleh hasil: Usia dengan kejadian Anemia dipuskesmas Batulicin nilai P-value sebesar 0,000, Paritas dengan kejadian Anemia dipuskesmas Batulicin nilai P-value sebesar 0,009. kunjungan ANC dengan dengan kejadian Anemia diPuskesmas Batulicin nilai P-value sebesar 0,000. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara Usia dengan kejadian Anemia dipuskesmas Batulicin, Ada hubungan signifikan antara Paritas dengan kejadian Anemia dipuskesmas Batulicin dan Ada hubungan signifikan antara kunjungan ANC dengan dengan kejadian Anemia diPuskesmas Batulicin.
Empowerment of youth posyandu cadres as an effort to delay the age of marriage and prevent teenage pregnancy Hapisah, Hapisah; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Rafidah, Rafidah
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 4 No 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.117

Abstract

Early marriage and teenage pregnancy remain serious public health issues, as they impact the health of mothers and babies, as well as the social and economic well-being of families. In this regard, integrated health service post (Posyandu) cadres play a crucial role as the spearhead of health education, particularly in providing accurate information to adolescents. This community service program aimed to increase the understanding of adolescent Posyandu cadres, toddler Posyandu cadres, and young women regarding the importance of maturing marriageable age and efforts to prevent teenage pregnancy. The program involved 25 adolescent Posyandu cadres, toddler Posyandu cadres, and young women from Simpang Warga Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency. The implementation phase included a pretest, interactive lecture presentation, a question-and-answer discussion, and a case study related to the phenomenon of teenage pregnancy. A posttest and field evaluation were then conducted to assess the extent of the material's implementation. The data obtained were analyzed descriptively to measure the increase in participants' knowledge. The results showed an increase in average knowledge scores after the intervention. The integrated health post (Posyandu) cadres also demonstrated their readiness to apply the material in youth Posyandu activities, particularly in providing education on the health risks of early marriage. Overall, this community service program has proven effective in strengthening the capacity of Posyandu cadres to support the movement to increase the age of marriage and prevent teenage pregnancy. For the program's sustainability, cross-sector collaboration, including with village governments and community health centers, is needed to strengthen promotive and preventive efforts at the community level.
A Optimalisasi Peran Suami Dan Masyarakat Dalam Support Lancar Asi Di Desa Kelampaian Ulu Kabupaten Banjar Hapisah, Hapisah; Rusmilawaty; Rafidah
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI ekslusif masih menjadi tantangan besar bagi ibu menyusui dalam menunjang pertumbuhan perkembngan dan kelangsungan hidup bayi. ASI ekslusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayai karena meningkatkna sistem imunitas pada tubuh bayi untuk melawan berbagai macam penyakit. WHO merekomendasikan oemberian ASI ekslusif selam 6 bulan, namun cakupan pemberian ASI eksklusif  di bebrapa daerah di Indoensia masih di bawah target sebesar 80%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu, suami, kader dan Masyarakat tentang optimalisasi peran suami dan Masyarakat dalam Support Lancar ASI di Desa Kelampaian Ulu Kabupaten Banjar. Program ini dilaksanakan melalui penyuluhan dan praktik langsung serta evaluasi dan monitoring. Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta, terdiri dari 10 orang ibu hamil, 10 orang suami, 10 orang kader dan 6 orang Masyarakat. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang ASI eksklusif, menyusui on demand, pemberian makanan bergizi dan cara mencegah stress. Peserta memiliki ketrampilan untuk perawatan payudara dan pijat oksitosin. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali untuk memantau penerapan perawatan payudara dan pijat oksitosin.
Towards Healthy Toddlers: The Role of Health Workers in the Prevention and Control of Malnutrition in Banjar Regency rusmilawaty, rusmilawaty; Hapisah; Rafidah
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i2.117

Abstract

Aluh-aluh Besar Village is one of 22 villages located in the Aluh-aluh Subdistrict of Banjar Regency, South Kalimantan Province, consisting of 11 neighborhood associations with a relatively high prevalence of malnutrition among children aged 7-59 months, namely 49 children (34.7%) out of 141 children. The solution to address the issues in Aluh-aluh Besar Village is to conduct integrated training, provide guidance to Posyandu cadres and mothers of infants to enhance their knowledge and skills in detecting, preventing, and addressing malnutrition in infants, form infant nutrition support groups using social media (WA group), conduct continuous monitoring and evaluation, and collaborate between the village government, Aluh-aluh Health Center -Aluh Health Center to support the prevention and management of malnutrition. The method applied was to provide counseling and assistance to 20 mothers and 10 cadres. This activity involved mothers of toddlers, cadres, nutritionists, and 3 students. The final outcome of this community service activity is to enhance participants' knowledge and skills regarding infant nutrition, methods for determining nutritional status, and addressing malnutrition. A support group for infant nutrition was formed using social media (WhatsApp group) comprising mothers of infants and health workers to share knowledge, experiences, support, and useful information about toddler nutrition, and the establishment of cooperation between the local government in Aluh-aluh Besar Village and the Aluh-Aluh Health Center, as well as in supporting the malnutrition prevention program. The final evaluation in September 2025 showed a 5.75% decrease in malnourished toddlers.
PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA KALIUKAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL Dewi, Vonny Khresna Dewi; Rusmilawaty; Tunggal, Tri
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i2.118

