Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Resiko Lingkungan Tanaman Transgenik (Environmental Risk Assessment on Transgenic Plants) Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.639 KB) | DOI: 10.29244/jitl.3.2.32-36

Abstract

Tanaman transgenik merupakan fenomena baru di bidang pertanian saat ini. Tanaman tersebut telah menimbulkan pendapat pro maupun kontra yang luas baik di kalanganilmuwan maupun di masyarakat. Hingga saat ini belum pemah ada uji komprenhensif mengenai pengaruh tanaman transgenik terhadap lingkungan di wilayah tropika. Tidak adanya referensi di satu sisi menyulitkan peneliti untuk menganalisis pengaruh tanaman transgenik di wilayah tropis, sedangkan di sisi lain justrumenjadi tantangan luar biasa bagi peneliti Indonesia untuk mengembangkan metodologi analisis resiko lingkungan tanaman transgenik yang sesuai dengan kondisi lingkungan di Indonesia.
Characterization of Phenol Degrading Bacteria from Buntal Lake of Central Kalimantan Nursaadah .; Dwi Andreas Santosa; Maggy T Suhartono
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.116 KB) | DOI: 10.29244/jitl.3.2.24-31

Abstract

Three bacterial isolates (ICBB 1168, ICBB 1169, ICBB 1170), being capable to utilizing phenol as sole carbon and energy source, were isolated from Buntal Lake of Central Kalimantan. Growth of all isolates were optimum at 37OC. Optimum pH for growth and phenol degradation of ICBB 1168, lCBB 1169, and ICBB 1170 were 7-8, 6, and 6-7, respectively. Among the isolates, ICBB 1170 showed best phenol degrading activity. ICBB 1170 able to degrade 16 mM phenol to 0.71 mM in 4days. Phenol degradation ability of ICBB 1170 could be increased by adding 0.01-0.1% yeast extract. Addition of 0.05-0.1% glucose in medium inhibited phenol degradation by ICBB 1170. Cell-free extracts of ICBB 1170 had specific activity 2.92 Ulmg. Degradation of benzoate by ICBB 1170 wasstudied. However, the ability to degrade phenol were higher than that of benzoate.
DINAMIKA KELIMPAHAN ORIBATIDA PADA AREA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BAJUBANG BATANGHARI JAMBI Yuni Lisafitri; Rahayu Widyastuti; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.432 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.1.33-38

Abstract

Oribatids are one of the important fauna groups in the soil. They have an important role in the decomposition of organic matter in the soil. The objection of this research was to study population dynamics of Oribatids through determining the abundance and diversity of Oribatids and to know the effect of environmental factors on Oribatids in oil palm plantation at Bajubang, Batanghari, Jambi. Soil and litter samples were taken from four different locations (25 m x 25 m) and from each location three samples were taken from litter lanes and open lanes, respectively (the size was 16 x 16 cm with a depth of soil is 5 cm). The samples were extracted using Kempson extractor. Identification of Oribatids was done to the family level and the diversity of Oribatids was measured using Shannon’s diversity index. The population dynamic of Oribatids showed a fluctuation in the sampling period. When rainfall increased >200 mm did not follow by increasing abundance and diversity (number of the family) of Oribatid mites. When rainfall between 100 – 200 mm was the optimal condition for Oribatids so abundance and diversity (the number of the family) of Oribatids increased. But, when rainfall <100 mm especially in February 2014 (the lowest rainfall 1 mm), abundance and diversity (number of the family) of Oribatids was lowest (330 individual m-2; 7 families) compared to another month. It was assumed that Oribatids may migrate into the deep soil to avoid a harsh environmental condition. Abundance and diversity (number of the family) of oribatids were significantly higher in litter lanes (4,560 individual m-2; 25 families) than in open lanes (1,570 individual m-2; 14 families). The availability of litter in the litter lanes was higher than in open lanes. In this research, There are 3 families that most abundance and always found on the sampling period, they are Scheloribatidae, Mycobatidae and Galumniidae. Keywords: Abundance, diversity, oil palm plantation, Oribatids, soil fauna
PERANAN RIZOBAKTERI DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PENYERAPAN HARA SORGUM MANIS (Sorghum bicolor L. Moench) Bedah Rupaedah; Iswandi Anas; Dwi Andreas Santosa; Wahono Sumaryono; Sri Wilarso Budi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.403 KB) | DOI: 10.29244/jitl.16.2.45-52

