Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERKEMBANGAN MORAL ANAK SD/MI Yayuk Kusumawati
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 4 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v4i2.569

Abstract

Tulisan artikel ini bertujuan untuk meninjau perkembangan moral anak SD/MI. Pada sikap dan perilaku moral tersirat nilai-nilai yangdianut berkaitan dengan sesuatu yang dikatakan benar, patut danseharusnya terjadi. Ada nilai-nilai yang perlu dipertahankan, adayang diasimilasikan kearah kemajuan atau perubahan progresif,tetapi ada juga yang berubah atau bergeser karena berbagai factoryang mempengaruhinya. Perkembangan moral berkaitan denganatauran dan konvensi tentang apa yang harus dilakukan anakdalam interaksi dengan orang lain. Pada saat anak telah memasukisekolah dasar, anak-anak serius mulai mengekspresikan ide lebihobyektif keadilan. Oleh karena itu, perkembangan moral anakSD/MI harus diperhatikan, bahwa dalam proses pembelajaran dipendidikan moral sekolah diberikan kepada siswa disesuaikandengan perkembangan mereka. Jenis penelitian yang digunakandalam penulisan ini adalah penelitan kepustakaan (LibraryResearch), yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan denganmetode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang digalimelalui beragam informasi kepustakaan seperti buku, ensiklopedi,jurnal ilmiah, koran, majalah, penelitian terdahulu dan dokumen.
UPAYA GURU DALAM PENGUATAN NILAI KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN Nurul Wahyuningsih; Yayuk Kusumawati; Fuaduddin Fuaduddin
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 6 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v6i1.781

Abstract

Guru merupakan seorang pendidik, selaku pendidik yang berada di sekolah mereka memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. Dalam dunia pendidikan, tugas seorang guru tidak hanya menjadi pengajar saja, tetapi juga menjadi orang tua kedua bagi anak ketika berada di sekolah, dengan demikian guru wajib ikut andil dalam menanamkan nilai karakter, moral, dan budaya serta memberikan contoh-contoh perbuatan yang baik untuk siswanya. Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang dapat melatih siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan bertindak secara demokratis. Dalam Pendidikan Kewarganegaraan peran guru dalam membentuk karakteristik yaitu dengan cara menjadi panutan dan teladan untuk dicontoh oleh siswa serta guru harus mendidik siswa sehingga memiliki integritas dan kedisiplinan dan dapat menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari.
THE APPLICATION OF THE VALUES OF THE PROFIL PELAJAR PANCASILA IS CONCEPT OF KURIKULUM MERDEKA IN THE SUBJECT OF IPAS Syarifuddin Syarifuddin; De Isya; Abdussahid Abdussahid; Yayuk Kusumawati
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i2.3844

Abstract

This study aims to determine the application of the profil pelajar Pancasila is concept kurikulum merdeka in IPAS subjects at SDN 55 Bima City. This research uses a qualitative descriptive method with the subject of the principal, IPAS subject teacher and grade IV students. The data collection techniques used by researchers to obtain the necessary data are; interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that SDN 55 Kota Bima has implemented the values of the Pancasila learner profile at school well, both in the IPAS subject in grade IV and applied to habituation and school culture. The values of the Pancasila learner profile in question are faith, devotion to God Almighty and noble character, global diversity, cooperation, independence, creativity, and critical reasoning.
PENGUATAN BUDAYA POSITIF BERBASIS BUDAYA LOKAL BIMA DALAM MEWUJUDKAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SDIT INSAN KAMIL KOTA BIMA Syahru Ramadhan; Yayuk Kusumawati; Hermansyah Hermansyah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 9 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.6249

