Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Applications of Sedimentation Bank in Tidal Aquaponic Systems in Reducing NH3 in Cultivation Tilapia (Oreochromis niloticus) Sitompul, Hotlan Albert Adventus; Efendi, Eko; Setyawan, Agus
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 26 No. 2 (2021): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.26.2.131-136

Abstract

The success of a culture depends on the quantity and quality of water used in fish culture without water exchange, the concentration of aquaculture waste such as ammonia (NH3) will increase very rapidly and is toxic to the cultivated organism. One of the innovations applied in fish farming is integrating plants through an aquaponics system. This study aims to determine the effect of using a settling tub in reducing ammonia waste (NH3) and growth in tilapia aquaculture using an aquaponic tidal system. The size of the initial tilapia seeds used is 3-4 cm. There are two treatments used, without settling tub (A) and addition of settling tub (B) with three replications. However, the results showed no significant differences (P>0.05) between treatments for all parameters observed. It is necessary to carry out further research on different fish and plants to see the optimization in reducing ammonia waste (NH3).
Applications of Sedimentation Bank in Tidal Aquaponic Systems in Reducing NH3 in Cultivation Tilapia (Oreochromis niloticus) Sitompul, Hotlan Albert Adventus; Efendi, Eko; Setyawan, Agus
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 26 No. 2 (2021): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The success of a culture depends on the quantity and quality of water used in fish culture without water exchange, the concentration of aquaculture waste such as ammonia (NH3) will increase very rapidly and is toxic to the cultivated organism. One of the innovations applied in fish farming is integrating plants through an aquaponics system. This study aims to determine the effect of using a settling tub in reducing ammonia waste (NH3) and growth in tilapia aquaculture using an aquaponic tidal system. The size of the initial tilapia seeds used is 3-4 cm. There are two treatments used, without settling tub (A) and addition of settling tub (B) with three replications. However, the results showed no significant differences (P>0.05) between treatments for all parameters observed. It is necessary to carry out further research on different fish and plants to see the optimization in reducing ammonia waste (NH3).
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Rajabasa Jaya Melalui Usaha Budidaya Ikan Nila Monoseks Santoso, Limin; Supono, Supono; Efendi, Eko; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10451

Abstract

Bertambahnya populasi penduduk di Kota Bandar Lampung mengakibatkan permintaan pasar terhadap ikan air tawar terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang bagi masyarakat di Rajabasa Jaya untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar, khususnya ikan nila. Ikan nila mulai diminati karena mudah dibudidayakan. Namun, rendahnya kualitas genetik ikan nila menyebabkan banyak ikan yang mati akibat rentan terhadap penyakit, sehingga hasil panen menjadi sedikit. Tim dari Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian UNILA melaksanakan proyek percontohan berupa usaha pembesaran ikan nila monoseks. Ikan nila monoseks dipilih karena memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap penyakit, pertumbuhan yang cepat, waktu pembesaran yang relatif singkat, dan prospek pemasaran yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Kelurahan Rajabasa Jaya dalam budidaya ikan nila monoseks gesit. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan dengan pendekatan berbagi pengetahuan, pelatihan, dan simulasi teknologi budidaya ikan nila monoseks. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Rajabasa Jaya. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi implementasi teknologi budidaya ikan nila monoseks dan publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan dan pelatihan budidaya ikan nila monoseks. Warga Rajabasa Jaya menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan warga mengenai budidaya ikan nila monoseks. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan warga tentang cara budidaya ikan nila monoseks telah meningkat dengan baik.
Applications of Sedimentation Bank in Tidal Aquaponic Systems in Reducing NH3 in Cultivation Tilapia (Oreochromis niloticus) Sitompul, Hotlan Albert Adventus; Efendi, Eko; Setyawan, Agus
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 26 No. 2 (2021): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The success of a culture depends on the quantity and quality of water used in fish culture without water exchange, the concentration of aquaculture waste such as ammonia (NH3) will increase very rapidly and is toxic to the cultivated organism. One of the innovations applied in fish farming is integrating plants through an aquaponics system. This study aims to determine the effect of using a settling tub in reducing ammonia waste (NH3) and growth in tilapia aquaculture using an aquaponic tidal system. The size of the initial tilapia seeds used is 3-4 cm. There are two treatments used, without settling tub (A) and addition of settling tub (B) with three replications. However, the results showed no significant differences (P>0.05) between treatments for all parameters observed. It is necessary to carry out further research on different fish and plants to see the optimization in reducing ammonia waste (NH3).
Peningkatan Kapasitas Kelompok Rentan Bencana (KRB) Melalui Program Sekolah Siaga Bencana (SSB) Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Desa Trimulyo Kabupaten Pesawaran Muhaemin, Moh; Mayaguezz, Henky; Kusuma, Anma Hari; Susanti, Oktora; Hudaidah, Siti; Efendi, eko
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5847