Abstract

Efisiensi pemakaian pupuk kimia dapat didefinisikan berdasarkan aspek agronomi. Secara umum, semakin banyak hara yang diserap tanaman untuk meningkatkan hasil panen, maka tingkat efisiensi semakin tinggi. Pelacakan jumlah hara yang dapat diserap tanaman dalam meningkatkan produksi adalah komponen kunci untuk mengukur efisiensi hara. Percobaan lapangan dilakukan untuk menilai peranan rizobakteri dan fungi mikoriza arbuskular (FMA) pada berbagai konsentrasi pupuk kimia pada budidaya sorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench). Dua galur rizobakteri (Mycobacterium senegalense 73LR dan Bacillus firmus 80JR) serta dua galur FMA (Gigaspora sp. 40MDL dan Glomus sp. 38MDL) digunakan sebagai inokulan dengan penambahan beberapa variasi konsentrasi pupuk kimia. Bobot biomasa, kandungan gula, serapan fosfor, kalium dan nitrogen dianalisis. Inokulasi rizobakteri mampu meningkatkan tinggi tanaman dan kandungan P pada taraf p<0.01, sedangkan bobot biomassa, kandungan gula, serapan P dan K pada taraf p<0.05. Inokulasi FMA saja berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa dan kandungan N pada taraf p<0.01, sedangkan kandungan gula pada taraf p<0.05. Sementara itu, interaksi rizobakteri dan FMA mampu meningkatkan bobot biomassa, kandungan dan serapan K, serta efisiensi penyerapan hara N. Secara keseluruhan pengaruh inokulasi rizobakteri, FMA dan pupuk kimia serta interaksi faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan bobot biomasa, kandungan gula, serapan P dan K, serta efisiensi penyerapan hara N oleh tanaman sorgum manis. Dengan demikian, pemakaian rizobakteri dan FMA berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia, sehingga diharapkan dapat mengurangi biaya produksi budidaya sorgum manis.
KOMBINASI PUPUK ORGANIK HAYATI DAN PUPUK FOSFAT UNTUK PENINGKATAN KERAGAAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Abdul Hasyim Sodiq; Iswandi Anas; Dwi Andreas Santosa; Atang Sutandi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.872 KB) | DOI: 10.29244/jitl.16.1.38-44

Abstract

Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik hayati diperkaya mikrob tanah terhadap keragaan tanaman, populasi total mikrob dan populasi mikrob pelarut fosfat di pembibitan kelapa sawit. Persiapan media tanam dilakukan dengan mengambil lapisan tanah atas (topsoil) dengan kedalaman maksimal 25 cm kemudian tanah tersebut dikering anginkan dan dimasukkan ke dalam setiap kantong plastik media tanam dengan volume masing-masing 5 kg. Pengukuran parameter keragaan tanaman bibit kelapa sawit dilakukan dari minggu ke-4 setelah tanam (MST) hingga ke-22 MST di rumah kaca kebun percobaan Cikabayan, Darmaga. Percobaan uji efektivitas mikrob pelarut fosfat (MPF) pada pupuk organik hayati menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh penggunaan pupuk batuan fosfat terhadap tinggi tanaman memberikan hasil yang lebih baik dibandingan penggunaan SP-36 dan analisa statistik terhadap pengaruh tunggal pupuk organik hayati, pengaruh pupuk organik terhadap populasi total mikrob menunjukkan hasil terbaik.
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MIKROARTHROPODA PADA MIKROHABITAT KELAPA SAWIT Titik Tri Wahyuni; Rahayu Widyastuti; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.98 KB) | DOI: 10.29244/jitl.17.2.54-59

Abstract

Acari dan Collembola merupakan mikroarthropoda yang hidup di tanah dan lapisan serasah. Dalam ekosistem mikroarthropoda berperan aktif dalam proses dekomposisi yaitu dalam fragmentasi bahan organik sehingga dapat mempercepat penghancuran bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kelimpahan dan keanekaragaman mikroarthropoda pada berbagai mikrohabitat kelapa sawit. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu pengambilan sampel, ekstraksi dan identifikasi fauna tanah. Plot pengambilan sampel diambil dengan jarak 50 x 50 m yang terdiri dari 5 titik, setiap titik terdiri dari 11 mikrohabitat. Sampel diambil pada beberapa mikrohabitat kelapa sawit yaitu tanah dengan jarak 0 m; 1 m; 3m dari tanaman kelapa sawit, gawangan kompos, pelepah pada ketinggian 30 cm; 90 cm; 150 cm, epifit pada ketinggian 30 cm; 90 cm; 150 cm dan tonggak. Sampel diambil pada bulan Januari 2014. Ekstraksi mikroarthropoda menggunakan Kempson Extractor, sedangkan identifikasi dilakukan sampai tingkat subordo untuk Acari dan famili untuk Collembola. Kelimpahan dan keanekaragaman mikroarthropoda dihitung menggunakan rumus kelimpahan menurut Meyer dan indeks keanekaragaman Shanonn (Shannon’s diversity index). Untuk mengetahui perbedaan kelimpahan dan keanekaragaman mikroarthropoda di berbagai mikrohabitat digunakan analisis sidik ragam satu arah (one-way ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroarthropoda tertinggi ditemukan pada pelepah dan epifit. Kelimpahan Acari tertinggi ditemukan pada mikrohabitat epifit dengan ketinggian 30 cm yaitu 4,408 individu m-2, sedangkan kelimpahan Collembola tertinggi ditemukan pada mikrohabitat pelepah dengan ketinggian 150 cm yaitu 6,173 individu m-2. Kondisi mikroklimat pada mikrohabitat pelepah dan epifit lebih sesuai untuk kehidupan mikroarthropoda dibandingkan dengan mikrohabitat yang diteliti. Keanekaragaman mikroarthropoda pada mikrohabitat kelapa sawit tergolong rendah berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon. Kata kunci: Kelimpahan, keanekaragaman, mikroarthropoda, mikrohabitat, kelapa sawit
BIOTEKNOLOGI LINGKUNGAN UNTUK PENANGGULANGAN LIMBAH MENGANDUNG KROM Dwi Andreas Santosa; Tommy Kurniawan; F. Dian Lina
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.817 KB) | DOI: 10.29244/jitl.10.2.50-53