Abstract

ABSTRACT Kaliukan Village is located in Astambul District, Banjar Regency, with 34 6-month-old babies, based on May 2024 data. Of the 6-month-old babies in Kaliukan Village who faced problems with exclusive breastfeeding, 33 were not exclusively breastfed, representing 97% of the total. The solution used is to provide counseling on the importance of providing exclusive breastfeeding, correct breastfeeding techniques and methods, breast care methods, Oxytocin Massage, how to express breast milk and how to store breast milk properly, especially with limited knowledge and inadequate practices and lack of support from husbands/families. by providing education and assistance related to providing exclusive breastfeeding, so as to increase the understanding and awareness of mothers, husbands/families and cadres about the importance of providing exclusive breastfeeding for optimal health and growth of babies. The method we will implement includes mentoring 20 parents and 5 cadres, through education and mentoring on Exclusive Breastfeeding including providing Exclusive Breastfeeding, correct breastfeeding techniques and methods, breast care methods, Oxytocin Massage, how to express breast milk and how to store breast milk properly by involving cadres. The contribution of target partners and target groups is responsible for facilitating the location of community service activities and maintaining the sustainability of the implementation of community activities for parents. The target of this community service is to increase the number of cadres and parents regarding exclusive breastfeeding, improve infant health and growth (BB/TB), and improve good nutrition in infants. Mandatory output targets are publication in online electronic media on the Poltekkes Banjarmasin YouTube, videos, leaflets and increased empowerment of partners. The implementation of community service activities and evaluations revealed that mothers understood and were able to practice them, and that breast milk flowed smoothly. This success was also due to the good collaboration between midwives and Posyandu cadres, as well as the support of husbands and families.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Telaga Langsat Sylvina Wulansari; Rubianti Hipni; Rusmilawaty; Hapisah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, particularly during the first 1,000 days of life. One of the key risk factors is noncompliance with appropriate complementary feeding (MP-ASI) in terms of timing, nutrition, and hygiene. This study aimed to examine the relationship between compliance with complementary feeding (MP-ASI) and the incidence of stunting among toddlers at Telaga Langsat Public Health Center. A quantitative cross-sectional design was employed with 37 respondents, consisting of mothers or caregivers of children aged 6–24 months, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements, and analyzed with the Chi-Square test. The results showed that most respondents complied with complementary feeding practices (67.6%), while the prevalence of stunting was recorded at 35.1%. The Chi-Square test revealed a significant relationship between MP-ASI compliance and the incidence of stunting (p = 0.007). In conclusion, compliance with MP-ASI significantly contributes to reducing stunting cases. Therefore, strengthening education and monitoring of MP-ASI practices is essential to support stunting prevention efforts at the community level. Abstrak Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu faktor risiko yang berperan adalah ketidakpatuhan dalam pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat waktu, bergizi, dan higienis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan mengonsumsi MP-ASI terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Langsat. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 37 responden yang merupakan ibu atau pengasuh balita usia 6–24 bulan, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden patuh dalam pemberian MP-ASI (67,6%), sedangkan prevalensi stunting tercatat sebesar 35,1%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p = 0,007). Kesimpulannya, kepatuhan dalam pemberian MP-ASI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi serta pemantauan kepatuhan pemberian MP-ASI guna mendukung pencegahan stunting di tingkat masyarakat. Kata Kunci: MP-ASI, Kepatuhan, Stunting, Balita
Communication of Parents, Sexual Content Intake and Teenage Sexual Behavior at Senior High School in Banjarmasin City Rusmilawaty, Rusmilawaty; Yuniarti, Yuniarti; Tunggal, Tri
Kesmas Vol. 10, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seks bebas di kalangan remaja Kota Banjarmasin belakangan ini semakin mengkhawatirkan para orangtua. Kurangnya pendidikan seksologi berdampak para remaja cenderung melakukan hubungan seksual pranikah yang akan berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan dan pernikahan dini. Komunikasi orangtua-anak dan paparan media baik media cetak maupun elektronik merupakan cara untuk mengurangi perilaku seksual berisiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi orangtua dan asupan muatan seksual dengan perilaku seksual remaja sekolah menengah atas (SMA) di Kota Banjarmasin. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian survei analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2015 di dua sekolah negeri dan satu sekolah swasta di Kota Banjarmasin. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas XI dari tiga SMA yang diambil secara purporsive sampling. Variabel penelitian adalah perilaku seksual remaja, komunikasi orangtua, dan asupan muatan seksual diukur menggunakan kuesioner. Reliabilitas uji dinyatakan dengan cronbach alpha 0,746. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orangtua dan asupan muatan seksual memengaruhi perilaku seksual remaja sedangkan usia, jenis kelamin, dan struktur keluarga tidak memengaruhi perilaku seksual remaja. Komunikasi orangtua yang baik dan asupan muatan seksual yang rendah dapat memberikan proteksi terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Free sex behavior among teenagers in Banjarmasin City is currently more worrying parents. Lack of sex education affects teenagers tend to commit premarital sexual intercourse that will cause unintended pregnancy and early marriage. Parent-child communication and exposure of both printed and electronic media are the way to reduce risky sexual behavior. This study aimed to determine correlation between communication of parents and sexual content intake with sexual behavior of teenagers at senior high schools (SHS) in Banjarmasin City. To reach the aim, analitic survey study with cross-sectional approach was conducted on July – October 2015 at two state SHS and one private SHS in Banjarmasin City. Subject was the second grade of SHS students from three SHS as taken with purposive sampling. Variables of study were teenage sexual behavior, communication of parents and sexual content intake measured using questionnaire. Test reliability was stated with cronbach alpha 0.746. Data obtained was analyzed using chi-square test and logistic regression test. Results showed that communication of parents and sexual content intake affected teenage sexual behavior, meanwhile age, sex and family structure did not affect teenage sexual behavior. A good communication of parents and low intake of sexual content may give a protection against risky sexual behavior among teenagers.
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN PEMERIKSAAN IVA DI PMB UMMAQU BANJARBARU Rubiati Hipni; Noorhayati Maslani; Erni Setiawati; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Isrowiyatun Daiyah; Rafidah, Rafidah; Erni Yuliastuti; Noor Adha Aprilea; Chika Lestari; Rusmia Azizah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i1.7956