Abstract

Bencana di kawasan pesisir dapat terjadi kapan saja dengan skala bencana dan cenderung berdampak besar bagi masyarakat terutama kelompok rentan. Amanat UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa kelompok rentan merupakan kelompok masyarakat berisiko tinggi, karena berada dalam situasi dan kondisi yang kurang memiliki kemampuan mempersiapkan diri dalam menghadapi risiko bencana atau ancaman bencana,  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan mengidentifikasi peluang bencana di sekitarnya dan meningkatkan keterampilan penanganan diri untuk mengurangi resiko kebencaan yang diderita. Peningkatan kapasitas kelompok mayarakat rentan dilakukan dengan mengadakan kegiatan penyuluhan tatap muka, dan kegiatan simulasi bencana kepada sejumlah siswa sekolah dasar (SD) dan masyarakat desa setempat. Pemilihan kelompok rentan tersebut didasarkan pada kondisi demografi masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian mendapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kelompok masyarakat rentan dalam mengidentifikasi dan menangani jenis dan resiko kebencanaan di daerahnya.
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Rajabasa Jaya Melalui Usaha Budidaya Ikan Nila Monoseks Santoso, Limin; Supono, Supono; Efendi, Eko; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10451

Abstract

Bertambahnya populasi penduduk di Kota Bandar Lampung mengakibatkan permintaan pasar terhadap ikan air tawar terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang bagi masyarakat di Rajabasa Jaya untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar, khususnya ikan nila. Ikan nila mulai diminati karena mudah dibudidayakan. Namun, rendahnya kualitas genetik ikan nila menyebabkan banyak ikan yang mati akibat rentan terhadap penyakit, sehingga hasil panen menjadi sedikit. Tim dari Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian UNILA melaksanakan proyek percontohan berupa usaha pembesaran ikan nila monoseks. Ikan nila monoseks dipilih karena memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap penyakit, pertumbuhan yang cepat, waktu pembesaran yang relatif singkat, dan prospek pemasaran yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Kelurahan Rajabasa Jaya dalam budidaya ikan nila monoseks gesit. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan dengan pendekatan berbagi pengetahuan, pelatihan, dan simulasi teknologi budidaya ikan nila monoseks. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Rajabasa Jaya. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi implementasi teknologi budidaya ikan nila monoseks dan publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan dan pelatihan budidaya ikan nila monoseks. Warga Rajabasa Jaya menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan warga mengenai budidaya ikan nila monoseks. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan warga tentang cara budidaya ikan nila monoseks telah meningkat dengan baik.
Screening of Endosymbion Fungus Potential on The Stem of Avicennia sp. from Shore of Bandar Lampung City as an Antibacterial Susanti, Oktora; Harpeni, Esti; Efendi, Eko; Karima, Nisa; Muamar, Aslam
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.7141

Abstract

Mangroves scattered in the shore of Lampung have considerable potential to be used as medicines and antibiotics, because the distribution of various mangroves on almost every shore of Lampung is overgrown with various mangrove plants. Mangroves have a symbiotic relationship with microbes, so that mangrove endosymbion microbes generally have the same bioactive compounds as their hosts. Mangrove Avicennia sp. is one of the mangrove species that has the ability to be antibacterial. Mangrove endosymbion microbes can also have the ability to inhibit antibacterial pathogens that cause disease. Diseases whose cases are found in the community, one of which is caused by Staphylococcus aureus bacteria and Escherichia coli. The purpose of this study is to screen the potential isolate of the endosymbion fungus Avicennia sp. as an antibacterial against S.aureus and E.coli bacteria. Isolation results of Avicennia sp. 12 isolates of endosymbion fungi were obtained that have inhibitory activity against S. aureus and E. coli. and 5 isolates (WBJ-R01, WBJ-R04, WBJ-R05, WBJ-R09, and WBJ-R12) that had the best inhibitory zone activity. Extracts from the five endosymbion fungi isolates have inhibitory zones in both pathogenic bacteria. It is proven that the five extracts at the highest concentration are in a strong inhibition zone. WBJ-R01, WBJ-R04, WBJ-R05, WBJ-R09, and WBJ-R12 isolates had inhibition zones of 11.4 mm, 11 mm, 11.73 mm, 12.3 mm, and 13.23 mm, against S.aureus bacteria respectively. and against E.coli bacteria 14.03 mm, 10.3 mm, 13.13 mm, 9.73 mm, and 6.5 mm.
Konsentrasi logam berat Pb dan Cu pada sedimen dan kerang darah (Anadara granosa Linn, 1758) di Perairan Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung Rahmah, Siti; Maharani, Henni Wijayanti; Efendi, Eko
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 1 (April, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i1.887