Abstract

The biotechnological approaches for treatment of wastewater are widely studied within the last two decades. We show that this approach can be used for treatment of Cr-contaminated wastewater. The sulfate reducing bacteria Desulfotomaculum orientis ICBB 1204 is used in a laboratory experiment to treat Cr-contained wastewater from metal plating industry and the oil and gas company, PT VICO, East Kalimantan. After adaption of the bacteria for around 10 days in the wastewater containing 100 ppm Cr, the process of Cr reduction took place and the Cr in the medium were reduced 92.7% within 20 days. The similar results were achieved on the treatment of PT VICO’s wastewater. The Cr content in the wastewater decreased from 6.54-6.76 to 0.08-0.09 ppm and the pH increased from 3 to 5 – 6 within 20 days incubation period.Keywords: Cr detoxification, Desulfotomaculum orientis ICBB 1204, sulphate reducing bacteria, wastewater
Potensi Limbah Tahu untuk Menghasilkan Listrik pada Tiga Model Sistem Microbial Fuel Cell (MFC): Tofu Wastewater Potency for Generating Electricity Using Three Models of Microbial Fuel Cell (MFC) Amanda Kusuma Dewi; Gunawan Djajakirana; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.22.1.29-34

Abstract

Organic waste from tofu industries in general is only thrown into the surrounding river flow and not utilized by the community. Tofu liquid waste contains a lot of protein, so in the decomposition process it produces ammonia which is causes odor. A lack of researchers who understand that tofu waste can also be used as a substrate in Microbial Fuel Cells (MFC). MFC is a system or device that uses bacteria as a catalyst to oxidize organic and inorganic materials. Electrons are produced by bacteria from the substrate which is transferred to the anode (negative pole) and flowed to the cathode (positive pole), then connected by conductivity devices including resistors or operated under charge to produce electricity. The purpose of this study were knowing the effect of using tofu waste as a substrate in the anode on electric currents in MFC also knowing the most effective MFC modeling and providing electricity with the highest current. The result showed that MFC modeling which is considered the most effective and produces the highest voltage is the dual chamber system with Nafion. MFC dual chamber with Nafion isolate Staphylococcus saprophyticus was able to produce a voltage value of 3.74x105 mV and a power density value of 2.87x104 mW m-2.
KAJIAN RISIKO LINGKUNGAN UNTUK PENGGUNAAN AGEN HAYATI DI BIDANG PERTANIAN Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.664 KB) | DOI: 10.29244/jitl.11.1.14-20

Abstract

In Indonesia, the biological agents have been widely used in the agriculture for reducing chemical fertilizers uses, for controlling plant pest and pathogens, and for increasing rate of composting process. The application of biological agents is especially important in the organic agriculture practices. The agents consist of microorganisms both fungi and bacteria, and in some extent are also viruses, that part of them are imported from other countries. Based on their characteristics, any biological agents that are released into the environment can pose potential problems to the environment or the ecology.  There is a Ministerial Decree that require an environmental risk assessment (ERA) for getting a permission of an importation of biological agents. Unfortunately, there is not any guidance to conduct ERA of biological agents. This paper reviews ERA and using of the approach to do a risk assessment of biological agents that will be used in agriculture.
Seleksi dan Identifikasi Endofit Pemacu Pertumbuhan dari Lima Varietas Tebu di PT Gunung Madu Plantations Lampung: Screening and Identification of Plant Growth Promotion Endophyte from Five Sugarcane Varieties in PT Gunung Madu Plantations Lampung Remaja Sitepu; Suryo Wiyono; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.944 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.1.19-24