Abstract

Urgensi dilakukannya pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan IVA”karena melihat tingginya angka kejadian kanker serviks dan penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia. Program pengabdian kepada masyarakt dengan tema “Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan IVA” Di PMB Ummaqu Banjarbaru sangat penting dilakukan dengan Pemeriksaan IVA yang merupakan metode sederhana dan murah dalam mendeteksi awal terjadinya Kanker Serviks. Peran PMB Ummaqu adalah sebagai fasilitas kesehatan yang fokus pada pelayanan kesehatan wanita, PMB Ummaqu memiliki tanggung jawab dan potensi besar untuk menjadi pelopor dalam meningkatkan kesehatan payudara melalui edukasi dan layanan yang berkualitas. Dengan latar belakang, tujuan khusus, dan urgensi yang jelas, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker serviks di Banjarbaru. Penyuluhan dan pemeriksaan IVA berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan IVA yang dilakukan menunjukkan hasil negatif pada semua peserta (10 orang).
KADAR SUPEROXYDE DISMUTASE PADA IBU POST PARTUM YANG MELAKUKAN SENAM OTARIA januarsih, januarsih; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Noorhayati, Noorhayati
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v6i1.163

Abstract

AbstrakInvolusi uterus pada ibu postpartum dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya dengan aktifitas fisik yaitu senam nifas atau senam pasca melahirkan (dengan kondisi ibu sehat) yang bertujuan untuk mengurangi infeksi yang terjadi pada involusi uterus yang diakibatkan sisa darah yang tidak dikeluarkan, mengurangi resiko perdarahan abnormal serta untuk menghindari pembekuan darah yang menyumbat vena. Pelaksanaan pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan perlakuan senam post partum Otaria pada kelompok intervensi dan tidak senam post partum pada kelompok control selama 7 hari. Desain yang digunakan dalam penelitian ini dengan Post Test Only Control Group Design atau pasca tes dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Pada histogram menunjukkan bahwa rata – rata kadar SOD meningkat pada kelompok perlakuan, yaitu ibu – ibu post partum yang melaksanakan senam Otaria. Pada kelompok kontrol  tampak rata – rata kadar SOD menurun, yaitu  ibu – ibu post partum yang tidak melakukan senam Otaria. ibu post partum yang tidak melakukan senam Otaria telah terjadi penuruan kadar SOD. Masa post partummerupakan suatu kondisi yang rentan terhadap segala macam  stres. Hal tersebut merupakan  akibat  dari terjadinya  perubahan  fisiologis maupunfungsi metabolik sejak awal masa kehamilan dan kelelahan pada saat persalinan, sehingga menyebabkan reaksi oksidatif meningkat untukmenghasilkan energi yang dibutuhkan oleh wanita pada masa post partum. Stress oksidatif pada ibu di masa post partum dapat dicegah dengan cara melakukan senam Otaria yang mampu meningkatkan kadar SOD pada plasma ibu post partumAbstractUterine involution in postpartum mothers is influenced by many factors, one of which is physical activity, namely postpartum exercise or postpartum exercise (if