Claim Missing Document
Check
Articles

Educational Puzzle Strategies for Managing Hyperactive Children and Enhancing Learning Concentration: A Qualitative Study Astrid Wulandari; Syarifuddin Syarifuddin; Yayuk Kusumawati
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16729

Abstract

This study aims to analyze how puzzle-based learning activities can support teachers in directing the excessive energy of hyperactive children into more focused learning tasks. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers, and documentation of learning activities involving students who exhibit hyperactive tendencies. The results show that educational puzzles provide structured and engaging stimulation that encourages children to focus on problem-solving tasks. Through puzzle activities, students gradually develop patience, self-control, and sustained attention during classroom learning. In addition, the strategy helps teachers create a more conducive learning environment by channeling students’ active behavior into meaningful activities. These findings indicate that educational puzzle strategies contribute positively to improving students’ learning concentration and participation in the classroom. Therefore, teachers are encouraged to integrate puzzle-based activities as an alternative strategy to support the management of hyperactive behavior in early childhood learning settings.
ANALISIS PERGERAKAN PENDIDIKAN PEREMPUAN SERTA KIPRAH SITI WALIDAH DI AISYIYAH Nurul Izati Mardiah; Luthfiyah Luthfiyah; Anwar Sadat; Ihlas Ihlas; Syahru Ramadhan; Yayuk Kusumawati
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.779

Abstract

Sebelum Aisyiyah berdiri, dikalangan perempuan muslim Muhammadiyah telah banyak kegiatan yang dilakukan. Yang dipelopori oleh Siti Walidah, istri pendiri Muhammadiyah, telah lama mencita-citakan agar perempuan muslim selain tahu tugasnya sebagai ibu rumah tangga, juga tahu dan paham akan tugas mereka dalam kehidupan bermasyarakat jadi ia juga meminta kepada suaminya. Agar Muhammadiyah menaruh perhatian kepada kaum perempuan dengan memberikan pendidikan dan bimbingan supaya mereka juga mengerti tentang organisasi. Menurut Siti Walidah kaum perempuan juga harus mendapat perhatian sebaik-baiknya karena ia yakin bahwa tanpa ada perempuan perjuangan tidak akan berhasil. Penelitian ini dapat memberikan nilai guna untuk berbagai pihak yaitu: 1. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah tentang pendidikan perempuan. 2. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Liberary Research), yaitu penelitian yang dalam pengumpulan datanya menggunakan kitab-kitab, buku-buku, jurnal, dokumen, kamus, majalah, ensiklopedia dan lain sebagainya yang mendukung penelitian ini. Studi naskah yang dilakukan oleh peneliti yaitu naskah pemikiran took dalam hal ini adalah pendidikan perempuan, sifat dari penelitian ini adalah deskripsi analitis, yang coba menyajikan data secara objektif tentang keadaan yang sesungguhnya dan sebenarnya dari objek penelitian untuk kemudian di interpretasikan. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa pergerakan yang dilakukan oleh Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan1. Mendirikan sebuah gerakan kelompok pengajian atau yang lebih dengan Sopo Tresno. 2. Mengajar kaum perempuan Kauman untuk membaca Al-Qur’an dalam Wadah Wal ‘Ashri. 3. Maghribi School adalah sebuah perkumpulan pengajian khusus untuk perempuan yang dilakukan pada waktu Magrib. Dan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah, 1. Menyelenggarakan asrama untuk putri-putri di berbagai daerah 2.Ikut aktif mempelopori pemberantasan buta huruf bagi orang-orang yang telah lanjut usia.3. Menyelenggarakan rumah rumah anak orang miskin dan anak yatim. 4. Menjadi pelopor berdirinya TK ABA di Indonesia.
PENGUATAN GERAKAN DAKWAH MUHAMMADIYAH MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN PARTISIPATIF DI TINGKAT RANTING MUHAMMADIYAH DESA KANANGA Syahru Ramadhan; Yayuk Kusumawati; Hermansyah Hermansyah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i1.2552