Abstract

Penelitian dilakukan karena dilatar belakangi oleh adanya proses perbaikan kualitas dan mutu pendidikan yang selama yang masih bersifat pragmatis dan capaian berbasis angka kuantitatif, pelaksanaan pendidikan kita perlu untuk diarahkan pada kualitas penerapan pembelajaran dan memilki output pada kepribadian siswa yang dibuktikan pembiasaan budaya positif. Dalam penerapan kurikulum merdeka sekolah dan guru sangat diarahkan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan melaksanakan berbagai program serta kegiatan berdasarkan ukuran tercapainya karakter profil pelajar pancasila. SDIT Insan Kamil Kota Bima sebagai salah satu sekolah yang terlibat dalam program Pendidikan Sekolah Penggerak (PSP) terus berupaya untuk melakukan penguatan budaya positif siswa berbasis budaya lokal bima dalam rangka untuk mewujudkan karakter profil pelajar pancasila. Peneltian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri penulis sebagai instrumen kunci, data dan informasi dalam penelitian ini didapatkan melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam Pelaksanaannya, penguatan budaya positif berbasis budaya lokal bima di SDIT Insan Kamil Kota Bima telah mampu mewujudkan karakter profil pelajar pancasila dalam berbagai bentuk kegiatan dan pembelajaran antara lain kegiatan penyambutan siswa 5 S (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan), Pelaksanaan kegiatan tari daerah, Kegiatan Bina Pribadi Islami Setiap Pekan, Membuat Kerajinan Khas Bima Seperti Anyaman Dalam Pelaksanaaan Projek P5, Kegiatan Kunjungan (Outing Study) Ditempat Warisan Budaya, Market Day (Menjual Jajanan Khas Daerah) dan Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Bima.
Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Dan Nasionalisme Anak Melalui Pendekatan Pembelajaran Deep Learning Yayuk Kusumawati; Sri Wahyuni; Agus Salam
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6508

Abstract

Persoalan yang paling penting dalam kehidupan anak yakni penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme sebagai fondasi pembentukan karakter generasi bangsa. Proses internalisasi nilai pada anak usia dini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu menggugah pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan atau kegiatan yang bersifat seremonial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan pembelajaran deep learning dalam penguatan nilai kebangsaan dan nasionalisme pada anak di TK Arrahman Nitu serta mengidentifikasi perubahan perilaku positif yang muncul setelah implementasinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat dekskriptif. Sumber data terdiri dari guru, anak dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan analisis dokumen seperti foto kegiatan, catatan harian guru, serta rekaman proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning efektif memperkuat nilai kebangsaan dan nasionalisme melalui berbagai aktivitas seperti cerita bergambar, eksplorasi lagu nasional, role play profesi pahlawan, pembiasaan upacara, kunjungan edukatif, serta integrasi budaya lokal Bima. Selanjutnya ditemukan perubahan perilaku positif anak seperti meningkatnya rasa cinta tanah air, kerja sama, toleransi, keberanian, tanggung jawab dan praktik nasionalisme dalam keseharian.
Educational Puzzle Strategies for Managing Hyperactive Children and Enhancing Learning Concentration: A Qualitative Study Astrid Wulandari; Syarifuddin Syarifuddin; Yayuk Kusumawati
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16729

Abstract

This study aims to analyze how puzzle-based learning activities can support teachers in directing the excessive energy of hyperactive children into more focused learning tasks. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers, and documentation of learning activities involving students who exhibit hyperactive tendencies. The results show that educational puzzles provide structured and engaging stimulation that encourages children to focus on problem-solving tasks. Through puzzle activities, students gradually develop patience, self-control, and sustained attention during classroom learning. In addition, the strategy helps teachers create a more conducive learning environment by channeling students’ active behavior into meaningful activities. These findings indicate that educational puzzle strategies contribute positively to improving students’ learning concentration and participation in the classroom. Therefore, teachers are encouraged to integrate puzzle-based activities as an alternative strategy to support the management of hyperactive behavior in early childhood learning settings.
ANALISIS PERGERAKAN PENDIDIKAN PEREMPUAN SERTA KIPRAH SITI WALIDAH DI AISYIYAH Nurul Izati Mardiah; Luthfiyah Luthfiyah; Anwar Sadat; Ihlas Ihlas; Syahru Ramadhan; Yayuk Kusumawati
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.779