the mother is healthy) which aims to reduce infections that occur in uterine involution caused by remaining blood that is not expelled, reducing the risk of abnormal bleeding. and to avoid blood clots that block veins. The implementation of this research was carried out by providing Otaria post partum exercise treatment in the intervention group and no post partum exercise treatment in the control group for 7 days. The design used in this research was Post Test Only Control Group Design or post test with experimental and control groups. The histogram shows that the average SOD levels increased in the treatment group, namely post partum mothers who carried out the Otaria exercise. In the control group, the average SOD levels appeared to decrease, namely post partum mothers who did not do Otaria exercises. Post partum mothers who did not do Otaria exercises had a decrease in SOD levels. The post partum period is a condition that is vulnerable to all kinds of stress. This is the result of physiological changes and metabolic functions since the beginning of pregnancy and fatigue during childbirth, causing oxidative reactions to increase to produce the energy needed by women in the post partum period. Oxidative stress in mothers during the post-partum period can be prevented by doing Otaria exercises which can increase SOD levels in post-partum mothers' plasma
Co-Authors . Zakiah Amanda Maryana Suhendar Apriyanti, Dina Ariyani, Eka Ariyani, Eka Asy-Syifa Nashriyah Ayu Purnamasari Chika Lestari Daiyah, Isrowiyatun Darmayanti Darmayanti Darmayanti Darmayanti Dewi Ayu Aprilianty Efi Kristiana Efi Kristiana Efi Kristiana Erni Setiawati Erni Yuliastuti Erni Yuliastuti eva mismaya wahyu ariyanti Ezliana, Ezliana Fitria Jannatul Laili H.M. MUCHTAR Handayani, Dewi Suci Hapisah Hapisah, Hapisah hasanah, Noor Husna, Nikmatul Ibda Linah Alf Ridha Ilmiah, Muhibbatul Isnaniah - Isnaniah Isnaniah, Isnaniah ISROWIYATUN D Isrowiyatun Daiyah Isrowiyatun Daiyah Januarsih Khairatunisa, Khairatunisa Khairir Rizani, Khairir Kirana, Rita Laili , Fitria Jannatul Lini Syafitri Lulu Salaya Luthfia Luthfia Ma'rupah, Ma'rupah Mardiana Mardiana Marowiyah, Siti maslani, noorhayati Maulidah, Nurul Mega Wasilah Megawati - mellisa Mina Yumei Santi Mina Yumei Santi Mukhtar Mukhtar Naidah, Naidah Nina Mufdalifah Noor Adha Aprilea Noor Zannah Noorhayati Maslani Noorhayati, Noorhayati Norlaila Sofia Norviana, Pebia Novianty Novianty Paujiah Paujiah Prihatanti, Nur Rohmah Prihatanti, Nur Rohmah Rafidah Rafidah Rafidah RAfidah Rafidah Rafidah Rafidah Rafidah Ramadhita, Indira rapidah rapidah Ratnaningtyas, Devi Vemmy Rini, Dwi Maryu Rita Kirana Rohmah Prihatanti, Nur Rubianti Hipni Rubiati Hipni Rubiati Hipni Rubiati Hipni, Rubiati Rusmia Azizah Sari, Linda Maya Siti Mawaddah, Siti Siti Rahayu suhrawardi, suhrawardi Suryanti Sylvina Wulansari Tien Zubaidah Tri Tunggal, Tri Tut Barkinah Ulfa Latifah Vonny Khresna Agung Suhadi Mohammad Hakimi Dewi Vonny Khresna Dewi Wafa Wafa Wiyono, Nurlita Sari Yuniarti Yuniarti YUNIARTI YUNIARTI Yuniarti, Eny Zakiah Zakiah Zakiah Zulfikar Ali As, Zulfikar Ali