Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI ICE BREAKING DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI MIS AL-IKHLAS DONGGO Tri Rahmania; Abdussahid; Yayuk Kusumawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 t
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ice breaking dalam meningkatkan minat belajar siswa di MIS Al-Ikhlas Donggo. Latar belakang penelitian ini di dasari oleh rendahnya minat belajar siswa yang kurang optimal. Ice breaking diterapkan sebagai strategi untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, adapun alasan menggunakan metode ini adalah karena ingin menggali, mengamati, atau mencari data-data yang lebih akurat terkait dengan penelitian tersebut, dan berdasarkan jenis datanya penelitian ini menggunakan metode penelitian tersebut, dan berdasarkan jenis datanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking secara efektif mampu meningkatkan minat belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya antusiasme, perhatian dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, implementas ice breaking dapat dijadikan alternative strategi pembelajaran untuk menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan mendorong prestasi akademik siswa
Strategi Guru PAUD dalam Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Memenuhi Keberagaman Gaya Belajar Anak Usia Dini Siti Fatimah; Sukrin Sukrin; Yayuk Kusumawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1402

Abstract

PAUD adalah dasar paling urgent dari inti perrtumbuhan individu di mana setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang unik sesuai dengan gaya belajarnya seperti visual, auditori, dan kinestetik. TK Aisyiyah II Kota Bima menghadapi tantangan dalam memenuhi keberagaman gaya belajar anak melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta pentingnya pendekatan yang adaptif dan inklusif untuk mendukung potensi belajar setiap anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi keberagaman gaya belajar anak di TK Aisyiyah II Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi proses pembelajaran dalam hal ini penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi keberagaman gaya belajar anak usia dini melibatkan beberapa aspek penting yang perlu diukur dan diperhatikan yaitu konten, proses, dan produk. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi strategi dan kendala dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil analisis membuktikkan bahwasannya guru di TK Aisyiyah II Kota Bima menggunakan berbagai strategi seperti penilaian awal untuk mengidentifikasi gaya belajar anak, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, pengelompokan anak berdasarkan minat atau kemampuan, serta penerapan pembelajaran berbasis permainan. Strategi-strategi ini memungkinkan guru untuk menawarkan pengalaman belajar yang signifikan dan menarik bagi tiap anak. Hambatan yang terlihat dalam penelitian ini adalah sedikitnya pilihan sumber belajar, alokasi waktu yang sempit untuk mempersiapkan materi, dan, kurang jelasnya konsep pembelajaran berdiferensiasi di kalangan guru. Namun kendala tersebut diatasi melalui solusi kreatif, seperti pemanfaatan bahan sederhana untuk media belajar, kerja sama dengan orang tua, dan pelatihan guru.
PENGUATAN BUDAYA POSITIF BERBASIS BUDAYA LOKAL BIMA DALAM MEWUJUDKAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SDIT INSAN KAMIL KOTA BIMA Ramadhan, Syahru; Kusumawati, Yayuk; Hermansyah, Hermansyah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.6249

Abstract

Penelitian dilakukan karena dilatar belakangi oleh adanya proses perbaikan kualitas dan mutu pendidikan yang selama yang masih bersifat pragmatis dan capaian berbasis angka kuantitatif, pelaksanaan pendidikan kita perlu untuk diarahkan pada kualitas penerapan pembelajaran dan memilki output pada kepribadian siswa yang dibuktikan pembiasaan budaya positif. Dalam penerapan kurikulum merdeka sekolah dan guru sangat diarahkan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan melaksanakan berbagai program serta kegiatan berdasarkan ukuran tercapainya karakter profil pelajar pancasila. SDIT Insan Kamil Kota Bima sebagai salah satu sekolah yang terlibat dalam program Pendidikan Sekolah Penggerak (PSP) terus berupaya untuk melakukan penguatan budaya positif siswa berbasis budaya lokal bima dalam rangka untuk mewujudkan karakter profil pelajar pancasila. Peneltian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri penulis sebagai instrumen kunci, data dan informasi dalam penelitian ini didapatkan melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam Pelaksanaannya, penguatan budaya positif berbasis budaya lokal bima di SDIT Insan Kamil Kota Bima telah mampu mewujudkan karakter profil pelajar pancasila dalam berbagai bentuk kegiatan dan pembelajaran antara lain kegiatan penyambutan siswa 5 S (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan), Pelaksanaan kegiatan tari daerah, Kegiatan Bina Pribadi Islami Setiap Pekan, Membuat Kerajinan Khas Bima Seperti Anyaman Dalam Pelaksanaaan Projek P5, Kegiatan Kunjungan (Outing Study) Ditempat Warisan Budaya, Market Day (Menjual Jajanan Khas Daerah) dan Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Bima.
AKTUALISASI NILAI KARAKTER MAJA LABO DAHU UNTUK PENCEGAHAN KASUS BULLIYING PADA ANAK USIA DINI DI TK SATU ATAP SAKURU Hajrah; Ihlas; Kusumawati, Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42429