Abstract

Abstrak Perairan Pulau Pasaran memiliki sumber daya laut salah satunya adalah kerang darah (Anadara granosa). Limbah yang bersumber dari daratan dan perairan sekitar mengandung logam berat seperti Pb dan Cu yang dapat mempengaruhi organisme. Kerang darah memiliki potensi yang digunakan sebagai bioindikator untuk mewakili logam berat dalam air karena kerang darah memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat dalam konsentrasi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsentrasi Pb dan Cu pada sedimen dan kerang darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling untuk menentukan stasiun penelitian dan metode sampling. Konsentrasi logam berat dianalisis menggunakan metode MP-AES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi pada kerang darah adalah Pb 206,51 mg / kg dan Cu 95,11 mg / kg. Konsentrasi tertinggi pada sedimen adalah Pb 634,49 mg / kg dan Cu 366,85 mg/kg.Kata kunci: kerang darah (Anadara granosa); logam berat; Pb; Cu; sedimenAbstract Pasaran island waters have marine resources such as blood cockle (Anadara granosa). The amount of waste from land and around of waters contain heavy metall such as Pb and Cu than can affect for the organism. Blood cockle has a potential used as bioindicator to represent the heavy metal in water because blood cockle has capabilities to accumulate the small concentration of heavy metal. The aim of this research are to analysis concentration of Pb and Cu in sediment and blood cockle. Method used in this research purposive random sampling to determine research station and sampling method. The concentration of heavy metal analyzed using MP-AES method. The result showed that the highest concentration in blood cockle of Pb is 206,51 mg/kg and Cu is 95,11 mg/kg. The highest concentration in sediment of Pb is 634,49 mg/kg and Cu is 366,85 mg/kg.Keywords: Blood cockle (Anadara granosa); heavy metal; Pb; Cu; sediment
THE INITIAL ECHINODERMS COMMUNITY STRUCTURE IN SEAGRASS BED OF MARINE TOURISM AREA: MAHITAM ISLAND AND KETAPANG BEACH, LAMPUNG Muhaemin, Moh; Priambodo, Mohammad Fadhil; Susanti, Oktora; Efendi, Eko
AQUASAINS Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i1.p1422-1434

Abstract

Lampung is one of national marine tourism destination. Seagrass is one of fragile coastal ecosystem and it is a habitat and feeding ground for a number of Echinoderms species.  Echinodermata are nutrient recyclers that will in turn provide benefits to the seagrass ecosystem. This research aimed to assess the community structure of Echinoderms and seagrass as well as the relationship between Echinoderms abundance, seagrass densities, and water quality in Mahitam Island and Ketapang Beach. Observations were conducted at 7 stations, namely 3 stations on Ketapang Beach and 4 stations on Mahitam Island. Observations included the type and number of echinoderms, as well as the type, number of individuals, and number of seagrasses stands. Habitat quality that was observed were included water quality such as temperature, salinity, pH, DO (dissolved oxygen), current speed, brightness, and TOM (total organic matter) and also observed substrate type at each station. The result elucidated nine species of echinoderms and 4 species of seagrasses were found in both study sites. The average value of Echinoderms diversity index in Mahitam Island and Ketapang Beach was low. The uniformity index of Echinoderms in Mahitam Island was medium and Ketapang Beach was low. The dominance index of Echinoderms on Mahitam Island was categorized as low and Ketapang Beach was considered high. There was a domination of an Echinoderms species in some stations. The association between Echinoderms abundance, seagrass density and habitat quality in both locations showed a positive relationship and was influenced by the habitat quality parameters of seagrasses.
THE CRUSTACEAN'S EXPORT-IMPORT MAPPING OF FISH QUARANTINE AND INSPECTION AGENCY (FQIA) JAKARTA I ON 2021-2022 PERIOD Muhaemin, Moh; Yulanda, Meisi; Ruhenda, Uhen; Efendi, Eko
AQUASAINS Vol. 12 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i2.p1484-1498

Abstract

Indonesia's crustacean has great potential fisheries business. The depletion of fisheries natural resources needs to be solved to avoid overfishing, especially for crustaceans. The study aim was to analyze crustacean diversity and mapping its products on export and import markets, as well as to analyze the sustainability of crustacean export-import across Indonesia. The study was conducted at FQIA Jakarta I on January until February 2023. The descriptive analysis method was used. The results of the study showed that Indonesia's fisheries export were higher than import activities. On crustacean exports, the highest destination country for lobster (Panulirus sp.) is Cina, the highest destination country for crab (Portunus pelagicus) is the USA, the highest destination country for mud crab (Scylla serrata) is Cina, and the highest destination countries for mantis shrimp (Squilla mantis) are Hongkong and Cina. Meanwhile, for imported crustaceans, snow crab (Chionoecetes opilio) came from Japan, and American lobster (Homarus americanus) came from Canada and USA. The overfishing has not occurred as illustrated for fishing grounds in Indonesia. It indicated by the average of annual catch value which has not higher than MSY catch. Keywords: Crustacea, fish market, fishing ground, annual catch, sustainable.