Abstract

Sebelum Aisyiyah berdiri, dikalangan perempuan muslim Muhammadiyah telah banyak kegiatan yang dilakukan. Yang dipelopori oleh Siti Walidah, istri pendiri Muhammadiyah, telah lama mencita-citakan agar perempuan muslim selain tahu tugasnya sebagai ibu rumah tangga, juga tahu dan paham akan tugas mereka dalam kehidupan bermasyarakat jadi ia juga meminta kepada suaminya. Agar Muhammadiyah menaruh perhatian kepada kaum perempuan dengan memberikan pendidikan dan bimbingan supaya mereka juga mengerti tentang organisasi. Menurut Siti Walidah kaum perempuan juga harus mendapat perhatian sebaik-baiknya karena ia yakin bahwa tanpa ada perempuan perjuangan tidak akan berhasil. Penelitian ini dapat memberikan nilai guna untuk berbagai pihak yaitu: 1. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah tentang pendidikan perempuan. 2. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Liberary Research), yaitu penelitian yang dalam pengumpulan datanya menggunakan kitab-kitab, buku-buku, jurnal, dokumen, kamus, majalah, ensiklopedia dan lain sebagainya yang mendukung penelitian ini. Studi naskah yang dilakukan oleh peneliti yaitu naskah pemikiran took dalam hal ini adalah pendidikan perempuan, sifat dari penelitian ini adalah deskripsi analitis, yang coba menyajikan data secara objektif tentang keadaan yang sesungguhnya dan sebenarnya dari objek penelitian untuk kemudian di interpretasikan. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa pergerakan yang dilakukan oleh Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan1. Mendirikan sebuah gerakan kelompok pengajian atau yang lebih dengan Sopo Tresno. 2. Mengajar kaum perempuan Kauman untuk membaca Al-Qur’an dalam Wadah Wal ‘Ashri. 3. Maghribi School adalah sebuah perkumpulan pengajian khusus untuk perempuan yang dilakukan pada waktu Magrib. Dan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah, 1. Menyelenggarakan asrama untuk putri-putri di berbagai daerah 2.Ikut aktif mempelopori pemberantasan buta huruf bagi orang-orang yang telah lanjut usia.3. Menyelenggarakan rumah rumah anak orang miskin dan anak yatim. 4. Menjadi pelopor berdirinya TK ABA di Indonesia.
PENGUATAN GERAKAN DAKWAH MUHAMMADIYAH MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN PARTISIPATIF DI TINGKAT RANTING MUHAMMADIYAH DESA KANANGA Syahru Ramadhan; Yayuk Kusumawati; Hermansyah Hermansyah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i1.2552

Abstract

Gerakan dakwah Muhammadiyah banyak yang diakui cukup dinamis, dan dalam lintasan zaman masih menunjukkan kemajuan. Namun kenyataan ini berbanding terbalik dengan kondisi yang dihadapi oleh Muhammadiyah ditingkat ranting dan cabang yang berada di Kabupaten Bima, khususnya kondisi ranting dan cabang yang berada di Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima masih cukup memprihatinkan, dan masih banyak PR yang harus segera diselesaikan. Kegiatan pengajian di ruang lingkup muhammadiyah masih berpusat pada tingkat Pimpinan Daerah dan Amal Usaha Muhammadiyah. Dalam rangka menjadikan ranting muhammadiyah di desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima sebagai basis gerakan dakwah Muhammadiyah maka fokus pengabdian dalam tulisan ini adalah : (1) Penguatan dan pembinaan Ranting dan Cabang di Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dengan mengaktifkan kegiatan Pengajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (2) Merekrut dan membina Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Kecamatan Bolo khususnya di Desa Kananga untuk menjadi pengurus muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
DILEMA DUALISME HUKUM KASUS MERARIQ KODEQ SUKU SASAK Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v1i1.62

Abstract

The government had set several roles to manage social-life. One of these roles is about marriage accordance to Article/ section 1 of Constitution year 1974. Refer to it, someone who wants to marry has to be maturity of soul or physical, it meant that they will get harmony life at household. However, the fact describes that the roles cannot be practiced finely and face some obstacles such as the support roles, social - condition, economic, culture and religion. The effect of these situation, there are some problem formulations; (i) how much frequency of marry earlier or merariq kodeq at Sasak community. (ii) what of the cause merariq kode is still done even though they are in modern community. Meanwhile, the research has purposes to know (iii) the effects of marry earlier or merariq kodeq at Sasak Community, (iv) what the effort of government to prevent marry earlier or merariq kodeq at Sasak Community. The style of this research is Normative – sociological which is to know the circumstances in community. The method of data collecting is observation, interview, and documentation. Meanwhile, to analyze the data, researcher use qualitative description method. The result of research show that the obstacles to use the roles cause by lack of punishment and difficult access. The performance of early marry or merariq kodeq is to be culture at Sasak Community, it cause by custom roles demand although the bill number 1 year 1974 prohibit it. So, it be great obstacle to realize the role.
REPRESENTASI REKAYASA SOSIAL SEBAGAI SARANA KEADILAN HUKUM Yayuk Kusumawati
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v1i2.199

Abstract

In the social life, there is circulation life which change quickly and slowly, so the system of law in Indonesia should be adjusted unnamed conservative. To answer that challenge, needed the social engineering in the social life to fulfill their goals. Social engineering presented to solve problem in social life. Principle, fungtion of the low to be able to change the symbol or method in social life, it can make the habitual become strong or more loyalited and may be the other habitual which happen in social life. That condition, such as deleted the habitual which not match to social need or create new habitual which though more benefit and kindness than before. Refer to the dynamic social circulation, the changing is a necessary. In this term, fungtion of the low must be maximalized for justice and peace, it is mean to social wealth