Abstract

The phenomenon of increasing cases of bullying among early childhood has become a serious concern in the world of education, including in the environment of Sakuru One Roof Kindergarten. This condition requires a prevention strategy that is not only disciplinary in nature, but also rooted in local cultural values. The value of Maja Labo Dahu, which means being ashamed of doing wrong and afraid of violating social norms, is used as the basis for character building so that children are able to respect themselves and others. This study aims to describe the process of actualizing the character value of Maja Labo Dahu and its implications for the prevention of bullying cases among early childhood at Sakuru One Roof Kindergarten. The type of research used is descriptive qualitative research with a case study approach. Data sources were obtained from the principal, teachers, parents, and students. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation of learning activities and children's social interactions at school. The collected data was then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques according to the Miles and Huberman model. The results of the study showed that the process of actualizing Maja Labo Dahu values had been systematically implemented through activities such as morning circles, character-based thematic learning, mutual respect, teacher role modeling, extracurricular activities, and collaboration with parents. The implications of applying these values are evident in the formation of mutual respect, increased social empathy, emotional control, and the creation of a friendly and anti-violence school environment. Thus, the Maja Labo Dahu values have proven to be effective in preventing bullying behavior while strengthening children's moral character from an early age.
Peran Lingkungan Keluarga Dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Pada Anak Dian Rosela; Wahyu Mulyadi; Yayuk Kusumawati
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 1 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i1.847

Abstract

This study aims to examine the role of the family environment in shaping religious moderation attitudes in children in Nggeru Kopa Village, Palama, a multicultural area inhabited by communities of Islam, Catholicism, and Protestantism. In this context of diversity, the family plays a strategic role as the main agent in instilling values of tolerance, mutual respect, and peaceful coexistence. The study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects of the research include parents, community leaders, and elementary school children residing in the village. The findings show that families instill religious moderation through familial approaches, role modeling, and value education from an early age. This moderation practice is reflected in daily life, such as respecting differences in beliefs, engaging in interfaith communication, and participating in social activities together. Universal values such as empathy, honesty, and justice are also taught as part of character education. However, there are challenges faced, such as economic limitations and the influence of a closed social environment, which may hinder the internalization of moderation values. This study concludes that families play a crucial role in shaping moderate character in children within a pluralistic society. The implications of these findings suggest the need for strengthening family capacity through support programs and collaboration with educational institutions and local religious leaders to create an inclusive and harmonious social ecosystem.
Integration of Islamic Ecological Ethics in Plastic Waste-Based Arts and Culture Learning for Student Creativity Putri, Nadia; Kusumawati, Yayuk; Hermansyah
Multicultural Islamic Education Review Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mier.v4i1.17261

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic Ecological Ethics in the utilization of plastic waste in Arts and Culture learning to enhance student creativity at MIS Al-Falah Nipa. The research is motivated by the increasing problem of plastic waste and the suboptimal utilization of the environment as a contextual and meaningful learning resource for Arts and Culture learning. Furthermore, student creativity in learning still tends to be low because students prefer to imitate examples given by teachers rather than develop ideas independently. This study used a qualitative descriptive exploratory research method. The participants consisted of 32 fifth-grade students and one Arts and Culture teacher selected using purposive sampling techniques. Data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the Constant Comparative Procedure (CCP) through a continuous process of data reduction, coding, categorization, and drawing conclusions. The results showed that the integration of Islamic Ecological Ethics in Arts and Culture learning based on the utilization of plastic waste was able to increase students' creativity in the aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. Learning also increased students' ecological awareness through environmentally conscious behavior, responsibility in utilizing plastic waste, and an understanding of the importance of protecting the environment from an Islamic perspective. In addition, project-based learning created a more active, collaborative, and contextual learning atmosphere. Despite constraints such as limited time and facilities, this learning still showed great potential in supporting sustainable education based on Islamic values. This study confirms that the integration of Islamic Ecological Ethics in Arts and Culture learning can be an innovative strategy in forming a creative and environmentally conscious generation starting from elementary school
Penerapan Video Animasi pada Tema Alam Semesta untuk Anak Usia Dini di TK Sinar Mutiara Lambu Bima Nurul Fitriani; Ihlas Ihlas; Yayuk Kusumawati; Hermansyah Hermansyah; Iksan Maulana
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.374

Abstract

Pembelajaran anak usia dini memerlukan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif dan karakteristik belajar anak, terutama dalam memahami konsep-konsep abstrak seperti pada tema “Alam Semesta.” Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari rendahnya daya serap anak terhadap materi tematik yang disampaikan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media video animasi dalam pembelajaran tema alam semesta dan menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman anak usia dini di TK Sinar Mutiara Lambu, Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di TK Sinar Mutiara, dengan subjek penelitian terdiri atas guru kelompok B dan peserta didik sebanyak 15 anak sebagai sampel dari populasi anak usia 5–6 tahun. Dalam penelitian ini, menggunakan sumber data  primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perencanaan pembelajaran dan sumber pendukung lainnya. Teknik validasi data dilakukan secara triangulatif, dan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai Maret s.d April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi mampu meningkatkan perhatian, keterlibatan, serta pemahaman anak terhadap materi pembelajaran secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media video animasi efektif diterapkan dalam pembelajaran tematik berbasis visual untuk anak usia dini dan berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu proses belajar mengajar di lingkungan pendidikan anak usia dini.
URGENSI NILAI DAN MORAL SEBAGAI SUBTEORITIS PEMBELAJARAN PKn DI SD Yayuk Kusumawati
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v1i2.150