Abstract

Endofit adalah bakteri atau cendawan yang secara alami berasosiasi dan mengolonisasi jaringan internal tumbuhan tanpa menimbulkan dampak negatif pada inangnya. Sejumlah endofit bermanfaat bagi tanaman karena berperan sebagai pemacu pertumbuhan ataupun sebagai pengendali hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi dan mengidentifikasi endofit yang berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan dari lima varietas tebu PT Gunung Madu Plantations Lampung. Sebanyak 82 isolat yang telah lolos dalam uji reaksi hipersensitif dan hemolisis diskrining dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan di laboratorium dengan menginokulasikan endofit pada benih padi dan mengevaluasi kecambahnya setelah umur tujuh hari. Isolat yang lolos pada tahap pertama dilanjutkan ke tahap kedua dengan menginokulasikannya pada bibit tebu dalam skala semi lapangan. Pertumbuhannnya tanaman tebu dievaluasi hingga 6 minggu setelah tanam. Sebanyak 9 isolat bakteri dan 9 isolat cendawan terindikasi sebagai pemacu pertumbuhan pada tahap pertama, tetapi hanya dua isolat bakteri dan satu isolat cendawan yang konsisten pada pengujian tahap kedua. Identifikasi molekuler ketiga isolat tersebut dan pencocokan sekuens pada BLAST menunjukkan bahwa isolat N12 yang terisolasi dari akar GMP3 mirip dengan Bacillus safensis 100%, L16 yang terisolasi dari daun GMP3 mirip dengan Domibacillus robiginosus 99%, dan C78 yang terisolasi dari batang PS48 mirip dengan Cladosporium cladosporioides 99%. Ketiga isolat tersebut mampu menghasilkan auksin, sitokinin, and giberelin dengan kecenderungan B. safensis lebih tinggi dibanding dua lainnya.
Co-Authors . Giyanto . Giyanto Abdul Hasyim Sodiq Abdul Munif Agus Purwito Aisamrotul Hasanah Aksarah Pas, Aris Amanda Kusuma Dewi Anas Miftah Fauzi Arum Asiyanti Suhastyo, Arum Asiyanti Arum Asriyanti Suhastyo Atang Sutandi Batara, Lily Noviani Bedah Rupaedah Bibiana W Lay Bibiana W Lay BIBIANA W LAY Chansyanah Diawati Dedeh H Arief Dedi Widayat Dian Hendrayanti Didiek Hadjar Goenadi Didy Sopandie Dwi Wulan Pujiriyani Endriatmo Soetarto F. Dian Lina Fahrizal Hazra Falih, Fairuz Annabil Fitriyani, Indri Hapsari Giyanto, Giyanto Gunawan Djajakirana Gustav Adolf Wattimena Hamim Hamim HANNA ARTUTI EKAMAWANTI Hari R Harlyadi Harpasis S. Sanusi Harpasis S. Sanusi Haryanti Haryanti Hazrah, Fahrizal Hudi, Firdaus Alam I Dewa Ketut Sastrawidana Ilyas Jamil Iman Rusmana Indriyani, Yohanna Anisa Iskandar Iskandar Iswandi Anas Iswandi Anas Iswandi Anas Chaniago Iswandi Anas Chaniago, Iswandi Anas Ivanovich Agusta Juhari Juhari, Juhari Khoirunnisa, Nur Syafira Kukuh Murtilaksono Kurnia Dewi Sasmita Kusuma Handayani Laksmita Prima Santi Laksono Trisnantoro LILIK BUDIPRASETYO Maggy T Suhartono Memen Surahman Mieke Rochimi Setiawati Miftahudin Muchamad Yusron Muhammad Rivai Nasrul Harahap NISA RACHMANIA MUBARIK Noegroho Hadi Noor Fadiawati Nuchsin, Ruyitno NUNI GOFAR Nurfadila, Uci Nursaadah . RAHAYU WIDYASTUTI Rani Nur Fitriani Remaja Sitepu Rustam, Rustam Ruyitno Ruyitno S Siswanto Sanjaya, Wilhelmus Terang Arga Siswanto siswanto Slamet Susanto Sri Wilarso Budi Sudarsono Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana SULASTRI Suryo Wiyono Susiyanti . Syaiful Anwar T W DARMONO Titik Tri Wahyuni Tommy Kurniawan Tornando, Hengki Tri Prartono Trikoesoemaningtyas Tualar Slmarmata Umi Hidayati Umi Hidayati Untung Sudadi Wahono Sumaryono Widrializa, . Wilhelmus Terang Arga Sanjaya Wilhelmus Terang Arga Sanjaya YADI SETIADI Yeti Darmayati Yeti Darmayati Yohanna Anisa Indriyani YULIN LESTARI Yuni Lisafitri Yuyun Sumarni Zulfarina Zulfarina Zulfarina,