Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

THE CRUSTACEAN'S EXPORT-IMPORT MAPPING OF FISH QUARANTINE AND INSPECTION AGENCY (FQIA) JAKARTA I ON 2021-2022 PERIOD Muhaemin, Moh; Yulanda, Meisi; Ruhenda, Uhen; Efendi, Eko
AQUASAINS Vol. 12 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i2.p1484-1498

Abstract

Indonesia's crustacean has great potential fisheries business. The depletion of fisheries natural resources needs to be solved to avoid overfishing, especially for crustaceans. The study aim was to analyze crustacean diversity and mapping its products on export and import markets, as well as to analyze the sustainability of crustacean export-import across Indonesia. The study was conducted at FQIA Jakarta I on January until February 2023. The descriptive analysis method was used. The results of the study showed that Indonesia's fisheries export were higher than import activities. On crustacean exports, the highest destination country for lobster (Panulirus sp.) is Cina, the highest destination country for crab (Portunus pelagicus) is the USA, the highest destination country for mud crab (Scylla serrata) is Cina, and the highest destination countries for mantis shrimp (Squilla mantis) are Hongkong and Cina. Meanwhile, for imported crustaceans, snow crab (Chionoecetes opilio) came from Japan, and American lobster (Homarus americanus) came from Canada and USA. The overfishing has not occurred as illustrated for fishing grounds in Indonesia. It indicated by the average of annual catch value which has not higher than MSY catch. Keywords: Crustacea, fish market, fishing ground, annual catch, sustainable.
Anti-breast cancer bioactive compounds and in-silico molecular prediction of Crassostrea angulata (Lamarck, 1819): Prediksi senyawa bioaktif antikanker payudara dan molekuler in-silico Crassostrea angulata (Lamarck, 1819) Kusumawati, Rr Puji Hastuti; Zamani, Neviaty Putri; Soedharma, Dedi; Nurjanah, Nurjanah; Arifin, Taslim; Yulius, Yulius; Samusamu, Andrias Steward; Akhwady, Rudhy; Ramdhan, Muhammad; Damanhuri, Harfiandri; Efendi, Eko; Mayaguezz, Henky; Muhaemin, Moh.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i1.57937

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia. Bioprospeksi senyawa bioaktif dari organisme laut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pencegahan kanker payudara. Crassostrea angulata merupakan salah satu spesies tiram laut yang biasa dikonsumsi dan memiliki sejarah etnomedik di kalangan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif antikanker dari ekstrak metanol C. angulata menggunakan analisis in-silico. Identifikasi senyawa aktif C. angulata menggunakan LC-HRMS melalui pendekatan molecular docking dengan mengombinasikan program-program KNApSAcK, CLC-Pred, SEA, STRING, PubChem, UniProt, PyMOL, PyRx, and PoseView. Hasil penelitian menunjukkan 12 senyawa aktif antikanker pada C. angulata, namun hanya 2 senyawa antikanker payudara (Flufenamic Acid, FA dan Hymenamide C, HC). Hasil molecular docking menunjukkan bahwa binding affinity yang kuat antara senyawa aktif Flufenamic Acid (FA) dengan protein target kanker payudara (CSF1R, PLK4, MKNK2, dan ABL1) dan senyawa Hymenamide C (HC) dengan protein target kanker payudara (GRB2 dan OXTR). Senyawa bioaktif FA menunjukkan nilai RMSD yang lebih rendah (mendekati 0Å) dengan ligan asli dari masing-masing protein target. FA memiliki potensi sebagai senyawa antikanker payudara yang lebih baik dari HC. Senyawa FA dan HC berpotensi sebagai penghambat protein target kanker payudara, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut terutama untuk penggunaan senyawa tersebut pada manusia.
LAJU FILTRASI KERANG HIJAU (Perna viridisLinn. 1758) YANG BERBEDA UKURAN PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS TERHADAP MIKROALGA Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968) ningsih, ika rahayu; efendi, eko; Yuliana, Darma
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.4194

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan organisme yang memiliki sifat non selective filter feeder yang merupakan pemakan mikroalga di perairan. Mikroalga dapat tumbuh tidak terkontrol akibat banyaknya kandungan nutrien di perairan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya kelimpahan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju filtrasi kerang hijau yang berbeda ukuran pada tingkat salinitas yang berbeda terhadap Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktorial dengan  Sembilan perlakuan dan tiga taraf pengulangan. Masing-masing perlakuan mengkombinasikan salinitas 25‰, 30‰, 35‰ dan ukuran 3, 6 and 8 cm. Kepadatan mikroalga yang diberikan pada tiap perlakuan sebanyak 5 x 106 sel/l. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya pengaruh ukuran kerang hijau dan salinitas terhadap laju filtrasi kerang hijau yang diberi pakan Chaetoceros calcitrans.
Rehabilitasi Terumbu Karang dengan Aplikasi Teknik Propagasi di Desa Pagar Jaya Kabupaten Pesawaran Efendi, Eko
Jurnal Sinergi Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v1i1.7

Abstract

Ekosistem Terumbu karang yang rusak perlu direhabilitasi dengan berbagai metode yang berkembang. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk rehabilitasi terumbu karang adalah teknik propagasi. Aplikasi teknik propagasi terumbu karang di Desa Pagar Jaya Kabupaten Pesawaran bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Pagar Jaya tentang teknik propagasi terumbu karang untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang. Metode pelaksanaan terdiri dari dua tahapan yaitu penyuluhan dan pelatihan. Metode pelatihan meliputi penyiapan sarana prasarana, pemilihan bibit, pemasangan transplan dan monitoring. Hasil kegiatan diperoleh adanya pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang teknik transplantasi terumbu karang. Hasil penerapan teknik propagasi menunjukkan adanya perkembangan dan pertumbuhan transplan yang dipengaruhi oleh teknik pemilihan bibit yang baik dan benar, pemilihan lokasi penempatan transplan dan pemeliharaan secara teratur.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF Xetospongia sp. AND Spongia sp. SPONGE EXTRACT AGAINST PATHOGENIC BACTERIA FROM THE WATERS OF PAHAWANG ISLAND, LAMPUNG Kusuma, Anma Hari; Putri, Berta; Efendi, Eko; Safitri, Tiara; Hidayah, Siska
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1935

Abstract

Spons adalah hewan avertebrata bentik laut dari Filum Porifera yang memiliki senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan antara ekstrak spons jenis Xetospongia sp. dengan Spongia sp. terhadap bakteri patogen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-November 2025. Sampel spons jenis Xetospongia sp. dan Spongia sp. diambil dari perairan Pulau Pahawang diekstrak menggunakan metanol, etil asetat dan heksana. Hasil penelitian menunjukkan ciri morfologi memliki permukaan tubuh kasar dengan bentuk membulat dan warna kemerahan sedangkan jenis Spongia sp. memiliki permukaan tubuh lembut dengan mengerak dan warna hitam gelap. Rendemen ekstrak spons menggunakan etil asetat lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metanol dan hexana. Aktivitas antibakteri ektrak spons terhadap bakteri patogen spons Xetspongia sp. menggunakan hexana sedangkan spons Spongia sp. menggunakan metanol.