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diajarkan baik dari tingkat SD maupun perguruan tinggi sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 menyatakan bahwa pedidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini pun tertuang dalam alinea ke empat di Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, perlu penekanan pengetahuan agar generasi mampu berilmu baik itu terlihat dari cara berpikir maupun dari perbuatan, dan PKn menjadi mata pelajaran yang memiliki pesan-pesan nilai dan moral yang terkandung didalamnya salah satunya adalah pada mata pelajaran pembelajaran PKn di SD. Untuk mewujudkan yang diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945 di alinea ke empat maka perlu bantuan dari oknum yang akan mentarasnferkan pengetahuan tersebut dengan menjadi teladan bagi peserta didiknya yaitu seorang guru. Melalui seorang guru ini kemudian yang harus dilihat bagaimana dalam mengkristalisasikan nilai dan moral sebagai karakteristik pembelajaran PKn di SD dan ketika hal itu mampu dilaksanakan disitulah akan terlihat bahwa dalam pembelajaran PKn hadir untuk menanamkan nilai dan moral bagi generasi bangsa.
ANALISIS PEMBELAJARAN PKN SD/MI DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK Yayuk Kusumawati
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 3 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v3i1.376

Abstract

Tantangan terbesar bangsa saat ini adalah menciptakan sumber dayamanusia yang handal, berkualitas, dan memadai baik secarakuantitatif maupun kualitatif sebagai modal utama pembangunanbangsa dan Negara. Mata pelajaran PKN di SD/MI adalah matapelajaran yang wajib dipelajari oleh peserta didik. Mata pelajaran inimembahas banyak hal diantaranya pelaksanan pembelajaran PKN,arah dan tujuan pembelajaran, pembelajaran PKN, ruang lingkuppembelajaran PKN, model pembelajaran PKN dan mediapembelajaran PKN di SD/MI dengan menggunakan pendekatansaintifk yakni kegiatan pembelajaran dengan mengamati, menanya,mengumpulkan informasi, mengasosiasikan danmengkumunikasikan agar peserta didik dapat mengkonstrukpengetahuannya. Didalam pelaksanaannya siswa berperan secaraaktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga hal ini dapatmempermudah proses tranformasi pengetahuan dan nilai yangmenjadi tujuan dalam pembelajaran PKN di SD/MI. Outup daripenarapan ini adalah peserta didik tidak hanya menguasai konsepPendidikan Kewarganeraan, tetapi siswa harus mampumengaktualisasikan pengetahuan yang didapatkan pada saat prosespembelajaran dalam kehidupannya sehari-hari sebagai warga NegaraKesatuan Republik Indonesia (NKRI).
TRANSFORMASI PENDIDIKAN PROFETIK SEBEGAI PERWUJUDAN PILAR PENDIDIKAN NASIONAL DI MADRASAH Yayuk Kusumawati
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 4 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v4i1.475

Abstract

Dalam artikel ini akan membahas secara teoritis dan praktis tentang transformasi pendidikan profetik sebagai perwujudanpilar pendidikan nasional di madrasah. Transformasi pendidikanprofetik harus mengacu pada pendidikan yang berorientasi padapananaman nilai-nilai kebangsasaan, dengan mempertimbangkanwarisan pendidikan masa lalu, masa kini serta kemampuannyamengantisipasi tantangan perkembangan zaman. Sekarang inibangsa dan pemerintah Indonesia semakin menyadari danmenyesali, bahwa bahwa aspek pilar pendidikan nasional telahterabaikan sehingga kalah bersaing dengan nagera-negara lain.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalahpenelitan kepustakaan (Library Research), yaitu serangkaianpenelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan datapustaka, atau penelitian yang digali melalui beragam informasi kepustakaan seperti buku, ensiklopedi, jurnal ilmiah, koran,majalah, penelitian terdahulu dan dokumen. Adapun pembehasandalam tulisan ini, Penerapan pendidikan profetik di madrasahbertujuan untuk mengarahkan peserta didik untuk berpartisipasisecara aktif dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuanganRasulullah SAW yakni humanisasi, liberasi dan transendensi.Selain itu, Dalam konteks pendidikan secara formal pendidikanprofetik dapat diterapkan untuk mewujudkan pilar pendidikannasional melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan dimadrasah. Belajar menggunakan pendekatan pilar pendidikan,murid akan termotivasi dalam mengembangkan ilmupengetahuan, pengalaman, dan keterampilan berpikir yang logisdan sistematis, sehingga suasana proses belajar mengajar menjadikondusif, komunikatif dan tercipta hubungan harmonis antaraguru dan peserta didik.