Abstract

Gerakan dakwah Muhammadiyah banyak yang diakui cukup dinamis, dan dalam lintasan zaman masih menunjukkan kemajuan. Namun kenyataan ini berbanding terbalik dengan kondisi yang dihadapi oleh Muhammadiyah ditingkat ranting dan cabang yang berada di Kabupaten Bima, khususnya kondisi ranting dan cabang yang berada di Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima masih cukup memprihatinkan, dan masih banyak PR yang harus segera diselesaikan. Kegiatan pengajian di ruang lingkup muhammadiyah masih berpusat pada tingkat Pimpinan Daerah dan Amal Usaha Muhammadiyah. Dalam rangka menjadikan ranting muhammadiyah di desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima sebagai basis gerakan dakwah Muhammadiyah maka fokus pengabdian dalam tulisan ini adalah : (1) Penguatan dan pembinaan Ranting dan Cabang di Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dengan mengaktifkan kegiatan Pengajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (2) Merekrut dan membina Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Kecamatan Bolo khususnya di Desa Kananga untuk menjadi pengurus muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
DILEMA DUALISME HUKUM KASUS MERARIQ KODEQ SUKU SASAK Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v1i1.62

Abstract

The government had set several roles to manage social-life. One of these roles is about marriage accordance to Article/ section 1 of Constitution year 1974. Refer to it, someone who wants to marry has to be maturity of soul or physical, it meant that they will get harmony life at household. However, the fact describes that the roles cannot be practiced finely and face some obstacles such as the support roles, social - condition, economic, culture and religion. The effect of these situation, there are some problem formulations; (i) how much frequency of marry earlier or merariq kodeq at Sasak community. (ii) what of the cause merariq kode is still done even though they are in modern community. Meanwhile, the research has purposes to know (iii) the effects of marry earlier or merariq kodeq at Sasak Community, (iv) what the effort of government to prevent marry earlier or merariq kodeq at Sasak Community. The style of this research is Normative – sociological which is to know the circumstances in community. The method of data collecting is observation, interview, and documentation. Meanwhile, to analyze the data, researcher use qualitative description method. The result of research show that the obstacles to use the roles cause by lack of punishment and difficult access. The performance of early marry or merariq kodeq is to be culture at Sasak Community, it cause by custom roles demand although the bill number 1 year 1974 prohibit it. So, it be great obstacle to realize the role.
REPRESENTASI REKAYASA SOSIAL SEBAGAI SARANA KEADILAN HUKUM Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v1i2.199

Abstract

In the social life, there is circulation life which change quickly and slowly, so the system of law in Indonesia should be adjusted unnamed conservative. To answer that challenge, needed the social engineering in the social life to fulfill their goals. Social engineering presented to solve problem in social life. Principle, fungtion of the low to be able to change the symbol or method in social life, it can make the habitual become strong or more loyalited and may be the other habitual which happen in social life. That condition, such as deleted the habitual which not match to social need or create new habitual which though more benefit and kindness than before. Refer to the dynamic social circulation, the changing is a necessary. In this term, fungtion of the low must be maximalized for justice and peace, it is mean to social wealth
CELAH HUKUM TERJADINYA PRAKTIK PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DAN TINDAKAN KONDUSIF PERLINDUNGAN HAM Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v2i1.262

Abstract

Perkawinan merupakan perbuatan yang sakral untuk dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan keluarga yang sakinah. Hal ini dianjurkan dalam agama Islam agar melangsungkan perkawinan jika dianggap mampu, lebih lanjutnya pemerintah pun mengatur dengan rapi tentang usia perkawinan sebagaimana yang berbunyi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada Pasal 7 ayat (1) bahwa usia perkawinan bagi laki-laki harus mencapai 19 tahun dan perempuan harus berumur 16 tahun hal tersebut dianggap mampu untuk melakukan perkawinan. Faktanya bahwa masih ada yang melanggar peraturan tersebut dan melangsungkan perkawinan dengan meminta dispensasi nikah ke pengadilan yaitu di usia yang disebut Anak. Selain itu juga legalitas dari hukum adat yang tidak memiliki batasan usia perkawinan, artinya produk hukum yang masih goyah dan lemah akibat inkonsistensi hukum menimbulkan celah bagi pelaku perkawinan di bawah umur. Anak yang seharusnya dilindungi, dibimbing dan masa untuk bermain dengan teman sebayanya harus berperan sebagai orang dewasa dengan melakukan perkawinan dibawah umur. Dampaknya tidak bisa dielakkan yaitu putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian dan lain sebagainya. Untuk itu perlu tindakan kondusif dari aspek HAM, peran dan fungsi HAM untuk melindungi hak anak harus diintensifkan agar anak bisa dijaga sebagai aset bangsa dan Negara
MENEROPONG FREKUENSI PRAKTEK PERKAWINAN DIBAWAH UMUR DI KOTA BIMA Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v2i2.404

Abstract

Menikah adalah fitrah bagi manusia dan merupakan perintah dari Allah, Negara pun mengatur tentang pernikahan yang tertuang dalam undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974 pasal 1, selain itu juga perundang-undangan mengatur tentang batasan umur perkawinan sebagaimana tertuang dalam pasal 7 bahwa laki-laki menikah ketika mencapai umur 19 tahun dan perempuan mencapai 16 tahun, dengan adanya legalitas dispensasi nikah ini justru semakin marak dan mencari celah agar tercapainya pernikahan yang diinginkan padahal secara mental belum tentu siap seperti orang dewasa, maka dari itu yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah proses terjadinya perkawinan dibawah umur dan solusi pemerintah untuk meminimalisir terjadinya perkawinan dibawah umur. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat perkawinan dibawah umur meningkat setiap tahunnya yaitu 2017 sebanyak 59 %, 2018 sebanyak 93% dan 2019 sebanyak 90%, faktor dikabulkannya perkwinan dibawah umur yaitu akibat hamil terlebih dahulu sebelum melakukan perkawinan serta tidak semua pengajuan dispensasi nikah dikabulkan oleh hakim dengan pertimbangan masih umur yang begitu kecil misal dibawah 15 tahun karena secara mental dan psikologi belum mampu untuk membangun rumah tangga dengan matang.
PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH PANCASILA SEBAGAI DARUL AHDI WA SYAHADAH Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v3i2.472

Abstract

Muhammadiyah adalah salah satu organisasi terbesar di Indonesia, tentunya dalam perjalanan membangun organisasi tidaklah mudah butuh perjuangan ekstra dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan, muhammadiyah lahir pada tanggal 18 November 1912 oleh pendiri KH.Ahmad Dahlan, salah datu pelopor pendidikan pertama di Indonesia yang mendirikan sekolah yang terdapat di Belitung sebelum munculnya Ki Hajar dewantara hal ini adalah sebagai bentuk manifestasi dari gerakan untuk membangun dan menyadarkaan bangsa Indonesia untuk mencerdaskan generasi bangsa dari keterpurukan penjajah, dalam perjalanan membangun organisasi para tokoh tidak bertentangan dengan hadirnya pancasila sebagai ideology bangsa seperti contoh ada tiga tokoh penting Muhammadiyah yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Prof. Kahar Mudzakir dan Mr. Kasman Singodimenjo bersama para tokoh lainnya mengambil peran aktif di Badan Persiapan Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) serta masih baanyak tokoh lainnya, maka jelas bahwa negara pancasila merupakan hasil kesepakatan, kesaksian, dan konsesus bersama (dar al-ahdi) yang dimana muhammadiyah juga terlibat di dalamnya melalui para tokohnya sebagai salah saatu perintis kemerdekaan bangsa Indonesia.
PERNIKAHAN DINI PERSPEKTIF MAHASISWA IAI MUHAMMADIYAH BIMA Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v5i2.699

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perpektif dan respon mahasiswa tentang pernikahan dini yang terjadi di lingkungan kota Bima. Pernikahan dini terjadi disebabkan karena faktor marak terjadinya hubungan suami istri tanpa melalui ikatan pernikahan. Hal ini juga, akan berakibat kerap terjadinya kekerasan rumah tangga dan percaraian disebabkan usia pernikahan yang masih sangat labil. Adapun metodologi penelitian yang digunakan oleh penulisan dalam topik ini adalah studi kasus yang terjadi di kota bima dengan menggunakan data primer dan skunder, analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptik kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara keseluruhan mahasiswa tidak sepakat dengan adanya pernikahan dini, sebab dapat memperhambat proses pendidikan secara formal, dan penilaian masyarakat secara negatif.